wisata bitung panca pesona

Disgiovery.com

BITUNG dalam lansekap adalah Gunung Duasudara dan Pulau Lembeh. Bagi yang baru pertama kali berkunjung ke Bitung (1 jam perjalanan darat dari Manado) pastilah akan takjub melihat gunung Duasudara yang tampak mendominasi pemandangan. Gunung Duasudara ini tampak berpuncak dua (meskipun sebenarnya terdapat 3 puncak), mempunyai tinggi 1.361 mdpl, dan lama pendakian menuju puncak gemilang cahaya biasanya memakan waktu 4 jam. Vegetasi di lereng gunung Duasudara didominasi pohon enau.

Pulau Lembeh dari udara berbentuk seperti perisai sabit yang melindungi kota Bitung dari terjangan ombak samudera Pasifik. Itulah yang menyebabkan perairan di selat Lembeh tetap tenang sepanjang tahun. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menyeberang dengan kapal feri dari Bitung ke Lembeh.

wisata bitung gunung duasudara

Tapi Bitung lebih dari itu.

Festival Pesona Selat Lembeh 2016 dengan tema Colorful Bitung telah mendaratkan saya dan teman-teman Ayojalanjalan.com di timur laut bumi Minahasa untuk menjelajahi panca pesona wisata Bitung. Memang kunjungan kami singkat dan terbatas, tentu tak bisa menjustifikasi apa yang dimiliki Bitung dan sekitarnya. Tapi daftar di bawah ini semoga bisa memberi sedikit gambaran singkat mengenai warna-warni pesona wisata Bitung yang sebenarnya.

“Pemirsa, lihatlah di hadapan kita pemandangan gunung Dua Dara!”

..
.
“Gunung Duasudara, kakaaaak!”

Hening pecah oleh tawa. Teman saya salah ucap, tapi dimaklumi. Maklum baru kunjungan perdana. Live report versi Instagram Story-nya langsung batal, dan segera diganti dengan penyebutan nama gunung yang benar. Daripada salah lagi, mari kita simak Panca Pesona Wisata Bitung di bawah ini.

 

Pesona Bahari

Selat Lembeh

Saya sudah lama mendengar keberadaan selat Lembeh dari teman-teman scuba diver. Underwater selat Lembeh terkenal akan kegiatan muck diving (macro underwater photography). Percaya atau tidak, selat Lembeh sendiri punya 95 destinasi titik selam. Luar biasa mengingat perairan ini pun dilalui oleh kapal-kapal besar dari/ke pelabuhan Bitung namun kondisi perairannya dapat tetap terjaga.

Belum punya lisensi diving? Tak usah kuatir, kegiatan snorkeling pun tetap dapat dilakukan semisal di sekitar Rumah Apung Kareko, Hutan Bakau Pintu Kota, ataupun Taman Wisata Alam Batu Angus.

Pantai Walet

wisata bitung pantai waletTeman saya menyebutnya Laut Hitam, dan saya sepakat. Pasir di pantai ini hitam legam, akibat aktivitas vulkanis Gunung Tangkoko di masa lampau. Bebatuan karang yang berasal dari lava dingin tampak menghitam di sekitar pantai. Bagi saya ini eksotis. Bahkan pemandu kami bilang jika turis-turis asing yang datang ke Bitung lebih memilih pantai pasir hitam dibanding pantai pasir putih karena lebih langka dan unik.

Pantai Serena

wisata bitung pantai serenaBerada di pulau bernama sama, pantai ini hanya dapat didatangi pada saat laut surut. Pantai ini dibatasi tebing kapur berbentuk sabit dengan lubang besar bagai pintu gerbang di salah satu sisi, menjadikannya sungguh menarik perhatian bahkan dari kejauhan. Disarankan membawa pemandu lokal ke pantai ini karena ia tahu mana spot yang aman untuk berfoto dan mana yang tidak. Beberapa cekungan alami sewaktu-waktu masih dapat runtuh, dan arus pasang dapat menjebak sewaktu-waktu.

Pantai Baturiri

wisata bitung pantai batuririPantai pasir putih yang masih berada di kawasan sengketa sehingga mengakibatkannya tak terurus. Pondok-pondok bangunan tinggal puingΒ batu dan kayu. Namun hal ini mengembalikannya pada kondisi liar yang saya suka. Seorang perempuan tua bersama anjingnya mendiami pulau ini. Pengunjung dapat mandi air tawar di sini. Jangan lupa membayar retribusi pada sang perempuan penjaga.

Pantai-Pantai Lainnya

Keterbatasan waktu membuat kami tak sempat menyambangi beberapa spot di bawah ini. Pemandu kami menghibur dengan bilang: “Kalau sudah ke pantai Serena, tamatlah sudah pantai-pantai lainnya.” Hahaha! Tapi walau bagaimanapun kami masih penasaran, dan berharap dapat mengunjungi pantai-pantai ini di lain kesempatan:
Pantai Kahona
Pantai Kambahu
Pantai Kanada
Pantai Kasawari
Pantai Pareng
Pantai RCTI
Pantai Salise

Pesona Flora

Taman Wisata Alam (TWA) Batuangus

wisata bitung batuangusBebatuan lava berwarna hitam (kemungkinan berasal dari letusan gunung Tangkoko di masa silam) menjadi ciri khas TWA Batuangus. Savana hingga padang ilalang berlatar bebatuan karang hitam menciptakan pemandangan alam menakjubkan yang baru saya temui. Pada hutan lumutnya bahkan bisa ditemui edelweis (Anaphalis javanica) hingga beberapa species kantung semar (salah satunya Nepenthes maxima).

Lorong pada semak belukar mengantarkan pengunjung pada pantai berbatu koral hitam. Bukan hanya itu, susuri pantai hingga tiba pada sebuah laguna tersembunyi. Pengunjung banyak yang berenang-renang di sini. Sayangnya kami tiba pada suatu sore mendung sehingga laguna itu tampak bagaikan danau hitam yang penuh misteri. Pemandu kami bilang melakukan aktivitas freediving di laguna ini pada hari cerah sangatlah menakjubkanΒ karena sensasi petualangan yang berbeda.

Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih

wisata bitung batuputihTWA Batuputih adalah satu-satunya kawasan cagar alam Tangkoko yang bisa didatangi pengunjung. Sebagai kawasan konservasi, cagar alam tentu tidak dapat dikunjungi sesuka hati. Selain perlu mengurus perizinan sebelumnya, kehadiran pengunjung juga harus didampingi oleh petugas jagawana atau polisi hutan.

Cagar alam Tangkoko sendiri merupakan habitat hewan endemik seperti tangkasi (Tarsius spectrum) dan yaki (Macaca nigra), juga merupakan tempat tumbuhnya pohon enau, pohon eboni, dan pohon witung. Pohon enau dibudidayakan oleh pemerintah setempat di kaki gunung Duasudara demi kelestarian lingkungan. Pohon eboni yang hitam legam adalah ketakjuban saya dalam hutan, bak melihat raksasa hitam berkelindan dengan cabang-cabang pohon lainnya yang berwarna pucat. Pohon witung yang banyak tumbuh di pesisir pantai adalah cikal bakal nama Bitung yang sebenarnya.

Ekowisata Mangrove Pintu Kota

wisata bitung pintu kotaHutan bakau sudah biasa. Tapi hutan bakau Pintu Kota ini luar biasa karena terletak di sebuah teluk dimana untuk mendatanginya dari laut pengunjung harus melewati mulut teluk yang diapit dua tebing tinggi. Bak pintu gerbang gaib ke kerajaan antah berantah. Terletak di pulau Lembeh, hutan bakau ini mempunyai luas sekitar 4 hektar dengan 4 jenis mangrove: Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Soneratia alba, dan Soneratia caseolaris.

Pesona Fauna

Yaki (Macaca nigra)

wisata bitung yakiSeumur-umur belum pernah saya begitu tertarik ingin menjumpai keluarga monyet di habitat aslinya. Rasanya seperti menemukan kepingan puzzle yang hilang, hahaha! Yaki ini memang menarik, selain bulunya yang hitam legam termasuk jambul di kepala, juga karena bagian bokongnya berwarna merah muda dan berbentuk love. Love-love di hutan!

Yaki adalah hewan endemik Sulawesi Utara yang sudah dalam status dilindungi. Walaupun hidup di alam liar, Yaki termasuk jinak, atau mungkin mereka sudah terbiasa melihat kehadiran manusia di cagar alam Tangkoko ini?

Tangkasi (Tarsius spectrum)

wisata bitung tangkasiSeperti halnya Yaki, inilah hewan endemik Sulawesi Utara dan sekitarnya. Tangkasi lebih dikenal dengan nama ‘tarsius’, primata terkecil ini hanya berukuran sebesar telapak tangan orang dewasa. Saya selalu membayangkan tangkasi sebagai sepupu koala karena penampilannya yang mungil dan menggemaskan. Mereka adalah hewan nocturnal, hanya aktif bergerak di malam hari untuk mencari makan. Bertemu langsung dengan tangkasi di habitat aslinya adalah momen berharga bagi saya.

Muck Diving around Lembeh Strait

Perairan di selat Lembeh terkenal akan aktivitas muck diving alias macro underwater photography. Siapa saja modelnya? Banyak! Namun yang jadi primadona adalah pigmy seahorse, mimic octopus, dan hairy frogfish. Sayangnya keterbatasan waktu membuat kami tak sempat melakukan fun diving di sini. Tapi melihat hasil foto teman-teman diver memang membuktikan bahwa bawah air selat Lembeh sungguh kaya akan pesona fauna.

Pengamatan Burung di TWA Batuangus & TWA Batuputih

Tercatat setidaknya 233 species burung berada di kawasan ini, termasuk di antaranya burung rangkong dan burung maleo yang dilindungi. Tahukah kamu jika burung maleo biasanya pingsan usai bertelur? Tanya kenapa!

Pesona Industri

Industri Perikanan

wisata bitung cakalangBitung kerap juga disebut kota cakalang karena hasil tangkapan laut khususnya cakalang yang melimpah. Kunjungan ke pelabuhan perikanan bisa menjadi destinasi menarik. Tak hanya cakalang, kami juga sempat melihat satu bak besar ikan sarden segar yang siap dikirim ke lain kota. Hasil tangkapan laut segar seperti tuna menjadikan sashima sebagai sajian kuliner khas Bitung. Sashima adalah irisan segar daging tuna yang dicelup bumbu khas Minahasa (kecap manis, kecap asin, jahe, cabai, serai, daun kemangi, dan gerusan kacang tanah). Selain itu masih ada pula industri pengolahan cakalang atau hasil laut lainnya seperti abon cakalang dan sambal roa. Jangan lupakan smokol (sarapan) berupa nasi kuning dengan abon cakalang, telur rebus, sambal, dan daging (optional). Olala, lapar pun menjadi!

Industri Perkapalan

wisata bitung pelabuhanMungkin tak ada yang menyangka jika galangan kapal terbesar se-Indonesia Timur saat ini berada di kota Bitung. Pelabuhan Bitung sendiri termasuk pelabuhan internasional terbesar di kawasan timur. Namun yang bikin saya takjub adalah, kondisi lingkungan di perairan sekitar pelabuhan tetaplah terjaga dengan baik. Padahal tiap mendengar kata ‘pelabuhan’ bayangan saya adalah kotor dan semrawut. Rasanya nyaris tak percaya wisatawan bisa leyeh-leyeh di pantai atau menyelam di kedalaman mengamati hidupan laut sementara di dekat situ terdapat kapal-kapal besar hilir mudik, termasuk di antaranya mengangkut produk kebanggaan Sulawesi Utara yakni minyak goreng Bimoli (Bitung Manado Oil).

Keberadaan perahu pelang, alias perahu tradisional penangkap cakalang, semoga saja tidak tergusur oleh kehadiran kapal-kapal modern di Bitung. Berwisata menggunakan perahu pelang sepertinya bisa menjadi alternatif wisata Bitung yang menarik.

Pesona Sejarah-Budaya-Religi

Monumen Trikora

wisata bitung monumen trikoraDibangun pada akhir tahun 80-an untuk mengenang Operasi Trikora (pembebasan Irian Barat) yang menjadikan Bitung sebagai salah satu posko. Terdiri atas tiga menara dengan satu tugu yang paling tinggi di tengah, menara Trikora terlihat gagah menjulang di pulau Lembeh, bahkan terlihat dari pelabuhan Bitung. Terdapat pula saksi sejarah Trikora berupa sebuah pesawat DC-3 yang diletakkan di sisi monumen.

Monumen Jepang

wisata bitung monumen jepangDibangun atas kerjasama Jepang dan Gubernur Sulawesi Utara pada tahun 1987 untuk mengenang tentara Jepang yang tewas di Bitung pada saat Perang Dunia II. Monumen ini berupa batu besar yang bertuliskan aksara kanji Jepang. Sayangnya tak ada terjemahan dalam bahasa Inggris ataupun Indonesia. Lokasinya di atas bukit sehingga punya panorama memukau ke arah selat Lembeh ataupun gunung Duasudara.

Patung Tuhan Yesus Menyambut

wisata bitung patung yesusPada awalnya kami kira gambar yang ditunjukkan adalah patung Tuhan Yesus di Rio de Janeiro, tapi ternyata bukan. Ini adalah patung Tuhan Yesus di pulau Lembeh, punya tinggi 35 meter (sedikit lebih tinggi dari patung di Brazil sana), dan posisinya menghadap samudera Pasifik. Pada saat kami datang, konstruksi di sekitar patung masih belum selesai, namun dapat dibayangkan betapa megahnya ia berdiri nanti. FYI, posisi patung ini pun dapat terlihat dari balik jendela pesawat yang melintas di atas Bitung dan Lembeh.

Objek Wisata Lainnya

Memang tak bisa semua objek wisata dapat dikunjungi dalam waktu terbatas. Berikut beberapa objek wisata lain yang mungkin bisa dijadikan rekomendasi:
Gereja Sentrum
Gereja Stella Maris
Masjid An Nur
Kelenteng Seng Bo Kiong
Mawali Wreck
Monumen Xaverius Dotulong

 

Disgiovery yours!

Jelajah Panca Pesona Wisata Bitung
Tagged on:         

28 thoughts on “Jelajah Panca Pesona Wisata Bitung

  • October 15 at 21:46
    Permalink

    Banyak kata untuk memuji Pulau Lembe ini, Kak Gio. Tapi bisa diringkas menjadi satu kata saja: Cantik!

    Ini seperti mutiara yang masih tersimpan di dalam cangkangnya. Tapi tak perlu menunggu matang untuk dituai oleh para wisatawan πŸ™‚

    Reply
    • October 16 at 03:52
      Permalink

      Wah rangkaian kata mbak Evi menghanyutkan… Bagai arus selat Lembeh yang tenang menghanyutkan, hehehe πŸ™‚
      Sudah pernah ke Bitung ya mbak, apa saja yang jadi favorit di sana?

      Reply
    • October 16 at 03:53
      Permalink

      Inginku lebih lengkap dan informatif malah, hehehe πŸ˜‰
      Thank you! Tangkasi bikin meleleh ya πŸ™‚

      Reply
  • October 16 at 14:36
    Permalink

    Aduh, pas liat foto pertama langsung istighfar… πŸ˜€ Pemandangan Gunung Duasudara bener-bener memanjakan mata. Adem liatnya. Btw mengenai pantai pasir hitam, beberapa hari yang lalu aku sempet liat video di Facebook mengenai pantai berpasir hitam yang ada di Hawaii. Eh ternyata di Sulawesi Utara juga ada! Ahh, jadi pengen ke sana. Btw lagi tau kan kasus fotografer vs yaki yang sempat heboh karena si fotografer merasa foto selfi yang diambil seekor yaki hak intelektualnya ada di dia. Badai, ini sih yang ada kamu yang ngabibita..

    Reply
    • October 16 at 19:55
      Permalink

      Pantai pasir hitam emang unik, asli keren banget! Nah aku baru tau kalo foto selfie yaki itu jadi polemik. Biarpun si yaki yang jepret sendiri fotonya, tapi karena dia bukan makhluk intelektual, jadi kemungkinan copyright tetap jadi hak milik si pemilik kamera. Ya gak sih πŸ˜‰ Wah Bama musti coba sashima, alias sashimi lokal, hmmmm! #ngabibita

      Reply
      • October 16 at 20:46
        Permalink

        Sashima itu dari ikan apa? Sama kayak sashimi kah?

        Reply
        • October 20 at 06:10
          Permalink

          Yang kemarin aku dapati sashima dari ikan tuna segar. Mungkin ada juga yang pakai ikan segar lainnya…

          Reply
  • October 19 at 10:59
    Permalink

    wadaw tulisannya lengkap, foto-fotonya bagus semua.
    tempat wisata alamnya juga menggoda. aaakkk *acak acak rambut* *rambutnya Raisa*

    Reply
    • October 20 at 06:16
      Permalink

      Hehehe thank you kak! Kadang foto bagus cuma medium karena alam aslinya memang sudah indah πŸ™‚

      *ikut acak2 rambut Raisa*

      Reply
  • October 20 at 10:25
    Permalink

    Huaaa mupeng! apalagi jumpa Tarsiusnya. Soalnya nganu… imutnya kayak aku *mas Aldi kejengkang

    Gimana dengan kuliner di sana mas?

    Reply
    • October 20 at 12:30
      Permalink

      Hahaha iya deh iya, jadi pengen jumpa tarsius di Palembang πŸ˜€

      Kuliner khas Bitung sepertinya sashima (alias sashimi ikan tuna), tapi kami belum sempat eksplor lebih jauh. Semoga kesampean next time πŸ™‚

      Reply
  • October 20 at 13:37
    Permalink

    The Royal Family itu wao banget matanya.

    Ak gak jd pose koper di Patung Tuhan Yesusnya hiks

    Reply
    • October 20 at 16:32
      Permalink

      Semoga kesampean pose koper next time, atau siapa tau langsung di Rio de Janeiro sana, hehehe πŸ˜‰

      Reply
    • November 5 at 10:00
      Permalink

      Gunung Duasudara dan selat Lembeh di Bitung emang bikin suasana alam Bitung sungguh asri!

      Reply
  • November 10 at 04:33
    Permalink

    Dirimu harus ambil sertifikat diving dan nyobain nyelam di Lembeh deh. Makhluk bawah lautnya unik-unik dan beragam jenisnya. Dijamin betah deh nongkrong di dasar lautnya sambil mengamati mahkluk-makhluk itu. Gak aneh makanya jika kemudian Lembeh dikenal sebagai Mekkah nya Fotografi Makro πŸ™‚

    Eh tapi yang aku kangenin dari Lembeh/Bitung, selain pelabuhannya yang bersih adalah sashimi lokal dan nasi kuningnya. Sluuurp banget!

    Reply
    • November 10 at 19:31
      Permalink

      Kepingin banget nyobain diving di Lembeh! Moga kesampaian dapetin sertifikatnya, amin!

      Aku belum coba sashimi-nya, huhuhu πŸ™

      Reply
  • November 14 at 08:34
    Permalink

    baca ama liat-liat potonya aja udah kesengsem euuy…kapan yak bisa ksana

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *