iJakarta-cover

Disgiovery.com

DUHAI None Buku, boleh kuminta sekejap waktumu?

Kira-kira seperti itulah bahasa puitisnya meskipun pada faktanya saya cuma pakai bahasa standar: “Mbak, boleh foto bareng?”

Menghadapi yang bening-bening begini saya memang selalu merasa lusuh. Apalagi belum 24 jam lalu saya baru saja kembali dari trip Keliling Lampung, badan masih serasa remuk redam, dan kulit yang terbakar sedang mateng-mateng-nya.

Tapi kehadiran None Buku di acara peluncuran aplikasi perpustakaan digital iJakarta di Balai Agung Pemprov DKI minggu lalu (13/10) termasuk menyita perhatian saya dan membuat saya sejenak melupakan ‘kekumalan’.

iJakarta-Ahok
Peluncuran oleh Ahok

***

Toko buku dan perpustakaan bagi saya merupakan wahana wisata menarik selain peninggalan sejarah dan keindahan alam raya. Dijuluki kutu buku sejak kecil (semasa kelas 2 SD saya sudah melahap habis roman sejarah Quo Vadis), saya gemar ‘lari dari kenyataan’ dan tenggelam dalam alam khayal bersama deret kata & aksara. Tempat penyewaan buku di gang depan rumah kami adalah satu-satunya wahana rekreasi bagi saya sepulang sekolah.

Tahun-tahun berlalu hingga zaman kekinian yang serba digital. Tempat penyewaan buku favorit saya sudah lama tutup. Toko buku masih kerap saya sambangi, sementara perpustakaan semakin jauh saja dari jangkauan (kebanyakan lokasinya cukup menyita waktu & jarak bagi saya untuk berkunjung). E-book sudah dalam genggaman meski koleksi masih terbatas.

Lalu hadirlah iJakarta.

Penampakan aplikasi iJakarta
Penampakan aplikasi iJakarta

Apa itu iJakarta

iJakarta adalah aplikasi perpustakaan digital dimana warga dapat membaca dan bersosialisasi dalam satu media.  Aplikasi ini bisa diunduh di ponsel berbasis Android, iOS, dan Windows, dan dapat digunakan secara daring ataupun luring.

Fitur apa saja di iJakarta

Antara lain Koleksi Buku, ePustaka, Home Feeds, Rak Buku, Notifikasi, dan eReader (dalam 2 format: EPUB atau PDF), serta fitur pendukung lainnya.  Terdapat pula fitur jejaring sosial seperti follower/following, share & recommendation, book review, serta fasilitas kirim pesan.

Setidaknya dengan bersosialisasi di aplikasi ini, kau akan mudah mendapatkan teman yang sama-sama gemar membaca. Siapa tahu terselip jodoh pun di sana (eh gimana?).

Apa itu ePustaka

ePustaka sendiri adalah fitur unggulan iJakarta.  Di sinilah kau akan merasakan perpustakaan digital yang sebenarnya, seperti adanya masa keanggotaan, masa waktu peminjaman buku, jumlah buku yang dapat dipinjam dalam satu kali peminjaman, serta jumlah eksemplar per judul buku. ePustaka menggunakan sistem auto return untuk menghindari terjadinya buku terlambat kembali atau pun hilang.

Seperti dilansir Kompas.com bahwa: “Meskipun buku yang disewakan berbentuk digital, itu bukan berarti semua orang bisa membaca buku begitu saja. Semua masyarakat tetap harus mengantre untuk meminjam buku.” Demikian penuturan Ahok pada saat peluncuran iJakarta.

Selain itu perpustakaan digital seperti ini pun lebih aman & nyaman terutama menyangkut kasus buku rusak secara fisik (halaman sobek atau tulisan pudar).

Apa saja buku yang sudah masuk koleksi iJakarta

Antara lain buku-buku terbitan Gramedia Pustaka Utama, Erlangga, Agro Media Group, Mizan, Elex Media Komputindo, Gramedia Widiasarana Indonesia, Bhuana Ilmu Populer, Kepustakaan Populer Gramedia, Penerbit Kanisius, UGM Press, UNS Press, dan UB Press. Tentunya buku yang tersedia pun terdiri dalam berbagai macam kategori.

Dan yang penting, semua bisa diakses secara GRATIS.

Jadi apa keunikan iJakarta

Yaitu warga bisa berperan aktif membuat perpustakaan pribadi dan meminjamkan koleksi yang dimiliki sesuai dengan jumlah copy buku yang telah dibeli, tanpa ada rasa takut tidak dikembalikan karena buku akan kembali secara otomatis.

Sesuai namanya, perpustakaan digital ini pun bersifat lokal yakni hanya berlaku di Jakarta.  Maksudnya?

“Ke depannya, sistem iJakarta dilengkapi dengan deteksi lokasi. Jadi siapapun yang sedang membaca buku online di iJakarta dan kemudian keluar dari batas wilayah DKI, maka koneksi akan terputus,” demikian penuturan Indra Yustiawan dari Aksaramaya (developer yang membangun iJakarta). Kau bisa melanjutkan membaca setelah memasuki kembali wilayah Jakarta.

Pada intinya, iJakarta memang ditujukan bagi warga Jakarta, atau mereka yang sedang berada di ibukota saja.

Perwakilan Aksaramaya sedang memberi keterangan
Perwakilan Aksaramaya sedang memberi keterangan

***

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sendiri yang meresmikan langsung peluncuran aplikasi perpustakaan digital pertama di Indonesia bernama iJakarta ini.  Aplikasi ini merupakan hasil kerja sama antara BPAD (Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah) DKI dan PT Woolu Aksara Maya.

Kunjungan saya ke Balai Agung Pemprov DKI ini diwarnai drama kemacetan hingga 3 jam lebih. Andaikan iJakarta sudah diluncurkan lebih dulu, mungkin saya dapat melewatkan kemacetan sambil browsing katalog atau baca-baca resensi buku di iJakarta. Lepas stress, tangkap wawasan. Inilah wisata pustaka yang sebenarnya. Perpustakaan dalam genggaman.

Dan di acara peluncuran iJakarta ini pulalah saya baru ngeh bahwa ada pula yang namanya gelar Abang & None Buku yang berada di bawah bimbingan BPAD DKI Jakarta.  Gelar yang cukup eksotis menurut saya, apalagi kalau namanya Abang & None Kutu Buku.

Duhai None Buku, gerangan tugas mulia apa yang kau emban?

Dan pertanyaan yang keluar dari mulut saya: “Jobdesc-nya apa aja, Mbak?”

Bahwasanya tugas utama para abang & none buku ini yakni meningkatkan minat baca masyarakat Jakarta yang dilakukan dengan cara antara lain kunjungan & pendirian perpustakaan, meramaikan Hari Anak Jakarta Membaca, dll, dsb. Termasuk menjadi duta iJakarta ini tentunya.

Sukses, iJakarta!

 

Disgiovery yours!

 

Melipir sejenak ke dalam Balaikota
Melipir sejenak ke dalam Balaikota

 

Wisata Pustaka di iJakarta

28 thoughts on “Wisata Pustaka di iJakarta

  • October 20 at 21:46
    Permalink

    Wuaaah. Mas, makasih banyak informasinya yaaa.. 😀

    Reply
  • October 20 at 21:59
    Permalink

    Wah, Kantor Gemeente Batavia… *eh* *salahfokus*
    Apa yang berwujud fantasi dalam pikiran kadang terlalu kontras bedanya dengan kenyataan ya Mas *pukpuk* *kabur* :haha.
    Hm, ini penemuan yang menarik! Kayaknya saya bakal segera download nih :hihi, penasaran dengan koleksi bukunya. Yah, hitung-hitung menambah bahan bacaan di kala senggang, siapa tahu ada buku yang menarik dan bisa jadi varian lain di samping koleksi yang sedang saya susun :hehe. Terima kasih atas informasinya!

    Reply
    • October 21 at 02:24
      Permalink

      Hahaha, sepertinya dirimu juga terkadang mengalami hal yang sama kan? 😉 #caritemen

      Trims juga, sama-sama. Koleksi buku bacaanmu sepertinya cuma ada di lapak buku2 langka deh Gara 🙂

      Reply
  • October 21 at 11:49
    Permalink

    Koleksi buku-buku dewasa ada juga gak ya? #eh Maksudnya buku-buku self-management yang membuat lebih dewasa 😀
    Tapi sayangnya cuma bisa diakses di Jakarta aja sih ya? Sayang juga kalau download aplikasinya, lha wong tinggal di Bogor. Ke Jakarta cuma buat kongkow atau ngantor sesekali aja. Semoga ini dibaca oleh Pak Bima Arya, dan nanti beliau mau juga menyiapkan iBuitenzorg! 🙂

    Reply
    • October 21 at 18:28
      Permalink

      Hahaha coba aja cari koleksinya, siapa tau nemu buku Petruk Gareng versi dewasa 😉

      Aplikasi ini bisa diakses dimana aja kok, tapi kalo mau baca buku dari raknya emang musti di tempat (baca di Jakarta aja), kecuali kalau kita pinjam dan dibaca offline *gitu bukan ya, betul gak sih Aksaramaya?*

      Reply
  • October 21 at 13:51
    Permalink

    Aku sekarang malah getol mengunjungi perpus didekat-dekat kos hehehhehe. Seru kayaknya 😀

    Reply
    • October 21 at 18:29
      Permalink

      Wisata pustaka emang seru ya mas, apalagi ke perpustakaan2 kecil karena siapa tau terselip buku langka 🙂

      Reply
    • October 21 at 18:30
      Permalink

      Kemaren ada berapa kali bang Ahok melintas di hadapan, tapi akunya malu mau minta duit.. *eh gimana*

      Reply
  • October 22 at 00:50
    Permalink

    Jadi aku yang di Tangerang gak boleh ikutan membaca? Tapi tetap ah mau ngintip2 aplikasinya. Makasih infonya, Mas Gio 🙂

    Reply
    • October 22 at 08:50
      Permalink

      Hahaha kalo baca online mungkin khusus di Jkt aja mbak, tapi kalo bukunya mbak pinjam lalu dibaca offline sepertinya bisa dibaca dimana aja 😉

      Reply
  • October 22 at 04:53
    Permalink

    canggih juga perpustakaannya..ada apknya ya ..
    jadi mau browsing buku yang ada disana bisa da baca baca di hp dong

    Reply
    • October 22 at 08:52
      Permalink

      Iya mas, udah donlot apk-nya belum? *malah nodong, hehehe*
      Mari gerakkan gemar membaca! 😀

      Reply
    • October 22 at 22:22
      Permalink

      Cakep pisan! Dan kemaren baru tau ternyata ada paket tour ke Balaikota lho.. *kemana aje gw?*

      Reply
  • October 22 at 22:10
    Permalink

    Kaaaaaakkk, itu None Buku-nya mengalihkan dunia sekali. Ayu banget! Senyumnya memikat.
    *aslik ini komentar cuma mau bilang gitu doang*

    Reply
  • October 25 at 07:11
    Permalink

    wah, perpus makin sepi dong? hehe
    tapi ini makin memudahkan kita, dimanapun bisa baca. semoga minat baca makin naik dgn adanya iJakarta 🙂

    Reply
    • October 25 at 22:56
      Permalink

      Perpus makin sepi tapi tetap dicari kok 😉

      Versi digitalnya memang diharapkan meningkatkan minat baca masyarakat. Aamin!

      Reply
  • October 28 at 19:20
    Permalink

    Ngikik baca kalimat awal-awal tulisan ini, bak lihat sinetron… Hahahaha

    Ini bagi saya semacam progres! Semoga makin banyak generasi yang suka membaca 🙂

    Reply
    • October 28 at 21:47
      Permalink

      Aamin! Semoga membaca jadi habit baru khususnya di generasi muda! 🙂

      Thanks Qy buat ngikiknya, hahaha 😀

      Reply
  • December 13 at 20:11
    Permalink

    wuauuuww.. info yang sangat bermangpaat, Pak Badai. Segera ngunduh ah. Lumayan banget ngebantu mengisi waktu lowong dengan baca2. hehehe…

    *berasa punya waktu lowong banyak*

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *