semarang hebat trabas kakola

Disgiovery.com

SOTO Pak Man jadi agenda wajib tiap kali mendarat di Semarang. Saya masih tak paham bagaimana semangkuk kecil soto ayam campur nasi ini bisa memenuhi kebutuhan lambung saya yang besar. Ditemani beberapa tusuk sate daging dan ampela ayam (dan perkedel (dan baso tahu (dan es jeruk (plus teh tawar hangat)))), semangkuk soto Pak Man siap jadi pasokan perdana energi kami mengikuti rangkaian acara Famtrip Blogger 2017 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Semarang dan Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS) pada 5-7 Mei 2017 kemarin. Acara ini diikuti oleh sekitar 25 blogger dari berbagai daerah (Jakarta, Bandung, Bali, Balikpapan, Makassar, Palembang, dll).

Siapa sangka jika wilayah kota Semarang juga masih meliputi kawasan hutan, perbukitan, waduk, hingga hutan mangrove. Jika pada famtrip tahun lalu eksplorasi kami lebih bertema heritage di pusat kota, maka untuk tahun ini lebih bertema desa wisata. Seperti apa keseruannya, langsung saja simak cerita saya di bawah ini! 😉

Kawasan Wisata Gua Kreo, Waduk Jatibarang, Gunung Pati

Tahun lalu team #SemarangHebat sempat menyambangi Gua Kreo (saya bahkan masuk ke dalam gua yang dipercaya sebagai tempat petilasan Sunan Kalijaga). Namun pada kunjungan tahun ini atraksi feeding monkey-lah yang menjadi atraksi utama. Pengurus kawasan wisata Gua Kreo menjelaskan bahwa ini bukanlah eksploitasi hewan seperti halnya topeng monyet. Feeding monkey dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan monyet ekor panjang yang kerap menjarah ladang/kebun warga dalam mencari makan.

Feeding monkey dikemas menarik layaknya atraksi panjat pinang. Sebuah tiang (tanpa oli) didirikan dengan gantungan aneka jenis makanan (pisang dan makanan ringan dalam kemasan) hingga minuman warna-warni (botol berisi air sirup). Monyet-monyet penghuni hutan Kreo akan berdatangan dan memanjat tiang ataupun tali penyangga. Uniknya mereka akan mengincar makanan terlebih dahulu, setelah semua habis barulah minuman yang diincar.

panjat pinang monyetmonyet makan pisang

Monyet-monyet kenyang, kini tiba saatnya memberi makan para primata bipedal yang hidupnya selalu tergantung pada sinyal yang sudah mulai uring-uringan karena terik matahari. Kami pun diantarkan menuju sebuah rumah makan di sisi danau Jatibarang (saya lupa nama restonya, ada yang ingat?). Santap siang digelar di sebuah saung. Menu utama adalah ikan bakar, murni hasil tangkapan dari waduk. Hasil pembakaran yang sempurna, kulit ikan tidak gosong, daging tebal dan harum, ditaburi irisan cabai rawit dan bawang merah. Berteman nasi putih, lalap segar, dan sambal terasi. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

ikan bakar

Makan siang ikan bakar
Level nikmat: 4 of 5
Komentar: andai ada sajian sup ikan tentu bakal lebih paripurna

Trabas Kakola di Desa Wisata Jatirejo, Gunung Pati

Desa Jatirejo terletak di sisi pesawahan yang hijau permai. Dikenal juga dengan sebutan kakola (kampung kolang-kaling), desa wisata ini adalah penghasil utama kolang-kaling di wilayah Semarang dan sekitarnya. Proses pengolahan kolang-kaling cukup menarik untuk dilihat. Jadi buah pohon aren/enau (Arenga pinnata) direbus hingga lunak. Setelah buahnya dikupas, diambil biji-bijinya yang berwarna putih, lalu ditumbuk hingga pipih dan menghasilkan tekstur lembut namun kenyal. Jadilah kolang-kaling seperti yang kita kenal. Kolang-kaling ini kemudian direndam semalaman sebelum didistribusikan ke pasar-pasar.

Wisatawan dapat dengan bebas melihat proses pembuatan kolang-kaling di desa ini, bahkan turut serta berpartisipasi misalnya turut menumbuk biji aren menjadi kolang-kaling. Jangan remehkan batu penumbuknya yang punya berat sekian kilogram. Padahal kegiatan ini sehari-hari dilakukan oleh para wanita lanjut usia. Superwomen rule!

buah aren kolang kaling

Bunyi alat tumbuk kolang-kaling yang bertalu-talu pelahan digantikan oleh deru mesin motor. Di muka gang telah disiapkan deretan motor trail untuk kegiatan kami selanjutnya. Desa wisata Jatirejo punya atraksi adventure yang disebut ‘trabas’ yakni mengendarai motor trail menyusuri jalur sepanjang tepian danau Jatibarang. Rute yang ditempuh ada dua jenis, ringan dan ekstrim. Sebagai penikmat adrenaline rush, kami harus cukup puas menjajal trek ringan sahaja, itupun sudah cukup menguji nyali dan membuat keringat bagi para pemula seperti kami.

Jalur yang ditempuh kebanyakan melintasi lahan perkebunan warga, jalan setapak dengan semak belukar dan rumpun bambu, hingga menyusuri bibir tebing di sisi danau. Di tengah trek kami berhenti dan berkumpul untuk menikmati pemandangan danau Jatibarang yang terhampar di bawah sana. Sejatinya ada kopi panas, teh kental, singkong goreng dan kacang rebus untuk menemani. Namun canda tawa kami cukup memeriahkan suasana.

trabas motor trailtrabas trail adventure

Sisa perjalanan selanjutnya hanyalah trek menanjak, yang membuat sebagian kami harus berjalan kaki karena motor trail tak kuat membawa dua penumpang sekaligus. Tiba kembali di desa, es kolang-kaling sudah menunggu, ditemani jahe hangat dan kudapan tradisional lainnya seperti jagung rebus dan gorengan nangka muda. Unik dan asik. Penutup sore yang ciamik di desa wisata Jatirejo.

es kolang kaling

Hotel Pandanaran & Nasi Branjangan

Catatan penting bagi siapapun yang hendak menginap di Hotel Pandanaran. Pilihlah kamar di lantai 10! View cityscape-nya menakjubkan, menghadap ke jalan Pemuda dengan gedung-gedung bertingkatnya, mulai Paragon Mall hingga Novotel Semarang. Kerlap-kerlip kota lebih memukau pada saat blue hour di petang hari. Rasanya ingin berlama-lama saja di dalam kamar sambil mengambil gambar time lapse.

Tapiii… nasi branjangan sudah menanti.

Kami sampai dibuat takjub begitu memasuki restoran ternyata terdapat sebuah meja panjang sekali (menampung sekitar 25 kursi pada satu sisi) yang sudah dibentangkan sajian nasi branjangan di atasnya. Di atas daun pisang yang diletakkan berjejer di meja sudah sudah terhidang nasi, urap sayuran, ayam goreng, telur rebus, baceman tahu dan tempe, ikan asin, sambal terasi, sambal tomat, kerupuk, dll. Nasi branjangan inilah sajian khas dari Hotel Pandanaran, mengambil inspirasi dari tradisi makan bersama di pesantren-pesantren. GM Hotel Pandanaran (Bambang Pramusinto) turut mendampingi kami menikmati hidangan makan malam tsb.

nasi branjangan hotel pandanaran nasi branjangan

Makan malam nasi branjangan
Level nikmat: 3 of 5
Komentar: sebaiknya nasi dihidangkan sesudah tamu lengkap berkumpul sehingga nasi masih hangat saat disantap

Balaikota Semarang – Semarak Kidung Gempita

It’s my life
It’s now or never
I ain’t gonna live forever
I just want to live while I’m alive

Kolaborasi orkestra dengan musik rock bikin saya dan Daeng Ipul (blogger asal Makassar) sampai ikut berjingkrak menyanyikan It’s My Life-nya Bon Jovi. Kami sedang berada di pelataran Balaikota Semarang, menyaksikan persembahan hiburan Semarak Kidung Gempita dalam rangka HUT Kota Semarang ke-470. Acara ini digawangi oleh Surya Orkestra di bawah arahan konduktor Paulus Surya. Reputasi internasional mereka mampu menepis rasa pesimis saya akan pergelaran musik sejenis. Awalnya saya kira hiburan yang ditampilkan akan membosankan, namun ternyata sungguh menghibur. Penampilan tunggal saxophone bikin terpana. Sajian lagu dalam berbagai bahasa sungguh menarik hati. Puncaknya adalah persembahan musik rock dalam balutan orkestra. Megah.

konser gemilang walikota semarang

Acara yang dihadiri walikota Semarang (Hendrar Prihadi) hingga wakil gubernur Jawa Tengah (Heru Sudjatmoko) ini kabarnya murni diprakarsai oleh masyarakat kota Semarang. Panggung hiburan pun didirikan di halaman balaikota sehingga penduduk sekitar bisa turut menyaksikan. Bahkan menurut bocoran panitia, di akhir acara bapak walikota sendiri akan naik panggung untuk menyanyi. Sayangnya rombongan kami tak bisa menghadiri acara sampai selesai karena harus kembali ke hotel untuk beristirahat. Recharge the energy for tomorrow’s activities!

 

Disgiovery yours!

 

Klik untuk Famtrip Blogger 2017 Hari Kedua

Trabas Kakola #SemarangHebat
Tagged on:     

4 thoughts on “Trabas Kakola #SemarangHebat

  • June 3 at 11:51
    Permalink

    Wah itu model yang paling atas mangapnya maksimal banget. Buahahaha (eh mas kirimin dong fotonya hihi, makasih ya).

    Demi silaturahmi, aku skip makan malam di hotel. Ternyata makan malamnya semenarik itu. #AkuRapopo

    Semoga bisa jalan bareng lagi ya mas di destinasi selanjutnya. Amiiin.

    Reply
    • June 4 at 14:12
      Permalink

      Ahahaha ok nanti aku email fotonya..

      Musti cobain itu nasi branjangan, Yan! Ayo ulangi lagi, mudah2an tahun depan masih ada rejeki balik lagi ya.. 😉

      Aamiin!

      Reply
  • June 5 at 04:29
    Permalink

    Kalo nggak baca ini aku nggak bakal tau kolang kaling itu bentuk aslinya gimana hahaha.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *