misteri harta karun sri padmanabhaswamy

Disgiovery.com

TOLONG dibaca dengan cepat dalam satu tarikan napas: Sri Padmanabhaswamy Thiruvananthapuram.

Gimana, berhasil? ๐Ÿ˜‰

Kala pertama membacanya pun saya harus belajar mengeja. Sri Padmanabhaswamy adalah nama sebuah kuil di kota Thiruvananthapuram di Kerala, India bagian selatan. Kota ini dahulu bernama Trivandrum meski kini nama tsb terkadang masih dipakai untuk kemudahan pelafalan.

Kala pertama terdampar di jalan masuk menuju kuil Sri Padmanabhaswamy, saya pun bagai terlempar dari lorong waktu. Rasanya bagai kembali ke masa silam dimana para jemaah kuil lalu lalang dalam balutan mundu (pria) atau sari (wanita). Mereka menyucikan diri dengan air dari keran. Mirip berwudhu sebelum shalat. Beberapa orang sadhu tampak berdiam diri di sisi danau. Burung-burung gagak berkoak-koak.

Kuil Sri Padmanabhaswamy tampak megah keemasan berlatar langit biru. Kuil setinggi menara 7 lantai ini seluruhnya dihiasi granit berwarna pucat, dihiasi dengan ukiran-ukiran rumit yang menggambarkan perwujudan dewa-dewa, tokoh-tokoh mitologi, hingga makhluk-makhluk kegelapan. Saya sungguh terpana menyaksikan ukiran serba rumit yang mengelilingi kuil. Tak mungkin menelusuri semuanya satu persatu dalam keterbatasan waktu. Apalagi non Hindu dilarang memasuki kuil. Beberapa penjaga tampak represif terhadap kami, menatap curiga karena ada larangan mengambil gambar dari dekat. Kami bahkan disuruh lekas-lekas berlalu lewat pintu samping.

Sri-Padmanabhaswamy-Temple-banner
Gerbang timur kuil. Notice something here? (hint: hammer & sickle) ๐Ÿ˜‰

Sekilas Kuil Sri Padmanabhaswamy

Kuil yang didedikasikan bagi dewa Wisnu ini diperkirakan berasal dari abad VI, namun baru mendapat perombakan seperti bentuknya yang sekarang pada abad XVI di bawah kendali Maharaja Travancore saat itu, Raja Marthanda Varma. Travancore adalah sebuah kerajaan yang pada masa itu berjaya di India Selatan.

Tatkala India merdeka pada 1947, Travancore pun menyerahkan kekuasaannya pada pemerintah. Sebagai balas jasa, Travancore tetap diberi status khusus, yang mana para keturunannya tetap menjadi pemimpin kuil. Pada 1971 PM Indira Gandhi mencopot semua status khusus, namun kuil Sri Padmanabhaswamy ini tetap berada di bawah perwalian Travancore tanpa ada yang berani mengusiknya.

Pada 2007 seorang pengacara bernama Ananda Padmanabhan melayangkan gugatan atas penyalahgunaan wewenang kuil dan meminta pemerintah untuk menunjuk perwalian yang baru. Hal ini berdasarkan kesaksian yang menyatakan bahwa banyak batu-batu mulia yang melekat di patung sesembahan mulai hilang dan diganti dengan perhiasan palsu. Sebuah seruling yang terbuat dari gading pun raib. Pada saat itulah isu misteri harta karun yang terpendam di dalam kuil Sri Padmanabhaswamy mulai merebak.

Sri-Padmanabhaswamy-Temple-devotees-mundu
Suasana sehari-hari kuil dengan orang-orang mengenakan mundu/sari

India Gandrung Emas

World Gold Council pernah melaporkan jika India adalah pengkonsumsi emas terbanyak di dunia yakni sekitar 30% dari persediaan global. Dari emas yang dikonsumsi sebanyak itu oleh India, sekitar 20%-nya dilahap oleh negara bagian Kerala. Kalah jauh Madura. Tak heran jika tagline Kerala God’s Own Country kerap dipelesetkan menjadi Gold’s Own Country.

Selama dua ribu tahun raja-raja India dan saudagarnya telah meraup keuntungan dari perdagangan rempah. Dan mereka mewujudkannya lewat perhiasan emas, perak, dan sejenisnya, termasuk segala persembahan untuk dewa-dewa. Pada tahun 77 M, seorang filsuf Romawi bernama Pliny the Elder bahkan menyatakan bahwa India telah menjadi tempat karamnya emas dunia. Pada abad XVI, Portugis sampai protes karena hasil peraknya dari Dunia Baru (benua Amerika) malah lebih banyak lari ke India. Inggris pun lalu menyatakan protes serupa.

Di India, harta yang terpendam dalam kuil-kuil Hindu dilihat sebagai persembahan spiritual, bukan finansial. Biasanya para jemaah membayarkan sesuatu pada kuil ketika doa/keinginan mereka terpenuhi. Bayangkan sudah berapa ribu sesembahan ini terkumpul di kuil Sri Padmanabhaswamy.

Sri-Padmanabhaswamy-Temple-sadhu
Sadhu dianggap orang suci karena melepaskan kemelekatan dengan harta benda

Benarkah Terdapat Harta Terpendam?

Ananda Padmanabhan berdasarkan risetnya percaya bahwa setidaknya terdapat enam kallara (kubah harta) yang terdapat di dalam kuil: dua berisi ornamen yang kerap dikenakan pendeta, dua berisi ornamen yang hanya dikeluarkan untuk keperluan festival keagamaan, dan dua terakhir adalah yang sepertinya tak pernah dibuka. Ia menduga timbunan harta terbesar berada di dua kallara terakhir, yang kemudian dinamakan Kubah A dan Kubah B.

Pihak Travancore tidak menampik hal tsb meski mengklaim bahwa sebagian besar harta berasal dari kekayaan kerajaan. Harta terpendam itu sudah dikumpulkan sejak tahun 800 M. Tapi mereka sendiri tak pernah melihatnya, karena kallara tsb konon tak pernah dibuka sejak tahun 1885.

Pusat arsip Trivandrum masih menyimpan manuskrip asli sebanyak 10 juta lembar yang berasal dari tahun 1750, saat dimana Maharaja Travancore mempersembahkan kekayaan kerajaannya kepada kuil. Seorang peneliti mungkin bisa memperkirakan kekayaan kuil dari catatan tsb, meski bukanlah tugas mudah untuk membaca manuskrip kuno sepanjang 1 meter itu satu persatu.

Sri-Padmanabhaswamy-Temple-devotees
Menyucikan diri sebelum memasuki kuil

Melacak Misteri Harta Karun

Setelah melalui serangkaian perdebatan alot yang melibatkan Mahkamah Tinggi Kerala hingga Mahkamah Agung India, akhirnya pada 2011 keluarlah keputusan untuk membuka Kubah A dan Kubah B. Tim observasi pun langsung melaksanakan tugasnya. Setelah memasuki kuil, mereka menuju sanctum sancrotum, tempat keberadaan patung dewa Wisnu yang sedang berbaring (sebenarnya dalam posisi yoga nidra atau meditasi yang dalam) di atas tubuh ular penjaga (Anantha) berkepala 5. Patung sepanjang 5,5 m ini terbuat dari emas yang dilapisi 12.008 batu mulia yang dikumpulkan selama berabad-abad dari sungai Gandaki di Nepal, lalu dibawa ke Trivandrum menggunakan gajah.

Selepas sanctum sancrotum terdapatlah ruang penyimpanan, dimana 6 kallara berada (sekitar 6 m di bawah tanah). Kubah A dan Kubah B terlindungi oleh teralis logam yang tampak sudah lama tak dibuka. Pintu menuju Kubah A dan B membutuhkan beberapa kunci, yang hanya dipegang oleh keturunan Maharaja Travancore dan pengurus utama kuil.

Sri-Padmanabhaswamy-Temple-treasury
Harta karun peninggalan Maharaja Travancore [pic from Spiderkerala.net]

Ada Apa di Kubah A

Di atas pintu menuju Kubah A terdapat gambaran seekor kobra, sebagai tanda peringatan keras/kutukan kepada siapapun yang membukanya. Tapi tim observasi maju terus pantang mundur. Setelah membuka pintu teralis, yang disusul membuka pintu kayu, mereka memasuki sebuah ruangan kecil dimana terdapat sebuah lempeng besar berbentuk persegi panjang di lantai, mirip batu nisan yang roboh. Butuh tenaga 5 orang dan waktu 30 menit untuk menggeser lempeng batu tsb. Di baliknya terdapat sebuah lubang sempit yang bisa memuat 1 orang dewasa untuk turun dan menapaki tangga di bawahnya. Di ujung tangga itulah terdapat kubah yang dicari.

Seorang saksi berkata bahwa di dalam kegelapan kubah ia bagai melihat kerlap-kerlip bintang, yang ternyata adalah berlian dan permata yang memantulkan cahaya dari atas. Semua batu mulia ini terserak di lantai bagai dihamburkan dari langit. Berlian paling besar berukuran 110 karat. Ada banyak perhiasan emas, batu mulia, permata, rubi, dll. Terdapat kurang lebih 100.000 koin emas dari berbagai periode: Romawi, Napoleon, Mogul, Belanda. Ada pula 900 kg koin emas dari tahun 200 SM. Semua barang berharga ini diperkirakan sudah terkumpul sejak ribuan tahun yang merupakan persembahan raja-raja dan dinasti-dinasti. Dibutuhkan tenaga 15 orang dan waktu 1 hari penuh untuk memindahkan seluruh barang-barang tsb.

Sejauh ini tak ada hitungan resmi berapa nilai harta karun dari Kubah A. Pengurus kuil memperkirakan nilai kasarnya sekitar USD 20 milyar (sekitar IDR 260.000.000.000.000 atau 260 triliun). Sebuah patung kecil Dewa Wisnu saja yang terbuat dari emas dengan hiasan batu-batu mulia ditaksir bernilai USD 30 juta (sekitar IDR 390.000.000.000 atau 390 milyar). Tapi tanda tanya masih menggantung, adakah Kubah A pernah kehilangan harta benda? Selama berabad-abad tak pernah ada catatan resmi mengenai barang-barang yang berada di sana, juga mengenai kapan saja kubah itu pernah dibuka. Meskipun begitu pengurus kuil merasa yakin jika Kubah A tak pernah kecurian.

Sri-Padmanabhaswamy-Temple-Mahavishnu-Idol-32-KG
Patung Dewa Wisnu seberat 32 kg emas murni [pic from Forbes.com]

Ada Apa Dengan Kubah B

Kubah B diyakini menyimpan harta karun lebih menakjubkan daripada Kubah A. Kubah ini dilapisi tiga pintu, yakni pintu teralis logam, pintu kayu yang kokoh, dan terakhir adalah pintu mati dari besi tanpa engsel, palang, atau apapun untuk akses masuk. Segala upaya dilakukan untuk membuka pintu besi, namun ia tetap bergeming. Dipercaya bahwa ada energi spiritual yang menjaga kubah tsb. Beberapa guru juga mengingatkan bahwa akan terjadi bahaya dan kerusakan pada kota Trivandrum jika pintu kubah itu dibuka paksa.

Banyak pula kepercayaan yang beredar bahwa pintu tsb hanya bisa dibuka dengan mantra suci (hal ini mengingatkan saya pada pintu masuk menuju Moria di kisah The Lord of The Rings). Kerap disebut mantra garuda, hanya orang suciย berilmu tinggi yang mampu melantunkan intonasi yang tepat untuk membuka pintu Kubah B. Sayangnya saat ini di India atau bahkan di dunia sudah tidak ada seorang pun yang menguasai ilmu tsb. Ngomong-ngomong Brama Kumbara mungkin mengenal mantra ini, dia penunggang Garuda bukan? ๐Ÿ˜‰ #jebakanumur

Marthanda Varma, kepala keluarga kerajaan Travancore mengingatkan bahwa sebaiknya Kubah B tetap tertutup karena jika dibuka paksa dan terdapat harta karun tak terkira maka akan mengundang orang-orang tamak untuk mengurasnya, yang menuntun pada kerusakan. “Kamu punya simpanan di bank. Saya punya simpanan di bank. Lalu orang-orang yang tak punya simpanan tiba-tiba datang hendak mengambil uang di bank dengan dalih akan dibagi-bagikan. Ini semacam perampokan halus berencana. Padahal itu sama sekali bukan milik mereka.” Demikan penuturan beliau.

Sri-Padmanabhaswamy-Temple-Vault-B-gate
Konon seperti inilah gambaran pintu besi menuju Kubah B [pic from The Project Avalon Forum]

Ada Yang Lebih Berharga

Di luar dugaan, meskipun kabar harta karun sampai di telinga masyarakat, ternyata kebanyakan masyarakat Kerala sendiri tak menginginkan kubah-kubah itu dibuka. Semua yang berada di dalam kuil adalah milik dewa. Di sisi lain, mereka tak percaya pada pemerintah karena: “Pasti akan ada korupsi besar-besaran menyangkut harta benda tak ternilai, dimana yang sampai ke tangan rakyat kemungkinan hanya sebagian kecil.”

Di India sendiri masih banyak penduduk yang menyimpan kotak kecil peninggalan leluhur. Beberapa kotak mungkin saja berisi barang berharga, meski beberapa lainnya mungkin tak ada kaitannya dengan misteri harta karun. Namun karena kepercayaan kepada arwah leluhur, mereka segan untuk membukanya. Ada hal-hal yang jauh lebih berharga ketimbang harta, seperti kepercayaan atau penghormatan. Mereka menyimpannya sebagai sesuatu yang sakral. Setidaknya demikian juga pemikiran mereka akan Kubah A ataupun Kubah B. Apapun yang berada di dalam sana tetaplah dibiarkan di sana.

Ingat relief kobra pada pintu Kubah A? Seorang tim observasi jatuh sakit hingga tewas setelah kunjungan dari sana, dan kebanyakan masyarakat percaya bahwa itu karena kutukan kobra karena telah mengusik barang-barang sesembahan untuk sang dewa. Entah ada kaitannya atau tidak, pada akhirnya Mahkamah Agung menetapkan penundaan observasi atas Kubah B untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Sri-Padmanabhaswamy-Temple-tower
Bagian puncak kuil di-zoom dari kejauhan

Seorang penjaga bersenjata laras panjang menghardik saya yang tengah memotret dari balik pagar, padahal kami sudah berada di luar lingkungan kuil. Walaupun mendapat ketus dari penjaga, tapi saya memaklumi. Kini kuil Sri Padmanabhaswamy dilindungi oleh detektor logam, kamera keamanan, dan lebih dari 200 orang penjaga, beberapa dilengkapi senapan mesin. Antrian panjang jemaah terlihat setiap hari, dan tiap orang harus melalui pemeriksaan keamanan. Hal ini tentu mengurangi kenyamanan beribadah, dan sebagian besar menyesalkan Ananda Padmanabhan yang telah mengangkat kasus harta terpendam ini ke permukaan. Tapi pengacara tsb berkilah: “Saya hanya ingin melindungi harta kuil supaya tak dijarah dan tetap terlindungi.”

Saya sendiri berpendapat supaya Kubah B dibiarkan tak terjamah. Misteri harta karun kuil Sri Padmanabhaswamy biar jadi rahasia abadi. Bagaimana dengan pendapat kalian?

Let it be, let it be
Let it be, let it be
Whisper words of wisdom, let it be

 

Disgiovery yours!

————————————————————————————————————————————–

Referensi:

1. AR, Ramanathan. 2011.ย World Famous Sree Padmanabhaswamy Temple Trivandrum.ย India: Spiderkerala.net

2. Halpern, Jake. 2012.ย The Secret of The Temple. New York: The New Yorker.

3. Ryan, Bill. 2012. The Mysterious Last Door at Padmanabhaswamy Temple.ย The Project Avalon Forum.

4. Dobson, Jim. 2015.ย One Trillion Dollar Hidden Treasure Chamber. Forbes.com

5.ย Sri Padmanabhaswamy Temple Photos

—————————————————————————————————————————————-

 

Misteri Harta Karun di Kuil Sri Padmanabhaswamy
Tagged on:                     

14 thoughts on “Misteri Harta Karun di Kuil Sri Padmanabhaswamy

  • March 10 at 09:35
    Permalink

    Whuuaaaaaa #ngiler
    Naganya ada tak?
    Sekarang yudi baru paham.. Kenapa orang aceh juga seneng sama emas. Dan apa2 di ukur dengan emas. Thx bang buadaaaiii

    Reply
    • March 10 at 11:10
      Permalink

      Hahaha bisa jadi ada naga! Kalo legenda di salah satu kuil, konon di dalamnya ada kubah tertutup yang isinya patung2 dewa yang melayang di udara.
      Oya, Aceh emang banyak emasnya ya, termasuk sumbangan mereka buat RI pada masa berdiri ๐Ÿ™‚

      Reply
  • May 16 at 11:02
    Permalink

    salam kenal mas Gio, India selatan jarang di eksplore ya mas, ternyata cakep juga. sejak jaman dulu manusia emang suka kemewahan ya mas yang di
    simbolkan dengan emas sepertinya sampe sakarang emas tetap exist utk investasi juga

    Reply
    • May 16 at 11:47
      Permalink

      Salam kenal juga mbak Inalova ๐Ÿ™‚

      Memang emas tiada matinya, sampai akhir zaman pun kan tetap dicari. Mirip2 jodoh lah.. #ehgimana

      Reply
  • November 23 at 14:05
    Permalink

    Waktu ke sana, pingin masuk sebetulnya. Apalagi banyak banget orang yang antri (dengan penuh senyum saat memandang kami) namun belum waktunya masuk. Ketat sekali, ada yang ketahuan motret langsung diomelin hehe. Dan ternyata kuil ini emang punya sejarah panjang. WOW!

    Reply
    • November 23 at 21:21
      Permalink

      Bahkan sekuriti dari jauh udah waspada melihat rombongan KBE pada bawa kamera besar, hahaha ๐Ÿ˜€
      Iya ternyata sejarah kuil ini seru!

      Reply
  • November 26 at 22:43
    Permalink

    Wah, mirip mirip dengan istana Siak ya. Di Siak juga ada brankas harta Karun kerajaan yang sampe sekarang juga gak bisa dibuka. Seru juga Kalo bisa ngeliat beneran ke dalam kali ya.

    Reply
    • November 26 at 22:49
      Permalink

      Nah menarik ini. Jangan2 brankas di Istana Siak cuma bisa terbuka dengan mantra2 khusus ๐Ÿ™‚

      Reply
  • January 1 at 09:30
    Permalink

    Salam kenal,
    menarik dan bikin penasaran ya ๐Ÿ™‚
    adakah pengalaman travelling ke sana melalui jalan darat dari Indonesia?
    terima kasih

    Reply
    • January 2 at 13:31
      Permalink

      Salam kenal juga ๐Ÿ™‚

      Selama ini saya selalu bepergian dengan pesawat untuk traveling jarak jauh. Jalan darat tentu menarik. namun keterbatasan waktu jadi kendala utama.

      Reply
  • April 30 at 20:44
    Permalink

    Somehow aku kelewat baca postinganmu yang ini. Ternyata di zaman sekarang masih ada ya tempat-tempat yang menyimpan misteri kayak kuil ini. Jadi inget waktu rombongan Gandalf terhenti di depan pintu menuju Moria. “Say friend and enter…,” terus Gandalf bilang “Mellon.” Bedanya kalau di kuil ini mungkin bakal dilempar melon beneran kalau ngomong gitu.

    Reply
    • April 30 at 23:24
      Permalink

      Kadang antara mitos dan fakta memang beda tipis, somehow aku percaya ada pintu rahasia yang memang hanya bisa dibuka dengan resonansi tertentu.

      Btw kalo gitu aku mau bilang “salmon sashimi” aja di depan pintu Moria! ๐Ÿ˜€

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *