TISJF-2015-cover

Disgiovery.com

PADA suatu petang kami berlayar ke laut hendak memancing cumi-cumi.  Gemawan merah mengawal biduk-biduk menerjang ombak.  Lalu bulan bulat membuat gelombang naik turun, tak ayal membuat sebagian kami dilanda mabuk laut. Cumi-cumi tak didapat, yang ada isi lambung terbuang cuma-cuma.  Saya terkapar di buritan kapal bersama kawan-kawan, berharap malam ini cepat selesai.

Apakah kami kemudian kapok memancing cumi-cumi?

Katakan TIDAK!

squid-jigging-sunset-redang
Red dusk off the coast of Redang was the only good thing I saw before experiencing seasickness.

 

Apa Itu Mencandat Sotong?

Adalah teknik memancing cumi-cumi (atau sotong) dengan menggunakan umpan tiruan yang dikaitkan pada seutas tali senar.  Umpan tiruan ini di negeri jiran lazim disebut candat.  Teknik mencandat sotong ini disebut juga squid jigging, dan sudah lama menjadi tradisi.

Negeri bagian Terengganu di Malaysia jeli menangkap ritual tradisional ini menjadi daya tarik wisata baru, dan sudah giat mempromosikan kegiatan tahunan Terengganu International Squid Jigging Festival sejak 2014.  Bukan main-main, acara ini turut mendongkrak kedatangan wisatawan sebesar 11,9% pada tahun itu (4,5 juta orang). Tahun 2015 ini diharapkan kedatangan turis mencapai 5 juta orang.

Beruntung pada Pesta Candat Sotong Antarabangsa 2015 ini saya mendapat kesempatan turut berpartisipasi bersama dengan rekan-rekan media (dan blogger) dari 28 negara.  Sekitar 120 peserta dipecah ke dalam beberapa grup dan diberangkatkan ke tengah laut dengan perahu-perahu kayu nelayan.

squid-jigging-bait
Colorful jigs attached to a nylon string, occasionally yanked underwater to attract squids.

 

OK, Sotong Atau Cumi-Cumi?

Jadi dilema ini yang sempat melanda anggota delegasi Indonesia selama di sana.  Khazanah kata dalam bahasa Indonesia memang membedakan sotong dengan cumi-cumi. Perbedaan fisik yang nyata adalah pada sirip dan bentuk tubuh. Sotong mempunyai sirip memanjang di sisi-sisi tubuh, sementara cumi-cumi hanya mempunyai sirip di ujung ekor.  Sotong berbentuk lebih bulat, sementara cumi-cumi berbentuk lebih pipih dan lonjong.

Perbedaan lainnya, silakan googling saja.

Nah, di negeri jiran, istilah sotong sama-sama digunakan untuk menyebut sotong ataupun cumi-cumi. Mereka hanya membedakannya dengan sebutan nama belakang seperti sotong torak (Loligo chinensis), sotong ketupat (Loligo duvaucelli), sotong jarum (Loligo sibogae), sotong mengabang (Sepioteuthis lessoniana), atau sotong katak (Sepia sp.).

Jenis yang dipancing dalam squid jigging ini adalah sotong torak atau biasa kita sebut cumi-cumi.  Camkan itu, paham? Mari melaut!

squid-jigging-boat-12
Boat #12 is all set! Left to right: Emily, Sam, Phil, Thang, me, and Swati.
squid-jigging-riau
Abang Shah (standing) is our radio-man, and can hardly wait to go ‘pulang kampung’ to Riau, his mother’s homeland.

 

Bagaimana Cara Mencandat Sotong

Tiap partisipan mendapat satu rol tali pancing yang sudah dikaitkan dengan dua buah umpan tiruan.  Alat yang dinamakan candat ini terbuat dari timah atau plastik yang berwarna-warni (bahkan ada yang bersifat glow in the dark).  Hal ini untuk menarik perhatian sotong yang sifatnya memang tertarik dengan cahaya.

Pertama, lempar candat ke air, biarkan tali terulur sampai dasar.
Kedua, tarik tali sejauh pergelangan tangan bisa terangkat, lalu ulur kembali.
Ketiga, ulangi terus langkah kedua hingga talimu terasa berat/menyentak, pertanda ada sotong (atau terkadang ikan) yang terpancing.

Kegiatan menarik ulur tali ini dapat dilakukan berulang-ulang bagaikan auto pilot mode on.  Sambil melakukan ini dirimu bisa melakukan hal lain. Mengobrol, menikmati pemandangan, atau bahkan tidur.  Kami sampai punya lelucon bahwa sleep jigging is more fun to do against seasickness.

squid-jigging-phil-&-emily
Jack & Rose, I mean Phil & Emily, are just like: “You jig, I jig.”

 

Saya Takut Mabuk Laut

Tapi kamu gandrung mabuk cinta kan? #abaikan

Intinya, siapapun tentu tak mau kena mabuk laut. Sebenarnya kau bisa menyingkapinya dengan melihat kondisi permukaan laut sebelum berlayar, selain menyimak ramalan cuaca, mengetahui posisi bulan, dan berkonsultasi dengan nelayan/pemilik perahu sebelum memutuskan berangkat. Antisipasi pula dengan meminum obat anti mabuk, atau orang Indonesia sendiri punya ramuan tolak angin yang pintar.

Sudah terlanjur di tengah laut?

Mabuk laut sebagian besar dipengaruhi oleh pikiran. Alihkan perhatian pada hal-hal menyenangkan, melihat sunset atau bernyanyi misalnya. Kisah dari perahu sebelah, mereka bernyanyi-nyanyi sepanjang pelayaran, hingga kemudian tiba di satu masa ketika semuanya kehabisan ide lagu. Pikiran mabuk laut kembali menyerang, dan
demikianlah. Setelah lagu usai, muncullah bunyi hoek hoek dari para peserta.

Percobaan candat sotong kami yang pertama di perairan Laut Cina Selatan selepas pulau Redang memang kurang beruntung.  Tapi itu tidak menghalangi kami untuk terus mencoba di kesempatan kedua.  Kami tahu pasti ada kesenangan besar menanti.

Jadi bukan karena takut patah hati maka kau tak mau jatuh cinta kan? #bolehabaikan #bolehresapi

squid-jigging-crew
Calm water helps participants squid jig without worrying about seasickness.

 

Pesta Candat Sotong Yang Berkesan

Laut yang tenang menyambut kami setelah pemberangkatan dari dermaga Duyong Marina Resort (d/h Ryaz Heritage Resort & Spa) di mulut sungai Terengganu.  Ini adalah pelayaran kedua kami selama Squid Jigging Festival 2015, dan semua optimis dapat meraup hasil memuaskan.

Saya tak tahu mana yang lebih menyenangkan, sensasi menarik tali pancing yang umpannya sudah disambar sotong ataukah mendengar teriakan-teriakan seru dari perahu sebelah yang disambut oleh teriakan-teriakan balasan dari perahu lain.  Hati-hati, sotong ataupun cumi-cumi yang sudah diangkat ternyata masih dapat menyemburkan air laut, meskipun hal inipun dapat mengundang gelak tawa melihat peserta yang tersembur.

Pemandangan matahari terbenam menjadi salah satu atraksi lain yang membuat saya sejenak melepas tali pancing, dan mengagumi nuansa warna jingga kemerahan yang tersapu di langit dan terpantul di permukaan laut.

squid-jigging-sunset-view
Sunset view is always tempting me to have it as much as I can while it still lasts.

Para nelayan yang mengantar kami juga ikut memancing, dan karena lebih berpengalaman, hasil tangkapan mereka malah lebih banyak, lengkap dengan ikan kuning dan ikan buntal (yang kemudian dilepas kembali ke laut).  Tanpa diduga, saya diundang ke buritan perahu, dan berkesempatan mencicipi makan malam sederhana ala mereka: mie instan Maggi dan irisan cumi-cumi segar yang manis rasanya. Luar biasa sedap!

Kebersamaan dan kesederhanaan ini yang bikin saya betah. Pakcik-pakcik nelayan yang bersahaja ini berbicara dalam bahasa Melayu logat Terengganu yang kadang tak saya mengerti, dan saya lebih memilih berbahasa Indonesia bercampur Inggris. Tapi komunikasi kami terjalin lancar dan menyenangkan.

Senyum saya masih mengembang seusai perahu pulang kembali ke dermaga.

squid-jigging-noodles
So which of the favors of your Lord would you deny?

 

Tertarik? Let’s Go Squid Jigging!

Musim candat sotong biasanya berlangsung selama bulan Maret hingga November, dan dilakukan sejak petang hingga fajar (tapi peserta Squid Jigging Festival 2015 hanya melakukannya hingga pukul 9 malam karena kegiatan kami masih padat untuk esok hari).

Ada banyak paket wisata candat sotong (ataupun mengutip kepah) yang tersedia di agen perjalanan atau hotel/resort di Kuala Terengganu. Harga candat sotong dipatok sekitar MYR 200 (IDR 700 ribu) per orang untuk rombongan minimal 6 peserta, sudah termasuk sewa perahu, transfer dermaga, dan perlengkapan candat sotong.  Jangan lupa bawa obat-obatan pribadi, jaket/syal, kudapan ringan (saran saya bawa jeruk atau buah segar), dan air minum.  Cadangan kesabaran jangan ketinggalan!

 

Disgiovery yours!

 

Disclaimer:
This post was made possible by Tourism Terengganu and Gaya Travel Magazine who invited me through the Terengganu International Squid Jigging Festival 2015 held in Terengganu, Malaysia, June 2-7, 2015.

 

squid-jigging-prayer
Boatmen performing sunset prayer (maghrib) on top of the boat. There is no god except the One God.
squid-jigging-sunset
We are the night ocean filled with glints of light. We are the space between the fish and the moon, while we sit here together. RUMI

 

Squid Jigging Fest 2015 | Mari Mencandat Sotong!
Tagged on:     

24 thoughts on “Squid Jigging Fest 2015 | Mari Mencandat Sotong!

  • June 12 at 07:36
    Permalink

    Wah seru itu mas. Kalau pas pulang ke Karimunjawa, aku sering mancing cumi-cumi pakai umpan buatan seperti itu. Kalo nariknya kudu hati-hati biar nggak lepas 😀

    Reply
  • June 12 at 16:30
    Permalink

    Namanya seafood segar pasti enak dan nendang banget rasanya ya, Mas! Dan pemandangan langit senja dengan gradasi warna merah, ungu, kuning, jingga menggelap, wow betapa besar kemahakuasaan Tuhan di muka bumi ini! Kagum deh dengan warna senjanya, jadi mupeng banget dah, kapan ya bisa mendapat pemandangan senja seperti itu :hihi.

    Reply
    • June 12 at 18:39
      Permalink

      I love seafood, fresh apalagi! 🙂

      Kalo aku selalu dapat sunset view bagus di pantai Anyer lho, bli. Mungkin dirimu bisa coba peruntunganku juga, hehehe.. Oya, di Kep. Seribu juga oke tuh!

      Reply
  • June 13 at 19:58
    Permalink

    Cumi berwarna putih segar ginuk-ginuk yang ada di atas kapal itu sungguh menggoda. Matahari dan langitnya juga. Mie instannya juga. Satu-satunya yang nggak menggoda adalah mabuk lautnya, secara aku hampir setiap kali naik kapal pasti ujung-ujungnya muntah. 😀 Oh well, itung-itung kasih makan ikan dan cumi-cumi di luar sana.

    Reply
    • June 13 at 20:25
      Permalink

      ((cumi ginuk ginuk))

      That is quote of the year! 😀 Well, aku sendiri tak pernah mabuk laut sebelumnya, cuma kemarin itu memang sedang sial aja, hahaha! But overall it’s worth a lifetime experience! 🙂

      Reply
  • June 13 at 22:53
    Permalink

    Kreatif banget ya, kebiasaan menangkap sotong saja bisa dipoles menjadi suatu hal penarik pariwisata. Mbok ya Indonesia sedikit belajar dari hal-hal seperti ini. Hihihi .. 😀

    Reply
  • Pingback: Mari Mengutip Kepah! - DISGiOVERY

  • June 16 at 09:28
    Permalink

    Wuiih harga paketan mencandat sotong nya lumayan juga yaaa. Dengan dana segitu, aku udah bisa diving dua kali nyemplung all in 😀 *kalo dollar nya gak makin naik*

    Reply
  • Pingback: Pride & Prejudice | duaBadai

  • June 18 at 15:18
    Permalink

    Eksplorasinya menarik, mas Taufan.
    Dan kreatif juga penyelenggara tourism nya mengadakan kegiatan untuk memajukan industri pariwisata di negerinya.

    Saya suka banget makan sotong dan segala olahan seafood, tentu lebih terasa banget ya kalo nyari sendiri 🙂

    Reply
    • June 18 at 16:43
      Permalink

      Terima kasih banyak, Mas Iwan! Kudos for Tourism Terengganu & Gaya Travel for this event! 🙂

      Wah saya juga penikmat seafood. Di Batam enak tuh Mas, seafood-nya segar2 pasti! 😉

      Reply
  • June 21 at 10:14
    Permalink

    Ah padahal mupengnya pake banget banget banget untuk bisa ikutan, kenapa hoek yang lebih banyak dibahas hahaha. Jangan2 aku juga bisa hoek plus vertigo. Minum antimo dosis ganda gak membantu yak hahaha.
    Tapi teteup ah, masih ngarep dapat undangan.

    Reply
    • June 21 at 10:30
      Permalink

      Tergantung kondisi laut, mbak! Kebetulan sesi pertama lautnya bergelombang, jadi mayoritas pada tepar. Tapi sesi kedua lautnya tenang, jadinya menyenangkan banget. Gak usah antimo kali ya, cukup minum tolak angin aja 🙂 Aamin.. moga didengar doanya!

      Reply
  • March 12 at 23:13
    Permalink

    Pulau Lemukutan, Pulau Randayan dan sekitarnya, ada ngak activitas memancing cumi cumi atau sotong? thanks
    Kalo di liat pulau pulau nyer cantik seperti Bali in Borneo island ………..

    Reply
    • March 13 at 01:12
      Permalink

      Halo Elvin, thanks for your message. Too bad saya belum pernah ke pulau Lemukutan & pulau Randayan, tapi kalau saya googling memang kedua pulau itu indah & attractive. Sepertinya memancing sotong bisa dilakukan juga di sana.

      Atau pembaca lain ada yang bisa bantu kasih info?

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *