KIB cover

Disgiovery.com

‘dongter’
‘tengkara’

ADALAH salah dua cita-cita yang ditulis oleh murid-murid kelas 1 SDN Ciapus 02 Bogor pada helai post-it warna-warni dan ditempelkan di poster.  Saya tersenyum sendiri karena teringat pada usia yang sama dulu cita-cita saya adalah menjadi ‘pentara’.

Saya dan rekan-rekan lainnya dari Kelompok 8 Kelas Inspirasi Bogor tengah hadir di sekolah ini untuk berbagi mengenai inspirasi.  Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi relawan dari berbagai profesi & latar belakang dalam misi perbaikan pendidikan di Indonesia. Melalui program ini, para relawan khusus mengambil cuti 1 hari untuk berkunjung & mengajar di Sekolah Dasar yang ditunjuk.  Materi yang dibawakan adalah sesuai dengan profesi masing-masing relawan, dan sifatnya lebih kepada membagi informasi kepada para siswa tentang profesi tersebut.

Tanggal 9 September 2014 kemarin, untuk kedua kalinya saya mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi Bogor yang diselenggarakan serentak di 25 Sekolah Dasar di wilayah kodya & kabupaten Bogor.

Wawasan dan aspirasi para murid diharapkan bertambah, bahwa di dunia ini ada beragam profesi yang bisa dijalani, tak cuma sekadar menjadi dokter atau tentara.  Sebaliknya, para relawan juga belajar kembali bagaimana melihat dunia dari sudut pandang seorang bocah yang tak berprasangka, sekaligus membangkitkan sikap toleransi akan perbedaan.

Kelas Inspirasi, bangun mimpi anak Indonesia!

KIB 01
Murid-murid ini harus berbagi 4 ruang kelas bagi 12 rombongan belajar. Tak heran suasana sekolah selalu ramai karena mereka bergantian masuk kelas sejak pagi hingga petang.
KIB 02
Atraksi angklung menyambut kedatangan kami di sekolah. Mereka bergoyang mengikuti irama meski ada barisan yang tak kompak. Namun semuanya semangat menyanyikan lagu “SDN Ciapus Dua mari kita sukseskan budaya Indonesia.”
KIB 03
Suasana di ruang kelas 1-B. Relawan harus sigap & tanggap menghadapi reaksi beragam dari murid (pencari perhatian, pemurung, pendiam, tak pedulian), termasuk satu-dua murid yang berkebutuhan khusus.
KIB 04
Salah satu permainan interaktif yang diterapkan relawan adalah lempar bola. Kau sebutkan satu keinginan atau cita-citamu, lalu lempar secara acak ke murid lain, demikian seterusnya.
KIB 05
Elzi adalah bocah yang tak bisa diam.  Maka didapuklah ia menjadi pembawa acara dalam kreasi video pendek. Saya sendiri senang menyaksikan proses ini, ada yang menjadi kamerawan, pembawa acara, pengisi acara yang menyebutkan angka-angka dalam bahasa Inggris, hingga penonton yang memberi tepuk tangan.
KIB 12
Puji & Nabila sama-sama ingin menjadi ‘doter’.
KIB 06
Salah satu ruang kelas tak berkaca dan menjadi sasaran empuk murid-murid yang penuh rasa ingin tahu dan mengintip apa yang terjadi di dalam ruangan.
KIB 07
Bersiap mengikuti acara penutupan.
KIB 08
Slogan pelontar semangat dari relawan: “Jujur. Pantang menyerah. Masuk!” Ucapan ‘masuk’ bermakna bahwa semua tekad positif yang terlontar dimasukkan sebagai sugesti ke dalam pikiran dan tindakan.
KIB 09
Pelepasan balon sebagai simbol menggantungkan cita-cita setinggi langit.
KIB 10
Edgar, teman saya asal Filipina, menjadi rebutan perhatian meski ia hanya datang sebagai tamu. Murid-murid bisa mempraktekkan bahasa Inggris mereka meski hanya berupa sapaan yang diucapkan dengan kenes sekaligus malu-malu. Berdasarkan pengamatan saya tahun lalu dan sekarang, murid-murid kelas 5 SD adalah yang paling agresif dan ekspresif menghadapi orang yang baru dikenal.
KIB 11
Para relawan Kelompok 8 KIB 2 (minus Nurul & Marina yang mungkin sedang sibuk berfoto di sisi lain). Photo by Edgar.

Simak kegiatan Kelas Inspirasi Bogor 2013 di sini.

Tertarik bergabung dengan Kelas Inspirasi?

www.kelasinspirasi.org

Kelas Inspirasi Bogor 2 | Another Inspirational Day
Tagged on: