Pesona-Trang-di-Laut-Andaman

Disgiovery.com

“SERIUS harus pakai pelampung warna hot pink begini?”
“Itu fuchsia bukan hot pink.”
Whateva.”

Balon-balon percakapan mengisi dialog tatkala kami memasuki sebuah speed boat mentereng. Dua orang awak kapal berseragam sudah dalam posisi siap sedia mengantar tamu menjelajah pulau. Saya langsung memakai life-vest yang disodorkan, tak peduli warna apapun selama itu bagus di foto. Lagipula teman saya bilang warna pink (ataupun fuchsia) di Thailand bukanlah lambang ke-feminin-an, tapi lebih kepada simbol kebahagiaan.

Dari dermaga, laut Andaman tampak tenang ditangkupi mangkuk langit yang cerah. Ini kali pertama saya mendatangi laut Andaman, wilayah yang terbentang dari kepulauan Andaman (India), Myanmar, Thailand, hingga utara Sumatera (Indonesia). Tapi kunjungan kami hari ini hanya sebagian kecil sahaja tepatnya di pesisir provinsi Trang, selatan Thailand. Itupun tak semua pulau sempat didatangi karena keterbatasan waktu.

laut andaman island hopping
Mari menjelajah laut Andaman dan pulau-pulaunya!

Hat Pak Meng – Pantai Sunset

Alias pantai Pak Meng (yang bilang ‘pantai Bu Meng mana?’ silakan terjun ke laut!), punya dinding karang pemecah ombak yang jauh dari bibir pantai, sekilas mengingatkan saya pada pantai-pantai selatan di Sawarna ataupun Ujung Genteng (keduanya di Jawa Barat). Pagi hari biasanya lautan surut sehingga pengunjung bisa berjalan jauh dari bibir pantai sembari mengamati hidupan laut yang terperangkap di karang-karangnya. Sementara sore hari adalah saat yang tepat untuk menyaksikan matahari terbenam di laut Andaman.

Pantai Pak Meng yang disusuri jalan raya sejauh 5 km ini berujung di dermaga Pak Meng (yang bilang ‘dermaga Bu Meng mana?’ silakan masuk ke got!) dimana semua akses transportasi laut kepulauan Trang berada. Selama high season (November hingga April) bahkan terdapat kapal feri yang melayani tujuan Phuket, Koh Phi Phi, Koh Lanta, dan pulau-pulau lain di sepanjang pesisir Thailand. Kau pun bisa menyewa perahu atau kapal cepat untuk jelajah pulau. Dan hal itulah yang kami lakukan tuk menuju pulau-pulau idaman di Laut Andaman.

andaman-sea-pak-meng-beach
Pantai Pak Meng dengan laut Andaman yang tengah surut
andaman-sea-pak-meng-pier
Dermaga Pak Meng bahkan dipenuhi perahu bernuansa hot pink/fuchsia

Koh Kradan – Pantai Berpasir Bedak

Salah satu pulau tercantik di laut Andaman. Hanya setengah jam menggunakan speed boat dari dermaga Pak Meng, kami sudah mendarat di pantai Koh Kradan yang berpasir putih dan berair jernih. Pasirnya begitu lembut dan halus, lebih menyerupai bedak tabur. Pantainya sungguh ideal untuk direnangi karena ombaknya yang tenang. Begitu terpesona sama pantai ini sampai saya lupa melepas life-vest merah jambu ketika turun dari kapal.

Selain pantai pasir putih, pulau seluas 2,4 km persegi ini juga mempunyai terumbu karang yang dapat dilihat dari permukaan di pesisir utara. Itupun kabarnya sudah mengalami degradasi, berbeda dengan kondisi 1 dasawarsa sebelumnya dimana situasi terumbu karang bisa dibilang masih perawan. Oya, beruntung tragedi tsunami 2004 tidak sampai memporakporandakan wilayah ini kecuali sedikit kenaikan gelombang saja.

Dua buah bangkai kapal perang Jepang peninggalan PD II juga menjadi atraksi selam menarik tak jauh dari pulau. Kecuali beberapa buah resort, tampaknya tak ada penduduk asli yang mendiami pulau ini.

andaman-sea-koh-kradan-beach
Pesisir timur Koh Kradan yang tenang dan damai
andaman-sea-koh-kradan-relax
Berayun menyesap keindahan laut Andaman

Koh Waen – Stasiun Kereta Api Bawah Laut

Pulau yang didatangi hingga batas perairannya saja. Lagipula saya tak lihat pantai landai untuk mendarat karena Koh Waen ini murni pulau tebing yang menjulang tinggi. Yang menjual dari pulau ini adalah pemandangan bawah airnya yang dipenuhi bebatuan koral, anemon, school of fish mulai dari kakap kecil hingga barakuda. Terkadang muncul juga pari atau hiu macan.

Perairan Koh Waen ini pulalah yang menjadi lokasi Trang Underwater Wedding 2016 sedalam 18 meter. Di bawah sana juga terdapat bangkai kereta api lengkap dengan lokomotifnya. Dinas pariwisata setempat menyebutnya Trang Underwater Train Station. Sungguh atraksi selam yang menarik di laut Andaman. Sayang sungguh sayang saya belum punya lisensi diving sehingga hanya bisa menyaksikan dari atas saja.

andaman-sea-koh-waen-underwater-train-station
Penampakan gerbong kereta api bawah laut [photo courtesy of TAT]
andaman-sea-koh-waen-underwater-train
Pintu masuk stasiun kereta api bawah laut ala Trang [photo courtesy of TAT]

Koh Chueak – Snorkeling Spot

Terbentuk dari bebatuan karst, pulau Chueak ini termasuk dalam kesatuan formasi pulau-pulau karst di laut Andaman. Serupa dengan tetangganya Koh Waen, perairan di Koh Chueak ini juga yang menjadi daya tarik, khususnya bagi penggemar snorkeling. Perairan di sekitar pulau ini juga jernih sehingga pengunjung dapat melihat ke kedalaman air cukup dari atas perahu/kapal saja.

Sayangnya pada saat kami bertandang kesana, serombongan besar turis juga sudah berada di sana dengan kapal feri. Melihat lautan manusia tengah berenang-renang di permukaan air membuat saya tak terlalu berharap banyak akan mendapati pemandangan bawah laut yang damai. Benar saja, pemandangan bawah air agak keruh saat itu. Ikan-ikan tampak bersembunyi entah dimana, mungkin menunggu jam besuk usai.

andaman-sea-koh-chueak-snorkeling
Koh Chueak tampak depan, butuh waktu agak lama untuk menunggu suasana sepi
andaman-sea-koh-chueak-underwater
Pemandangan bawah air Koh Chueak dimana arus sedang deras hingga air agak keruh

Tham Morakot – Gua Zamrud Menuju Pantai Rahasia

Gua Zamrud ini adalah atraksi paling menarik bagi saya di laut Andaman. Untuk mencapainya tak mudah, kamu harus terjun ke laut dan berenang menyusuri gua sepanjang 80 meter dalam kegelapan sebelum sampai di pantai rahasia di balik tebing. Itupun jika laut belum pasang naik ya. Maka saat paling ideal untuk mendatanginya adalah pagi hingga tengah hari. Selebihnya lupakan saja, kecuali kau bersedia scuba diving menyusuri gua yang gelap total di bawah sana.

Kami terjun ke laut tentu dengan didampingi pemandu. Life-vest merah jambu ini sungguh berguna untuk membuat tubuh tetap mengapung karena gua ini punya kedalaman beberapa meter. Kami saling memegang life-vest teman di depan dalam barisan, berenang mengapung masuk ke dalam gua yang airnya berwarna hijau berkilau bak zamrud. Gua ini sepertinya berkelok-kelok, entahlah karena setengah perjalanan ditempuh dalam kegelapan.

Tak lama muncul seberkas sinar di hadapan. Lalu tanpa disangka-sangka kami pun tiba di sebuah laguna berpasir putih! Pantai rahasia yang sudah bukan rahasia ini memang cocok buat pelarian. Di sekeliling kami adalah tebing tinggi dimana satu-satunya akses keluar masuk adalah melalui gua. Dan gua Zamrud ini pun hanya bisa dilalui ketika laut masih surut. Tak heran jika pantai ini dahulu dijadikan tempat ideal buat menimbun harta karun bajak laut. Sungguh menarik ketimbang menimbun perasaan yang tak berbalas.. #apadeh #abaikan

andaman-sea-tham-morakot-water
Gua Zamrud dan airnya yang bernuansa hijau berkilau, selebihnya kami terkurung dalam kegelapan
andaman-sea-tham-morakot-lagoon
Keluar dari mulut gua tiba di laguna rahasia
andaman-sea-tham-morakot-cliffs
Dikeliling oleh tebing tinggi, tempat ini memang cocok jadi persembunyian hati bajak laut

Koh Mook – Pulau Mutiara

Begitu mendengar nama pulau ini, saya dan seorang rekan langsung bertatapan: “Komuk? Muka?” Oh, ternyata namanya Koh Mook (beberapa menuliskannya Koh Muk). Artinya sama-sama pulau Mutiara. Saya langsung tahu darimana nama mutiara diambil. Pasir putihnya tampak gemerlapan dari kejauhan, berpendar seperti mutiara.

Koh Mook termasuk salah satu pulau terbesar di perairan Trang. Sisi baratnya berupa tebing-tebing tinggi. Dan ternyata Tham Morakot alias Gua Zamrud berada di bagian barat pulau ini. Bagian lain pulau ini bergunung karang dengan sebuah perkampungan nelayan di pesisir timur. Selebihnya diisi oleh properti resort.

Salah satu properti yang kami datangi untuk jamuan telat makan siang adalah Koh Mook Sivalai Beach Resort. Tampaknya posisi terbaik sudah dikuasai resort ini karena ia terletak di semenanjung berpasir putih yang memungkinkan para tamu bisa menikmati sunrise ataupun sunset laut Andaman dari kedua pesisirnya. Pengunjung di resort ini sepertinya 100% orang asing, dan hanya kami yang berwajah Asia saat itu. Beruntung hidangan yang disajikan sangat cocok dengan lidah kami. Tom yum-nya juara!

andaman-sea-koh-mook-island
Pulau Koh Mook tampak dari semenanjungnya
andaman-sea-koh-mook-beach
Pantai pasir putih Koh Mook yang mirip bubuk mutiara

Koh Libong – Viva Dugong!

Keterbatasan waktu membuat kami harus melewatkan pulau paling besar di Trang. Padahal Koh Libong seluas 40 km persegi ini adalah tempat dimana pengunjung bisa melihat habitat asli dugong, hewan mamalia laut yang menjadi maskot Trang. Kapan lagi melihat dugong di laut Andaman, sayang kami tak ada masa. Saya lupa apakah pernah melihat dugong dalam wujud asli atau sekadar replika. Pantas saja ada banyak boneka dugong di acara resepsi underwater wedding malam sebelumnya. Semoga lain kali kami berkesempatan mengunjunginya.

 

Kembali ke dermaga Pak Meng. Rompi merah jambu ditanggalkan. Khop khun khap kepada awak kapal yang dibalas dengan anggukan malu-malu (sungguh orang-orang di Thailand selatan ini sangat santun dan pemalu, bahkan awak kapal yang mestinya bersifat lebih tangguh). Merekam senja dari tepi pantai Pak Meng, mengagumi kanvas lain Sang Pencipta yang dihiasi pucuk-pucuk pulau bergunung karst di cakrawala. Laut Andaman adalah pesona lain Trang yang tak terlupa.

 

Disgiovery yours!

Pesona Trang di Laut Andaman
Tagged on:                                                 

22 thoughts on “Pesona Trang di Laut Andaman

  • March 4 at 22:40
    Permalink

    menimbun perasaan yang tak berbalas dari sapa kaaakkk? *dibahas*

    Reply
  • March 4 at 23:39
    Permalink

    Sawadee kap, Om. Jadi Pak Meng bukan suaminya Bu Meng dan Koh Kradan bukan suaminya Ci Kradan ya? Haha. Eh, kok sepi banget itu pantainya? Bukan tempat wisata utama di kawasan situ? Atau bukan pas hari libur?

    Reply
    • March 5 at 00:07
      Permalink

      Hahaha banyak kokoh berarti banyak cici juga ya 😉

      Ini pas akhir pekan lho, tapi emang masih sepi dibanding tetangganya Krabi atau Phuket. Tapi justru lebih asyik jadinya 🙂

      Reply
  • March 5 at 19:16
    Permalink

    Pantainya keren dan gerbong kereta bawah lautnya juga bagus bangat. Langsung nyari lokasi di google earth nich. Jadi pengen kesini, nyelam dan nambahin daftar buat log book ku nich.

    Reply
  • March 5 at 21:39
    Permalink

    Hahaha,,,, Pokoknya serba pink ya mas,,,, Aku dari awal lihat tulisannya sudah ngakak mas, misalkan orang seganas apapun kalau pakai pakaian warna pink, kayak gimana gitu,,, pokoknya agak aneh mas,,,, hehehee,,, foto – fotonya udah ah, yang jelas bagus sekali 🙂

    Reply
    • March 6 at 19:32
      Permalink

      Hahaha iya tapi kayaknya di Thailand sama sekali gak masalah cowok2 nelayan pun pada pake pink kemarin 🙂
      Pokoknya tunggu foto2 selanjutnya 😉

      Reply
  • March 6 at 19:57
    Permalink

    Ohmeeennn, keren banget sihhh!

    Nggg, Provinsi Trang-nya yang keren, maksudnya.
    Eh, tapi, tuan rumah Disgiovery juga keren sih.

    *ups*

    Reply
  • March 7 at 03:00
    Permalink

    ah.. pantai Pak lah.. padahal harus ada Mak nya..
    pantai Koh koh lah.. padahal perlu Cih Cih untuk itu..
    dan itu pink kan? :))

    Reply
  • March 7 at 20:29
    Permalink

    Wow, cantik! Kayaknya aku bakal betah berlama-lama di pesisir Timur Koh Kradan deh, pemandangannya bagus banget gitu. Btw Bu Meng mana? *lalu bingung milih laut apa got*

    Reply
  • March 8 at 13:13
    Permalink

    Hanya segelintir orang yang bisa membedakan pink, fuchsia, dan magenta, hahaha. Good thing warna pelampungnya fuchsia. Warna yang mencolok, gampang ditemukan kalau sewaktu-waktu hilang terhanyut gelombang masa lalu.

    Kawasan Andaman memang bagus banget ya! Air lautnya berwarna toska, tenang, dikungkungi pasir putih dan tebing-tebing karst. Pengen ke sana 🙁

    Reply
    • March 8 at 23:41
      Permalink

      ((gelombang masa lalu)) 😀

      Iya nih laut Andaman jadi idaman, dan Trang tepat di tengah2. Ke utara ada Koh Lanta & Koh Phi Phi. Ke selatan ada Koh Lipe. Musti balik lagi! 🙂

      Reply
  • March 13 at 17:32
    Permalink

    Unyu kak pelampungnya hahaha
    Aku baru tau nama pulau-pulau ini, pernah denger Andaman waktu Tsunami Aceh dulu hehehe .Bagus banget yak ada stasiun kereta api dibawah laut 😀

    Reply
    • March 16 at 01:13
      Permalink

      Unyu banget, hahaha!

      Awalnya saya tau dari laut Andaman cuma pulau Sentinel yang masih dihuni manusia primitif. Meski yg jadi pertanyaan saya, memangnya pulau itu tidak pernah disinggahi penjajah kolonial ya?

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *