pink beach rhapsody

Disgiovery.com

PINK Beach dan denting dawai gitar yang terpetik satu-satu. Sekoci yang melarung dari kapal, mengantarkan kaki-kaki yang riang menjejak pantai. Butir-butir halus pecahan karang merah meronakan pasir pantai jadi semu jambu. Ombak jinak beriak-riak, dingin di kaki bening di mata. Sejernih matamu yang kerap menjelma pusat semesta.

Tapi tak ada gitar, ujarmu.

Mainkan dalam kalbu, sahutku.

Tangan bergandeng seiring langkah menapaki jalur berpasir ke atas bukit. Ini pulau Komodo, kau bergumam kemudian. Adakah Gerong atau Orah kan menjumpai kita? Kau kerap terobsesi pada cerita rakyat atau legenda lokal. Gerong dan Orah adalah kakak beradik berbeda wujud, satu manusia satu komodo. Keduanya dibesarkan terpisah hingga tak saling kenal, dan nyaris saling bunuh di dalam hutan kalau tak didamaikan oleh sang ibu, Putri Naga.

Aku cuma mendengarkan gumamanmu saja. Sekaligus berpikir apa yang menyebabkan tak ada populasi komodo di wilayah ini padahal masih dalam satu pulau yang sama.

pink-beach-from-above

Setengah bukit kami rehat sejenak. Nafas tersengal. Di depan kami tampak pink beach yang mulai tertutup bebayang bukit. Pulau-pulau di sekitar membentuk arus laut yang permukaannya terlihat nyata dari atas sini. Tapi beberapa teluk menyisakan perairan tenang yang dapat direnangi. Seperti teman-teman kami sedang bermain air di bawah sana.

Pada akhirnya puncak bukit didaki. Sebatang pohon sebatang kara. Pandangan kami menjelma siluet karena penglihatan yang menantang matahari. Pelahan ia mulai tenggelam di balik pulau seberang. Ada setitik keringat di puncak hidungmu, tapi kau tak mau ia kuseka. Kau pilih duduk mencangklong di dahan pohon, aku duduk di rerumputan. Berdua kami pun menggumamkan sebuah lagu yang sama. Tanpa dawai gitar namun tetap senada. Lagu yang tak pernah usai.

pink-beach-hill-top

***

Aku turun bukit, kembali ke pink beach. Sendiri. Sekoci dan teman-teman sudah menanti. Permukaan laut rata bak kaca. Dadaku tersesak karena melepasmu. Satu kerlingan mata ke atas bukit, kuyakinkan kau baik-baik saja bersama Gerong dan Orah. Semesta meretas alam. Dua-tiga gelombang besar tiba-tiba menyapu sekoci. Kami terhempas kembali ke daratan. Seakan kau tak ingin aku pergi.

Kujejakkan kaki kembali ke bumi merah muda. Memetik dawai terakhir. Kidung rindu buatmu.

Biarkan ku pergi.

pink-beach-sand

***

Disclaimer:

Kisah di atas tak nyata (anggap saja kisah tentang membuang kenangan), namun terinspirasi perjalanan saya sesungguhnya ke Pink Beach di Pulau Komodo pada suatu sore di bulan Mei 2016 bersama teman-teman Travel Bloggers Indonesia dan Asita NTT. It was an awesome experience I’ll never forget! 🙂

 

Disgiovery yours!

pink-beach-view
[photo taken by Sinyo]
pink-beach-prairie

pink-beach-selfie
[photo taken by Richo]
Pink Beach Rhapsody
Tagged on:             

14 thoughts on “Pink Beach Rhapsody

  • June 5 at 12:09
    Permalink

    Kamu di mana komo? jawab komo! *Nada menggelinjang

    Mungkin para penghuninya lelah karena tiap hari ketemu manusia. Sama kayak gebetan kak, klo tiap hari ketemu ada rasa bosan juga yang menghantarkan perasaan jd uring2ngan :p

    Reply
    • June 6 at 13:25
      Permalink

      Semacam curcol ya, kak Richo 😀

      Komo sudah merantau ke ibukota, bikin macet jalanan 😉 #kriuk

      Reply
  • June 6 at 16:22
    Permalink

    ini nge-mellow apa karena pantainya atau karena itu baju? ikat kepala pink, baju putih, celana ijo, dan sepatu sama kaos entah berwarna apa 😀

    Reply
  • June 9 at 08:45
    Permalink

    Kak Gio ternyata pujangga juga… tapi kenapa modelnya Koko ? Hahhaa

    Reply
  • June 10 at 06:35
    Permalink

    Aku ngebayangin siapa yang jadi lawan bicaramu di percakapan imaginasi ituuu 😀 hehehe

    Reply
  • June 16 at 00:49
    Permalink

    Kalau mainin gitar dalam kalbu itu caranya gmn kaaakkk *kabuuur*

    Reply
  • July 9 at 14:46
    Permalink

    aku tau kak jawabnya knapa gak ada populasi komodo di situ. kan kita tau, selain kanibal, komodo juga binals abis. nah, gengsi lah kak, klo disuruh tinggal di wilayah yg namanya Pink. malulah klo sampe ketauan.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *