Wiskul-Puncak

Disgiovery.com

PUNCAK yang berada di wilayah Bopuncur (Bogor-Puncak-Cianjur) adalah dataran tinggi yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGP). Iklim yang sejuk berpemandangan hijau permai dengan bukit-bukit perkebunan teh membuat Puncak jadi tempat tetirah favorit bahkan sejak zaman kolonial.

Kerap menyambangi Puncak, sering terlupa saya untuk membuat peta kuliner di kawasan ini, sampai kemudian datanglah seorang kawan dari negara tetangga. Intinya dia ingin jalan-jalan & jajan-jajan khas Indonesia di Puncak.  Tentu ada banyak pilihan, namun yang terpikirkan oleh saya saat itu tentu yang paling sering saya datangi.

Berikut agenda wisata kuliner Puncak 1 hari (pagi hingga malam).  Selamat menikmati!

Breakfast

gudeg-Bu-AyuGudeg Bu Ayu
Jl. Pajajaran Indah V (dekat RS BMC), Bogor

Warung sempit dan sederhana di sisi jalan ini punya menu santapan yang kaya cita rasa dan ibu warung yang ramah tamah.  Favorit kami adalah paket komplet berisi nasi putih, gudeg nangka, gepuk empal, ayam & telur opor putih, tempe bacem, tumis daun pepaya, dan sambal goreng krecek (isi cabai rawit merah ginuk-ginuk). Porsinya raksasa dan cukup ditebus seharga Rp. 35 ribu untuk paket komplet (dan kami selalu dipersilakan untuk menambah porsi sesuka hati alias free of charge).

Tapi sungguh satu porsi saja sudah bikin perut kami bulat. Cukuplah untuk perjalanan jauh sampai jam makan siang di Puncak nanti.

Tasty snack

jagung-bakar-&-gemblongGemblong ketan hitam atau jagung bakar

Sepanjang jalan raya Bopuncur terdapat banyak penjaja oleh-oleh termasuk kudapan seperti gemblong, jagung bakar, ubi cilembu, peuyeum, hingga buah-sayur segar seperti alpukat, arbei, tomat, dan wortel.

Jika terkena macet di sekitar pasar Cisarua, cobalah turun sejenak dan cari penjual gemblong ketan hitam.  Saya bukan penikmat kudapan manis, apalagi gemblong yang manisnya berlebihan.  Tapi gemblong ketan hitam ala pasar Cisarua ini punya rasa manis gurih yang pas hingga saya suka mengudapnya.

Brunch

brunch-PuncakBakso, somay, rujak tumbuk, dkk

Gardu pandang yang jadi favorit kami bukan di Puncak Pass, tapi di puncak bukit tempat olahraga paralayang rutin diadakan. Selain melihat-lihat pemandangan alam, kau juga bisa melihat tingkah polah para pengunjung (mulai atlet paralayang, turis paralayang, turis-turis Arab, hingga orang pacaran).

Sekitar 10 tahun silam cuma ada jajanan bakso pikul yang jadi langganan di sini, meski kini jajanan yang mangkal semakin bervariasi. Bayangkan nikmatnya menyantap bakso bulat berkuah panas asam pedas di udara dingin, sembari menatap nanar kepada pasangan-pasangan yang duduk menyepi di sela-sela perdu teh.

“Lho, kok nangis lihat kebun teh? Atau lihat orang pacaran?”

“Gak kok, ini baksonya kepedesan. Bahu mana bahu, eh tisu mana tisu…”

Lunch

sate & tahu penyet Bumi AkiBumi Aki
Jl. Raya Puncak 59, Cianjur

Walau sudah masuk wilayah Cianjur, tapi lokasi Bumi Aki masih dekat dari perbatasan Bogor.  Rumah makan Sunda ini punya view istimewa menghadap lembah dan gunung kembar Gede-Pangrango.  Jika cuaca cerah, kau dapat melihat kepundan gunung Gede dari kejauhan. Jika sedang berkabut, wahai lajang, lekas-lekaslah cari pasangan sah karena temperatur dan suasana sekitar menjadi dingin-dingin romantis.

Favorit kami adalah duduk-duduk di saung sambil menyantap sop ayam kampung telur puyuh, sop kambing, dan tahu/tempe penyet. Tapi jangan kuatir masih ada banyak menu lainnya yang patut dicoba seperti sate ayam & kambing, nasi goreng, ayam goreng, dll.

Usai makan siang, biasanya kami melanjutkan acara ke Kebun Raya Cibodas (atau Taman Bunga Nusantara sesuai request).

Tea time

sate-MaranggiSate Maranggi
Jl. Raya Cipanas (Pacet), Cianjur

Udara dingin Puncak membuat perut mudah keroncongan, akibatnya jamuan minum teh kami yang harusnya cukup ditemani kudapan ringan seperti ubi cilembu atau jajanan pasar pada akhirnya selalu dimeriahkan oleh komplotan sate Maranggi plus sambel oncom dan ketan bakarnya.

Kau akan duduk-duduk ditemani kepulan asap dari pembakaran sate, namun di situlah seni-nya makan sate, bukan?  Saya sendiri gemar menyantap sate daging tanpa lemak (dagingnya sungguh gurih empuk), sambil mengkhayal sedang syuting video klip yang penuh efek kabut asap.

Alternatif lain (sate kambing & antek-anteknya):

Sate Shinta
Jl. Raya Cipanas 20, Cianjur

Sate PSK
Jl. Raya Puncak (dekat masjid At Ta’awun), Bogor

Dinner

Saung-Mirah-ayam-bakarSaung Mirah Cibiuk
Jl. Pangrango 32, Bogor

Tiba kembali di Bogor biasanya sekitar pukul 20 (dan sudah lapar pun).  Saatnya menyantap makan malam di Saung Mirah Cibiuk (menyajikan hidangan Pasundan).  Must try: ayam bakar, nasi liwet, pepes jamur, karedok.  Cocok untuk menutup wisata kuliner hari ini.

 

Disgiovery yours!

 

photo credits: Bartian & Edgar

Wisata Kuliner Puncak (Bopuncur)
Tagged on:         

19 thoughts on “Wisata Kuliner Puncak (Bopuncur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *