PasporODS

Disgiovery.com | Layanan Paspor One Day Service adalah salah satu peningkatan sistem pelayanan Kantor Imigrasi kepada masyarakat. Sekitar 5 tahun lalu saya butuh waktu sekitar 1 minggu dan 3 kali bolak-balik kantor imigrasi untuk sekadar memperpanjang paspor (tanpa calo). Sistem ODS/One Day Service ini diharapkan dapat membuktikan kepada masyarakat bahwa kerja birokrasi pun dapat efisien dan tidak memakan waktu.

Untuk sementara waktu, sistem ini baru diterapkan di Kanim Kelas I Jakarta Pusat & Jakarta Barat. Dan khusus berlaku untuk perpanjangan paspor yang dikeluarkan tahun 2008 ke atas.

Mari buktikan!

Jujur, saya paling enggan mengurus segala sesuatu yang ada kaitannya dengan birokrasi dan aparat pemerintah. Namun demi perpanjangan paspor kesayangan (sekaligus pembuktian kinerja sistem One Day Service), akhirnya saya pun
mendaftarkan diri.

 

I. Daftar online

Silakan lakukan pendaftaran online di sini:

https://onlinedpri.imigrasi.go.id/

Tampilan menu utama pendaftaran online.
Tampilan menu utama pendaftaran online.

notes:

– Klik ‘Pendaftaran Personal’ lalu masukkan data-data pribadi di kolom yang tersedia. Tak usah kuatir dengan domisili (KTP saya dikeluarkan di Bogor), karena sistem ini berlaku online untuk seluruh warga negara RI. Bagi pekerja lepas/freelancer kosongkan saja kolom alamat pekerjaan/kantor.

– Pemohon dapat memilih jadwal wawancara dan lokasi kantor imigrasi. Saya memilih Kanim Jakarta Barat semata karena akses transportasinya paling mudah dari Bogor (tinggal jalan kaki dari stasiun kereta api/halte busway di Kota).

– Jika memungkinkan, pilihlah jadwal wawancara paling awal jam 8 pagi (karena tiap jamnya dibatasi kuota wawancara hanya untuk 10 orang).  Namun saya memilih jadwal wawancara jam 9 untuk antisipasi kemacetan (maklum sudah lama tak ke ibukota pagi-pagi).

– Sebuah surel ‘Bukti Pendaftaran Permohonan Paspor’ akan dilayangkan ke alamat surel anda termasuk username & password. Ingat baik-baik nomor registrasi dan waktu aktifasi seperti yang tertera pada surel tsb (atau sebaiknya cetak saja lampirannya).

– Disarankan mendaftar online beberapa hari sebelumnya supaya tidak kehabisan kuota wawancara, selain itu masih ada waktu untuk memperbaiki data jika terdapat kesalahan input (paling lambat 24 jam sebelum waktu wawancara). Gunakan username & password yang telah dikirimkan untuk login.

 

II. Siapkan dokumen

Persyaratan permohonan paspor bisa dilihat di sini:

http://jakartabarat.imigrasi.go.id/index.php/informasi-layanan/paspor

Semua berkas asli harus difotokopi di atas kertas A4 (termasuk fotokopi paspor dan KTP, harap kertasnya jangan dipotong lagi). Dokumen yang saya persiapkan adalah sbb:

1. Paspor lama
2. KTP
3. Akte lahir
4. Kartu keluarga
5. Ijazah terakhir
6. Surat keterangan kerja dari perusahaan (namun bagi pekerja lepas/freelancer maka berkas yang ini tak mutlak)
7. Print out ‘Bukti Pendaftaran Permohonan Paspor’

Contoh lampiran surel tanda terima pra permohonan paspor.  Perhatikan nomor registrasi (garis merah) yang diperlukan untuk mengambil nomor antrian wawancara.
Contoh lampiran surel tanda terima pra permohonan paspor. Perhatikan nomor registrasi (garis merah) yang diperlukan untuk mengambil nomor antrian wawancara.

notes:

– walaupun masing-masing berkas hanya butuh satu lembar fotokopi saja, namun ada baiknya dipersiapkan lebih
– siapkan pulpen tinta hitam dan juga meterai 6 ribu (diperlukan jika ingin tetap memegang paspor lama)

 

III. Datangi kantor imigrasi sesuai jadwal

Pilihan saya adalah Kanim Kelas 1 Khusus Jakarta Barat, lokasinya di Jl. Pos Kota No. 4, tepat di timur laut museum Fatahillah (sebelah museum Keramik & Seni Rupa/seberang kantor pos):

http://jakartabarat.imigrasi.go.id/

 

Prosedur wawancara yang saya jalani adalah sbb:

1. Pukul 8 tepat loket dibuka. Seorang petugas membagikan formulir untuk diisi (semua pemohon harus mengisi formulir ini termasuk yang sudah mendaftar online). Isi formulir dengan pulpen tinta hitam.

pasporODS 03

2. Antri di loket One Day Service untuk validasi data. Serahkan formulir tadi beserta dokumen asli & fotokopi. Beruntung petugas yang melayani saya seorang ibu paruh baya yang ramah & tidak cerewet (beda dengan loket sebelah yang tampak tegas dan detail).  Setelah validasi, beliau segera memasukkan berkas-berkas saya dalam sebuah map warna biru telur asin, dan menyuruh saya menuliskan nama & alamat lengkap di map tsb.

3. Ambil nomor antrian di komputer touch screen (bentuknya mirip mesin ATM).   Caranya: tekan AKTIFASI, lalu masukkan nomor registrasi seperti yang tertera pada lampiran surel, kemudian tekan CETAK, dan nomor antrian anda akan tercetak secara otomatis.   Saya sendiri baru bisa melakukan aktifasi pukul 8.30 (sesuai instruksi di surel) dan langsung mendapat antrian nomor 3.

pasporODS 04

4. Duduk di ruang tunggu, perhatikan layar monitor. Tunggu sampai nama anda muncul tanda panggilan ke loket kasir. Berhubung jadwal wawancara saya masih setengah jam lagi jadi saya bisa duduk santai mengamati suasana sekitar.  Seorang ibu kasak-kusuk melihat nomor antrian saya, karena ia dan suaminya mendapat nomor antrian 72. Ia tampak lega begitu dipanggil duluan ke kasir dan masuk ke ruang wawancara.

pasporODS 05

5. Membayar biaya administrasi sebesar Rp. 255.000 (untuk paspor 48 halaman). Saya sudah menyiapkan uang pas, namun ternyata kasir menyebutkan angka Rp. 260.000. O la la, ternyata ada sumbangan wajib PMI Rp. 5.000.

6. Masuk ke ruangan wawancara, silakan duduk kembali menunggu panggilan. Namun berhubung saya mendaftar ODS jadinya mendapat prioritas dipanggil lebih dulu dibanding mereka yang mendaftar manual.  Si ibu bernomor urut 72 yang masih duduk menunggu cuma bisa memandang saya dengan kecut.

7. Proses wawancara melalui 3 meja (total saya hanya menghabiskan waktu di bawah 10 menit, sementara ada pemohon lain yang butuh waktu lebih dari setengah jam, mungkin tergantung kelengkapan data dan jawaban yang meyakinkan).

Meja 1: Serahkan map biru telur asin tadi, petugas akan mengecek kembali validasi data, sekaligus mengambil sidik jari;

Meja 2: Kroscek data di monitor apakah ada kesalahan ketik atau tidak;

Meja 3: Foto dan tanda tangan, lalu diberi tanda terima untuk pengambilan paspor. Waktu masih menunjukkan pukul 9.30. Tapiiiii, ternyata paspor saya baru bisa diambil esok hari. Sewaktu saya tanya kenapa paspornya tidak selesai hari itu juga, petugas cuma bilang “Semua juga begitu.”  End of discussion.

pasporODS 06

8. Esok harinya saya ambil paspor di loket pengambilan. Walaupun sebenarnya disuruh datang pukul 14, namun saya coba hadir lebih awal, dan ternyata paspor saya sudah selesai dan bisa diambil. Tanda tangan serah terima, dan paspor baru sudah di tangan!

Jika anda hendak mengambil kembali paspor yang lama, mesti menyerahkan surat pernyataan bermeterai. Demikian pula jika pengambilan paspor diwakilkan pada pihak lain maka harus ada surat kuasa bermeterai (untuk lengkapnya silakan tanya petugas yang berwenang).

pasporODS 07

 

What I Say

One Day Service di sini mungkin maksudnya adalah (maks) 24 jam pembuatan paspor, jadi bukan berarti pagi wawancara kemudian sore paspor sudah jadi;

– Pengalaman saya pribadi, tak perlu datang ke kantor imigrasi sejak jam 6 pagi untuk mengantri.  Keuntungan pendaftaran ODS adalah kau sudah punya fixed schedule, dan mendapat prioritas dibanding pendaftar manual.  Saya datang pukul 8 pagi sesuai jam buka loket, baru bisa ambil nomor antrian pukul 8.30 (sesuai instruksi yang tertera di surel), dan selesai wawancara pukul 9.30;

– Selama dokumen lengkap dan penampilan rapi (tidak kucel atau berpakaian seadanya), dijamin pelayanan akan lancar dan cepat;

– Calo? Tak ada lagi calo berkeliaran mencari mangsa. Namun terdapat beberapa orang non petugas yang sibuk mondar-mandir membawa tumpukan berkas, termasuk hingga ke loket kasir.  Saya menyebut mereka sebagai agen pendaftar kolektif;

– Sebaiknya dibuka jalur khusus untuk pendaftaran kolektif seperti ini, sehingga tidak mengganggu antrian pendaftar perorangan;

– Secara umum, saya cukup puas dengan pelayanan ODS ini (terutama keramahan para petugas yang melayani saya), 8 out of 10!

pasporODS 08

Layanan Paspor One Day Service
Tagged on:

28 thoughts on “Layanan Paspor One Day Service

  • November 19 at 17:06
    Permalink

    wah! kereeen sekarang udah bisa 24 jam selesai gitu 😀 aku dulu pas bikin prosesnya juga sehari, tapi ambilnya perlu waktu seminggu 😀

    Reply
    • November 19 at 18:27
      Permalink

      Konon sistem ini sudah diterapkan sejak awal tahun, cuma sepertinya belum terlalu populer ya.. Mudah2an next time sudah bisa online di semua cabang imigrasi manapun 🙂

      Reply
  • November 20 at 09:34
    Permalink

    Saya kemarin juga waktu urus paspor lewat jalur online.
    Registrasi online, datang ke Imigrasi makassar cuma 4 jam sudah selesai.
    terus ambilnya 1 minggu kedepan (normalnya 3 hari, tapi katanya ada kerusakan print)

    Reply
    • November 20 at 10:07
      Permalink

      Syukurlah kalo jalur online-nya sudah dapat digunakan di seluruh Indonesia 🙂 Semoga ke depannya bisa sehari jadi!

      Reply
  • November 20 at 16:26
    Permalink

    Mas Aldi, itu PMI maksudnya Palang Merah Indonesia?
    Bagus juga ya sistemnya. Semoga bisa diterapkan ke seluruh kantor imigrasi di Indonesia. Tentang pendaftaran kolektif, ya setuju seharusnya disediakan loket khusus. 🙂

    Reply
    • November 20 at 17:14
      Permalink

      Iya, PMI yang itu, hehehe..

      Semoga saja sistemnya dapat berkembang lebih baik. Aamin!

      Reply
  • November 21 at 12:24
    Permalink

    MAS ALDI?

    CIYE AKTIFASI!!!

    *duh malah nyinyir*

    Berguna sekali kak infonya, secara paspor daku bakal abis dua tahun lagi. HUFT.

    Reply
  • November 22 at 15:38
    Permalink

    Wadehel -__- ODS itu jadi ya hari itu jugak, hmmm harusnya 1 hari jadi bukan one day serpis

    Reply
  • November 29 at 18:47
    Permalink

    Eiya, itu maksudnya mengambil paspor lama harus pakai pernyataan bermeterai apa Mas? Apakah paspor lama diserahkan dan tidak dikembalikan?

    😀

    Reply
    • November 30 at 00:24
      Permalink

      Kalo saya dengar dari petugasnya begitu, jadi paspor lama akan ditarik oleh petugas, dan misal mau kita keep paspor lamanya maka harus bikin surat permohonan bermeterai. Silakan kamu coba Rief, nanti update ke sini ya! 😉 *malah ngasih PR*

      Reply
  • November 30 at 12:43
    Permalink

    Walaupun sistemnya belum sama, tapi di Medan untuk pendaftaran baru dan penggantian sekarang udah bisa ditransfer di Bank. Jadi gak ada pembayaran di kasir lagi. Sayangnya bank yg ditunjuk hanya Kantor unit pembantu yang kecil dan di lokasi spesifik. Jadi antrian membludak. Yah setidaknya ada niat untuk perbaikan sistem ke depannya.

    Reply
    • December 1 at 18:00
      Permalink

      Oya lupa kasih keterangan kalau kasir di kantor imigrasi Jakbar ini sistemnya online dengan BRI 🙂

      Reply
  • December 3 at 11:27
    Permalink

    Langsung inget kalo mesti perpanjang pasport, tapi beneran pelayanan nya kata nya cepet banget.

    Reply
    • December 3 at 15:18
      Permalink

      Yup, yang jelas sudah ada peningkatan pelayanan dari sebelumnya! Ayo panjangin, kak! #soundswrong

      Reply
  • December 5 at 16:45
    Permalink

    kantor imigrasinya musti sesuai tempat KTP, ngga?

    Reply
  • February 14 at 16:37
    Permalink

    wah enak ya……… di bogor tadi pagi kata petugas berpakaian safari biru gelap harus antri dari jam 5.00 utk ambil nomor karena di batasin cuma 150 nomor perhari, keperluan membawa berkas2 isian plus dokumen asli jadi pulang lagi moga2 senen kebagian nomor….kayaknya lebih ribet sekarang dari pada 5 tahun lalu….

    Reply
    • February 14 at 18:51
      Permalink

      Wah, setahu saya kalo sudah daftar online tak perlu antri dari pagi buta lagi karena nomor antriannya dibedakan. Kecuali kalau mau bikin baru ya harus dari antri dari awal.

      Reply
      • March 18 at 11:34
        Permalink

        kalau passportnya baru expired di bulan November 2014, semisal mau diperpanjang bulan Maret 2014 ini apakah tetap bisa dilakukan lewat One Day Service ?

        Reply
        • March 29 at 00:05
          Permalink

          Mungkin bisa saja asalkan halaman paspornya memang sudah penuh dan perlu ganti baru.
          Rekan lain mungkin bisa bantu jawab?

          Reply
  • January 5 at 09:04
    Permalink

    Hi thanks atas informasinya
    anyway dokumennya harus yang bawa yang asli juga bersama dengan fotokopinya?

    Reply
    • January 5 at 17:00
      Permalink

      Trims juga sudah mampir. Dokumen asli jangan ketinggalan ya, justru itu yg paling penting.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *