Jelajah Krakatau

Disgiovery.com

KRAKATAU adalah termasuk cagar alam yang sebenarnya tak bisa dikunjungi oleh sembarang orang.  Diperlukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) untuk mendatangi wilayah ini dimana kepengurusannya dipegang oleh BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Lampung.

Ada 5 perkara penting yang patut diketahui sebelum kau memutuskan bertandang ke sana:

1. Pergi bersama penyedia tour resmi yang sudah berlisensi dan mengantongi izin SIMAKSI.  Salah satu keuntungan bepergian dalam grup adalah memangkas biaya (khususnya biaya sewa kapal), sekaligus tak perlu repot mengurus sendiri perizinan masuk kawasan konservasi.

2. Walau sudah merasa membantu perekonomian lokal tapi bukan berarti kau bisa semena-mena berbuat onar atau membikin gaduh.  Pelajari dan hargai kebiasaan penduduk setempat. Walau mungkin kau tak biasa berbincang dengan orang asing, tapi setidaknya tataplah wajah mereka saat mengucapkan terima kasih pada ibu warung, kru kapal, sopir angkot, dll. They’re not invisible people, you know.

3. Kesadaran menjaga lingkungan patut diterapkan dimana saja, namun status cagar alam ini membuatmu harus lebih awas lagi. Peringatkan teman-teman untuk tidak membuang sampah sembarangan, menginjak terumbu karang, ataupun menangkap/memancing ikan di lokasi snorkeling. Bahkan menurut saya kebiasaan memberi umpan roti atau biskuit kepada ikan/satwa liar pun sama sekali tak elok dilakukan.

4. Jaga dirimu sendiri.  You know your own health.  Persiapkan obat-obatan pribadi (gelombang laut menuju Krakatau kadang bisa membuat mabuk laut), sunblock (sinar matahari sungguh membakar kulit), dan masker untuk antisipasi debu dan asap belerang.  Lebih baik lagi jika kau sudah dilindungi asuransi perjalanan.

5. Take nothing but pictures, leave nothing but footprints.

Camkan 5 perkara di atas, maka kau sudah siap pergi untuk Jelajah Krakatau!

 

Merak-Bakauheni

Bakauheni kapal feri

Kapal feri yang menghubungkan Merak-Bakauheni ataupun sebaliknya beroperasi 24 jam. Lama perjalanan sekitar 2 jam lebih (meski terkadang memakan waktu lebih lama jika kapal harus antri untuk bersandar ke dermaga).  Jika beruntung, kau akan mendapatkan kapal feri yang bagus dan mulus dan punya ruangan berpendingin udara tanpa dikenakan biaya tambahan.  Jika sedang sial, kau akan mendapatkan kapal yang agak usang, harus membayar lagi untuk ruangan ber-AC, serta kondisi toilet yang bocor dan bau.

Bakauheni-Canti

Bakauheni pelabuhan

Menara Siger yang berada di atas bukit setinggi 110 mdpl adalah penanda awal bahwa kau sebentar lagi akan menjejakkan kaki di tanah Sumatera.  Menara ini sengaja dibangun sebagai ikon kebanggaan pariwisata Lampung.

Siger adalah simbol khas daerah Lampung berbentuk mirip mahkota dengan pucuk segitiga, berwarna emas, dan biasanya memiliki cabang atau lekuk sebanyak sembilan atau tujuh.  Siger biasanya digunakan oleh pengantin perempuan pada acara pernikahan ataupun acara adat.

Perjalanan dari Bakauheni menuju Canti memakan waktu sekitar 1 sampai 2 jam menggunakan angkot sewaan yang sudah banyak menanti di Bakauheni.  Jalan yang dilalui penuh dengan truk-truk besar.  Kau akan menempuh perjalanan menyusuri kaki gunung Rajabasa hingga tiba di jalan yang lebih sepi di Kalianda.

Canti

Canti pantai (1)

Canti yang cantik. Desa kecil di kecamatan Kalianda yang menjadi titik penyeberangan awal menuju Krakatau. Saya kira tak banyak pengunjung yang sempat menjelajahi Canti selain sekitar dermaga saja. Padahal ia punya pemandangan indah permai di sepanjang pesisirnya. Berlatar belakang gunung Rajabasa, pantai Canti berpasir putih dengan bebatuan karang yang terserak di perairan dangkal nan jernih, bersih tanpa sampah, dan yang utama sepi tanpa orang-orang. Seakan kau berada di pantai pribadi.

Di Canti pula kami mengisi perut di sebuah kedai sederhana dengan menu juara: tempe goreng dan sayur nangka muda. Tempe gorengnya kelas dunia. Garing dan gurih, namun tetap lembut dikunyah.  Bukan cuma saya yang bilang begitu, tapi semua punya  pendapat sama.  Edgar, teman saya asal Filipina, malah langsung kecanduan, dan setelah mencari info di internet ia langsung berniat memproduksi tempe sendiri sepulang ke negaranya kelak.

Canti-Sebesi

Canti to Sebesi

Duduklah di atap kapal dan nikmati pemandangan sepanjang pelayaran dengan leluasa.  Bahteramu mungkin akan disesaki oleh berkarung-karung bahan makanan atau deretan sepeda motor yang dililit tali.  Bunyi deru mesin dan ayunan kapal akan membuai para penumpang hingga setengah tertidur.  Kau akan meninggalkan gunung Rajabasa dan menyongsong gunung Sebesi.  Melewati selat di antara pulau Sebuku Besar dan Sebuku Kecil.  Nun di kejauhan, jika cuaca cerah, samar terlihat sosok gunung Rakata.  Perjalanan ini cuma berlaku dua kali (pukul 7 & 13) dari dermaga Canti, menempuh waktu sekitar 1,5 jam sebelum akhirnya tiba di dermaga pulau Sebesi.

 

Pulau Sebesi

Sebesi dermaga (1)

Dari kejauhan gunung Sebesi begitu tampak tinggi menjulang. Namun setelah kaki menapak dermaga pulau Sebesi, entah kenapa gunung itu seperti menjelma bukit saja (setidaknya bukit dengan ketinggian 844 meter).

Duduk-duduklah di warung di muka dermaga, ada cireng gurih & pisang goreng manis.  Kopi hitam panas atau kelapa muda batok.  Bertukar obrolan dengan ibu warung yang punya logat Sumatera namun berbahasa Sunda.  Penduduk pulau Sebesi mayoritas berasal dari Banten disusul Lampung.

Susurilah jalan setapak memasuki perkampungan.  Lihatlah betapa subur pulau ini dengan melimpahnya hasil kebun berupa kelapa (sebagian diolah menjadi kopra), cokelat, kacang mete, hingga pisang.  Kambing ternak berkeliaran.  Jalan berpasir dan berdebu.  Jika beruntung, kau akan menemukan pantai-pantai sunyi tuk menyepi.

Penduduk biasa menyewakan bagian rumah mereka untuk tempat bermalam (homestay).  Ada pula wisma ala barak yang bisa menampung hingga sepuluh orang per kamar.  Pengunjung bahkan bisa memesan makanan pada penduduk setempat (harap diingat, penduduk di sini gemar masakan pedas).

 

Island hopping Sebuku Besar/Sebuku Kecil/Umang-Umang

Umang Umang (3)

Selepas tengah hari hingga petang adalah waktu ideal untuk bermain air di perairan sekitar pulau Sebesi.  Ada spot snorkeling di perairan Sebuku Besar dan saya takkan pernah jemu mengingatkan untuk tidak menginjak terumbu karang, membuang sampah sembarangan, atau membuat kerusakan lainnya. Pulau Sebuku Kecil punya garis pantai yang landai dan pasirnya berupa pecahan karang halus.  Pulau Umang-Umang punya pantai tersembunyi berair dangkal di balik bebatuan karang.

Kembali ke dermaga Sebesi, kau bahkan bisa menyeburkan diri di perairan dekat dermaga karena airnya yang jernih dan berpasir putih.

 

Mendaki Anak Krakatau

Anak Krakatau

Biasanya trip menuju pulau Anak Krakatau dimulai sejak dini hari, sekitar 1,5-2 jam perjalanan dari pulau Sebesi. Dari kejauhan Anak Krakatau sudah terlihat mengepulkan asap.  Pasir hitam mendominasi pantainya, dengan vegetasi yang hanya tumbuh di sisi timur.  Pastikan kedatangan kalian sudah dilaporkan pada petugas BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Lampung yang sedang bertugas di posko.

Pendakian Anak Krakatau hanya diizinkan hingga mencapai bahu gunung saja, dengan kondisi medan berpasir dan curam.  Satu langkah menanjak, maka kau akan dua langkah menurun. Butuh ketelitian memilih pijakan supaya tak payah mendaki.  Walau tak mencapai puncak, namun pemandangan sekitar sudah memesona.  Kau bisa melihat puncak Anak Krakatau dari dekat, sekaligus merasakan kepungan pulau Rakata, pulau Panjang, dan pulau Sertung di perairan biru selat Sunda.  Sensasi berada di salah satu titik letusan gunung berapi terdahsyat di dunia ini cukup meninggalkan kesan tersendiri.

Ketinggian Anak Krakatau saat ini sudah mencapai 450 meter (ia terus tumbuh berkembang sekitar 5-6 meter per tahun). Saya tak bisa membayangkan jika Anak Krakatau sudah tinggi menjulang nanti, adakah ia kan meledakkan diri seperti para pendahulunya? (silakan baca: Krakatau & Hikayat Sangkakala).

 

Snorkeling di Lagoon Cabe

Lagoon Cabe (2)

Lagoon Cabe terletak di salah satu sisi pulau Rakata dan merupakan spot snorkeling favorit.  Setelah berpanas-panas mendaki Anak Krakatau, kini saatnya menyejukkan diri di perairan lagoon Cabe yang jernih dan punya pemandangan bawah laut yang disesaki terumbu karang.  Ikan berwarna-warni tak gentar oleh manusia, bahkan seorang teman saya pernah berpapasan dengan penyu di sini.  Tapi sebaiknya waspada pula akan arus bawah laut, tak patut jika memisahkan diri dari rombongan.

Jelajah Krakatau biasanya diakhiri di lagoon Cabe sebelum pengunjung kembali ke pulau Sebesi untuk bersiap pulang.

 

Bagaimana, siap untuk menjelajah?

Disgiovery yours!

 

Disclaimer:
This post was made possible by Cheap & Go Tour who sponsored our trip.  My gratitude to Fahroni & crew, BKSDA rangers, and also my travelmates Edgar & Acen. See you all in next journey!

Panduan Jelajah Krakatau

6 thoughts on “Panduan Jelajah Krakatau

  • October 4 at 18:58
    Permalink

    Siap menjelajah Pulau Sebesi, Lagoon Cabe, trus icipi tempe buatan Edgar hahaha…
    Panduan yang komplit dan jelas, bang. Like it! 🙂

    Reply
  • October 7 at 09:17
    Permalink

    waini, postingan temping ini… eh penting! bermanfaat banget buat yang mau ke krakatau. aku dong, dari dulu baru wacana mulu mau kesini hahaha gak kesampaian2, kepentok jatah cuti :/

    Reply
    • October 7 at 11:09
      Permalink

      Hahaha, makasih kak Fahmi, moga terwujud wacananya! Sing penting nanti jgn lupa ingatkan teman2 seperjalanan bahwa yg dikunjungi adalah cagar alam jadi harus extra care & protection 🙂 *kayak iklan pembalut*

      Reply
  • November 13 at 09:32
    Permalink

    sering aku lewat sini kalu mau berangkat dari lampung ke jogja.
    tapi cuma lewat, ingin rasanya menginjakkan kaki disana 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *