Saung Kiray 00
Disgiovery.com | SANGU tutug oncom adalah salah satu masakan khas Sunda, Jawa Barat. Sangu tutug sendiri adalah nasi hangat yang ditutug atau ditumbuk bersama oncom bakar dan bumbu rempah (kencur, bawang merah, terasi, garam) di dalam sebuah dulang kayu.  Oncom yang lazim digunakan adalah oncom hitam yang terbuat dari bungkil kacang tanah.

Saung Kiray di jalan Bina Marga, Bogor, menyajikan sangu tutug oncom sebagai menu utama. Di tempat inilah kali pertama saya mencicipi hidangan tsb dan langsung doyan tanpa tedeng aling-aling. Kemudian setelah dipikir-pikir dan diingat-ingat lagi, ternyata moment itu terjadi hampir 5 tahun silam. My God, time flies!

Akhirnya, the power of sangu tutug oncom membuat saya bertandang kembali ke Saung Kiray bulan lalu. Rumah makan ini masihlah asri dan teduh di bawah rimbun pepohonan, dan didominasi unsur kayu, bambu, dan kiray (daun kering). Pengunjung dapat duduk di beberapa saung/pondok mungil di halaman depan atau di dalam bangunan utama.

Saung Kiray 01 Saung Kiray 02

Menu andalan Saung Kiray ini terbagi atas tiga paket: goreng jambal roti, goreng ayam bumbu kuning, dan empal kiray. Selain itu nasi tutugnya sendiri punya tiga varian rasa: Pasundan (original), ikan asin, dan opak pedas. Silakan bingung memilih, namun favorit saya adalah paket ayam goreng dan rasa Pasundan. Karena apa? Karena saya suka ayam goreng, dan saya suka yang original (dan ini bisa jadi petunjuk penting menu apakah yang saya pesan jika datang ke kedai ayamnya Kolonel Sanders).

Paket yang saya pesan kemudian datang, terdiri atas:
sangu tutug oncom sprinkled with crispy savory fried flour
– traditional fried chicken (braised in a broth of spices then fried before serving)
– fried tempeh and tofu
– fried salted fish
lalap (slices of fresh tomato and cucumber)
sambal (spicy chili paste)

Saung Kiray 03

Saya paling suka nasi tutugnya karena ada aroma oncom bakar dan rasa kencur yang kuat tapi juga tidak mendominasi. Cikurna karaos pisan, euy! Goreng ayam, tempe, dan tahu terasa garing dan gurih meresap. Goreng ikan asin tidak saya habiskan karena keras dan dingin. Lalapnya segar. Sambalnya saya hibahkan ke teman (karena perut saya sensitif pedas).

Minuman pendamping saya pilih es kopyor. Sungguh segar dan nikmat, meski kopyor yang digunakan adalah buatan dan bukan dari kelapa asli. Yang menolong adalah gurih kopyor berpadu dengan manis cocopandan dan dingin es batu.

Saung Kiray juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng, sop iga, sate Maranggi, dll. Lain kali akan saya coba.

Saung Kiray 4
The memory of sangu tutug oncom and class of 2009 😉

Saung Kiray

Jl. Binamarga No. 13, Bogor 16143
Telpon: 0251 8323 392
Jam buka: Setiap hari pukul 11.00 – 17.00 WIB
Kisaran harga: Rp. 1.000 – Rp. 35.000 (per Nov 2013)

[mappress mapid=”1″]

Saung Kiray | The Power Of Sangu Tutug Oncom
Tagged on:

17 thoughts on “Saung Kiray | The Power Of Sangu Tutug Oncom

  • December 6 at 15:05
    Permalink

    Semprullll, tadi siang makan nasi kikil dan baca postingan ini saya jadi lapar lagiiiiiiiiiiiiiiihhhhh >__<

    Reply
  • December 6 at 17:15
    Permalink

    ngilerrrrr seember pas liat fotonya. Nasi hangat, ayam goreng, ikan asin, tempe goreng, sambel. Pasti enak bangetttt *kemudian pingsan*

    Reply
    • December 6 at 17:22
      Permalink

      Enak bangets, kak Debz! Hahaha jangan pingsan dulu, nanti ayam gorengnya ada yang comot 😉

      Reply
  • December 8 at 18:30
    Permalink

    Ini masuknya dari jalan kecil yg dekat gedung pertemuan itu yah? *bayangkan Bogor yg udah 3 tahun absen dikunjungi*. Selalu nyerah deh ama Nasi Tutug Oncom. Diet batal.

    Reply
    • December 9 at 10:59
      Permalink

      Correct! Tepatnya dari Jagorawi belok kiri terus belok kiri lagi (sebelum gedung pertemuan) 🙂

      Reply
  • December 13 at 09:19
    Permalink

    Alhamdulillah dah perna nyobain, secara rasa sech enak tapi sambel nya teralu manis kalo menurut gw 🙂

    Reply
  • December 13 at 14:20
    Permalink

    Nyum…nyum… Oncom itu serupa dengan tempe bukan bro? Hehehe jarang nemu masakan Sunda di Solo. Btw jadi kelihatan wajah mas Gio lebih jelas dari foto di atas 😀

    Reply
    • December 13 at 16:25
      Permalink

      Oya, lupa kasih catatan kaki kalo oncom itu cuma ada di Jawa Barat. Yup betul, semacam tempe, atau tepatnya terbuat dari ampas kedelai (bungkil tahu, atau bungkil kacang tanah) yang difermentasi.

      Wah emangnya selama ini muka saya gak jelas ya, kak Hal? Hehe 😉

      Reply
  • Pingback: Top Ten Kuliner Bogor Favorit | La Rêveur Vrai

  • April 23 at 22:42
    Permalink

    Masih inget nih, waktu pertamakali kesini itu tanggal 4 January 2009.
    Daaannnn, ternyata kita semua kacamataan 😀

    Reply
  • March 16 at 17:38
    Permalink

    misi mas dan sis hehe … sebelumnya saya mau ucapkan terimakasih kepada yg memiliki admin ini ,, karena dengan senang hati telah mau posting rumah makan saung kiray,, dan saya sendiri Rahman selaku karywan /crew yg bekerja di rumah makan saung kiray tersebut ,, saya juga ingin memberitahukan ,, bahwa di saungkiray ini ada sesuatu yang baru , yaitu MochiBo ,, penasaran ?… langsung datang saja 🙂 terimakasih

    Reply
    • March 18 at 03:42
      Permalink

      Halo kang Rahman, terima kasih banyak! Wah saya pasti nanti mampir lagi, mochibo ini bikin penasaran! 🙂

      Reply
  • May 17 at 14:09
    Permalink

    Nasi tutug oncom emang manteps.. say pernah nyoba waktu di bandung.. tepat nya di warung punclut gan.. pingin coba juga yang di saung kiray

    Reply
    • May 17 at 18:33
      Permalink

      Ayo mari bertandang ke Saung Kiray.
      Saya sendiri malah belum coba yg di warung Punclut, gan! 😉

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *