There’s always the first time for everything. Dan liburan Lebaran tempo hari adalah kali pertama saya menginap di hotel Inna Samudera Beach, Palabuhan Ratu (note: ‘Palabuhan Ratu’ tampaknya telah menjadi nama resmi sesuai ejaan Sunda, menggantikan ‘Pelabuhan Ratu’ yang diambil dari bahasa Indonesia).

Anyway, saya agak bingung untuk memberi rating pada hotel yang konon berstatus bintang 4 ini. Lobi hotel yang standar tanpa tempat duduk tamu maupun AC, lift yang sempit dan bau apak, plester dinding yang mengelupas, tampaknya amat jauh dari skala bintang 4.

01 tampak siang 04 troubled lift
Tapiii, jikalau dilihat dari perspektif lain, hotel ini amat layak mendapat bintang 4: nuansa koridor/kamar hingga perabot/perlengkapannya yang serba retro (bahkan di restonya pun menggunakan wadah tisu buatan Jepun tahun 1965), seakan membawa kita kembali ke era 60an, dan amat sangat cocok buat dijadikan setting foto2 retro-verso 🙂  Selain itu menu buffet-nya pun termasuk beragam dan rasanya enak-enakkk.

Satu hal lagi yang menjadikan hotel ini tetap populer, adalah kehadiran kamar 308 yang dipercaya sebagai kamar keramat Nyi Roro Kidul. Good news is: kami mendapat kamar 306, jadi tepat bersebelahan dengan kamar tsb.  Bad news is:  kami mendapat kamar 306, jadi tepat bersebelahan dengan kamar tsb. Hiyaaaa, mudah-mudahan tak ada imbas horor di kamar kami!

06 lorong sunyi 08 nyi roro kidul is here

Saya sempat masuk ke dalam kamar 308, meski enggan tuk mengambil gambar disana. Nuansanya serba hijau, dan mistis sekali. Bau dupa/menyan merebak kuat, sehingga kami tak betah berlama2 disana.

Beruntung kami tak mengalami gangguan aneh-aneh selama bermalam di hotel ini! 🙂

16 washtafel 15 wadah air 05 telepon misteri

 

Retro Verso At Inna Samudera Beach Hotel
Tagged on:     

2 thoughts on “Retro Verso At Inna Samudera Beach Hotel

  • November 12 at 09:18
    Permalink

    Pernah nginep sini jugaaa, sereeeeem, gak bisa tidur….mana bawa baju ijo pula x_x

    Reply
    • November 12 at 11:32
      Permalink

      Hahaha Dita, aku pun awalnya agak horor nginep sebelahan sama kamar sang nyai, tapi karena ngantuk bablas deh sampe pagi, syukur gak digangguin *atau mungkin dia ngeliatin ya malem-malem, hiiiy*

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *