#SemarangHebat part 2

Disgiovery.com

SEMARANG sudah menyuguhkan wisata kuliner hingga heritage sehari sebelumnya. Kini saatnya kembali bercumbu dengan alam bebas. Pukul 7 pagi kami sudah dijemput dari hotel untuk pendakian menuju Gunung Pati. Sebenarnya bukan gunung seperti kau membayangkan gunung, melainkan sebuah kecamatan di ujung barat kota Semarang. Jaraknya sekitar 13 km dari pusat kota (30-45 menit perjalanan bermobil) dengan rute sedikit mendaki ketinggian. Belum lagi memejamkan mata, ternyata kami sudah tiba di tujuan.

Tubing di Desa Wisata Kandri

Rafting sudah biasa, tubing baru perdana (bagi saya). Salah satu atraksi andalan desa wisata Kandri adalah tubing di sungai Kreo. Uniknya kegiatan ini disebut juga ‘Ngintir Kalijaga’. Konon Sunan Kalijaga pernah membawa dua batang kayu jati yang hendak digunakan untuk pendirian tiang Masjid Agung Demak melalui sungai Kreo. Pada suatu kesempatan, beliau menemui kesulitan akibat kayu jati yang dibawanya tersangkut di Kedung Lesung. Kemudian turunlah bala bantuan dari kera-kera Gua Kreo. Sunan Kalijaga pun akhirnya berhasil mengangkat kayu-kayu tsb, dan sebagai balas budi Sunan Kalijaga memberi kera-kera itu cincin The Lord of The Ring amanat untuk menjaga hutan Kreo hingga saat ini.

Tubing sekaligus napak tilas perjalanan Sunan Kalijaga di sungai Kreo, sungguh menarik!

Masing-masing kami mendapat ban dalam bekas, lalu satu persatu dihanyutkan di aliran sungai. Saya merasa sebagai bayi Musa. Rasanya menyenangkan meluncur di permukaan air, seperti kembali ke masa kanak-kanak. Saling mencipratkan air pun kerap terjadi. Tantangan pertama adalah meloncat dari atas dam dengan ban. Lumayan bikin pantat sakit tertampar permukaan air. Tantangan selanjutnya adalah jeram sungai yang mana sepertinya tak ada satu pun yang sanggup bertahan di atas ban.

Tapi menghadapi jeram-jeram selanjutnya kami sudah mahir berakselerasi. Rileks, usahakan pantatmu sejajar dengan ban agar tak menabrak bebatuan di daerah dangkal, gunakan kedua siku tangan untuk mengendalikan arah ban. Mantap, saya bahkan berani diadu dengan Rio Haryanto untuk akselerasi di sungai ini, hahaha! #congkak

2 jam main air menempuh jarak 3 km, lumayanlah! Usai tubing, suguhan kelapa muda dan sego kethek (berupa nasi dalam daun jati dengan lauk pauk dan oseng-oseng daun singkong yang di campur ikan teri) sudah tersaji. Lengkap!

semarang-hebat-tubing
Aksi 3 jaka #SemarangHebat [photo by Bobby]

Gua Kreo & Waduk Jatibarang

Desa Wisata Kandri masih memiliki obyek wisata menarik lainnya, yakni Gua Kreo dan Waduk Jatibarang. Gua Kreo dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Kata ‘kreo’ berasal dari kata ‘mangreho’ yang berarti peliharalah atau jagalah. Kawanan kera yang pernah membantu Sunan Kalijaga mengangkat kayu jati dari sungai Kreo secara turun temurun menjadi penghuni kawasan ini yang ‘menjaga’ gua Kreo.

Gua Kreo terletak di sebuah pulau di tengah waduk Jatibarang, dahulu ia pastilah puncak sebuah bukit sebelum daerah sekitarnya dibendung. Kini terdapat sebuah jembatan yang menghubungkan pulau ini dengan daratan. Pemandangan di sekeliling pulau menampakkan perairan waduk Jatibarang. Suasananya cukup menenangkan, apalagi jika ada angin semilir bertiup. Ideal untuk menghabiskan waktu duduk-duduk santai di bawah rindang pepohonan sambil bercengkerama dengan… OK, tak ada kekasih, kera pun jadi.

Saya dan beberapa orang teman menyempatkan diri masuk ke dalam gua. Suasana di dalam gelap dan pengap. Keringat langsung mengucur deras. Sebuah patung yang melambangkan perwujudan kera tampak berada di dalam, lengkap dengan sesajen di sekelilingnya. Masih banyak orang yang bermeditasi atau mencari wangsit di dalam gua. Namun andaikan seorang diri saya takkan mau masuk ke dalam sini.

semarang-hebat-gua-kreo
Mendapat pencerahan di dalam gua Kreo #SemarangHebat

3D Trick Art Museum Old City Semarang

Sore hari, usai mandi & beristirahat sejenak kami pun diciduk dari hotel dan ‘dibuang’ di sebuah gang di kawasan kota lama. Langsung semua berpencar dan beraksi dengan kamera mengabadikan gambar. Segala dinding, pintu, jendela di gang ini sungguh menampakkan ciri khas kota tua yang fotogenik dan Instagrammable.

Tapi sayang kunjungan yang ini singkat saja karena tujuan utama adalah masuk ke 3D Trick Art Museum Old City yang baru saja soft-opening dua hari sebelumnya. Menempati salah satu bangunan klasik di sudut kota lama, jangan bayangkan suasana temaram membosankan di dalamnya. Wahana ini menampilkan sekitar 108 foto dan gambar 3D yang terpampang di setiap dinding dan lantai, membuat kami sampai bingung sendiri, hendak berfoto di mana dulu?

Secara garis besar terdapat 2 jenis gambar di sini: 3D Trick Art dan Background Art Picture. Namun masing-masing mempunyai kualitas, desain, dan ketajaman foto/gambar berkualitas tinggi. Gambar yang menjadi favorit sepertinya adalah jembatan di atas jurang. Walau sudah sering melihat pose-pose serupa, tapi tak ada salahnya ikut beraksi di sana. Sekali-sekali ikut mainstream dong! 😉

semarang-hebat-3d-trick-art-museum
Gaya gak kompak di 3D Trick Art Museum Old City #SemarangHebat

Dinner @ Spiegel Bar & Bistro

Spiegel menempati gedung klasik yang sudah berdiri sejak 1895, dan punya view balkon dan rooftop yang menghadap langsung ke kota lama. Malam itu suasana di kota lama tampak sudah meriah menyambut Semarang Night Carnival yang sebentar lagi dibuka oleh walikota.

Kami menikmati jamuan makan malam di Spiegel yang bertatacahaya romantis diiringi musik lounge. Sungguhlah tepat menghabiskan senja hingga malam di tempat ini bersama pasangan. Tapi saya duduk beramai-ramai bersama teman-teman, dan jadi uring-uringan karena tak mendapat jatah appetizer (onion ring dan sekerat pizza). Pelayan yang dipanggil malah tak kembali. Yang terhidang langsung adalah hidangan utama, nasi dan daging kari (saya tak tahu nama yang tertera di buku menu karena hidangan sudah pre-order). Ya sudahlah, mari santap yang terhidang karena sebentar lagi acara puncak akan dimulai.

semarang-hebat-spiegel
Wonderful attic of Spiegel #SemarangHebat

Semarang Night Carnival

Acara tahunan ini sudah memasuki kali ke-6 dan digelar dalam rangka menyambut HUT Kota Semarang. Sungguh bangga tatkala pembukaan acara oleh walikota Semarang, bapak Hendrar Prihadi, nama kami disebut dan diamanatkan untuk turut mempromosikan pariwisata Kota Semarang. Rasanya ingin ‘dadah-dadah’ dari atas panggung bersama walikota, tapi apa faedahnya?

Semarang Night Carnival tahun ini mengambil tema Fantasi Warak Ngendok. Warak adalah hewan berkepala naga, berbadan bouraq, dan berkaki kambing, merupakan perlambang kerukunan tiga etnis (Tionghoa, Arab, Jawa) yang ada di Kota Semarang. Kata ‘warak’ diambil dari Bahasa Arab yang berarti suci, dan ‘ngendok’ dari Bahasa Jawa yang berarti bertelur. Makna filosofisnya adalah barangsiapa yang selalu berpikiran dan bertingkahlaku suci, maka ia akan akan memperoleh hasil (pahala).

Pawai dibuka oleh penampilan marching band Corps Gema Perwira Samudra Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP). Pawai testosteron, meminjam ungkapan kak Eka ketika melihat para taruna berbadan kekar berseragam ketat menampilkan aksinya dengan heroik. Tak hanya atraksi marching band biasa, tapi ada juga tumpuk menumpuk drum ala cheerleader, atraksi menggigit drum, sampai membentuk formasi kayang. Keren!

Meskipun turun hujan dari langit tapi kami tetap menikmati kemeriahan acara. Acara selanjutnya adalah parade 5 defile yang terinspirasi oleh Warak Ngendok: tanduk ungu, gigi hijau, lidah api merah, sisik kuning, dan harmoni biru. Setiap kelompok defile menampilkan kostum warna-warni penuh fantasi (meski sebenarnya saya malah berharap akan menemukan pawai dengan busana kedaerahan). Walau basah oleh hujan, mereka tetap riang berpawai mulai dari depan Gedung Marba hingga berakhir di depan Kantor Pos (titik 0 km Semarang).

semarang-hebat-semarang-night-carnival
Kemeriahan Semarang Night Carnival 2016 #SemarangHebat

Semarang Night Carnival sekaligus menjadi acara pamungkas fam trip #SemarangHebat bersama BP2KS. Langkah-langkah kaki kami turut berderap meninggalkan arena. Membawa kesan dan kenangan masing-masing untuk dibagi. Terima kasih BP2KS atas acaranya. Salam Semarang Hebat!

 

Disgiovery yours!

 

Previous post: #SemarangHebat Culinary to Heritage

Other posts:

#SemarangHebat in Summary

3D Trick Art Museum Old City Semarang

River Tubing di Desa Wisata Kandri

#SemarangHebat Adventure to Carnival

19 thoughts on “#SemarangHebat Adventure to Carnival

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *