pantai menganti

Disgiovery.com

PANTAI selatan berkelindan kuat dalam ingatan saya sejak kecil. Biru gelap lautnya, besar menghanyutkan ombaknya, gelap tajam karangnya, berbalut mistis legendanya. Tiap tahun bapak membawa kami ke pesisir Cimaja hingga Karang Hawu di Palabuhan Ratu, kab. Sukabumi, Jawa Barat, sekadar untuk ‘memperingati’ tanah leluhur. Menyapa laut tak ubahnya napak tilas jejak sejarah manusia yang konon masih menyimpan kode genetik makhluk laut dari zaman purba.

Tahun bertahun, kekanak tumbuh dewasa, imaji pantai selatan sudah terpatri dalam diri meski kami sudah tak rutin lagi menyambangi. Lalu datanglah masa dimana saya berkesempatan mendatangi selatan Jawa pada lain area. Pada daya pikat yang lain. Kotak kenangan siap dibuka dan diisi keping-keping yang baru. Pantai selatan tak pernah salah.

pantai menganti perahu nelayan

Menuju Menganti

Pantai Menganti masih jauh. Apalagi kami baru saja mengadakan lawatan di Desa Benowo di pelosok perbukitan Menoreh. Pantai Menganti terletak di pesisir selatan kab. Kebumen, Jawa Tengah, dimana kami masih harus berganti kendaraan bus dengan kendaraan bak terbuka di tempat parkir umum pantai Ayah di kec. Ayah. Iya, namanya pantai Ayah, sewaktu ada yang bertanya kenapa dinamakan demikian maka sudah bisa ditebak jawabannya kira-kira seperti ini: “Karena yang menemukannya kaum ayah.” Iyakan saja, biar cepat! πŸ˜‰

Kendaraan bak terbuka yang kami naiki ini sudah dilengkapi 3 baris kursi yang menghadap ke depan dan 1 baris kursi menghadap belakang. Tips dari saya sebaiknya pilih kursi yang menghadap ke depan. Duduk menghadap belakang sementara jalanan berkelok-kelok bisa membuat mual atau pening karena kita tak bisa mengantisipasi gerakan kendaraan. Pemandangan indah sepanjang perjalanan jadi tak bisa dinikmati secara maksimal. Langit biru, rimbun pepohonan jati, gabah kering yang sedang dijemur, lembah ilalang, nyiur melambai, dan penampakan sekilas laut selatan di balik tebing, sungguh membuat gelora.

Lama perjalanan barangkali sekitar setengah jam hingga mencapai tujuan. Setelah melewati pantai Karangduwur dengan jajaran perahu nelayan berwarna biru dan tempat pelelangan ikan yang sedang tak ada aktivitas, akhirnya tiba juga kami di pantai yang dinanti, pantai Menganti.

pantai menganti gerbang
[photo by Virustraveling]
pantai menganti mushalla

Lembah Menguneng

Ada beberapa spot di pantai Menganti, salah satunya Lembah Menguneng. Sebuah gazebo kecil beratap joglo menandai area ini. Ia terletak di puncak sebuah semenanjung menghadap laut lepas. Pada hamparan lembah di sisinya yang berundak-undak terdapat pula pondok-pondok kecil beratap rumbia. Sungguh lokasi ideal untuk duduk-duduk santai menikmati suasana pantai selatan. Berhubung kami datang pada hari kerja, seisi lembah bagai milik kami sendiri, tak tampak ada wisatawan lain datang berkunjung, selain para pekerja yang sedang membangun sebuah pondok lain tepat di bawah semenanjung.

Tapi yang menakjubkan saya adalah tebing-tebing karang di sisi lembah. Semuanya tampak… megah! Tebing-tebing karang ini subur menghijau, dengan rerumputan tinggi yang tumbuh di sela-selanya. Belum pernah saya lihat pemandangan pantai selatan seperti ini sebelumnya. Saya malah merasa bagai sedang melihat wallpaper pulau-pulau permai di Samudera Pasifik. Atau tinggal sebar kawanan domba di antaranya, voila, jadilah wallpaper New Zealand.

Tapi ini di Kebumen, lho! Pantai Menganti ini berhadapan dengan Samudera Hindia. Dan masyarakat di pesisir selatan Jawa percaya akan keberadaan Kanjeng Ratu Kidul sebagai penguasa mistis laut selatan. Sesungguhnya saya berharap akan menemukan legenda lain yang menarik yang berhubungan dengan asal-usul pantai Menganti, namun setelah saya riset di pustaka maya pun kisah-kisah yang beredar belum bisa diyakini sepenuhnya.

pantai menganti lembah mengunengpantai menganti gazebopantai menganti tebing

Jembatan Merah Gebyuran

Tak jauh dari Lembah Menguneng, terdapat satu spot lain yang tak kalah menarik bagi pengunjung. Ialah sebuah jembatan kayu yang dibangun melintasi bebatuan karang di bawah sana. Sebenarnya tak ada yang istimewa dengan lokasi yang dijembatani, justru jembatan kayu berwarna merah inilah yang menjadi daya pikat pengunjung. Sebuah anjungan kecil di tengah jembatan dibangun dengan bingkai persegi dan dihiasi sulur-sulur tanaman hias. Mereka yang gemar mengambil gambar romantis pasti bakal lama menghabiskan waktu di jembatan ini.

Sayangnya, saya bukan orang yang seperti itu.

Biasanya untuk menghabiskan waktu di pantai selatan yang berombak ganas, saya hanya bermain pasir atau mengikuti bapak duduk mencangklong di atas karang sambil memancing ikan. Saya lihat di dekat jembatan merah inipun terdapat 1-2 orang pemancing tengah duduk di atas karang sembari menunggui kail mereka. Tapi sayangnya saya tak berkesempatan untuk mendatangi mereka dan menanyai gerangan apa ikan yang biasa didapat di perairan ini.

pantai menganti jembatan merah gebyuranpantai menganti jembatan merah

Sesungguhnya pantai Menganti adalah lokasi ideal untuk duduk-duduk santai menikmati suasana pantai selatan. Sejujurnya ini adalah kunjungan tersingkat saya, jangankan untuk bermain pasir di pantai, sekadar duduk-duduk santai pun tak bisa berlama-lama karena kami masih ada kunjungan ke lokasi berikutnya. Tapi di sisi lain saya sudah sekejap menyaksikan bahwa pantai Menganti memang layak untuk disambangi. It’s another kind of charm of the south sea. Percaya, deh!

Salam dari selatan.

 

Disgiovery yours!

pantai menganti lembah menguneng

Disclaimer:

Perjalanan ke pantai MengantiΒ terselenggara atas undangan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah dalam kunjungan blogger & media #famtripJateng ke kab. Purworejo dan kab. Kebumen 2017 #JatengGayeng #visitJawaTengah

 

Pantai Menganti | Salam dari Selatan

25 thoughts on “Pantai Menganti | Salam dari Selatan

    • March 9 at 17:45
      Permalink

      Nama Menganti emang berbau Bali ya, panoramanya pun seperti di pesisir selatan Bali πŸ™‚

      Reply
  • March 9 at 22:31
    Permalink

    Motif banget pantai Mengantinya, Kak Gio. Tebing yang tinggi dan resort diatasnya membuat tempat itu spektakuler untuk ditinggali beberapa saat. Mistis kalian mendengar bila malam sudah larut terus mendengar hempasan ombak Di dinding tebing itu

    Reply
    • March 9 at 23:08
      Permalink

      Tebing-tebing tinggi jadi unggulan Menganti sepertinya, mbak. Debur suara ombak di malam hari memang membius, antara mistis dan dinamis #opoiki

      Reply
  • March 9 at 23:32
    Permalink

    Sukak banget baca tulisan2mu mas Gio.. pembukanya romantis. Mengalir dan enak…. tiba2 udah selesai. Yah.

    Itu ada akunya kecil..hihi..Menganti memang apik ya..aku suka. Bukitnya menjulang mengenakkan indera. Aku belum sempet nulis..PR menumpuk..haha.

    Reply
    • March 9 at 23:56
      Permalink

      Wow, terima kasih lho mas Insan, secara dirimu juga keren penulisannya πŸ™‚

      Iya, bukit & tebing tinggi bikin Menganti tampak eksotis dibandingkan pantai selatan lainnya yang pernah aku datangi. BTW selamat mengerjakan PR kalo gitu! πŸ˜‰

      Reply
  • March 10 at 06:33
    Permalink

    Foto penutupnya ada akuuu. tapi dari belakang. hiks πŸ™
    sedihnya adalah waktu ke sini, aku cuma terfokus sama satu titik tempat. kurang jalan-jalan. jadinya kurang dapet foto yang bervariasi πŸ™
    harus ke sini lagi deh. sama bawa pacar kali ya kalo ke sini *eh

    Reply
    • March 10 at 11:36
      Permalink

      Hahaha dadah-dadah dong ke kamera biar keliatan mukanya πŸ˜‰

      Balik kesini gak harus nunggu bawa pacar kok, bawa harapan juga bisa #ehgimana

      Reply
  • Pingback: Pengalaman Susur Gua Barat | Traveler Galau

  • March 10 at 07:44
    Permalink

    Gazebo-gazebonya kecil cocok buat pacaran…wkwkkw

    Sayangnya pas berkunjung waktunya terlalu singkat, kurang bisa menemukan hal lain yang lebih unik, πŸ™‚

    Gaya penulisannya keren Om Gio… πŸ˜€ suka bacanya… Hoohoh

    Reply
    • March 10 at 11:38
      Permalink

      Aku malah agak prihatin sih tll banyak gazebo, beberapa tersembunyi, semoga nanti rutin ada patroli πŸ™‚

      Iya betul kunjungannya tll singkat, jadi kurang eksplorasi. Makasih anyway mas! πŸ™‚

      Reply
  • March 10 at 08:35
    Permalink

    “Manganti” ini sendiri artinya apa ya Mas, kalau menurut penduduk sekitar sana, hehe. Pantainya keren. Pernah saya ingin ke sini dengan sepeda motor waktu di Kebumen namun urung karena menurut orang-orang jalan kemari susah banget dan rusak, apa iya? Melihat gapura dan fasilitas jembatannya sih sepertinya saya akan tidak percaya, menurut saya fasilitasnya sudah lumayan bagus. Kontras jembatan merah itu memang apik sekali jika difoto yak, hehe. Secara umum medan pantainya memang agak sulit namun itulah yang membuat keindahannya berkali lipat. Semoga suatu hari nanti bisa sambang ke sana, amin.

    Reply
    • March 10 at 11:40
      Permalink

      Kalau saya googling sih konon artinya ‘menanti’, hahaha so simple ya πŸ™‚

      Terakhir kemarin sih jalanan dan fasilitasnya sudah memadai. Jembatan merah memang jadi identifikasi sendiri, semoga tetap terawat, dan semoga Gara bisa berkunjung kesana nanti! πŸ™‚

      Reply
  • March 10 at 08:39
    Permalink

    Jembatannya hits, anak-anak muda pasti suka di jembatan merah itu, termasuk saya yang masih muda hahaha

    Reply
    • March 10 at 11:42
      Permalink

      Hahaha iya mas percayaaaa πŸ˜‰ Jembatannya emang Instagrammable sih, bakal jadi spot foto favorit!

      Reply
  • March 10 at 11:13
    Permalink

    Pemandangannya yang asyik di sini mas. Gazebo dan bukit hijau malah terlihat menarik daripada pantainya. πŸ˜€

    Reply
    • March 10 at 11:44
      Permalink

      Ahahaha betul, hasil foto di kamera saja lebih banyak terarah ke bukit daripada lautnya πŸ˜€

      Reply
  • March 11 at 14:35
    Permalink

    saya sepakat kalo laut selatan itu punya pesonanya sendiri, terlepas dari berbagai mitos yg menyertainya. Menganti meskipun tidak memiliki garis pantai yg landai, tp bisa disulap dengan cantik. kreatif!

    Reply
    • March 11 at 21:51
      Permalink

      Ah komentar yang apik sekali! Saya malah lupa mendeskripsikan pantai landai di Palabuhan Ratu πŸ™‚

      Reply
    • March 17 at 19:31
      Permalink

      Bagus banget memang apalagi tebing-tebingnya πŸ™‚
      Ayo dicatet namanya Menganti biar gak lupa πŸ˜‰

      Reply
  • March 21 at 18:55
    Permalink

    Aih ternyata ada yang keren juga di selatan selain Ciletuh, aku suka dengan pemandangan tebing-tebing dan lautnya, tempatnya juga bersih dan terawat. Kesana ah nanti pas long weekend!

    Reply
    • March 22 at 12:01
      Permalink

      Aku malah belum pernah ke Ciletuh! Sepertinya pantai-pantai bertebing tinggi juga ya kayak pantai Menganti ini. Masukin bucket list ah!

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *