Nasi Bancakan (1)

NASI Bancakan Mang Barna & Bi Oom adalah rumah makan khas Sunda di kota Bandung yang jadi favorit kami. Antrian pengunjung selalu terlihat terutama pada saat jam makan siang. Namun cita rasa dan suasana yang ditawarkan memang bikin pengunjung balik lagi dan lagi.

Pengunjung tinggal antri di meja prasmanan, mengambil piring seng, lalu mengambil nasi liwet atau nasi timbel (dibungkus daun pisang). Lalu memilih sendiri beberapa menu dari sekian banyak yang disajikan dalam baskom-baskom seng: aneka pepes, tumis, jamur, jeroan, ayam, daging, cumi, dll. Ada panci berisi sayur asem, dan wadah berisi aneka lalap dan sambel. Ada pula meja khusus untuk ikan asin, ikan peda, dan teman-temannya, termasuk pete bakar.

Minuman tradisional yang jadi pilihan utama adalah es goyobod (semacam es campur ala Sunda dengan bahan utama adonan hunkue) dan juga es cincau.

Nasi Bancakan (3)

Nasi Bancakan (2)

Dalam beberapa kali kunjungan, menu pilihan saya pasti tak jauh dari ini:

– nasi liwet (syukur2 dapat keraknya yang gurih dan berwarna kecoklatan, saya si pemakan kerak doyan banget!)
– cumi item
– empal/paru goreng
– bakwan jagung
– lalap daun selada & poh-pohan
– sambel
– es goyobod
– teh tawar hangat dalam gelas seng

Rasanya memang enak (meski tak ada yang bisa dibilang ‘enak banget’), namun yang bikin istimewa adalah suasananya. Makan beramai-ramai di tengah suasana kedai ala perkampungan Sunda dengan meja kursi kayu atau duduk lesehan sungguhlah nikmat. ‘Bancakan’ sendiri berasal dari bahasa Sunda yang artinya ‘beramai-ramai’.

Bagaimana dengan harga? Murah meriah tentunya, untuk kelas restoran menengah di daerah strategis di tengah kota. Meski kalau mau coba RM Sunda lain di Bandung yang lebih nampol dan merakyat mungkin bisa coba makan di Warung Nasi Ibu Imas.

Nasi Bancakan (4)

Ada satu kisah cukup memalukan ketika kami berkunjung ke Nasi Bancakan untuk pertama kali. Usai membayar dan beranjak keluar ruangan, perhatian kami beralih pada sebuah spanduk kuning yang terbentang di atas lahan parkir.

Spanduk tsb menampilkan promosi Nasi Bancakan Mang Barna & Bi Oom, lengkap dengan foto profil keduanya. Sayangnya, foto Bi Oom yang memakai penutup kepala hitam malah (maaf) mirip foto laki-laki, dan sejenak kami tak bisa menebak yang manakah foto Mang Barna. Tebak-tebak buah manggis pun terjadi hingga berspekulasi jika Bi Oom adalah sebenarnya laki-laki yang menyamar, atau bahwa Mang Barna & Bi Oom adalah satu individu dengan dua kepribadian. Sungguh imajinasi yang kelewat batas.

Kemudian, seseorang menimpali bahwa foto mang Barna adalah yang sebelah kiri dan bi Oom yang sebelah kanan. Kami pun menoleh ke arah suara.

Seorang pemuda tersenyum, dia sedang duduk-duduk santai sambil merokok di pelataran parkir. Sosoknya mirip siluet karena duduk membelakangi cahaya.

“Saya anaknya Mang Barna!” sahutnya ramah.

Apa???

Belum hilang rasa kaget kami ketika ia menunjuk sosok berbaju hitam-hitam yang sedari tadi duduk di sebelahnya.

“Dan ini Mang Barna yang sebenarnya!”

APAAAA??? KYAAAAAAA!!!
*pingsanlah kami berjamaah*

Mang Barna menampakkan wajahnya dan tersenyum ramah. Entah seperti apa rupa kami saat itu, kaget bercampur malu tak terkira. Beruntung Mang Barna menanggapi dengan santai. Sungguh kami jadi tambah sungkan dibuatnya. Apalagi beliau malah mengajak kami foto bersama di bawah spanduk. Aduh, maafkan kelancangan kami tadi, Mang Barna!

*salim*
*untung tak ada Bi Oom, bisa-bisa kami dicekokin sambel segentong karena udah nebak sembarangan tadi*

Keramahtamahan Mang Barna membuat kami lekas menyingkirkan rasa malu, dan malah menaruh respect padanya. Terbukti sejak insiden memalukan itu, kami malah jadi sering mampir lagi dan lagi ke Nasi Bancakan.

Nasi Bancakan (5)
Muka-muka salah tingkah kami ketika diapit mang Barna dan anaknya.  Ingat spanduknya ya, mang Barna yang kiri dan bi Oom yang kanan!
*efek asap pada foto nyata adanya karena si pemotret (tukang parkir) sedang memegang puntung rokok*

Nasi Bancakan Mang Barna & Bi Oom

Jl. Trunojoyo no. 62, Bandung (sebelah resto Sambara)
Telp. +62 22 420 3650
Jam buka 10.00-22.00 WIB (weekdays) dan 09.00-22.00 WIB (weekend)

Nasi Bancakan Mang Barna & Bi Oom
Tagged on:     

4 thoughts on “Nasi Bancakan Mang Barna & Bi Oom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *