Bodag Maliah cover

Warung ini tersembunyi di balik kebun mungil.  Kebun mungil ini terpencil di tengah persawahan.  Persawahan ini terbentang luas sejauh mata memandang.  Yang terlihat cuma hijau dan turunannya.  Jika kau mendongak cuma ada biru dan mega putih berarak.

Saya datang dengan peluh, namun tanpa keluh.  Lewat tengah hari bolong, menyusuri pematang sawah yang berkelok-kelok sepanjang delapan ratus meter, sementara sang surya tengah royal menebar sinarnya, tentunya bukan perjalanan yang remeh temeh.  Perjuangan demi makan siang di warung kondang Bodag Maliah (atau kerap disebut Sari Organics), di sini, di tengah hijau persawahan di Ubud, Bali.

Suasana warung tampak meriah penuh warna dan bahasa.  Tak disangka, di warung terpencil seperti ini yang kau temui cuma melulu rambut pirang dan mata biru.  Nuansa global di sebuah warung lokal, sungguh menarik.  Meski jam makan siang sudah lewat, namun mereka masih betah berlama-lama di tempat ini.

Sambil menunggu pesanan tiba, saya mulai memindai suasana sekitar.  Bentuk warung sekilas mirip rumah joglo, terbuka di keempat sisi, dimana salah satu terasnya menghadap persawahan.  Sekelilingnya adalah kebun Sari Organik, dimana sebagian besar bahan makanan di warung ini berasal.  Turis Jepun di meja sebelah tengah asyik mengobrol dengan seorang praktisi kesehatan asal Kanada, yang baru saja bertegur sapa dengan kenalannya dari sebuah kelas yoga di Thailand.  Seorang perempuan Bali tengah meletakkan sesajian di salah satu sudut kebun, ia tersenyum ramah ketika mengetahui lensa kamera saya mengarah padanya.  Angin berhembus sejuk mengusir gerah.  Ah, saya suka suasana ini.

Minuman tiba terlebih dahulu.  Disajikan dalam gelas tinggi, dengan sedotan alami dari buluh bambu.  Segar dan unik.  Saya lebih suka pink treat (campuran nenas, apel, mangga, lemon, mint, madu, dan bit) karena rasanya lebih meriah dan manis dibanding green cleanser juice (campuran apel, brokoli, seledri, lemon, madu) yang rasanya lebih serius dan masam.  Tapi saya yakin dua-duanya minuman sehat dan berkhasiat, makanya ludes sampai tetes terakhir.  Ini haus atau doyan? 

Greek grill vegetable salad adalah menu utama siang ini.  Satu porsi besar yang mengenyangkan dan menyenangan ini terdiri atas:

– sayuran panggang (tomat, terung, buncis, kembang kol, daun selada, jamur)
Inilah kompilasi sayuran terlezat yang pernah saya makan.  Dipanggang segar dengan olesan tipis minyak zaitun.  Kress kress di mulut, rasanya renyah dan manis.  Mungkin semua sayuran organik rasanya memang selezat ini.  Sempat terlintas dalam benak apakah daun ganja yang ditanam secara organik bakal menghasilkan mutu yang lebih baik pula *sambil mengunyah terung*

– ubi & kentang goreng
Ini agak mengganggu, saya kurang suka makanan deep fried, apalagi disajikan bersamaan dengan salad sayuran.  Bagai mobil hibrida diisi bahan bakar subsidi untuk orang tidak mampu.  Namun apa daya, ubi & kentang gorengnya enak sangat, juicy bersemu manis.  Habislah ia dalam waktu sekejap. 

– pilihan ikan/ayam panggang dengan topping tomat kering dan keju feta
Ikan panggang yang saya pesan terasa lembut & gurih, cocok dipadu dengan tomat kering yang rasanya kenyal & asam manis.  Keju feta di sini terbuat dari susu kedelai, padahal lazimnya terbuat dari susu domba/kambing.  Saya belum pernah makan keju feta sebelumnya, jadi begitu mencicipi keju feta ala warung ini saya cuma bisa bilang: rasanya lucu, ringan, seperti makan tahu rasa keju.  Tapi saya suka!

Menu lain yang dipesan adalah chicken mushroom.  Jamurnya enak, besar dan banyak.  Tapi rasanya masih kalah jika dibandingkan dengan salad sayuran panggang ala Yunani tadi.  Entahlah, atau mungkin lidah saya sudah terbius oleh pesona keju feta.

xBodag Maliah menu

Usah kuatir kelebihan kalori jika makan enak di warung ini.  Niscaya banyak kalori terbakar kala kita kembali berjalan pulang menyusuri tepian sawah (berarti jalan sehat kali ini berjarak total sekitar 1,6 km).  Rute ini juga cocok buat menguji karakter pacar (atau calon pacar) apakah ia suka mengeluh atau tidak (so jauh, so panas), tahan banting atau tidak (jalur sempit di tepi sawah, mungkin licin jika hujan), mudah tergoda atau tidak (yeah rite, a lot of tank-top babes & surfer dudes & hot mamas & sugar daddies yang berkeliaran di sepanjang pematang sawah, hohoho hanya di Ubud!).

Beruntunglah pemandangan di sepanjang jalan sangat indah sehingga sedikit banyak dapat mengalihkan lelah dan penat.  Pucuk-pucuk padi berdesir, daun-daun nyiur melambai, burung-burung berkicau, udara bersih segar.  Semua begitu permai dan damai.

Sungguh pengalaman seru mengisi perut di warung Bodag Maliah.

Kunjung Warung Bodag Maliah
Tagged on:     

2 thoughts on “Kunjung Warung Bodag Maliah

  • July 19 at 15:07
    Permalink

    ya ampun aku buka postingan ttg makanan utk kedua kalinya di hari ini di blog ini
    hahahaha

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *