Tham Morakot

Disgiovery.com

THAM MORAKOT alias Gua Zamrud sudah terpampang tulisannya di depan mata, dan pemandu kami langsung menceburkan diri ke laut. Kaus warna fuchsia yang dikenakannya tampak mencolok di perairan biru toska. Saya masih menerka dimanakah mulut gua berada, ketika satu persatu teman-teman mulai nyemplung ke air. “Pakai pelampungnya! Pakai pelampungnya!” seru pemandu yang satu lagi mengingatkan. Walau orang Thai asli, tapi dia fasih berbahasa Melayu.

Sambil mengenakan pelampung di atas kapal, akhirnya saya menemukan mulut gua. Di sana! Ternyata Tham Morakot merupakan sebuah gua laut. Akses masuknya terletak tepat di bawah tebing, berupa segaris celah di atas air. Bagian dalamnya sama sekali tak terlihat. Beberapa utas tali terpasang memanjang di permukaan air dari mulut gua, mungkin sebagai penanda sekaligus pegangan.

Tampaknya Tham Morakot bakal jadi atraksi seru hari ini. Saya pun lekas menceburkan diri ke dalam air yang sejuk dan jernih. Siap bertualang memasuki gua!

tham morakot koh muk
Welcome to Tham Morakot! Where’s the cave?
tham morakot entrance
Di sini lho akses masuk Tham Morakot

***

Terletak di wilayah Trang, Thailand (baca juga: Pesona Trang di Laut Andaman), Tham Morakot menjadi salah satu daya tarik utama wisata di kawasan ini. Gua laut ini berujung di sebuah pantai tersembunyi. Lokasinya terisolir di bagian barat Koh Muk (salah satu pulau terbesar di Trang) yang bertebing-tebing tinggi. Satu-satunya akses memasuki gua adalah pada saat laut surut. Seperti yang sedang kami lakukan saat ini.

Sambil mengapung di atas air, pemandu meminta kami membentuk barisan sambil saling memegang tali life-vest teman di depannya. Jangan coba-coba tak mengenakan pelampung karena walaupun laut sedang surut namun tetap saja perairan yang kami masuki punya kedalaman sekian meter. Life-vest membuat tubuhmu tetap mengapung. Life-vest warna fuchsia membuat tubuhmu tetap mengapung dan tetap stylish saat difoto. Hahaha!

tham morakot queue
Siap dalam barisan, siap-siap diseret masuk gua
tham morakot entering the cave
Bagai masuk gerbang ke dunia lain

Sambil berenang pelahan, pemandu mulai membawa kami masuk ke dalam gua. Sinar matahari yang terang benderang di atas kepala langsung meredup, bagai memasuki dunia yang lain. Kini sumber cahaya justru berada di bawah kami. Pantulan sinar matahari di dalam air menciptakan cahaya berwarna hijau kemilau yang berpendar. Warna zamrud! Menakjubkan!

Di atas kami interior gua tampak penuh garis-garis cahaya dari pantulan riak air. Bebatuan karst ini tampak lebih licin dan mulus, berbeda dengan bebatuan karang di kanan kiri kami yang hitam dan bergerigi. Saya berusaha tetap di tengah jalur, tak berani menyentuh karang yang tampak tajam.

tham morakot laut andaman
Gua Zamrud dan airnya yang bernuansa hijau berkilau

Setengah perjalanan dalam gua, segala cahaya meredup. Lalu seperti disihir tiba-tiba kegelapan datang. Hitam. Pekat. TOTAL. Saya jadi ingat pengalaman masuk gua Jepang di Lombok yang gelapnya gulita seperti ini. Sejenak tak ada yang bersuara, mungkin masing-masing mempererat cengkeramannya pada tali pelampung. Pemandu sempat mengingatkan kami jangan sampai terpisah dari rombongan karena ada resiko tersesat dalam gua dan masuk ke jalur yang salah. Sebaiknya sih mereka yang takut kegelapan ataupun claustrophobic tak disarankan memasuki Tham Morakot.

Kecipak air adalah melodi dalam gelap. Lalu pemandu kami yang tampaknya terasa jauh di depan (padahal posisinya tak berubah) kemudian menyalakan head-lamp. Seberkas sinar menerangi langit-langit gua. Rasanya kami bisa bernapas lebih lega. Teman di depan saya lalu sempat-sempatnya memotret dengan ponsel yang diselubungi kantung kedap air.

tham morakot total darkness
Sesaat usai teman saya mematikan ponsel, kami langsung terkungkung gulita

Tham Morakot punya panjang sekitar 80 meter, mulai dari mulut gua hingga akhirnya tiba di laguna rahasia. Setelah menempuh kegelapan selama beberapa saat, cahaya matahari akhirnya kembali menyapa dari ujung sana. Kami mengayunkan kaki supaya bergerak lebih cepat, rasanya ingin lekas segera berada di udara terbuka. Oya saya ada pertanyaan, jika akses masuk gua disebut mulut gua, maka akses keluar gua disebut apa?

tham morakot exit
Tak sabar ingin lekas keluar

***

Ini adalah rahasia yang sudah bukan rahasia. Pantai tersembunyi ini pertama kali ditemukan oleh penduduk lokal para pencari sarang burung walet. Kemudian karena posisinya yang strategis dan tersembunyi, sempat dijadikan tempat transit para bajak laut yang membawa serta harta rompakannya, sebelum dibawa ke tempat yang lebih aman. Dan pada masa kini akhirnya dijadikan atraksi wisata alam yang mengagumkan.

Dari kegelapan gua, kami muncul di sebuah laguna biru toska yang tenang dan benderang. Airnya terasa sejuk tanpa gelombang. Sungguh asyik berenang-renang di sini dalam berbagai gaya, gaya selfie hingga gaya wefie, hahaha! Pantainya landai berpasir cerah, pengunjung bisa tidur-tiduran di bawah keteduhan bayang pepohonan. Berbaringlah, tatap angkasa. Kau seakan merasa sedang berada dalam kawah gunung berapi. Lokasi ini memang dikeliling oleh tebing tinggi di semua sisi. Jika tak ada keramaian pengunjung, mungkin yang terdengar hanya desau angin di lereng tebing. Kabar baiknya, kau berada di lokasi tersembunyi. Kabar buruknya, kau berada di lokasi tersembunyi.

andaman-sea-tham-morakot-lagoon
Keluar dari mulut gua tiba di laguna rahasia
andaman-sea-tham-morakot-cliffs
Dikeliling oleh tebing tinggi, tempat ini memang cocok jadi persembunyian bajak laut

Lewat tengah hari, semua pengunjung digebah pulang. Hahaha, bukan apa-apa, sebentar lagi laut akan pasang. Daripada terperangkap di lokasi terpencil ini sepatutnyalah semua orang harus lekas kembali ke kapal. Segera kami mengambil formasi berbaris yang sama. Yang menarik, sepertinya hanya turis Asia yang patuh dalam barisan. Sementara turis bule langsung berenang bebas tanpa harus berpegangan satu sama lain. Tapi tak apa, kami tetap menjunjung tinggi adat ketimuran πŸ˜‰

tham morakot lifeguard
Our very own lifeguards in fuchsia, siap-siap menggebah tamu pulang

***

Tips Asyik ke Tham Morakot

– Sebaiknya menginap dahulu malam sebelumnya di kota Trang, pantai Pak Meng, atau Koh Muk (dan pulau-pulau sekitarnya), supaya bisa berkunjung lebih awal keΒ Tham Morakot
– Sebelum pukul 10 pagi adalah waktu terbaik, biasanya suasana masih sepi
– Biaya masuk Taman Nasional 200 Baht/orang, sewa perahu sekitar 1.500 Baht/boat, tips pemandu tergantung nego
– Jangan lupa bawa dry bag, buat keamanan kamera, ponsel, atau mungkin air minum (ingat sampahnya harus dibawa kembali!)
– Sekali lagi, tidak dianjurkan bagi pengidap lemah jantung, takut kegelapan, ataupun claustrophobia

Tham Morakot, siapa takot? πŸ˜‰

 

Disgiovery yours!

tham morakot secret beach
Tetapi apakah ini rahasia?
Tham Morakot | Berenang-renang Masuk Gua Bersenang-senang di Pantai Rahasia
Tagged on:                 

18 thoughts on “Tham Morakot | Berenang-renang Masuk Gua Bersenang-senang di Pantai Rahasia

  • March 18 at 17:18
    Permalink

    Huahuahua; untuk masuknya butuh mental. Tapi sangat sepadan dengan pantainya. Bisa jadi tempat privat πŸ˜€

    Reply
  • March 19 at 08:14
    Permalink

    Bagus kali! Iya juga ya. Kaya masuk ke dunia lain, dan pasti masih banyak banget dunia-dunia lain yang sebenernya masih ada di bumi. Jadi sadar. Belum pernah coba wisata semacam ini.

    Reply
    • March 22 at 10:05
      Permalink

      Pastinya! Kalau di Ora Beach Maluku kabarnya ada juga gua bawah laut, meski gak nembus kemana-mana, tapi lumayan menantang dan bisa jadi spot foto Instagrammable πŸ˜‰ #kekinian

      Reply
  • March 19 at 09:23
    Permalink

    Wihhh keren banget pntainya. Kalo bisa camping disana kayaknya seru tuhhh πŸ˜€ btw nice story mas πŸ™‚

    Reply
    • March 22 at 10:07
      Permalink

      Thanks kak Irham! Camping by this secluded beach sounds like fun, tapi sepertinya agak susah karena saya belum tau kalau air laut pasang tuh sampai sebatas apa.

      Reply
  • March 23 at 12:17
    Permalink

    Kereeeen Mas! Seger, adem, ayem, opo maneh ya? Hehehehe. Pengalaman yang menarik dan seru πŸ™‚

    Ehmm, sebenarnya saya sangat ingin menjawab pertanyaan ini: “jika akses masuk gua disebut mulut gua, maka akses keluar gua disebut apa?”

    Tapi…. πŸ˜€

    Reply
    • March 24 at 00:49
      Permalink

      Tapi kenapa kak, tolong dijawab! JAWAB, KAK! #drama

      Hehehe btw emang seru nih petualangnnya πŸ™‚

      Reply
  • March 24 at 08:59
    Permalink

    Oemji ini sumpah keren sekali kak, sumpah pengen ke sana kak, untung aku gak takut gelap-gelapan soalnya uda biasa :p
    *nabung*

    Reply
    • March 24 at 11:06
      Permalink

      Udah biasa gelap2an? Hmmm… πŸ˜‰

      Wah emang musti kesini kak Alid! Dijamin suka! πŸ™‚

      Reply
  • March 25 at 09:26
    Permalink

    wah, keren sekali! tak pernah kusangka, ada gua seindah itu, dengan air berwarna hijau zamrud, menambah indah gua itu…

    Reply
    • March 25 at 11:16
      Permalink

      Keindahan yg tak semua orang bisa nikmati karena hanya mereka yang berjiwa petualang yang bisa, hehehe. Thanks for visiting, kak Syahidah πŸ™‚

      Reply
    • March 28 at 11:24
      Permalink

      Bawa drybag isi kancut aneka warna kak. Bisa bikin photo session di pantai rahasia πŸ˜‰

      Reply
  • April 4 at 18:26
    Permalink

    Idiiiih. keren banget emang berenang di goa salut gan!

    Reply
  • April 13 at 15:35
    Permalink

    Gilee! Keren banget kak! Kalau goa buntu mah biasa, tapi ini goanya nembus ke laguna, welehh mantap…
    Nanti kalo ke Thailand mainnya kesini aja deh.

    Reply
    • April 13 at 18:51
      Permalink

      Kha pun khap! Iya destinasi ini unik banget, must visit kalau ke Thailand Selatan, bisa ditempuh dari Krabi atau Phi Phi juga lho πŸ™‚

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *