ja connexion

Disgiovery.com

HOBI saya duduk-duduk sambil mengamati keramaian. Biasanya setelah bepergian dengan pesawat dan kembali mendarat di bandara Soetta Jakarta, saya akan duduk menunggu kedatangan shuttle bus ke Bogor sambil mulai mengerjakan hobi tsb. Mata mulai memindai wajah-wajah asing, kuping mendengar celoteh dalam logat daerah berbeda, hidung terkadang mengendus aroma parfum atau pomade yang memikat ataupun menyengat. Beberapa orang membawa barang bawaan lebih dari satu, selain kopor/tas terkadang ada tambahan kantong plastik/paper bag/kardus.

Sebagai seseorang yang terkadang suka over-emphaty dengan hal remeh temeh, saya kerap terpikir bagaimana perjuangan seorang asing (lokal ataupun manca) yang baru kali pertama menjejakkan kaki di bandara Soetta dan harus berjihad menembus belantara ibukota. Apalagi kalau ongkos taksi tak masuk anggaran. Pakai shuttle bus (atau kelak kereta bandara) memang bisa jadi alternatif, tapi setelah sampai di halte tujuan lalu bagaimana? Harus kembali berjibaku dengan barang-barang bawaaan menggunakan moda transportasi berikutnya menuju hotel misalnya.

Andai saja ada layanan transportasi umum yang langsung antar jemput tamu dari bandara ke hotel, atau sebaliknya, tentu akan lebih memudahkan.

ja connexion modelja connexion blogger

Perkenalkan Jakarta Airport Connexion (JA Connexion)

Tak diduga tak dinyana semesta mendamparkan saya duduk di dalam bus ke bandara Soetta pada suatu hari Sabtu cerah di 8 Juli 2017. Bersama-sama dengan rombongan blogger, BPTJ (dipimpin oleh bapak Bambang Prihartono – PLT Kepala BPTJ), dan Blue Bird Group (bapak Sigit Djokosoetono – Direktur Blue Bird Group), kami dijemput langsung dari lobi Mall Grand Indonesia. Ini adalah layanan transportasi umum terbaru bernama Jakarta Airport Connexion (JA Connexion) yang melayani rute bandara ke hotel (dan mall) dan sebaliknya. JA Connexion adalah persembahan istimewa dari BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) dan Blue Bird Group.

Saya duduk di kursi paling depan tepat di belakang sopir, supaya leluasa mengambil gambar. Lumayan kaki bisa selonjoran. Monitor LED terpasang di panel atas, dapat menayangkan siaran tv, memutar film, ataupun karaoke (lengkap dengan mic-nya). Koneksi WiFi di dalam bus lancar jaya. Gawai kehabisan daya? Terdapat charging port di rak kabin, cukup bagi setiap penumpang untuk menambah daya gawainya masing-masing. Punggung pegal karena dudukan kursi yang tidak pas? Tak usah kuatir karena bus sudah dilengkapi reclining seat.

ja connexion mall grand indonesia ja connexion officer yoga

5 Alasan Menggunakan JA Connexion

1. Direct point-to-point

Naik bis ke bandara Soetta ataupun sebaliknya jadi lebih mudah dengan antar/jemput langsung di lobi hotel/mall. Bagi yang baru tiba di bandara Soetta bisa langsung mencari petugas JA Connexion berseragam hijau di terminal kedatangan (dekat dengan counter Damri) dan memilih rute shuttle bus yang dibutuhkan.

2. Terdapat 4 pilihan rute di lokasi bisnis/komersil

Rute 1 – Hotel Borobudur, Hotel Alila, Hotel Luminor, Redtop Hotel, bandara Soetta
Rute 2 – Grand Mercure Harmoni, Hotel Sari Pan Pacific, Hotel Aryaduta, bandara Soetta
Rute 3 – Hotel Grand Cemara, Hotel Ibis Tamarin, Hotel Millenium, bandara Soetta
Rute 4 – Hotel Grand Sahid, Mall Grand Indonesia, Hotel Ascott, bandara Soetta

Di masa mendatang terdapat pula layanan rute ke bandara Halim PK.

3. Tarif promo 50 ribu Rupiah saja per seat (tarif normal 75 ribu)

Harganya mungkin tak jauh berbeda dengan tarif shuttle bus kompetitor, namun para tamu hotel dimudahkan dengan antar jemput langsung di lobi. Tak perlu lagi geret-geret koper pindah bus ke taksi atau sejenisnya.

4. Jadwal fix

JA Connexion sudah punya jadwal tetap seperti antar jemput paling awal dari hotel adalah pukul 06.00 dan paling lambat antara pukul 16.30-17.00 (tergantung rute). Sementara jadwal paling awal dari airport adalah pukul 08.00 dan paling larut pukul 23.00-23.30 (tergantung rute). Ke depannya juga bakal ada aplikasi untuk cek jadwal dan booking seat.

5. Aman dan nyaman dengan Blue Bird Group

Unit yang digunakan adalah micro-bus Big Bird yang sudah dikenal dengan kenyamanannya.

ja connexion big bird ja connexion charging port ja connexion officer airport

Sekilas Tentang BPTJ

Tak kenal maka tak sayang. BPTJ alias Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek bertugas menjembatani permasalahan transportasi yang ada di ibukota dan sekitarnya. BPTJ baru dibentuk setahun lalu (2016) atas inisiatif Bapak Presiden Joko Widodo dan berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan. Kalian pasti pernah berkeluh kesah semacam ini: “Ini kenapa antara terminal dan stasiun tidak dibuat jalur penghubung, sih?” Atau, “Andai ada transportasi umum yang langsung melayani bandara ke hotel-hotel.” Atau, “Bagaimana akses menuju ke hatimu, kenapa sulit nian.” Abaikan yang terakhir.

Di sinilah BPTJ berperan.

JA Connexion adalah salah satu solusi dari BPTJ (bekerjasama dengan Blue Bird Airport Connexion) menangani masalah transportasi khususnya bagi para pebisnis yang butuh koneksi langsung antara bandara dan hotel tempat mereka menginap. Contoh kasus lain, BPTJ juga tengah menjembatani integrasi antara terminal Poris Plawad dengan stasiun Poris di Tangerang yang letaknya saling berseberangan namun belum terkoneksi. Terminal dikelola oleh Pemkot sementara stasiun dikelola oleh PT KAI. Tugas utama BPTJ adalah menjembatani keduanya (Pemkot Tangerang dan PT KAI) supaya integrasi antara terminal dan stasiun ini terwujud.

PR besar lain dari BPTJ adalah membuat inter-koneksi stasiun Dukuh Atas di Jakarta yang mengintegrasikan jalur BRT, MRT, LRT, dan kereta bandara. Sebagai gambaran, LRT rute Cibubur dan Bekasi adalah milik pemerintah pusat, sementara LRT rute dalam kota Jakarta adalah milik Pemda DKI (dikelola JakPro). BRT (alias koneksi busway) & MRT (yang tengah dalam pembangunan) sendiri adalah milik DKI dan dikelola oleh DKI. Bayangkan betapa rumitnya menjembatani berbagai pihak terkait ini supaya sinergi dalam satu integrasi. Sekali lagi, di sinilah BPTJ berperan.

ja connexion bandara soettaja connexion terminal poris plawad

Hobi saya duduk-duduk sambil mengamati keramaian. Jika di lain kesempatan saya melihat orang yang tampak kebingungan (seperti ilustrasi pada gambar cover dimana komedian Raim Laode tengah memeriksa catatan alamat di buku agendanya), maka bisa jadi dia butuh rekomendasi layanan JA Connexion 😉

 

Disgiovery yours!

JA Connexion | Kemudahan Transportasi Bandara Soetta Jakarta
Tagged on:                     

One thought on “JA Connexion | Kemudahan Transportasi Bandara Soetta Jakarta

  • July 17 at 08:06
    Permalink

    Wah keren ini. Hanya yang perlu di perhatikan, apakah orang yang gak menginap di hotel2 yang bekerja sama dapat “numpang” nunggu di hotel2 tersebut hehe.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *