Kuliner Ubud

Kuliner Ubud versi saya.  Terima kasih kepada seluruh juru masak yang telah menyumbangkan jerih payahnya untuk saya nikmati.  Terlepas dari soal rasa, ini adalah masalah selera.

Semoga bisa menjadi referensi bagi semua ^^

xUbud 3 Kedewatan (8)

nasi ayam Kedewatan

Seporsi nasi ayam lazimnya terdiri atas potongan/suwiran daging ayam, urap sayuran, telur pindang, sate lilit, kulit & jeroan ayam yang digoreng garing, serta kacang tanah goreng.

Rumah makan yang terkenal akan nasi ayamnya adalah RM Ibu Mangku dan RM Ibu Mardika, keduanya sama-sama terletak di jalan Kedewatan.  Saya pribadi lebih menyukai nasi ayam ala ibu Mardika, karena bumbunya lebih medokdan rasanya lebih berani.  Tapi saudara-saudara saya lebih menyukai versi ibu Mangku.  Well, kembali ke selera masing-masing.

xUbud 3 Kedewatan (1)

xUbud 3 Kedewatan (10)

* * * * *

babi guling

Saya gemar mengamati sang penjual meracik pesanan.  Umumnya satu porsi babi guling terdiri atas nasi, daging babi lengkap dengan bumbunya, lawar (sayuran), jeroan goreng, dan sosis babi.

Scene favorit saya adalah ketika melihat kulit babi (yang masih menempel di tubuh sang babi) yang ternyata bisa dipotek-potek bagai bongkahan karamel kering hingga terlepas dari dagingnya, dengan suara yang renyah.  Mungkin saja potekan kulit babi itu rasanya gurih manis ala dendeng sapi.  Entahlah, saya kan cuma pengamat (saking terkesima, saya jadi lupa memotret si babi guling).

Babi Guling Ibu Oka adalah yang paling tersohor di sini.

* * * * *

xUbud 3 Bebek Bengil (3)

crispy duck

Bebek goreng garing di resto Bebek Bengil adalah salah satu menu kuliner wajib selama di Ubud.  Saya tak tahu apa yang menjadikan resto ini begitu populer.  Bagi saya pribadi, crispy duck-nya enak, tapi tak ada yang istimewa.

Tapi tiap kali ke Ubud pasti ada saja ajakan, “Bebek Bengil, please!”  Akhirnya ke sana lagi dan lagi deh.

Oya, lain kali saya mau coba crispy duck ala resto Laka Leke di Nyuh Kuning.  Konon rasanya lebih digdaya.  We’ll see!

xUbud 3 Bebek Bengil (1)

xUbud 3 Bebek Bengil (2)

* * * * *

bebek betutu

Berdasarkan info dari mas Arie (salah satu dedengkot Jalan Sutra), bahwasanya bebek betutu Pak Linggih dari Banjar Teruna-lah yang paling enak di seputaran Ubud.  Jadi si bebek yang telah dibumbui dan dibungkus rapat ini diperam dalam sekam panas selama 1-2 hari sebelum akhirnya matang meresap.  Maka dari itu ada yang bilang, bebek betutu yang enak itu adalah yang harus dipesan beberapa hari sebelumnya.

Sayangnya terakhir ke Ubud, saya tidak berhasil mendapati alamat pak Linggih (tambahan lagi mas Arie pun tak bisa dihubungi).

Akhirnya saya coba bebek betutu ala Warung Murni.  Bebek betutu disini tersaji instan, dalam artian bisa langsung dipesan tanpa harus menunggu beberapa hari.  Mungkin mereka menyimpan stock bebek betutu matang, dan jika ada yang memesan tinggal dihangatkan lagi.  Tentu saja rasanya pastilah tak seenak bebek betutu ala pak Linggih.

* * * * *

ayam betutu

Proses masaknya tak beda jauh dengan si bebek.  Salah satu penghasil ayam betutu terkenal adalah Warung Gunaksa.  Rasanya?  Mungkin memang enak karena ada beberapa sumber yang merekomendasikan, dan bilang jika rasanya berbeda dengan ayam betutu Gilimanuk yang tersohor itu.  Entahlah, saya sendiri belum sempat melacak keberadaan warung ini selama berada di sana.  Mungkin rekan-rekan ada yang bisa bantu?

* * * * *

xUbud 3 cafe Nomad (1)

balinese fusion

Jikalau punya anggaran lebih, sila menikmati hidangan Indonesian rijsttafel alias makanannya para raja nusantara diCafe Lotus.   Kompilasi makanan yang terhidang dalam satu porsi termasuk enak dan banyak.  Salah satu favorit saya adalah kakap saus putih.

Yang teristimewa adalah lokasinya.  Pengunjung langsung berhadapan dengan sebuah kolam penuh bunga lotus berlatar belakang Pura Taman Kemuda Saraswati yang megah.  Tata cahayanya indah, apalagi jika sedang purnama penuh.

Atau ada pula Cafe Nomad yang lebih bernuansa modern-etnik.  Balinese tapas & kebab menjadi menu andalan.  Tapi di sini saya menemukan salah satu masakan paling lezat yang pernah saya makan selama di Ubud (sayangnya saya malah lupa namanya, tapi yang jelas ia terdiri atas kakap dan udang bersaus merah).  Hanya satu kata buat mendeskripsikan rasanya: orgasme!

xUbud 3 cafe Nomad (2)

xUbud 3 cafe Nomad (3)

* * * * *

balinese view

Letaknya tersembunyi di daerah Tegalalang yang terkenal akan pemandangan sawah bersusunnya.  Namanya Cafe Dewi, tepatnya di desa Ceking, dan konon kafe ini adalah usaha swadaya masyarakat setempat.

Rasa makanan yang kami pesan ternyata tak terlalu istimewa, namun yang bikin nikmat adalah suasananya.  Hijau segar dimana-mana!  Yang terdengar cuma bunyi aliran sungai, desir pucuk padi, dan sabit rumput pak tani.
Oh, tapi ada satu menu yang enak: sup krim jamur dengan roti panggang!  Musti coba, apalagi sambil menyesap ramuan teh ala Ceking.  Rasanya otentik.  Hmmm…

xUbud 3 cafe Dewi (3)

xUbud 3 cafe Dewi (9)

xUbud 3 cafe Dewi (1)

Ubud | Ubudian Master Chef
Tagged on:     

6 thoughts on “Ubud | Ubudian Master Chef

  • September 7 at 09:35
    Permalink

    Foto-fotonya bagus banget, kameranya apa sih mas? Kayaknya kok sering banget ke Ubud. Cinta mati sama daerah ini 🙂

    Reply
    • September 7 at 10:26
      Permalink

      pake Nikon D40 🙂

      iya kalo ke Bali harus banget kesini, Die, soalnya masih kerasa budaya khasnya 😉

      Reply
  • September 7 at 09:45
    Permalink

    Kudu coba sate kakul n sayur ares wie….beuhhh nikmatnya…pedes2. Lokasi dkt pom bensin pertamina, dkt bebek bengil.

    Reply
    • September 7 at 10:26
      Permalink

      gak bisa pedes 🙁

      tapi bisa jadi rekomendasi sih next time musti coba biar ga penasaran, hehe

      Reply
  • September 7 at 09:46
    Permalink

    Coba sate kakul n sayur area wie, dah pernah? Endang…pedes2 gitu hehhe, dkt pom bensin pertmina ubud.

    Reply
    • September 7 at 10:27
      Permalink

      ini bentuknya warung tradisional, rumah makan, atau cafe?

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *