524064_10151583058393103_242662340_n
A sharp message indeed! [This image is anonymous. If you know who created this one please let me know so I can put credit on it.]
Planet earth is under attack.

*
sampah dimana-mana

sampah di atas hingga sampah di dalam
terserak di atas mercusuar hingga terendap di dasar sungai
serpihan roket di orbit bumi hingga kaleng soda di lima ribu meter bawah laut

sampah darimana-mana

saya pernah lihat kulkas terapung di teluk Jakarta (darimanakah gerangan),
botol plastik air mineral yang dilempar dari jendela Alphard,
hingga kondom bekas pakai yang tersembul dari balik semak di sebuah pantai eksotis

sampah para pemangsa alam

*
The real predator is human being.

sampah yang tersisa dari air pasang di pulau Kayu Angin Bira, Kep. Seribu
sampah yang tersisa dari air pasang di pulau Kayu Angin Bira, Kep. Seribu
kami mengumpulkan hingga sekantong penuh sampah dari gardupandang mercusuar Anyer, Banten
tanpa direncanakan, kami mengumpulkan hingga sekantong penuh sampah dari gardupandang mercusuar Anyer, Banten
padahal di pintu masuk mercusuar ada tempat sampah besar! sungguh terlalu mereka yang buang sampah sembarangan!
padahal di pintu masuk mercusuar ada tempat sampah besar! sungguh terlalu mereka yang buang sampah sembarangan!
xCIMG9198
tempat sampah yang terdefinisi di pekarangan observatorium Bosscha, Bandung [note: teman saya di foto ini tidak mewakili sampah masyarakat! ;)]

The Real Predator
Tagged on:         

36 thoughts on “The Real Predator

  • April 10 at 11:06
    Permalink

    jadi inget pernah ntn sebuah klip di yutub, yang ada pulau di mana penghuninya cuma burung doang gitu… tau2 ketahuan kalo burung2nya banyak mati… pas dibedah di dalem perutnya ada sampah… hiks

    Reply
  • April 10 at 11:32
    Permalink

    aku pikir itu ubur2 ternyata kantong plastik yah 🙁

    semua kembali pada kesadaran indivudual yah, walau udah ada tong sampah gede tetep ajah klu gak ada kesadaran masing2 sampah tetap berserakan dimana mana…

    Reply
    • April 10 at 11:39
      Permalink

      betul, mirisnya waktu di Anyer itu justru wisatawan muda-mudi (entah pelajar atau mahasiswa) yang malah seenaknya buang sampah :/

      Reply
      • April 10 at 11:41
        Permalink

        apalagi muda mudi jaman sekarang yah mas badai….walau tidak semua tp rata2 begitu

        Reply
  • April 10 at 13:26
    Permalink

    manusia memang bahaya ya?
    di mana-mana sumber awal dari manusia (termasuk saya juga).
    Kalau di pantai, tempat sampahnya terjangkau gak? kebanyakan pada buang sembarangan karena malas bolak-balik dan tempat sampahnya jauh.

    Reply
    • April 10 at 21:36
      Permalink

      terkadang memang tempat sampahnya yang tak ada (jadi inget di airport CGK sempat ngantongin sampah karena gak ada tempat sampah sama sekali di area check in counter)

      Reply
      • April 11 at 11:27
        Permalink

        nah itu juga jadi kendala sih. ditambah lagi pemikiran orang-orang yang mau simpel aja. buang di mana aja.

        Reply
        • April 11 at 11:39
          Permalink

          pada akhirnya balik ke individu masing2, bermental sampah atau tidak 😉

          Reply
    • April 10 at 21:30
      Permalink

      oya, bisa jadi terbawa arus pasang tuh sampah kotanya.. :/

      Reply
  • April 10 at 20:19
    Permalink

    ditegor dong kalu yang buang sampah sembarangan..
    keren itu foto uburubur ternyata kresek.. ide sapa tuh ya?

    Reply
  • April 11 at 09:34
    Permalink

    tong sampah di indonesia besar sekali soalnya kaka…
    alias dimana aja bisa buang sampah *lemparin sampah ke muka yg buang*

    Reply
  • April 12 at 17:11
    Permalink

    dulu jaman SMA pernah ikut Indonesian science festival, dapat tema sampah untuk ngatasi sampah. tapi kayaknya cuma jadi wacana aja. sebenarnya harusnya dimulai dari diri sendiri dulu sih. *sigh*

    Reply
  • May 27 at 07:45
    Permalink

    Di kita ini jadi masalah apa tabiat,ya? Terkadang melihat jiran-jiran yang gak kalah susah dengan warga kita, kok kotanya mereka bisa bersih-bersih.

    Reply
    • May 28 at 00:08
      Permalink

      mungkin udah pada taraf ga pedulian, ga toleran, contoh lain mengendarai motor aja sampe naik trotoar, apalagi cuma sekedar buang sampah bisa dimana aja :/

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *