kota lama kupang

Disgiovery.com

ANDAI tiada tulisan ‘NUSANTARA’ tertera di dinding, mungkin saya bisa mengabarkan dunia maya jika sedang berfoto di Rio de Janeiro (or somewhere in Carribean), dan menguji kejelian pembaca apakah ada yang menyadari dimana sebenarnya kami berada.

Ya, kami sedang menapaki salah satu belahan Indonesia Timur, tepatnya di pelabuhan Kota Lama Kupang, NTT. Bahwasanya di sinilah lokasi tempat mendaratnya para perantau ataupun penjajah dari masa silam. Sebagian perantau datang membawa Islam (dan meninggalkan jejak pendudukΒ Muslim di kawasan ini). Sementara penjajah datang membawa misi rempah dan misionaris selain meninggalkan jejak pada bangunan-bangunan kuno yang sayangnya kini banyak tak terawat. Pelabuhan lama tempat mendarat sendiri masih berfungsi meski hanya sebagai tempat kapal-kapal nelayan menurunkan hasil laut.

Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan di sini, seperti berjalan kaki menyusuri wilayah kota tua dan mengamati peninggalan bangunan-bangunan zaman Belanda, menyambangi tugu Nol Kilometer, mengunjungi dermaga, membeli jajanan khas di Airmata (ini nama daerah lho ya), hingga makan malam seafood segar di Kampung Solor. Sebuah toko cinderamata yang menjualΒ tenun ikat yang koleksinya lengkap dari seluruh penjuru NTT pun berada di kawasan Kota Lama ini.

Tapi ada satu spot yang paling menarik perhatian kami semua.

mural-kota-lama-kupang
Area wajib senyum di kota lama Kupang (dan di manapun)
mural-kota-lama-kupang
Siapa sangka mural menarik ini ada di kota lama Kupang

 

Pada sebuah jalan di sisi pelabuhan terdapat lukisan mural pada dinding. Corak & warnanya yang mencolok langsung menarik perhatian meski mural ini hanya sepanjang sekitar 20 meter saja. Mural sisi kiri didominasi warna cerah (kuning, merah jingga, biru muda, bahkan ungu) dengan tulisan ‘AREA WAJIB SENYUM’ pada sebuah pintu. Spontan saya jadi tersenyum membacanya. Sementara mural sisi kanan didominasi warna biru dengan tulisan besar ‘NUSANTARA’ di sisi atas. Sisi paling kanan menampilkan sosok prajurit berkuda tanpa pelana meski penunggangnya memakai celana, dibubuhi tulisan ‘GREETING FROM EAST’ di sisi bawah. Secara keseluruhan mural ini mengekspresikan keramahan & keceriaan ala timur pada khususnya dan semangat persatuan pada umumnya.

Tulisan ‘UNITY IN DIVERSITY’ yang paling mengesankan saya. Lewat cerita beberapa warga lokal, saya melihat toleransi paling besar justru berada di daerah-daerah yang jauh dari ibukota. Mereka terbuka pada perbedaan suku maupun agama. Tak ada prasangka antar umat yang berlebihan di sini. Pada saat Natal penjagaan gereja dilakukan oleh pemuda Muslim, pada saat Lebaran penjagaan masjid dilakukan oleh pemuda Nasrani.

nusantara kota lama kupang
We represent Bhinneka Tunggal Ika ourselves, ada berbagai macam suku di antara kami tapi semuanya satu Nusantara, satu Indonesia!

Walau matahari sore masih terik-teriknya, tapi kami sibuk mengabadikan gambar di sini, di Kota Lama Kupang. Para penduduk lokal memperhatikan dari seberang jalan, senyum tersungging menampakkan gigi putih mereka di balik kulit legam. Tampaknya ini bagai pertanda selamat datang akan kedatangan kami di timur untuk misi #ExploreTimor. For me it’s truly a genuine welcome greeting from the east!

 

Disgiovery yours!

unity-in-diversity

Photo credit

Kompilasi foto pribadi dan foto kawan-kawan #ExploreTimor (Bobby, Dea, siapa lagi yang fotonya ada di sini?). Anyway thanks a bunch, guys!

Greeting From East | Mural Kota Lama di… Tebak di Mana?
Tagged on:                     

30 thoughts on “Greeting From East | Mural Kota Lama di… Tebak di Mana?

  • February 8 at 10:32
    Permalink

    Iya, keren banget muralnya, berasa bukan di Indonesia. Siapa yang menggambar mural ini? Harus ke sana ya agaknya supaya tahu secara langsung :hehe.
    Foto-fotonya keren-keren!

    Reply
    • February 9 at 05:30
      Permalink

      Nah info ini yang masih minim, semoga ada penduduk Kupang yang bersedia memberi informasi πŸ™‚
      Thanks Gara!

      Reply
  • February 8 at 22:22
    Permalink

    bisa nyaingin street art di penang kayaknya. Keren.
    paling suka sama tulisan area wajib senyum

    Reply
  • February 9 at 04:39
    Permalink

    Kak … somewhere in caribia itu nama makanan yaaa ??? macam tempe gambus gitu ??? #laluDigampar
    Trus itu kamu kenapa beli air mata ??? kan kamu bisa ngeluarin air mata sendiri #LaluDitabok #KABUR

    Reply
    • February 9 at 05:33
      Permalink

      Tempe gambus kaaaak, hahaha! πŸ˜€
      Tergantung kak Cum, airmata bahagia atau airmata enak? #eh

      Reply
  • February 9 at 07:38
    Permalink

    Kreatif sekali, ini benar-benar cara yang bagus. Bagi para pecinta mural, mereka dapat mengekspresikan segala kelihaiannya dalam melukis.

    Reply
    • February 9 at 07:45
      Permalink

      Betul sekali mas, daripada corat-coret gak jelas lebih baik disalurkan kreasinya πŸ™‚
      Di sini lain hal ini bisa menarik wisatawan berkunjung.

      Reply
  • February 9 at 16:04
    Permalink

    Tempatnya memang nyeni mas,,, keren abis buat foto. Aku sempat tertipu juga ew, tak kira dimana gitu. Eh gambar yang terakhir ituloh mas,,, orang yang sedang memoto ikut foto juga, hahahahahaha (Area Wajib senyum) Gokil.

    Reply
    • February 10 at 04:45
      Permalink

      Waktu pertama melihat juga sempat pangling, sekaligus kagum bisa ada mural keren begini dan belum banyak diberitakan πŸ™‚

      Reply
  • February 9 at 17:02
    Permalink

    Pesan mengenai persatuan dan perdamaian memang bener lebih terasa di daerah-daerah yang jauh dari hingar bingar ibukota, itu kesan yang aku dapat. Btw itu foto rame-ramenya cocok buat promo serial TV, serial apapun itu. πŸ™‚

    Reply
    • February 10 at 04:47
      Permalink

      Kesan yang sama kurasakan adanya.
      Btw serial apapun asal bukan Animal Planet ya Bam, hahaha!

      Reply
  • February 10 at 08:32
    Permalink

    tepat 2 tahun yg lalu aku lewat sini dan sempat foto tembok ini jg..tapi cuma tembok biasa, ga ada muralnya,hehe
    waktu itu mikir jg kalo temboknya dicat unik gitu pasti terlihat lebih menarik, dan ternyata sekarang memang lebih menarik, hehe

    Reply
  • February 10 at 10:37
    Permalink

    Airmata putri duyung yang di pirate of carribean ya kakak?
    Obat abadi tuu hihi

    Reply
  • February 12 at 12:56
    Permalink

    Mirip yg ada di Penang juga menurutku :D. Mungkin bisa sedikit meniru Favela Art Village di Rio de Janeiro tuh, install mural raksasa sebagai salah satu strategi pariwisata πŸ™‚
    Btw, gayanya mbak Indri paling hits!

    Reply
    • February 15 at 07:11
      Permalink

      Iya, sepertinya mural sudah menjadi daya tarik wisata di berbagai negara.

      Kak Indri mah setiap saat tampil gaya #eaa

      Reply
  • May 30 at 11:26
    Permalink

    Kawan kawan, Mas Gio terutamanya, trimakasih udah share karya ini.. Karya karya ini kami buat pas acara pameran besar seni rupa bertajuk Untaian Solis, jadi karya di sebelah kiri karya yang di buat oleh teman teman Bandung, sedang yang sebelah kanan dari kami, teman teman Bali,..sebenarnya dari dua style kita coba gabung menjadi satu walau berbeda gaya ekspresi, dan sepertinya kami cukup berhasil menyatukan dua gaya ekspresi mural tersebut, trimakasih telah mengabadikan karya kami tersebut, terlebih memberikan kesejukan di kawasan timur Indonesia, itu berarti , karya kami telah diapresiasi, trimakasih kawan, saudara semuanya…Salam Budaya.

    Reply
    • May 31 at 11:00
      Permalink

      Halo bli, senang akhirnya mendapat kunjungan dari pelaku seni langsung. Terima kasih sudah memberi tambahan informasi mengenai mural yang ada di kota Kupang ini. Saya pribadi sungguh takjub atas kerja keras kawan2 semua dalam mengekspresikan seni sekaligus mempromosikan keindahan Indonesia Timur. Ditunggu karya-karya lainnya, bli! Salam budaya! πŸ™‚

      Reply
  • May 30 at 11:45
    Permalink

    Terimakasih Mas Gio udah sharing Gambar – gambar ini, ini lukisan kami pada saat acara pameran Besar seni rupa yang bertajuk Untain Solis yang dikuratori oleh Bang Rikrik Kuswara.. gambar di sebelah kiri karta karya teman – teman bandung sedang disebelah kanan karya kami, teman- teman bali, kita coba untuk mengabungkan dua style yang berbeda dan rupanya upaya tersebut cukup berhasil terlebih mendapat apresiasi dari teman – teman dan syukur menjadi penyejuk di kawasan timur Indonesia. trimakasih..

    Reply
    • May 31 at 11:02
      Permalink

      Terima kasih, tanpa disadari karya kawan-kawan juga bisa menjadi aset pariwisata bangsa. Maju terus & tetap berkarya lewat seni! πŸ™‚

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *