Fakta Kerala

Disgiovery.com

Namaskaaram!

Tiga purnama terakhir ini bisa dibilang semesta saya tengah berkelana seputar Kerala, sebuah negara bagian di selatan Republik India. Bayangan saya sebelumnya tentang India yang rustic & chaotic (which I desire more) ternyata tidak sepenuhnya terwujud.

Kerala lebih mirip negara tersendiri: beriklim tropis, bertanah subur, berlimpah air, berpenduduk ramah, berpemandangan elok. Tak heran Kerala punya julukan God’s Own Country, negeri kepunyaan dewa.

InilahΒ 10 fakta Kerala berdasarkan perjalanan saya:

Malayalam

33 juta penduduk Kerala berbicara bahasa Malayalam, dengan huruf yang mirip dengan aksara Jawa. Pengucapan beberapa kosakata Malayalam membutuhkan keahlian khusus (lidah ditarik ke atas rongga mulut bagai mengucap huruf ‘T’ ala Bali). Kecepatan bicara mereka di atas rata-rata. Β Jadi jangan bayangkan mereka berbahasa Inggris dalam logat Malayalam. Jangan.

But I love these Malayali, they’re very nice & sweet.

fakta kerala malayalam
Fakta Kerala yang bikin pusing kepala: huruf Malayalam

Rayuan pohon kelapa

Pohon kelapa mendominasi hampir seluruh wilayah Kerala bagai pohon kelapa sawit menjajah tanah Indonesia. Konon, nama Kerala sendiri diambil dari kata ‘kera’ (bukan kera yang doyan pisang, tapi ‘kera’ yang huruf ‘e’-nya dibaca seperti pada kata ‘beda’). ‘Kera’ dalam bahasa Malayalam berarti ‘pohon kelapa’.

Tak heran kapanpun dimanapun kau pasti akan disuguhi kelapa, biasanya kelapa muda utuh dengan batoknya. Jangan lupakan pula aneka olahan kelapa macam kari, puding, dan es krim (untungnya yang terakhir saya doyan).

fakta kerala coconut
Fakta Kerala yang merayu-rayu: pohon kelapa dimana-mana

Plesir Pesisir

Pesisir Kerala menghadap laut Arabia dengan pasir bersemu jingga. Posisinya paling ideal menyaksikan surya tenggelam. Sepanjang pantai dapat ditemui sekumpulan nelayan tengah menarik jaring dari tengah laut. Jaring ini punya tali yang panjangnya mungkin bisa mencapai ratusan meter. Selain itu ada pula jaring nelayan ala Cina yang kerap menjadi pemandangan khas dan wisata andalan Kerala. Teknik jaring nelayan ini konon dibawa oleh penjelajah Cina, Zheng He (alias Cheng Ho), ratusan tahun silam ke India.

fakta kerala fishermen
Fakta Kerala yang punya sunset juara: semua pesisirnya menghadap barat ke laut Arabia

Backwater & rumah perahu

Tiada padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia untuk istilah backwater alias ‘air yang dibendung’. Kondisi sungai yang sejajar dengan permukaan laut menyebabkan arus stabil sehingga terciptalah muara dan danau-danau besar di hampir sepanjang pesisir Kerala. Rumah-perahu tradisional (kettuvallam) menjadi ikon wisata backwater ini, selain lomba perahu naga yang diadakan setahun sekali.

fakta kerala houseboat
Fakta Kerala yang jadi ciri khas: perairan backwater dengan houseboat-nya

Ayurveda

Ayurveda adalah tradisi ribuan tahun berupa terapi pemeliharaan kesehatan dan pengobatan. Salah satu metodenya hampir mirip dengan pijat tradisional ala Jawa/Bali dengan menggunakan ramuan herbal. Selain itu Kerala terkenal akan khasiat pengobatannya sehingga tak heran terdapat banyak toko obat di sepanjang jalan.

fakta kerala ayurveda
Fakta Kerala yang bikin merem melek: ayurveda massage

Seni pertunjukan

Beruntung bisa menyaksikan seni pertunjukan tradisional seperti kathakali, thullal, theyyam (ketiganya punya ciri khas berupa riasan wajahΒ yang rumit dan penuh warna), hingga seni bela diri klasik kalaripayattu (dipercaya sebagai ilmu bela diri tertua). Tapi di antara semuanya, saya paling suka theyyam karena pertunjukan ini melibatkan gerak dinamis, api berkobar, dan teriakan sang penari yang mungkin setengah kerasukan.

fakta kerala kathakali
Fakta Kerala yang sedikit mistis: theyyam, kathakali, dkk

Hidupan liar

Cagar alam & suaka margasatwa paling banyak ditemui di dataran tinggi Western Ghats, yang bisa dibilang mengisolasi Kerala dengan negara bagian tetangga. Populasi gajah dan harimau liar berpusat di sini. Belum pernah saya melihat penampakan gajah liar sebanyak dan sedekat ini. Sayang, saya tidak melihat penampakan harimau kecuali jejaknya (atau seharusnya saya bersyukur karena apa jadinya jika bertemu harimau liar lapar sungguhan di tengah trekking).

fakta kerala elephants
Fakta Kerala yang bikin hidung kembang kempis: lihat kawanan gajah liar hendak menyeberang jalan

Sapi-sapi berkeliaran? No way!

Kerala adalah pengonsumsi daging sapi terbesar di India. Itulah kenapa cita-cita saya melihat sapi melenggang kangkung sepanjang jalan pupus sudah. Nyaris tiada sapi berkeliaran di sini, mungkin sebagian besar sudah berpindah ke meja prasmanan. Hidangan khas Kerala adalah beef fry (semacam rendang kering), namun sayangnya saya malah tak berkesempatan mencicipinya.

fakta kerala cows
Fakta Kerala yang membedakan dengan India pada umumnya: jarang ada sapi di jalan

Mundu & lungi

Ini bukan nama bocah comel macam Upin & Ipin, tapi nama sejenis kain tradisional yang banyak dikenakan di Kerala (atau India selatan lainnya). Mundu adalah sehelai kain tak berjahit, sementara lungi tak ubahnya kain sarung berjahit, dimana pemakaian keduanya sama-sama dililitkan di pinggang. Masih banyak penduduk Kerala yang mengenakan mundu/lungi ini dalam kegiatan sehari-hari.

fakta kerala mundu & lungi
Fakta Kerala yang tak asing bagi orang Indonesia: sarungan yuk!

Hammer & sickle

Ini juga bukan nama tokoh kartun, melainkan lambang partai komunis yang kebetulan punya pengaruh kuat di Kerala. Menjelang pemilu kemarin, lambang palu arit bertebaran dimana-mana. Tapi jangan bayangkan komunis di sini seperti doktrin orba. Kerala termasuk salah satu negara bagian termakmur di India, dengan mayoritas penduduk berada di kelas menengah, tingkat harapan hidup tertinggi, dan kemampuan baca tulis yang mendekati 100%. Tampaknya inilah fakta Kerala yang paling menarik.

Simak tulisan teman saya, Delia, tentang partai komunis di Kerala. Click here.

fakta kerala hammer & sickle
Fakta Kerala yang cukup mengejutkan orang Indonesia: lambang palu arit tersebar di segala penjuru

Berminat melancong keΒ Kerala? Simak contoh itinerary Kerala yang saya tulis di sini πŸ™‚

 

Disgiovery yours!

 

Note:
Cover picture courtesy of greatbackwaters.com

Disclaimer:Β 
This post was made possible byΒ Kerala Tourism who sponsored my trip to Kerala, India, through Kerala Blog Express.Β Also supported me from Indonesia were Adira Finance and Malezones.com Β Β 

Β 

10 Fakta Kerala – God’s Own Country
Tagged on:     

49 thoughts on “10 Fakta Kerala – God’s Own Country

    • May 5 at 01:49
      Permalink

      Anehnya selama di sana, kita gak nemuin menu daging sapi terhidang :'(
      How I missed beef steak so bad, hahaha! Padahal kalo di sini malah biasa aja πŸ˜€

      Reply
  • May 5 at 21:27
    Permalink

    Dulu pernah ketemu client yang asalnya dari Kochi dan dia cerita soal Kerala. Dia bilang “you have to visit Kerala because it’s God’s Own Country.” Bahkan slogan pariwisata negara bagian itu sebegitu merasuknya ke penduduknya.

    Reply
    • May 5 at 23:07
      Permalink

      I love Kochi! Wanna go back there πŸ˜‰

      Sepertinya warga Kerala sudah sadar wisata (seperti halnya warga Bali). Bahkan sejak masih urus visa India di Jakarta, orang-orang yang saya temui selalu menyanjung Kerala πŸ™‚

      Reply
  • May 14 at 18:23
    Permalink

    Ohhh ternyata penari yang wajahnya dicoreng warna-warni itu punya nama kathakali, thullal, theyyam ya? Dulu pernah lihat penari serupa manggung di SIEM ( Solo International Ethnic Music ) di Solo, lupa nama daerahnya tapi si mc sebut dari India Selatan. Rupanya Kerala… πŸ™‚
    Ditunggu tulisan tentang Kerala yang lebih banyak hehehe

    Reply
    • May 15 at 00:09
      Permalink

      Wuihhh keren di SIEM ada kathakali (atau thullal) manggung. Theyyam gak mungkin kayaknya, karena pertunjukannya pakai api dan mantra, separuh magis πŸ˜‰
      Sip, tunggu aja lanjutan kisahnya, masih banyak πŸ˜‰

      Reply
  • August 20 at 02:46
    Permalink

    Coba aja kerja sm orang kerala dijamin sakit kepala, ribeetttt
    Itulah sisi lain org kerala selain suka membanggakan diri dan KEPO

    Reply
    • August 20 at 21:09
      Permalink

      Oya? Dalam konteks apa, kak? Bisnis?
      Kalau dari sisi pariwisata yang saya jalani kemarin sih beruntung bertemu dengan penduduk lokal yang baik & ramah πŸ™‚

      Reply
  • Pingback: My Flavoury Colours Of India - DISGiOVERY

  • Pingback: 14 Hal Seru Jalan-Jalan Bareng Traveler Dunia - DISGiOVERY

  • Pingback: Peluncuran Jalur Samudera Cheng Ho - DISGiOVERY

  • March 14 at 21:56
    Permalink

    Ada yang rencana mau kesana lagi gakk…bareng donk…gak brani sendirian…maklum wanita…hahahha

    Reply
  • April 22 at 14:12
    Permalink

    Gimana dengan sifat asli orang kerala nya?

    Reply
    • April 23 at 10:59
      Permalink

      Kalau dari pengamatan sekilas selama 15 hari, mereka lebih easy going dan sedikit pemalu πŸ™‚

      Reply
  • June 12 at 14:12
    Permalink

    Nyari info tentang Kochi eh nyasar ke sini πŸ™‚
    Duh gak sabar pengen lihat kettuvalam seperti di lagu Dil Se dan nonton Kathak πŸ˜€

    Reply
  • Pingback: MyTrip | Kerala Itinerary 7D6N - DISGiOVERY

  • September 11 at 15:51
    Permalink

    woow…kereen,,,aku juga mauuu…barengan yuukk…my pin 547c7f21

    Reply
  • March 18 at 16:37
    Permalink

    Mau mau mauuu ke kerala,, berapa ya budget kesana yang habis selama 15 hari tu?? Trus sama gak sih sama india bagian utara yang katanya kehidupannya lebih “kejam” daripada jakarta, banyak scam, kasus pemerkosaan n sebagainya,,, soalnya baca itu jadi takut ke india

    Reply
    • March 22 at 10:03
      Permalink

      Nah budget tergantung kebutuhan juga, mau naik apa dan ngapain aja selama di sana, termasuk bermalam di hotel kelas apa. Aku sih udah nulis hal ini di majalah MyTrip tahun lalu, tapi nanti coba aku compile lagi buat di blog ini deh..

      India Selatan beda dengan Utara. Di selatan memang relatif lebih aman dan tenang. Tapi kalau soal scam pasti ada aja dimanapun di dunia ini, yang penting waspada aja πŸ™‚

      Reply
  • April 14 at 18:20
    Permalink

    Waww, akhirnya dapet juga info2 tentang kerala, jadi ga sabar buat berkunjung dan kebetulan calon saya orng sana , jdi harus beljr dr skrng buat tau ttf kerala ky gmn hehe,

    Reply
    • April 14 at 20:56
      Permalink

      Selamat kak Ira, moga rukun selalu sama calon Kerala-nya. Bolehlah sedikit2 dirimu belajar bahasa Malayalam, hehehe πŸ™‚

      Reply
      • April 15 at 06:08
        Permalink

        bahasa malayalam cukup unik ya mas banyak kata yang sama persis dgn bahasa indonesia, contoh kata yg sama seperti bumi, rahasia, roti, topi, nikah dan masih bnyk lg kata yg sama, hehehe, makasih lho mas buat doanya, hehehe πŸ˜€

        Reply
        • April 15 at 09:34
          Permalink

          Nah itu yang saya baru tau, tapi memang banyak persamaan sih, mungkin karena di masa lampau banyak perantau/pedagang asal India ke Nusantara. Kesamaan lain yaitu makanan, di sana ada kue putu juga, cuma warnanya putih dan bentuknya besar2 πŸ™‚

          Reply
  • May 5 at 09:57
    Permalink

    saya dengar orang india identik dengan bau badan. kalau orang2 kerala bau badan juga gak mas?? ada tman dekat yg srius ..kerja didubai tp tanah kelahirannya di kerala..haha pengen tau aja

    Reply
    • May 9 at 00:54
      Permalink

      Hehehe masalah menarik nih. Tapi secara general di Kerala, masalah bau badan tergantung level masyarakatnya juga, hampir mirip sama di Indonesia lah. Tapi yang jelas mereka tidak memakai anti perspirant sehingga banyak penampakan ‘ketek basah’, hahaha πŸ˜‰

      Reply
  • May 22 at 15:24
    Permalink

    Untung menemukan tulisan ini…tadinya saya tidak berminat menetap di sana…tapi setelah baca tulisan ini…akhirnya ok juga deh….karena setelah Ramadhan saya berencana untuk ke Kochi dan Insya Allah rencananya saya akan menetap di sana karena calon saya berasal dari Kerala. Oh ya untuk yang menanyakan apakah bau badan….alhamdulillah calon saya tidak bau badan malah termasuk orang yang bersih….hehehe..

    Reply
    • May 26 at 13:20
      Permalink

      Wah, turut senang semoga lancar pindahannya dan betah di sana πŸ™‚
      Betul, masalah bau badan sebenarnya relatif, yg penting kebersihan badan dijaga πŸ™‚

      Reply
    • March 12 at 05:51
      Permalink

      Mbak dini on…. Bisa Minta contact nya… Duhhh Aku juga lagi jatuh Cinta Sama org Kerala heheh, tpi sbenarnya Masih maju mundur takut, Aku pngen tau bnyak tntg dia Dan lingkungan nya

      Reply
      • March 12 at 21:15
        Permalink

        Ternyata banyak peminat orang Kerala ya πŸ™‚

        Nanti saya bakal kupas sedikit mengenai karakter orang Kerala!

        Reply
      • June 27 at 02:13
        Permalink

        hmm…mba harus banyak mempelajari dulu luar dalam mbaa…krn akan byk perbedaan kebiasaan antara org indonesia dengan orang Kerala. Suami sy juga orang Kerala. Betul yg di infkan bahwa orang Kerala byk bicara dan terlalu membanggakan diri seakan2 dr negara luar itu buruk serta klo bicara mmg ” kasar” ( tp dah terlanjur nikah dg modal cintaaa…so sweet… but hikss;;hikss…hikss …now.)pikir masak-masak yaaa. apalagi yg mu stay ikut mertua disana…..baca n plajari ttg adat istiadat menantu perempuan yg ikut mertua disna….spy tidak terjadi hal2 yg tdk diinginkan…ya klo bs di blg siiih mrk dikit rasis….( curhaatt….)
        tp klo mmg dah terlanjur ‘ cinta ” n serius ” yo ” go a head”….tp waspada ttap perlu….

        Reply
  • May 30 at 17:36
    Permalink

    Saya 2 kali ke India tp blm pernah keselatan, baca tulisan mas gio jadi pengen deh mampir ke kerala. Thanks for sharing mas! Salam kenal πŸ™‚

    Reply
    • May 31 at 09:49
      Permalink

      Terima kasih banyak dan salam kenal juga kak Indra!
      Selain mampir ke Kerala, sering2lah mampir kemari, hehehe πŸ˜‰

      Reply
  • June 8 at 11:41
    Permalink

    Jujur, awalnya saya merasa aneh dan finally amazing berteman dengan orang Kerala. Waktu pertama dia ngajak kenalan, saya ogah-ogahan (secara banyak teman India yg kurang nyenengin). Lalu saya mulai mengira-ngira apa karena dia tumbuh di tanah Arab (usia 10-19th). Dia tidak berubah kecuali menjadi lebih baik. Sampai saya menikah dia tetap sahabat yang menyenangkan. Sampai akhirnya saya penasaran dan mampir di sini. Thank you….

    Reply
    • June 8 at 11:51
      Permalink

      Wah kisahnya menarik, bisa jadi bahan cerita panjang lho kak πŸ™‚
      Semoga persahabatan kalian langgeng ya…

      Reply
  • September 24 at 11:04
    Permalink

    Salam mas,waah sy senang bgt baca ttg kerala ini,kebetulan sy punya kenalan kan org kerala,awalnya sy berfikir org india itu smuanya kurang menyebangkan,tp ternyata sama org kerala ini,sangat asyik n baik yaa,gak terkesan playboy kyak org2 di chating2 pd umumya..

    Reply
    • September 24 at 12:13
      Permalink

      Tiap negara pasti ada saja orang yg kurang menyenangkan, sementara orang yang asyik justru lebih banyak. Senangnya bisa dapat kenalan baik ya πŸ™‚

      Reply
  • November 26 at 20:58
    Permalink

    Ternyata India Selatan makan daging sapi juga ya. Asyik banyak pohon kelapa, adem jadinya. Udah nyobain pijat ayurvedanya nggak mas? Kalo yang untuk ceweknya ada juga ya? Terimakasih info2nya. Salam kenal mas Gio

    Reply
    • November 26 at 21:12
      Permalink

      Iya di Kerala mayoritas penyantap daging sapi, hehehe. Ayurveda mirip2 pijat tradisional Jawa/Bali di sini. Malah di sana lebih ketat, terapis dan customer harus sesama jenis, gak boleh ce dipegang co atau co dipegang ce, begitu..

      Salam kenal juga, kak Sarah πŸ™‚

      Reply
  • November 28 at 09:43
    Permalink

    Bendera komunis… hehe, aku terus terang gak begitu paham. Cuma pas baca bukunya Trinity tahu betapa nyereminnya gambar itu. Lucunya temen2 lain sesama blogger santai aja, walaupun dalam hati pasti ada yang nggak setuju dan bertanya-tanya.

    Reply
    • November 28 at 14:26
      Permalink

      Yep, sebagai orang Indonesia yang sudah didoktrin dari kecil betapa terlarangnya komunis, bikin deg2an sewaktu lihat lambang palu arit itu bertebaran dimana-mana di depan mata, hehehe..

      Reply
  • December 2 at 19:29
    Permalink

    Aku punya temen cowok dari karala dah jadi sahabat dan deket banget ,,dia ramah dan humoris selama 3 tahun berteman gak ada yg berubah ,berasa guyon sama orang indonesia malah hehehe,,seneng banget nie bisa nemu ini,,,thanks ya mas jadi tambah pengetahuan.

    Reply
    • December 6 at 00:54
      Permalink

      Kebetulan teman2 saya yang dari Kerala juga suka guyon, kocak2 orangnya, makanya klop temenan sama orang Indonesia, hehehe πŸ™‚
      Sip, sama-sama, senang sudah mampir dan komen…

      Reply
  • December 6 at 12:23
    Permalink

    wah nemu juga artikel tentang kerala,aku kira kerala sama aja kaya india bagian utara yang kehidupannya minus,ternyata Alhamdulillah ada plus nya,aku juga punya temen dari kerala dan dia muslim,mau ngajarin aku bahasa malayalam,dan bahasa inggrisnya jago banget,jadi pengen ngelancong kesana ><

    Reply
    • December 8 at 10:31
      Permalink

      Terima kasih, tunggu postingan2 selanjutnya tentang Kerala πŸ™‚
      Bahasa Malayalam unik tuh, tampak sulit diucapkan, hahaha.. tapi kalau dipelajari dengan tekun pasti bisalah. Semoga kesampaian melancong ke Kerala ya πŸ˜‰

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *