Padmanabhapuram Palace

Disgiovery.com

KAKI-kaki telanjang kami menapak di sebuah ruangan luas berlantai semen. Tapi tunggu dulu, ternyata lantai ini bukanlah dari semen, melainkan dari kombinasi unik pasir sungai, kayu arang, batok kelapa, air kelapa, putih telur, gula tebu, dan jeruk nipis! Entah bagaimana mereka bisa menemukan resep unik ini yang bahkan tak bisa ditiru hingga kini. Dan ajaibnya adalah sudah 450 tahun lebih lantai ini tak perlu di-pel. Bayangkan, 4,5 abad!

Saya memandangi pantulan kaki-kaki kami yang tak beralas di lantai gelap. Selaput debu tipis terasa di telapak kaki, namun harus diakui lantai ini masih terasa licin setelah berabad-abad terinjak oleh ribuan kaki. Mungkin disinilah letak legendanya, berupa resonansi jejak segala zaman. Jika saya bisa memindai lantai dengan kekuatan mutan, mungkin akan terdeteksi yang mana jejak-jejak Maharaja (dan mungkin jejak-jejak Permaisuri yang tengah mencari para selir yang jejak-jejaknya seperti menghindari beliau).

Kami tengah berada di Padmanabhapuram Palace, komplek istana peninggalan kerajaan Travancore di India bagian selatan. Walau dari luar Padmanabhapuram Palace terlihat seperti bangunan museum biasa, namun komplek istana ini ternyata luas memanjang dan berliku-liku (kami bahkan dianjurkan untuk tetap berada dalam grup, menghindari kemungkinan tersesat). Walaupun berada di masa kini, namun ruang waktu di sekeliling bagai membawa kami terdampar ke masa silam.

kerajaan travancore padmanabhapuram floor

Sekilas Kisah Kerajaan Travancore

Konon cikal bakal kerajaan Travancore sudah dimulai sejak abad VII melalui kepangeranan kecil bernama Venad di wilayah kerajaan Ay. Setelah kekuatan Ay sirna di abad X (Selamat tinggal, Ay! Hiks! 🙁), Venad menjadi bagian dari kerajaan Chera II. Dinasti Chera II berakhir pada abad XII, Venad pun merdeka menjadi kerajaan sendiri. Abad XVI raja Marthanda Varma mewarisi Venad yang mulai pudar, dan di bawah kendali beliau terbentuklah kerajaan Travancore dengan wilayah kekuasaan yang diperluas (1729-1758).

Pada masa jayanya di abad XVIII kerajaan Travancore menguasai wilayah Kerala tengah dan selatan, sekaligus distrik Kanyakumari di bagian paling selatan Tamil Nadu. Kerajaan Travancore pernah memenangkan pertempuran melawan VOC (1739-1753) sehingga menghentikan ambisi kolonial Belanda di wilayah India. Sialnya VOC masih punya kuku di Nusantara, jadi makin caper & baper-lah mereka di tanah air kita.

Berkat persekutuan dengan English East India Company, kerajaan Travancore sempat menjadi negara kepangeranan Britania Raya, sebelum akhirnya bergabung dengan India merdeka pada 1947. Dua tahun kemudian kerajaan Travancore bergabung dengan kerajaan Cochin membentuk negara bagian Travancore-Cochin. Setelah distrik Malabar bergabung pada 1956, resmilah terbentuk negara bagian Kerala hingga saat ini.

kerajaan travancore artefak

Fakta Menarik Padmanabhapuram Palace

Benteng Granit di Kaki Bukit

Istana ini dikelilingi benteng granit sepanjang 4 km, di kaki perbukitan Veli yang merupakan rangkaian pegunungan Western Ghats. Terletak sekitar 20 km dari Nagercoil, atau 50 km dari Thiruvananthapuram, lokasi istana ini berada di distrik Kanyakumari di Tamil Nadu, namun secara administratif tetap berada di bawah Kerala.

istana kerajaan travancore
[pic from google]

Istana Kayu Terbesar Asia

Komplek istana ini mulai dikonstruksi pada 1601 oleh penguasa Venad, dan dibangun ulang oleh raja Travancore pada 1750. Hampir keseluruhan bangunan istana terbuat dari kayu dan sama sekali tidak menggunakan paku melainkan panel kayu yang saling mengunci. Mengadopsi arsitektur khas Travancore yang penuh dekorasi dan ukiran termasuk mural, bangunan ini pada masanya adalah tempat tinggal keluarga kerajaan Travancore.

kerajaan travancore singgasana

Istana Ratu Paling Rumit

Alias Thai Kottaram, adalah bangunan tertua yang dibangun tahun 1550 bahkan sebelum komplek istana Padmanabhapuram dikonstruksi. Sesuai gaya tradisional Kerala, terdapat sebuah pekarangan dalam yang disebut ‘nalukettu’. Pilar-pilar kayu penuh ukiran rumit di dalam bangunan ini diambil dari batang pohon nangka. Saya bukan ahli kayu atau pertukangan, tapi setahu saya pohon nangka adalah tempat ideal bersarangnya genderuwo (jadi ada motif apa gerangan sang raja membangun istana ratu menggunakan pilar kayu dari pohon tsb?). Langit-langit istana dilukis dengan 90 desain floral berbeda. Lantai di istana ini bersemu merah karena dipoles menggunakan ramuan darah perawan kembang sepatu.

kerajaan travancore ornamen

Bangunan Fungsional Unik Lainnya

Ada Mantrasala (Kamar Raja) yang berjendela mika warna-warni, fungsinya untuk mengusir panas dan debu sehingga keseluruhan interior tetaplah sejuk dan gelap. Ada Nataksala (Aula Pertunjukan) yang berpilar granit berlantai hitam, dilengkapi dengan lubang intip bagi para wanita keluarga kerajaan yang hendak menyaksikan pertunjukan. Selain itu masih ada bangunan 4 lantai di tengah komplek istana yang mempunyai ragam fungsi (kamar paling atas diperuntukkan bagi peristirahatan sang dewa). Bangunan paling selatan (Thekee Kottaram) kini sudah difungsikan sebagai museum.

kerajaan travancore dekor

Lorong Rahasia

Yang namanya rahasia memang menarik untuk disingkap. Charottu Kottaram adalah sebuah jalur rahasia yang dijadikan tempat perlarian bagi raja dan keluarganya jika terjadi keadaan darurat. Lorong ini menembus sekian kilometer ke suatu tempat tersembunyi (namanya juga rahasia). Sayangnya akses itu sudah ditutup. Tampaknya biarlah rahasia tetap menjadi rahasia.

kerajaan travancore hallway

***

Dari sekian banyak ruangan di komplek istana Padmanabhapuram, jujur tak ada satupun yang membuat saya betah berlama-lama terdampar di sana. Entah pengaruh cuaca yang saat itu sedang terik-teriknya (beberapa ruangan terasa pengap), ataukah masalah cahaya dalam ruangan yang bagi saya terlalu remang. Beberapa sudut dibiarkan gelap begitu saja. Seperti ada perasaan kosong setiap saya melangkah dari ruangan ke ruangan, dari bangunan ke bangunan. Kaki rasa berdebu setelah menapaki tangga demi tangga. Yang utama, saya tak mau ditinggal sendirian dalam bangunan ini, walaupun pada siang hari.

kerajaan travancore tangga

Tapi sebagai sebuah situs sejarah, Padmanabhapuram Palace memang layak kunjung. Ada banyak kisah dan artefak yang menggambarkan kejayaan kerajaan Travancore pada masanya. Selama kau mendapat pemandu yang informatif, niscaya akan ada tambahan wawasan menarik tentang peninggalan budaya ini. Selain komplek istana Padmanabhapuram, ada pula kuil Sri Padmanabhaswamy di kota Thiruvananthapuram yang terkenal akan timbunan harta karunnya yang juga merupakan peninggalan penting kerajaan Travancore.

Sebaiknya jangan sampai terlewat keduanya ya! 🙂

 

Disgiovery yours!

kerajaan travancore exit

Padmanabhapuram Palace | Terdampar di Istana Kerajaan Travancore
Tagged on:             

6 thoughts on “Padmanabhapuram Palace | Terdampar di Istana Kerajaan Travancore

  • March 29 at 07:14
    Permalink

    Terlihat indah banget, mas. Apalagi di sana harus lepas kaki. Semacam menjelajah ruang yang berbeda.

    Reply
  • March 29 at 14:29
    Permalink

    Seperti halnya bangunan candi-candi atau pemukiman kuno yang sudah ditemukan di Indonesia. Saya tercenung, membayangkan bagaimana mereka menyusun dan membangunnya dengan bahan alami dan terkesan “apa adanya”. Betapa mereka begitu cerdas memanfaatkan apa yang ada di sekitar dan menciptakan resep seperti yang diterapkan dalam kuil di tulisan ini. Awet bertahun-tahun. 🙂

    Reply
    • March 30 at 01:47
      Permalink

      Betul Qy, suka bikin termenung ya bagaimana teknologi pada masa lampau sebenarnya kadang melampaui imajinasi manusia zaman modern. Menurutmu ada sangkut pautnya dengan ilmu kebatinan/spiritual kah?

      Reply
  • November 26 at 21:56
    Permalink

    Istana nya agak suram ya mas, kurang pencahayaan kayaknya. Jadi Kalo keliling istana nggak boleh pake alas atau sendal gitu ya? Lantainya bersih ya? Nggak berdebu? Jangan jangan keluar istana tapak kaki sudah tebel sama debu.. Tapi itulah serunya kali ya..

    Reply
    • November 26 at 22:29
      Permalink

      Makanya saya juga gak betah karena pencahayaannya redup bahkan di siang hari. Semua tamu harus lepas alas kaki sebelum masuk. Tapi ya mungkin jadi berasa suasana jaman baheula seperti apa 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *