:PSK-Puncak

“MAU ikut ke Puncak?”
Tengah malam begini? Capek, ah!
Katanya mau cicip PSK?”
Iya sih, tapi..
Kita bayarin!”
OK!”

Demikianlah, betapa mudah untuk memikat saya keluar kamar di tengah malam.

PSK yang dimaksud adalah Pedagang Sate Kiloan, dan kedai yang kami tuju memang terletak di kawasan Puncak, Bogor.  Bangunan kayu dua lantai ini terletak di sisi kiri jalan raya (setelah masjid At Ta’awun dari arah Bogor). Dari kejauhan tulisan PSK berukuran besar sudah menyolok mata (bagi saya pribadi pemilihan jenis font yang tidak menariklah yang lebih menohok).

Meskipun sudah tengah malam namun masih ada saja pengunjung yang datang (yeah right, termasuk kami tentu saja).  Para pelayan berseragam polo shirt hijau kebiruan tampak sibuk dengan tugas masing-masing. Potongan tubuh kambing muda tampak tergantung berderet di balik kaca dekat tungku pembakaran. Aroma daging yang tengah dibakar langsung menyeruak penciuman, menggugah selera.

Udara malam itu cerah tanpa kabut, namun tetap bikin menggigil. Sepertinya memang cocok menyantap hidangan serba kambing di udara dingin seperti ini. Kami duduk di lantai atas, dengan pemandangan menghampar ke lembah. Gemerlap cahaya lampu perkotaan tampak indah berkilauan bagai berlian tabur.

PSK 1

PSK 2

Porsi utama PSK adalah 1/4 kg daging kambing atau sekitar 12 tusuk sate. Selain itu ada pula sate hati kambing, sate ayam, sop kambing, tongseng, dan lain-lain.  Pengunjung juga boleh memesan 200 tusuk sate dan sekuali sop.  Coba saja sendiri.

Sate kambing
Potongan daging besar dan empuk tanpa lemak, tektur dagingnya halus, paling mantap dipadu dengan sambal kecap bertabur irisan cabai rawit dan tomat.

Sate hati kambing
Saya tidak suka makan hati, dalam arti sebenarnya. Namun sate hati PSK telah memikat lidah saya, mungkin karena hati yang dipanggang ini rasanya jadi lebih garing dan sedap.

Sate ayam
Bagi saya semua sate ayam rasanya sama saja. I’m not a fan.

Sop kambing
Seporsi bisa saya habiskan sendiri karena banyak potongan daging dan urat dan tulang rawan, dan kuahnya sungguhlah kaldu murni tanpa lemak dengan aroma rempah pala dan lada yang kuat.  Belum ditambah taburan bawang goreng dan irisan daun bawang.  Favorit saya!

Tongseng kambing
Karena sudah kenyang jadi saya tak sempat cicip hidangan yang satu ini. Tapi kata teman saya rasanya tak ada yang istimewa.

PSK 5

PSK 4

Salah satu kekurangan rumah makan yang buka 24 jam ini adalah pelayanannya yang kurang sigap tanggap. Di lantai atas tampak beberapa meja masih dalam keadaan kotor tak dibersihkan, dan sepertinya dibiarkan begitu saja sampai ada pelayan pagi yang bertugas membersihkan. Para pelayan juga tak ada yang berjaga di lantai atas, sehingga kami harus pro-aktif turun ke bawah jika ada keperluan.

Tukang parkir menyapa kami di luar.

“Gimana PSK-nya?
Gurih, muda, empuk, luar biasa!
Mau PSK versi lain, bos?  Midnight sale, nih!” *bisik-bisik*
Apa???”

Adegan harus kami potong sampai di sini.

Sekian.

PSK 3

Warung PSK cabang Puncak

Jl. Raya Puncak, Bogor (setelah masjid At Ta’awun dari arah Cisarua/Bogor)

PSK. Puncak. Midnight.
Tagged on:         

67 thoughts on “PSK. Puncak. Midnight.

    • September 5 at 08:46
      Permalink

      hahaha asik masyuk banget sih komentar kak Danan 😀

      Reply
  • September 5 at 07:50
    Permalink

    PSK lain itu maksudnya ‘Pusing-pusing’ Sekitar Kota kali ya haha 🙂
    (tampaknya) Lezaaaat dan bikin ngiler.

    Reply
    • September 5 at 08:46
      Permalink

      ya bisalah kepanjangannya seperti itu, hehehe.. emang lezat kok Yan

      Reply
    • September 5 at 08:49
      Permalink

      lupa persisnya, tapi harga di atas rata-rata sate kambing warungan pada umumnya, tapi memang lebih enak menurut saya, so it’s worth it! ^^

      Reply
  • September 5 at 09:26
    Permalink

    hahaha..Omndut menipu niii judulnya, kirain ada yg nawarin a..villa a..mau pake temen juga bisa a… 🙂

    Reply
    • September 5 at 13:25
      Permalink

      hehe mbak siwer nih matanya, emang aku mirip omnduut ya? ;))

      Reply
      • September 5 at 13:51
        Permalink

        oh salah,om badai,iya aku ketinggalan kc mata hari ini,ke taman anggrek aja nyasar2 hahaha

        Reply
  • September 5 at 12:19
    Permalink

    iya aldi, enak psk disitu.. sopnya paling enak.. dagingnya empuk..
    ehyah masa ku aja ditawarin “psk” juga loh sama tukang parkir, banyak yang gantengganteng katanya.. idih deh..

    Reply
    • September 5 at 13:26
      Permalink

      toss mbak! ^^

      oya ditawarin PSK cowok? wah tukang parkirnya wirausahawan sejati kalo gitu, ckckck..

      Reply
      • September 5 at 13:33
        Permalink

        katanya dari arab & kazakastan juga ada.. keren tuh tukang parkir.. untung aja sepupuku yang polisi ga tangkep dia hahaha, ibu jendral gitu loh ditawari brondong..

        Reply
        • September 5 at 13:40
          Permalink

          hahaha bilangin aja ‘saya mah doyan brondong jagung, pak’ 😀

          Reply
  • September 5 at 17:24
    Permalink

    oh meeeeeeeeeennn, kayaknya saya paling berani makan hanya 10 tusuk saja ehehhe,,, tapi ngiler to the maaaaxxxxxx

    Reply
  • September 5 at 18:27
    Permalink

    sekarang gw takut makan di atas jam 8 malam. Apalagi yang berat kek gini, bang. takut kolesterol tinggi.

    Reply
    • September 5 at 18:33
      Permalink

      good! eh tapi ini cuma 200 tusuk aja kok 😉 *dikira sundel bolong*

      Reply
  • September 5 at 21:14
    Permalink

    woo, puncak, next time mau kulineran ke sana :3 hehe keliatannya enak itu 😀 *penggemar sate kambing* aka PSK :p

    Reply
    • September 5 at 21:29
      Permalink

      silakan mampir kak.. btw selain PSK ada juga sate Shinta (cabang Cibodas), atau yg lebih tradisional sate Maranggi (di pertigaan kota bunga), berbeda-beda tapi tetap satu enaknya ;))

      Reply
  • September 5 at 22:57
    Permalink

    tengah malam baca blog post kayak gini….not a good idea !!!
    Sekarang perut ngomel minta dibeliin PSK T.T

    Reply
    • September 6 at 00:49
      Permalink

      *kirim PSK ke Bali*

      kok #soundswrong banget ya, haha!

      Reply
  • September 6 at 10:44
    Permalink

    Ah jadi pingin ke puncak, sering mampir ketempat ini tapi menurut gw kok kurang begitu juara hehehe tp soal selera sech yaaa. Gw lebih demen sate kambing yg di gang arab bogor

    Reply
  • September 6 at 20:36
    Permalink

    Yang adegan dipotong itu, dicicipin juga yah kayaknya? 😛

    wakakakakak… malem minggu enak ini yaaah kayaknya. 😀

    Reply
  • September 9 at 13:51
    Permalink

    Sial… sial… nyesel buka blog ini … *banting aldi
    jadi laper berat .. beuh

    Reply
    • September 9 at 16:04
      Permalink

      Nanti malem aja Feb bantingnya, eh maksudnya ke tukang satenya ;))

      Reply
  • September 9 at 16:47
    Permalink

    hahaha… i Like it, awalnya hmmm… pas hingga akhir baca.. kerabak kerebek perut saya.. 🙂

    Reply
    • September 9 at 19:19
      Permalink

      hehe thanks Andika!! mari silakan cicip (gambar) satenya 🙂

      Reply
  • September 9 at 22:14
    Permalink

    Paling gak tahan liat sate + potongan cabe rawit. Bisa lupa diri. 🙂

    Reply
      • September 9 at 22:48
        Permalink

        Di Kemang ada sate pinggir jalan yang lumayan enak. Tapi sejak Lebaran gak jualan. Sate paling recommended di Jakarta di mana ya, Badai?

        Reply
        • September 9 at 23:16
          Permalink

          terakhir makan sate Jono di Pejompongan (enak sih, tapi harga di atas rata2 warung sate), tapi kalo kata temen saya yang sama enak dan lebih murah justru tukang sate di samping kedai Jono itu sendiri (sayangnya belum sempat coba, hehe)

          Reply
  • September 13 at 22:17
    Permalink

    Di depok ada sate Pak Kumis. Gak ngerti lagi enaknya gimana, ngenyangin pulak! Cobain mas!

    Reply
  • October 8 at 09:42
    Permalink

    Slurrppp langsung ngiler lihat gambar PSK…. awalnya PSK yang itu… ternyata PSK nya lan dan menggiurkan hehehe….
    Congrats buat alamat blog barunya, bro. 🙂

    Reply
    • February 12 at 21:57
      Permalink

      Hehehe! Dan gara2 postingan ini banyak pula yang nyasar kemari dengan keyword ‘PSK’ yang sebenarnya 😉

      Reply
  • Pingback: Wisata Kuliner Puncak (Bopuncur) 1 Hari - DISGiOVERY

  • July 22 at 15:39
    Permalink

    Waktu datang ke puncak, orang-orang pada ngajakin ke tempat PSK.
    ternyata PSK itu sama aja tempat makan sate.
    belum pernah nyobain sih, padahal tinggal dekat sini.

    Reply
    • July 23 at 09:03
      Permalink

      Kak Akbar, emang kamu stay di sebelah mana sih, siapa tau next time bisa kopdar dekat situ 🙂

      Reply
  • May 1 at 09:49
    Permalink

    Habis makan sate kambing, pertanggungjawabannya memang berat bang. Makanya si akang parkir mencoba kasi solusi. Hahahaha #becanda

    Reply
    • May 1 at 13:31
      Permalink

      Hahaha santai bro.. 🙂
      Kasian teman perempuanku (sudah berkeluarga), baru keluar dari makan sate kambing, langsung ditawarin gigolo sama tukang parkir, hahaha!

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *