My-Packing-List---Clothes---Cover

Disgiovery.com

PACKING LIST saya sebenarnya bukan berupa daftar panjang harus bawa ini itu. Dalam perjalanan terkini saya selama 8 hari, saya berhasil membuat beberapa orang teman bertanya-tanya bagaimana caranya saya bisa mengemas semua barang bawaan untuk 8 hari hanya dalam sebuah tas backpack (dan masuk ke dalam kabin pesawat).

Triknya sederhana saja, light packing alias berkemas ringan. Bagaimana caranya supaya ringan? Tergantung dari bagaimana caramu mengemas, dan apa saja barang bawaan yang dikemas.

Meskipun tidak pernah membuat catatan di atas kertas, tapi berikut sedikit tips bagaimana saya memilah pakaian yang akan dibawa untuk perjalanan selama beberapa hari.

1. Baju

Pada zaman dahulu kala, kala mulai senang pelesiran dan negara api belum menyerang, saya selalu membawa baju sejumlah hari bepergian. Jadi misalkan saya berpesiar selama 5 hari, maka saya pasti membawa minimal 5 buah baju.

Tapi itu dulu.

Kini berdasarkan pengalaman pribadi, saya akhirnya menggunakan formula yang tepat untuk menentukan jumlah baju yang dibawa (setidaknya cocok diterapkan bagi diri sendiri). Catatan: saya memakai formula ini jika menginap di penginapan yang sama lebih dari 1 malam (supaya ada kesempatan menjemur pakaian).

H : 2 = jumlah baju yang dibawa

Dimana H adalah jumlah hari perjalanan. Jadi untuk trip 8 hari maka jumlah baju yang dibawa adalah 8 : 2 = 4 buah. Kasih bonus 1-2 buah untuk dikenakan saat tidur (kecuali jika kau gemar tidur telanjang dada).

Untuk hari ganjil tinggal dibulatkan ke atas. Saya pribadi belum pernah bepergian selama lebih dari 3 minggu non stop. Pun jika hal itu kelak terjadi, kemungkinan besar saya akan mematok H pada angka maksimal 20. Jadi mau pergi 20 hari, 30 hari, atau lebih, maka baju yang dibawa tidak melebihi 10 buah.

Tanya: Kok cuma sedikit, tidak takut kekurangan?

Jawab: Do your own laundry. Otherwise masih bisa beli yang baru toh? Tapi sebaiknya tetaplah mencuci sendiri demi kaidah light packing.

laundry
Do your own laundry won’t hurt your trip.

Dari formula di atas, maka daftar baju yang saya bawa biasanya meliputi:
[ v ] beberapa buah kaus/tshirt beda warna (favorit saya adalah kaos Barong karena ringan dan mudah kering)
[ v ] 1 buah kemeja (warna polos atau motif batik) yang bisa dipakai untuk acara khusus

2. Celana

Tak ada formula khusus untuk jumlah celana, tapi biasanya saya cukup membawa 1 buah celana panjang dan 2 buah celana pendek, berapapun jumlah hari yang ditempuh. Biasanya celana panjang pun sudah saya kenakan pada saat keberangkatan/kepulangan supaya mengurangi beban bawaaan.

[ v ] 1 buah celana panjang kargo (lebih baik lagi yang multi restleting atau bisa diubah menjadi celana pendek)
[ v ] 2 buah celana pendek (biasanya yang satu buah dikenakan untuk tidur)

3. Pakaian dalam

Dulu saya selalu membawa cadangan celana dalam disposable, tapi setelah mengenal klinik tong fang celana dalam dry fit (bahannya elastis seperti celana renang) yang mudah kering setelah dicuci, maka tak perlu lagi celana dalam kertas yang habis manis sepah dibuang alias sekali pakai lantas dicampakkan. Go green, man!

[ v ] 1 buah kaus dalam/long john (terutama jika pergi ke daerah dingin)
[ v ] beberapa buah celana dalam (hitungan jumlahnya sama dengan formula pada jumlah baju)

4. Kain Bali

Sehelai kain ini sungguh ringan dan serbaguna, dan sudah lama saya gunakan sebagai pengganti kain sarung. Kain yang cepat kering setelah dicuci ini dapat dijadikan pula sebagai syal, selimut, handuk darurat, ataupun sebagai alas duduk/tidur.

[ v ] 1 helai kain Bali

5. Penutup kepala

Bukan jilbab, bro! *cubit nih pake tang!* Sebagai pengganti topi, saya kerap membawa buff/mini scarf yang bisa diaplikasikan di leher, kepala, hingga menjadi penutup mata kala tidur.

[ v ] 1 buah buff atau mini scarf

6. Alas kaki

Biasanya pada saat berangkat dan pulang saya mengenakan kaus kaki dan sepatu supaya meringankan beban bawaan. Malah pada saat kunjungan ke pulau Timor kemarin, saya hanya mengenakan sandal gunung sahaja tanpa sepatu.

[ v ] 1 pasang kaus kaki (jika ke daerah dingin)
[ v ] 1 pasang sandal kasual atau sandal gunung (tergantung tujuan)

7. Jaket

mini-scarf-&-jaket-semi-blazer
OOTD at Rote Island. Mini scarf sebagai penutup kepala plus jaket semi formal 😉

Entah bepergian ke daerah panas ataupun dingin, saya pasti selalu membawa jaket (yang dikenakan ketika berangkat/pulang bepergian). Pilihan saya adalah jaket dengan hoodie, atau sesekali jaket semi formal (jika harus menghadiri acara khusus di tujuan).

Pasti pada gak percaya kalau jaket semi blazer keren yang saya kenakan di trip kemarin harganya hanya seratus ribu lebih sedikit. Berbahan baby-terry yang bisa menghalau terik ataupun mengusir dingin. Psst, saya kasih bocoran ya, jaket itu cuma ada di Zalora. Apalagi bulan 12 ini akan ada promo Harbolnas di Zalora.  Lekas klik tautannya buat cari tau 😉

[ v ] 1 buah jaket

8. Sport towel

Sport towel biasanya berbahan micro fiber, ringan dan tipis ketika dilipat. Jauh menghemat ruang ketimbang handuk biasa. Dalam kondisi darurat, bisa pula menggunakan lap chamois. Itu lho, lap serbaguna yang punya daya serap tinggi dan biasanya digunakan untuk mengeringkan body kendaraan, salah satu merk terkenal yakni Kanebo. Now you know 😉

[ v ] 1 buah sport towel

9. Additional: Special wear

me-in-wetsuit-&-mask
Kemasi pula pakaian/perlengkapan khusus sesuai hobi

Tergantung kebutuhan hobi/minat masing-masing. Saya sendiri yang hobi maen aer alias swimming/snorkeling/freediving, setidaknya selalu menyiapkan salah satu/beberapa kebutuhan berikut:
[ v ] swimsuit, celana renang yang biasa saya pakai biasanya bermodel trunk ataupun skin suit selutut
[ v ] wetsuit, supaya badan tidak terbakar matahari sekaligus mengurangi pemakaian sunblock (tahukah kamu, pemakaian tabir surya yang mengandung senyawa oxybenzone dapat merusak genetika terumbu karang)
[ v ] freedive mask

Daftar pakaian yang saya buat di atas hanyalah sekadar acuan. Pada intinya, hanya dirimu yang tahu kebutuhanmu sebenarnya.

Bagaimana dengan kalian kawan, apa ada tips memilah pakaian yang bisa di-share di sini? 🙂

 

Disgiovery yours!

 

Next on My Packing List : Toiletries

My Packing List : Clothes
Tagged on:

33 thoughts on “My Packing List : Clothes

  • December 2 at 01:54
    Permalink

    ‘ … tapi setelah mengenal celana dalam dry fit …’

    Hmm … kayaknya tau nih siapa yang memperkenalkan …

    Reply
  • December 2 at 15:50
    Permalink

    Baru tau ada celana dalam yang dry fit kak, berguna banget kalo dibawa utk plesiran. Thanks infonya kak 🙂

    Reply
    • December 2 at 20:00
      Permalink

      Kalo gak salah teknologi ini diperkenalkan Nike dengan drifit-nya. Sebenernya gampang sih, tinggal raba aja kainnya, pasti ketahuan mana yang ringan dan mudah kering atau mana yang tidak 😉

      Thanks juga kak Arie, moga bermanfaat ya..

      Reply
  • December 2 at 20:00
    Permalink

    Saya malah ga pernah bawa celana panjang. Kaos, formulanya masih 1 hari 1 kaos. Kl ke daerah panas basketnya nga tahan kakak, kasian temen seperjalanan hihihi

    Reply
    • December 3 at 10:26
      Permalink

      Hahaha tak masalah kak Leo, yg tau kebutuhan & kondisi kan memang diri kita sendiri 🙂 Thanks for sharing!

      Reply
  • December 3 at 11:57
    Permalink

    Ak malah pakai celana dalam yang udah di pakai di hari pertama pas mau pulang di hari terakhir, itu pun tanpa di laundry *Ini aib sih 🙂

    Reply
  • December 7 at 22:29
    Permalink

    Eh si baju Barong nongol! Jadi inget trip kita di bulan Juli kemaren. Aku pengalaman nyuci baju nih pas traveling kali ini, biasanya gak pernah nyuci secara travelingnya pun cuma beberapa hari. Nyucinya sih gak seberapa, bawa deterjennya yang agak ribet. Mau bawa deterjen bubuk tapi tar takut dicurigai itu bubuk terlarang. Bawa deterjen cair, eh sachetnya banyak yang bocor. Pernah satu kali bocornya gak ketulungan sampe aku keleyengan nyium bau Rin*o. 😀

    Reply
    • December 9 at 21:42
      Permalink

      Baju barong favorit, hahaha! Banyak yg ngincer tuh apalagi waktu dipake di Kerala.

      Nyium bau Rin*o? Maksudnya Rin*o Harahap? Praktis aja, nyucinya bisa pake sampo kok, trust me it works 😉

      Reply
  • December 8 at 06:11
    Permalink

    Khusus celana dalam bingung kak, mau bawa berapa aja,,, tapi kalau sewaktu – waktu bawa sedikit kehabisan terus nggak sempat nyuci di tempat penginapan, yaw beli aja di toko terdekat,, hehehe

    Reply
    • December 9 at 21:32
      Permalink

      Tips yang praktis, terima kasih!
      Nah masalahnya bagaimana kalau sedang bepergian ke daerah terpencil? 😉

      Reply
      • December 10 at 07:20
        Permalink

        Iyaw juga yaw (krik krik krik),,, yawdah deh manut kakak aja sesuai dengan perhitungan,,, hehehe

        Reply
        • December 10 at 21:58
          Permalink

          Hehehe terima kasih.. tapi gak ada paksaan. Cuma dirimu yang tau kebutuhanmu sendiri 😉

          Reply
  • December 10 at 16:53
    Permalink

    Ikut cara packing Kak Gio ah. Selama ini saya packingnya masih dodol, menerapkan prinsip H:1 hehehe..Dari sekarang harus merencanakan belanja, beli baju sekalian yang memang enak untuk traveling juga…Tks Kak Gio

    Reply
    • December 10 at 21:59
      Permalink

      Tergantung kebutuhan diri sendiri kok mbak, you know your own needs, hehehe. Tapi terima kasih sudah menjadikan postingan ini sebagai referensi 🙂

      Reply
  • December 29 at 10:51
    Permalink

    Sepakat dengan kain Balinya, Kakak ..
    Multifungsi banget itu benda. Buat selimutan bisa, buat alas duduk bisa, buat sajadah darurat bisa, yang dia ngga bisa cuma menghangatkan hati yang hampa aja deh kayanya. Eeaa .. 😡

    Reply
    • December 29 at 12:54
      Permalink

      #kodekeras nih! 😀

      Tapi kain Bali-ku udah sobek panjang nih, perlu diganti atau nunggu kiriman 😉 #kodelebihkeras

      Reply
  • January 1 at 04:27
    Permalink

    Ooo pantes aja bawaanmu lebih ringkas. Dirimu pakai rumus H:2 = x, sementara aku selalu pakai rumus 2H + 1 = x
    Jadi berapakah x, jika Lim x -> 0 2x +2?
    *lalu dibekep celana dalam dry fit*

    Reply
  • Pingback: Kembali ke Bali | Perihal Turis Lokal - DISGiOVERY

  • November 4 at 13:52
    Permalink

    Karena masih belum pernah travelling (dan ingin sekali bisa jadi travel blogger nantinya), bagi saya informasi dari Kang Gio ini sangat bermanfaat…. tangkayu Kang

    Reply
  • November 5 at 09:30
    Permalink

    waw manteeep nih, saya juga sering pake rumus kaya gini kalo lagi backpackeran keliling Jepang. hehe
    makasih infonya mas

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *