Maxi's 0

SUDAH setengah petang ketika saya duduk di teras atas Maxi’s Resto, di kawasan Ciumbuleuit, Bandung. Udara sejuk dan ketenangan suasana menyamankan saya. Taman hijau nan luas dan pepohonan tinggi di sekitar seakan menempatkan saya dalam ranah pribadi, terpisah dari dunia luar.  Bangunan klasik minimalis ini bernama Tjikembang, dan sekonyong-konyong saya adalah tuan tanah yang sedang duduk-duduk menunggu saat minum teh, sembari menanti nyonya rumah membawakan hidangan.

Komplimen datang dalam keranjang mungil. Mini croissant dan roti tawar. Unsalted butter berbentuk bunga-bunga. Mini croissant saya belah dua, lalu dicocol dengan butter. Tiada yang istimewa, namun kelaparan saya akibat terlambat makan siang sedikit teratasi.

The entrance to Maxi's Resto.
The entrance to Maxi’s Resto.
'Tjikembang' is still attracting.
‘Tjikembang’ is still attracting.

Saya selalu suka dengan bangunan yang mempunyai pekarangan hijau dan luas. Teduh dan sejuk.  Percayalah kawan, suasana di Maxi’s Resto ini demikian tenang sehingga yang kau dengar hanyalah gesekan daun dan kicau burung. Nun di bawah sana, beberapa petugas sedang mendekorasi taman tanpa menimbulkan kegaduhan. Tampaknya nanti malam akan dihelat sebuah pesta. Maxi’s Resto memang terkenal akan fasilitas garden party-nya yang bisa menampung hingga 1.000 orang.

Nanti malam sepertinya akan ramai. Beruntung pengunjung resto saat ini hanya beberapa orang saja, dan saya menguasai teras atas sendirian.

Ah, itu dia pesanan saya datang!

Maxi's 5
Blackberry juice & shrimp salad.
Tuna salad & 'half empty' blackberry juice.
Tuna salad & my refreshingly blackberry 😉

Menu pembuka adalah tuna salad (dalam piring besar!). Fresh lettuce, zucchini, dan paprika disusun saling bertumpukan dengan topping tuna yang royal. Sayurannya segar dan kres kres ketika digigit, tunanya lembut dan gurih, dressing-nya asam manis menyegarkan. Hohoho, saya suka!

Ada pula shrimp salad. Udangnya enak dan besar (dan banyak!) ditumpuk di atas cabikan daun selada. Sayangnya saya tak begitu suka dressing mayo/thousand island dalam makanan apapun.

Saya lupa apakah pernah mencicip buah blackberry sebelumnya, namun keputusan saya memilih blackberry juice adalah PILIHAN TEPAT, KAKAK! ^_^ Rasanya khas keluarga berry, manis dengan sedikit nuansa asam buah (tidak seringan strawberry, tapi lebih pekat, if it’s a chocolate bar then it’s definitely the black one, and you know how I love it!).

Grilled Norwegian salmon, so tempting!
Grilled Norwegian salmon, so tempting!
Pasta is best served al dente, and it tastes good!
Pasta is best served al dente, and it tastes good!

Di antara beragam menu utama di Maxi’s Resto (mulai dari traditional, oriental, hingga western), pilihan saya jatuh pada grilled Norwegian salmon. Ini seperti pertaruhan karena saya tak pernah benar-benar bisa menyukai masakan salmon kecuali smoked & raw.

Salmon yang dipotong menyerupai bentuk ikan ini datang dalam saus jingga ditemani kentang rebus dan salad wortel. Ternyata grilled salmon bisa demikian lezat, tekstur dagingnya halus, dan rasanya gurih dan lembut. Saya tak tahu saus jingga-nya terbuat dari apa, mungkin saja menggunakan sari wortel. Sayang salad wortelnya sendiri tak tersentuh, akibat saya kekenyangan makan tuna salad sebelumnya.

Maxi’s Resto juga menyediakan menu pasta, dan keesokan harinya (ya betul, saya kembali lagi ke sini!) saya sempat mencicipi dua di antaranya. Yang satu dengan kerang hijau (rasanya sour & saucy), dan satunya lagi dengan smoked beef (rasanya gurih & spicy ala lada hitam). Maaf, saya lupa nama keduanya, tapi yang pasti hidangan penne ini sama-sama disajikan al dente. Delizioso!

Semi-outdoor terrace overlooking the green garden.
Semi-outdoor terrace overlooking the green garden.
I'm full and I'm happy :)
I’m full and I’m happy 🙂

PLUS

Ambience paling utama: aman, nyaman, tenang. Udaranya sejuk pun. Istilah kata, andai diputar lagu Sabrina pun mungkin saya tak akan keberatan (apalagi jika Sabrina menyanyi lagu-lagu Sunda!).

Dengan kisaran harga antara Rp. 20.000 – Rp. 65.000 per porsi (berdasarkan pesanan saya tadi), berbanding dengan cita rasa dan suasana, maka Maxi’s Resto layak dapat rekomendasi!

MINUS

Waiter/waitress mungkin sungkan mengganggu privacy pengunjung dengan kehadiran mereka, tapi akibatnya keberadaan para pelayan kadang sulit dicari, sehingga kita harus menunggu/mencari-cari beberapa saat sampai mereka muncul.

MAXI’s Resto
Jl. Gunung Agung No.8 Ciumbuleuit
Bandung
Telp. 022 2032 666
Fax. 022 203 1438
www.maxisresto.com

Maksi Di Maxi’s
Tagged on:         

53 thoughts on “Maksi Di Maxi’s

  • July 19 at 14:46
    Permalink

    review yang menarik. tempatnya aku sukaaa. makanannya juga bikin ngeces. hahaha

    Reply
    • July 19 at 14:49
      Permalink

      kata orang2 sih suasananya lebih bagus sore/malem soalnya tata cahayanya apik, cocok tuh sekalian buka puasa, hehe..

      Reply
  • July 19 at 15:04
    Permalink

    aku jadi lapar dan baru jam tiga
    di sini bukanya jam setengah tujuh lagi
    hahahhaa

    Reply
  • July 19 at 16:05
    Permalink

    Ambience nya mendukung… sampai ngebayangin sambil makan malam diiringi musik degung di sana.

    Mas, itu gambar terakhir view-nya tinggi banget, sampeyan pasti naik kursi itu, hahaha

    Reply
    • July 19 at 20:18
      Permalink

      haha seru kan mas ikut ngebayangin 😉

      btw saya gak naik kursi, tapi memang kameranya saya pegang dgn kedua tangan terentang ke atas, and lucky shot! langsung jadi! hehe..

      Reply
  • July 19 at 16:13
    Permalink

    suka food photography-nya…
    combine 2 foto gitu jadi makin menarik.

    Reply
    • July 19 at 20:22
      Permalink

      oya? mampir atuh ke Maxi’s 😉
      btw waktu itu kebetulan lagi liburan, hehe..

      Reply
  • July 19 at 21:07
    Permalink

    wah terbayang enaksnya tuh, om Aldi. ulasan yang yahud dan bikin pengen datang kesonoh

    Reply
  • July 19 at 21:31
    Permalink

    Aaaaak! foto-fotonya seperti biasanya ciamik! Aku fansmu, Mass!! belum pernah difoto Mas Aldi.. 🙁

    Reply
  • July 19 at 21:35
    Permalink

    Ini deket Unpar (Univ. Parahyangan) itu bukan yah? 😮

    Hwaaaaaaa, harganya bersahabat yaaah… :’D

    Reply
  • July 19 at 21:45
    Permalink

    Baca tulisan ini serasa nonton Master Chef. 😀 istilah-istilah makanannya ajiiibb. Foto2nya keren mas Aldi (y)

    Reply
  • July 19 at 23:35
    Permalink

    Untung baru baca pas malem, kalo siang gawat 😀
    Btw, tumbeeennn ada cowok doyan aneka salad!

    Reply
    • July 20 at 12:23
      Permalink

      padahal sengaja diposting siang lho 😉
      btw cowok juga manusia yg bisa demen sayur, hehe 😉

      Reply
  • July 20 at 01:43
    Permalink

    Seperti biasa, fotonya kereeeeeen kakaaa.. 🙂
    Suasananya enak buat berduaan kayaknya yah.. udara sejuk, pemandangan indah sambil pegangan tangan menatap cerahnya masa depan berdua.. ihirr 🙂

    Reply
    • July 20 at 12:25
      Permalink

      huahuahua mantap! tapi kalo yg ga punya pasangan gimana kak?

      Reply
  • July 20 at 13:10
    Permalink

    Waks aku suka makanan dengan kuantitas besar hehe.. kualitas nomer dua kalo ibu menyusui hahaha. Tapi gue selalu percaya selera-lo akan food taste dan kenyamanan, jd definitely gue akan kesana dan menikmatinya

    Reply
  • July 20 at 18:39
    Permalink

    Waaaahhhh ngiler liat blackberynya… aku pernah nyobain blueberry juice tapi kalo bb belom pernah. Lagi pula bb sekarang sudah kalah pamor sama android. Eh. Abaikan.

    Seperri biasa, blog Al selalu kereenn…

    Reply
    • July 21 at 01:05
      Permalink

      ciyeee bilang aja baru pake android, hehe.. thanks anyway, K! ^^

      Reply
    • July 21 at 01:05
      Permalink

      ciyeee bilang aja baru pake android, hehe.. thanks anyway, K! ^^

      Reply
  • July 22 at 05:42
    Permalink

    Blackberry nya seri berapa, kaka? Bisa install LINE ga? Ping2 contact juga masih … *PLAKKKK*

    Hampir 2 tahun di Bandung, tapi ga pernah makan di tempat seperti ini? Aaaaakkkkk kemana aja gw selama itu? Mainnya cuma Ganesha – Dago – Ciwalk kali ya gw T____T

    Reply
    • July 22 at 12:25
      Permalink

      hahaha padahal dari simpang Dago udah deket kakak..

      *sambil sodorin juice android*

      Reply
      • July 22 at 12:27
        Permalink

        Eh dekat simpang dago? Daerah mana ya?
        Btw, gw masih jadi Major Simpang Dago di foursquare loh! #penting

        Reply
        • July 22 at 12:31
          Permalink

          pokoknya nanti ada pertigaan kalo kiri ke Cihampelas, kanan ke Ciumbuleuit, terus aja ke atas lewatin Unpar

          *mangabaikan status major*

          Reply
          • July 22 at 12:42
            Permalink

            Terus? Di situ bukannya pertigaan ya? Pertigaan siliwangi – cihampelas – ciumbelut (;p)

            Eh gw juga pernah jadi major di ciwalk sih *lebih penting karena lokasinya lebih gaol*

  • Pingback: Good Karma At Padma | DISGiOVERY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *