SmescoNV-cover

Disgiovery.com

IDE dasarnya sederhana, menghadirkan kaum netizen di Smesco Building supaya mereka sadar bahwa ada satu lokasi keren di Jakarta yang mewakili keberadaan 34 provinsi di Indonesia. Ini bukan TMII lho, ini SMESCO (Small & Medium Enterprises & Cooperatives) alias Koperasi & Usaha Kecil & Menengah. Seluruh produk UKM berkualitas ada di sini. Mau beli oleh-oleh khas dari seluruh Nusantara? Ke Smesco aja! Lebih jauh tentang Smesco, silakan baca tautan ini dulu Belanja Oleh-Oleh | Satu Galeri Satu Indonesia.

Untuk mewujudkan ide dasar tadi, maka digelarlah acara Smesco Netizen Vaganza yang pertama di tahun 2015 ini (dan semoga berlanjut di tahun-tahun berikutnya). Acara yang menyasar kaum muda & penggiat media sosial ini menampilkan berbagai workshop yang menarik minat mereka. Selain tentunya, GRATIS dong 😉

Ada ilmu Basic Travel Writing bersama Agustinus Wibowo

Ciri khas Gus Weng (panggilan akrab Agustinus Wibowo) dalam menulis cerita adalah kemampuan menghadirkan 3 dimensi kisah perjalanannya ke hadapan pembaca. Seakan kau turut serta dalam perjalanannya mengarungi negara-negara Asia Tengah & Selatan.

Jadi gimana sih kiat-kiat menulis perjalanan sepertimu, Gus?

Gunakan panca indera. Deskripsi bukan hanya secara penglihatan, tapi bisa melalui pendengaran, penciuman, sentuhan, hingga rasa. Menulis non fiksi kreatif (seperti kisah perjalanan) tentu membutuhkan kepekaan menggambarkan sesuatu yang nyata tapi juga asyik dibaca.

Sedikit banyak materi yang dibagikan Gus Weng tadi dapat diaplikasikan pula untuk mendeskripsikan produk-produk etnik seperti yang terdapat di UKM Gallery atau Paviliun Provinsi. Ketimbang menuliskan ‘koteka yang memukau karena panjang dan indah’ kau sebenarnya bisa menambahkan dimensi untuk melibatkan imajinasi pembaca seperti ‘koteka itu punya panjang 3 depa dengan rajah melingkari batangnya’.

Kak, kenapa deskripsi koteka?
Karena deskripsi cinta cukup kita yang tahu, Dik!
#eaa

Ada ilmu Still Life Photography bersama Raiyani Muharramah

Still life photography atau terjemahan bebasnya adalah ‘foto produk’ ternyata bukan perkara sebelah mata. Butuh kreativitas, kejelian, dan kemauan untuk melakukannya.  Setiap orang bisa memotret batu akik misalnya, tapi hanya sedikit yang bisa membuatnya terlihat jadi menarik dan terkesan mahal.

SmescoNV-Raiyani

Mbak Raiyani selaku travel photographer yang kerap memotret artefak/benda seni di berbagai daerah tak sungkan berbagi ilmunya di acara yang bertagar #SmescoNV ini. Antusiasme peserta sungguh terasa terutama pada saat praktek langsung di lokasi. Peserta bebas memotret aneka produk UKM yang ada di Paviliun Provinsi (lt. 12 & 15) lalu mengunggahnya di Twitter. Entah kenapa mayoritas peserta senang mengambil gambar di paviliun Papua.

Mbak Raiyani secara pribadi akan menilai foto mana yang paling menarik secara komposisi atau mendekati konsep still life photography itu sendiri. Di akhir sesi lalu diumumkan tiga pemenang yang langsung mendapat door prize menarik dari Smesco.

Intinya adalah terus berlatih, practice makes perfect. Atau seperti pesan mbak Raiyani: “Be creative, be smart, do it!

Ada ilmu Monetize Your Socmed bersama Yeyen Nursjid

Cari duit dari media sosial? Bisa banget!

Saya pribadi mengenal mbak Yeyen sejak era Multiply.com dimana ia lebih dikenal sebagai travel blogger. Kala itu jikalau kita googling mau jalan-jalan kemana pasti blog-nya mbak Yeyen bertengger di urutan pertama hasil pencarian.

Kemudian muncul era Facebook, Twitter, lalu Instagram, dst. Mbak Yeyen yang kini sudah memantapkan karir sebagai fashion enterpreneur tentu jeli memanfaakan peluang itu untuk mengembangkan bisnisnya. Label Amayra Batik Indonesia miliknya pun mendapat ekspos di media sosial dan menjadi besar karenanya.

Salah satu tipsnya (yang tak pernah terpikirkan oleh saya) antara lain: turut mempromosikan produk teman. Walaupun perancang fashion, tapi mbak Yeyen tidak anti memakai sepatu atau tas buatan temannya lalu mengunggahnya di media sosial. Dengan begini jaringan kita lebih luas lagi, sekaligus promosi akun secara gratis. Otomatis nama (brand) kita pun semakin beredar.

Menjadi diri sendiri itu penting, tapi bukan serta merta egois hanya mengekspos diri sendiri.

Ada ilmu Vlogging Tips & Tricks bersama Sacha Stevenson

Vlogging/Vlog adalah istilah lain dari video blogging, alias mengekspresikan diri lewat media video (dan lazimnya diunggah di Youtube ataupun Instagram). Salah satu nama yang mencuat dari dunia vlogging ini adalah Sacha Stevenson. Perempuan Kanada yang sudah ke-Indonesia-an banget ini mulai terkenal akan video serinya ‘How To Act Indonesian’.

Membuat vlog yang bisa ditonton banyak orang tentu butuh kreativitas. Mbak Sacha di awal karirnya menggunakan meja & ember sebagai pengganti tripod kamera. Being original pun sudah pasti (sekali lagi tentang menjadi diri sendiri). Perhatikan pula masalah hak cipta terutama menyangkut musik latar/pengiring.

Bagi saya yang paling menarik dari presentasi mbak Sacha adalah bagaimana ia bisa secara lugas dan jujur menjadi dirinya apa adanya. Ia sungguh merasa malu dengan video pertamanya (tapi kami di #SmescoNV mendapat kehormatan menonton video tsb), tapi dari sana ia pun bisa belajar untuk pengembangan video-video berikutnya. Mbak Sacha pun tanggap dengan realita sosial di sekeliling (Sacha anti sinetron ataupun lagu dangdut yang liriknya mengundang konotasi negatif).

Once again about being yourself, dan selalu up-to-date dengan situasi & kondisi.

Ada workshop seru lainnya bersama Poes Craft (Manik-Manik Asyik) dan Fitria Nahdi (Barang Usang Jadi Uang)

Awalnya saya kira cuma ibu-ibu yang tertarik mengikuti sesi ini. Tapi ternyata venue pelatihan ini tampak full house oleh anak-anak muda, lelaki & perempuan. Mereka duduk anteng sambil lesehan di karpet, jari jemari yang terbiasa memegang gawai itu tampak berusaha keras mengulur benang dan merangkai manik-manik, ataupun melipat-lipat kertas koran bekas menjadi paper bag unik.

Bagi saya, kegiatan seperti ini bukan cuma kreasi, tapi juga terapi.

Ada antusiasme peserta yang membuncah

Hmm.. apa ya tepatnya, pokoknya semua berantusias tinggi tuk menghadiri event ini.  Bahkan pada hari pertama para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi datang berombongan dengan bus-bus besar.

Tapi secara pribadi saya malah lebih suka suasana workshop pada hari kedua, karena crowd-nya lebih tenang, peserta yang datang adalah memang peminat sebenarnya, dan yang utama adalah acara diselenggarakan tepat waktu!

[MAHA-PENTING] Ada lomba menulis blog berhadiah keren

Tema tulisan adalah Local Brand Lebih Keren. Hadiahnya tentu keren, ada laptop, smartphone, dan uang tunai. Deadline tanggal 20 Oktober 2015. Info lengkap bisa lihat di website Smesco atau Twitter @SmescoIndonesia

SK-LOMBA-BLOGJadi, Smesco Netizen Vaganza memang keren, kan? 😉

 

Disgiovery yours!

Ada Apa di Smesco Netizen Vaganza 2015
Tagged on:

24 thoughts on “Ada Apa di Smesco Netizen Vaganza 2015

  • October 5 at 01:00
    Permalink

    Kalau tau aku pulangnya dipercepat, harusnya aku dateng kak 😀 e tapi lagi banyak pe er juga sih~ masih ada acara selanjutnya kan? *ngarep*

    Reply
    • October 5 at 12:15
      Permalink

      Hahaha setidaknya sudah diwakilkan sama Putri 😉
      Don’t worry be happy doakan event2 lainnya menyusul 🙂

      Reply
  • October 5 at 02:29
    Permalink

    Nyesel ngga ikutan dua sesinta Agustinus Wibowo padahal ilmunya sangat bermanfaat :D, wow itu editnya pakai apa sih bisa bagus gitu gambar paling atas hehehe

    Reply
    • October 5 at 12:16
      Permalink

      Iya, jadi Gus Weng membagi dua sesi karena materinya panjang 🙂
      Itu edit fotonya pake sotosop aja kak, hehehe tengkyu! 😉

      Reply
  • October 5 at 10:40
    Permalink

    Nah tuh, mungkin tips nya kak Yeyen bisa dipakai juga oleh para blogger. “Turut mempromosikan blog teman!” hehehehe
    Btw, emang bener ya di koteka itu ada rajahnya? Baru tauuuu …

    Reply
    • October 5 at 12:27
      Permalink

      Hahaha boleh-boleh 🙂

      Iya sempat liat koteka yang diukir gitu, tapi entah di Smesco atau dimana gitu..

      Reply
  • October 5 at 22:09
    Permalink

    Fotonya keren-keren euy, Mas *jadi pundung mandangin foto sendiri :hehe*. Saya bersyukur sekali bisa dapat kesempatan meliput (astaga, saya menggunakan istilah meliput) di acara itu, jadi bisa bertemu dengam orang-orang hebat yang sudah saya baca tulisannya di dunia maya :hehe. Semoga di masa depan ada kesempatan kita bertemu lagi ya, Mas :hehe. Iya, hari pertama mulainya ngaret banget, terus ramainya juga gila banget :hehe, tapi acaranya tetap seru kok :)).

    Reply
    • October 5 at 22:34
      Permalink

      Gara, kamu jangan jadi pundung merindukan bulan dong. Hehehe, thanks anyway! 😉

      Aku nyesel gak sempat lihat tari saman di opening ceremony (lalu membayangkan Gara ikut tampil sama grupnya). Menurutmu sendiri, lebih suka suasana hari pertama yang ramai atau hari kedua yang lebih sepi?

      Reply
  • October 6 at 10:24
    Permalink

    Dulu waktu masih kerja di jakarta ada deh belasan kali bulak balik Smesco. First impression cuma, gedungnya lucu ih! Ternyata isi di dalemnya lebih lucu lucu. Andai dirimu ngasih tau lebih awal kalo kita bisa borong pernik2 nusantara yang lucu disini, aku mungkin udah nyiapin cash lebihan kemarin huhu T_T

    Reply
    • October 6 at 10:51
      Permalink

      Jadi aku yg salah, mz? Hahaha, yuk next time kita syoping dimarih! Ajak temen2 bule lo kesini juga! 🙂

      Reply
  • October 7 at 22:31
    Permalink

    Wah, ini seru banget. Terutama karena akhirnya ketemu sama Mba Sacha yg waktu itu gw ga sengaja nemu videonya di Youtube dan bikin ga sadar kalo ternyata udah jam 2 malem gw ubek2 video2nya dia dari yg terbaru sampe yg jadul2nya. Lupa kalo besok harus ngantor. Hehehe… akuh akhirnya poto bareng sama doi.
    Selain itu ketemu sama Mbak Yeyen yg sejak doi nikah sampe sekarang baru ketemu lagi. Hihihi… beda sama biasa kalo ketemu dengan beliau (aaih, beliau…) yg biasa diisi dengan pembicaraan yg kurang penting, kali ini gw digempur inspirasi abis2an. Makasih banget ya, Yeeenn… lop yu deh pokonya… 😀

    Reply
  • October 8 at 10:08
    Permalink

    Suka banget ama mba sacha, apalagi dia berani bilang ngga suka dengan sinetron dan lagu dangdut. Dia bisa bilang bukan itu yang harusnya menjadi ciri khas bangsa Indonesia karena harusnya memang Indonesia punya hal lain yang lebih menarik. Indonesia banget dah.

    Reply
    • October 12 at 12:39
      Permalink

      Iya, cukup tersentil waktu dia bahas kenapa lagu dangdut yang anu bisa ngehits padahal liriknya melecehkan perempuan.. Sacha emang ngefans berat sama Iwan Fals, ikut jadi pemerhati realita sosial di masyarakat 🙂

      Reply
  • Pingback: NetizenVaganza di Rumah Kreatif Bangsa | BARTZAP.COM

  • October 11 at 01:59
    Permalink

    vlog nya mbak sacha memang keren. nyindir tp itu lah kita. jangan dilihat dari sindirannya mbak sacha. tapi jadikan itu sebagai alasan kita untuk berubah untuk menjadi lebih baik.

    Reply
  • October 16 at 17:43
    Permalink

    Keren banget acaranya mas. Sayangnya gak jadi datang hari kedua saya. Cuma hari pertama, itu pun sebelum pisah sama Gara. hahahaha. 😀

    Reply
  • Pingback: WOW di #SmescoNV - DISGiOVERY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *