21 serenade

DAHULU jika saya ditanya apa yang terlintas dalam benak tentang Cirebon, maka jawabannya pasti seperti ini: panas/kota udang/Dewi Yull ;p

Akhir pekan kemarin saya menyempatkan diri berkunjung ke kota yang dahulu dalam bahasaInggris bernama Cheribon itu, dan kesan yang saya dapatkan sungguh di luar pandangan sempit saya tadi.

Cirebon sungguhlah dapat memesona saya dan teman-teman.  Campuran budaya Sunda, Jawa, Melayu, Cina, India, Arab, hingga Eropa membaur cantik di sini, baik dalam halsejarah, arsitektur, fashion, hingga ragam kulinernya.

Jangan tanya bahasanya.  Jangan.  Karena saya memang tak mengerti.  Walau Cirebon masih termasuk dalam propinsi Jawa Barat, namun bahasanya bisa dibilang campuranSunda-Jawa.  Mendengar orang Cirebon berbicara dengan sesamanya sungguh membuat kami bagai orang British ningrat yang baru kali pertama mendengarkan orang berlogat Singlish.  No, no, ini bukan pandangan rendah.  Ini cuma ungkapan betapa Cirebon kaya akan budaya hingga bahasanya pun berbeda sendiri.

Cirebon memang panas, baik dalam arti sebenarnya ataupun sekedar kiasan.  Namunkeindahan pesonanya memang cantik tah!  Beberapa situs menarik yang kami kunjungi selama disana antara lain:

stasiun kereta api Cirebon

01 stasiun Cirebon tampak muka 02 stasiun Cirebon dari jendela kereta

situs Sunyaragi

04 a.k.a. water palace 05 beautifully framed 07 mungkin putri pingitan mengintip di sini 11 simbol garuda berbelit ular
Alias water palace, tempat dimana dahulu keluarga kesultanan menyepi/beristirahat. Sangat mengagumkan betapa mereka dulu sudah menguasai teknik membuat air terjun dan sirkulasi pendingin udara dengan air.  Di sini terdapat pula makam Cina kuno yang konon adalah peristirahatan terakhir laksamana Cheng Ho yang legendaris itu.  Oya terdapat pula dua buah pintu gaib yang dahulu kabarnya menghubungkan istana air ini dengan negeri Cina dan tanah suci Mekkah.

obyek wisata Cibulan

12 telaga Cibulan 13 ikan Dewa namanya 14 eksplorasi bayangan
Terdiri atas kolam renang berair jernih dan dingin, yang didiami oleh ratusan ikan Dewa, yang besarnya nyaris sebesar bayi manusia.  Penduduk sekitar banyak yang berwisata dan mandi-mandi di kolam ini, meski kami tak tertarik untuk mencobanya.  Di samping kolam terdapat pula telaga alam dan tujuh mata air alami yang kerap dijadikan tempat sembahyang.

keraton Kanoman

18 pendopo Kanoman 19 dinding pun berporselen 20 if walls could talk
Kebanyakan menampilkan peninggalan Sunan Gunung Jati.  Bangunan luarnya berkapur putih(dulu berwarna merah jingga).  Hal yang menarik adalah adanya piring-piring porselen asliTiongkok yang menjadi penghias dinding di semua keraton di Cirebon.

keraton Kasepuhan

22 aula agung Kasepuhan 23 podjokan 24 saksi sejarah
Didominasi warna merah bata untuk bagian luar, dan putih untuk bagian dalam.  Ada banyak spot bagus untuk pemotretan disini, meski banyaknya wisatawan kerap mengganggu kekhusyukan memotret ;p

kota tua Cirebon

27 pintu biru 29 garage door 30 gedung BI
Termasuk di dalamnya adalah gedung Bank Indonesia, dan PT BAT Indonesia, semuanya merupakan peninggalan bangunan jaman Belanda yang masih terawat baik.

Sebenarnya masih banyak lokasi lain yang patut dikunjungi, namun apa daya waktu berbatas.
Kami pun meninggalkan Cirebon dengan khazanah baru akan ragam budaya Indonesia tercinta, ditambah perut yang membuncit, bagasi over kuota dengan terasi & kerupuk udang, dan sekontainer batik Trusmi khas Cirebon yang melegenda ;p

Jujur, Dewi Yull sama sekali tak ada lagi dalam benak ;p

Wisata Cirebon | Cheribon Trip
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *