jangan dibaca sebelum tidur

Disgiovery.com

“LIHAT gak tadi?”

“Lihat.”

Yang paling menjengkelkan dari dialog tadi adalah saya tak melihat apapun. Sementara adik dan teman saya melihat sesuatu. Seseorang berbaju hitam berdiri diam di sisi kanan ruas jalan tol yang kami lewati. Padahal saat itu malam hari.

Adik dan teman saya kebetulan punya ‘kelebihan’ bisa melihat hal-hal yang tidak kasatmata.  Beda halnya dengan saya yang tampak ‘tumpul’ untuk melihat penampakan gaib seperti itu.

Tapi bukan berarti saya terbebas dari pengalaman horor. Pasti ada saja teman seperjalanan yang punya bakat khusus sehingga mau tak mau saya pasti terlibat langsung. Masih ingat kan bagaimana adik dan teman saya memaksa kami harus bergegas turun dari curug Cibeureum karena mereka melihat ada sosok gaib membuntuti sepanjang jalan? [baca: Curug Cibeureum The Spirits]. Atau ketika teman saya histeris melihat muka kuntilanak menempel ke jendela mobil kami yang tengah melaju kencang [baca: Ujung Genteng Tak Berujung].

Ada satu kisah lain yang belum sempat saya tulis karena kejadiannya singkat saja. Jadi waktu itu calon adik ipar saya tinggal sendirian di dalam bangunan gudang, dan ia sama sekali tidak pernah diganggu oleh yang aneh-aneh meskipun di dalam gudang itu terdapat banyak kamar kosong gelap lembab. Ketika kami datang berkunjung untuk kali pertama, adik saya langsung ‘melihat’ sesuatu.

Sesosok perempuan berambut panjang bergaun putih melangkah keluar dari dalam gudang. Langkahnya terpatah-patah bagai tulang-tulang dalam tubuhnya terkena cidera parah. Parahnya lagi sosok itu berjalan dengan cepat ke arah pohon, dan cara jalannya MENYAMPING seperti kepiting!

HOROR abis!

Tapi sosok itu tidak pernah menakuti calon adik ipar saya yang tinggal sendirian di dalam gudang.

Saya juga kerap mendengar cerita teman yang mengalami kejadian menyeramkan dalam perjalanan mereka. Salah satunya sewaktu teman saya menjumpai hantu Thailand di kamar hotel [baca: Bangkok Room #200].

Tapi kisah teranyar yang diceritakan teman saya lumayan bikin bergidik.

Jadi teman saya yang satu ini konon mengalami sendiri kejadian ini, meski sepertinya saya juga pernah membacanya dimana gitu. Entahlah, tapi mendengar penuturannya tetap mendirikan bulu roma.

Syahdan, dalam sebuah perjalanan teman saya dan rekan-rekannya (sekitar 4-5 orang) kemalaman di sebuah desa (saya bahkan lupa menanyakan dimana lokasi persisnya).  Mereka memutuskan untuk menumpang istirahat di rumah penduduk. Beruntung ada yang bersedia menampung meskipun para tamu dadakan ini harus rela tidur berdesakan di ruang tamu.

Singkat cerita kursi-kursi pun disingkirkan, tikar digelar. Para pemuda itu tidur berjajar menghadap jendela yang menghadap ke teras depan. Beruntung ada gorden yang membatasi jadi mereka tak silau oleh lampu di luar.

Namanya juga fase tidur ayam, tentu kesadaran masih setengah terjaga. Setelah semua mulai lelap, teman saya merasa seperti ada bayangan melintas. Sekali ia diamkan.

Tapi setelah dua-tiga kali bayangan itu melintas lagi, hingga ia mulai membuka mata. Terganggu sekaligus cemas. Apakah ada maling di teras depan?

Suasana tenang. Remang. Tak ada bayangan apapun.

Ia mulai setengah tertidur lagi.

Dan tiba-tiba dari balik mata terpejam ia merasakan bayangan itu melintas lalu berhenti. Memblokade cahaya dari teras depan.

Spontan ia membuka mata.

Gorden di depan mereka menampakkan siluet manusia bertubuh besar sedang berdiri diam di teras depan.  Bayangan itu seperti berdiri menghadap ke ruang tamu, ke arah mereka.  Berdiri diam.

Diamnya itu yang bikin ngeri.

Teman saya yang murah hati langsung membagi-bagikan kengerian ini pada teman-temannya di sebelah. “Psst, bangun! Hati-hati ada rampok!” desisnya.

Terbangun sudah mereka menghadapi bayangan hitam, yang–

Jreeeeng!

–sosoknya sudah menyembul di balik gorden!

Teman saya dan teman-temannya bagai membeku tak kuasa bergerak.

Gorden itu pelahan mulai bergerak, tersingkap. Seakan memberi jalan bagi sosok di baliknya untuk melangkah keluar.

Dalam posisi masih terlentang, teman saya langsung menutup mata. Mungkin juga ia menggigil ketakutan. Pasrah. Tak peduli dengan yang lain.

Lalu…

Woooosh!

Bagai ada angin dingin tiba-tiba berhembus di atas mereka sementara sosok bayangan itu keluar dari balik gorden dan berjalan melintas.

..

.

Sepanjang malam itu, para pemuda malang tak bisa tidur lagi.  Mereka terus terjaga hingga subuh, dan langsung bergegas pamit tanpa menceritakan kejadian sesungguhnya pada tuan rumah.

Dan akibat efek cerita itu, hingga kini saya kerap parno kalau melihat ada gorden yang bergerak-gerak sendiri (walau mungkin dihembus angin).

Kalau kamu, apa cerita serammu?

 

Disgiovery yours!

 

Simak juga kisah-kisah jangan dibaca sebelum tidur lainnya di sini:
Adlien – Sosok di Ujung Pulau Kodingareng Lompo
Bulan – Tangis Perempuan di Luar Kamar
Danan – Pertanda dan Arwah
Edy – Sisa Tragedi G30SPKI di Coban Talun 
Olive – Tentang Mereka
Parahita – Kamu Takut Setan Nggak? 
Reynaldi – Terjebak Horor di Rinjani
Titiw – Kisah Mistis di Balik Jeruji Pondok Baduy
Vika – Ketemu Hantu

Jangan Dibaca Sebelum Tidur
Tagged on:

42 thoughts on “Jangan Dibaca Sebelum Tidur

  • Pingback: Kisah Mistis di Balik Jeruji Pondok Baduy

  • September 30 at 22:25
    Permalink

    Kak Badai emang “tumpul”, tapi temen-temennya tajem semua. Akhirnya tetep kecipratan parno wkwkwkwk. Tapi emang, cerita ini serem parah!!!

    Reply
  • Pingback: Kamu Takut Setan, Nggak? | andare!

  • October 1 at 03:55
    Permalink

    Awas kak mereka ngga hanya hadir di belakang gordwn tapi belakang cucian basah atau jemuran lembab…. Jrenagggg

    Reply
  • October 1 at 07:45
    Permalink

    Temanku itu sering juga liat kayak gitu, jai kalo pergi ke mana-mana dia selalu bilang “Jangan lewat sana, lewat sini saja”

    Reply
  • Pingback: Melihat Hantu

  • October 1 at 09:48
    Permalink

    Aduuuh kak Badai, adikmu itu kalau diajak piknik bikin suasana horor terus dong?!
    Cobak aja kemaren diajak ke TBI Gath hahahaaa

    Reply
  • October 1 at 10:28
    Permalink

    Pasti yang menyembul ddi korden pingin ngajak kenalan para pemuda. Ahh malang nasibnya, mungkin saja dia jomlo. Piss hahahaha

    Reply
  • October 1 at 12:04
    Permalink

    Paling banter ngeliat ART kesurupan di dapur rumah, belasan tahun lalu. Itu aja rasanya udah sangat serem banget, Maklum masih SD sampe ga berani pulang ke rumah :p

    Reply
  • October 1 at 12:05
    Permalink

    Gw bersyukur bangetlah ga dikasih kemampuan untuk lihat dunia lain… *pasang softlens minus 4*

    Reply
  • October 1 at 15:23
    Permalink

    jangan-jangan bayangan hitam tadi cuma pengen ngajak kenalan kak gio? Gimana hayoh 😀

    Reply
  • Pingback: Tentang Mereka | My Passion

  • Pingback: Tangis Perempuan di Luar Kamar | The Uber Journey

  • October 2 at 12:41
    Permalink

    Hahahaha… untung ini bacanya di siang bolong ya! serem kakakkk kalo dibaca malem2 sendirian, hahaha…
    apalagi yang perempuan berambut panjang jalannya menyamping… kok imajinasiku serem banget ya!?? *getok2 meja* 😆

    Reply
    • October 2 at 13:21
      Permalink

      Baiklah kak Chocky, nanti malam aku mau kasih reminder soal perempuan yang jalannya menyamping yaaa.. 😉 #baikhati

      Reply
  • October 5 at 10:42
    Permalink

    Sempet sih ngalamin kejadian serem waktu ngunjungin Bangkok, di malam terakhir sebelum pulang. Cuma aku pikir karena kelelahan aja. Aku marahin aja itu ‘yang aku anggap’ gangguin pas lagi tidur, baru sadar paginya ,,, semalam marah-marah ke siapa? hahaha

    Reply
    • October 5 at 12:32
      Permalink

      Seremnya kayak gimana?
      Hahaha hantu itu belum tau kalo kamu marah2 kayak gimana..

      #kabur

      Reply
  • October 6 at 15:27
    Permalink

    Astagooooo~ Seram, tapi entah kenapa bikin penasaran. :” Btw, sudah lama aku nggak main ke blognya Kak Badai~ hihihi..

    Reply
  • October 9 at 10:06
    Permalink

    untung kebacanya jumat pagi, Bang, coba tadi malem, beneran ngga bisa tidur deh .. *melipir ke pojokan*

    Reply
  • October 12 at 14:32
    Permalink

    Waduhhh… mas, siang2 baca ini tetep aja merinding nih.
    Kalau bisa sih jangan sampai deh bisa melihat mas. Cukup merasakan aja dah bikin gak enakan.

    Reply
    • October 12 at 20:43
      Permalink

      Coba baca malem-malem deh, rasakan sensasinya.. 😉

      Duh jangan sampe, kayaknya lebih baik tumpul aja untuk hal2 beginian…

      Reply
  • October 18 at 15:52
    Permalink

    Kampret. Udah tahu penakut, masih baca postingan ini sampai habis. Sial.

    Reply
  • October 21 at 08:31
    Permalink

    Wah, itu beneran mas? Aku dulu juga pernah ngalamin hal semacam ini, tapi kelihatannya wujudnya pocong sedang berdiri dibalik pohon pisang

    Reply
    • October 21 at 10:21
      Permalink

      Aku cuma menceritakan yang aku dengar mbak, bisa jadi kenyataannya lebih menyeramkan 😉

      Waduh, pocong di balik pohon pisang… cerita lengkapnya gimana, mbak?

      Reply
  • December 20 at 00:32
    Permalink

    Walah, sumpah gorden di kamarku seperti tertiup angin, padahal gak ada angin. Mirip kayak di cerita itu, sudah ah jadi merinding.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *