Eatology design 0

JALAN Sabang barusan panas, tapi non-smoking area di Eatology ini berhawa sejuk. Beberapa saat sebelumnya kami berteduh di bawah pepohonan besar di jalan Lembang, kepala dan pakaian lembab oleh percikan hujan, padahal terik ibukota sempat membakar ubun-ubun.

Cuaca salah tingkah ini membuat sakit kepala. Kami masuk ke Eatology tanpa rencana, hanya karena tertarik oleh desain ruangan semi outdoor yang penuh dengan nuansa hijau tetanaman (selain perut yang sudah kelaparan). Namun asap rokok mengenyahkan kami pindah ke dalam. Interior di sini tampak klasik minimalis, dengan nuansa warna magenta.

Namun pening di kepala membuat saya tak peduli dengan foto-foto makanan. Grilled salmon with mashed potato langsung tandas. Saya sungguh lupa rasanya, namun mengingat piring yang licin, sepertinya menu tadi terasa lezat namun tanpa wow factor.

Baby octopus pun cuma numpang lewat, dagingnya gurih, bagai mengunyah potongan kikil lembut berbumbu wijen (it’s a compliment though, I love kikil). Sedikit kenyal namun renyah. Tapi saya lebih menyukai baby octopus ala resto Jepun yang sesungguhnya, karena ada racikan bumbu tertentu yang membedakan.

Thai iced tea yang saya pesan sungguh segar, dengan rasa teh yang pekat. Β Namun rekomendasi saya segera beralih padaΒ Thai iced green tea. Segar, harum, pekat, dan manis yang tak menggigit dengan aroma matcha kesukaan. Warna hijaunya cantik.

Eatology design 2

Usai makan barulah saya menjelajah. Baju lembab di badan sudah mengering, meski terasa dingin oleh embusan AC. Bersilaturahmi sejenak ke dunia maya melalui jaringan wifi gratis di Eatology. Lalu berkeliling ruangan yang tenang dan sedang sepi (kebanyakan pengunjung memilih duduk di smoking area). Menebus kealpaan memotret makanan, kini saya mengabadikan ruangan di sekitar. Hanya mengandalkan kamera ponsel dalam penerangan sedikit remang.

Saya suka dengan desain kamar kecil pria yang bernuansa hitam dengan washtafel dan urinoir putih. Tampak kontras. Apalagi dipadu dengan tata cahaya lembut.

Tak banyak yang saya foto karena keterbatasan waktu. Masih ada lain kali bagi kami untukΒ kembali ke Eatology. Yang jelas jangan lupakan Thai iced green tea.

Eatology design 1

Eatology design 3

Eatology design 4

Eatology design 5
Eatology
Jl. H. Agus Salim (Sabang) No. 22D
Jakarta Pusat

Eatology & Thai Tea
Tagged on:     

32 thoughts on “Eatology & Thai Tea

  • August 25 at 04:36
    Permalink

    Eatology … pemilihan namanya cukup menjual nih, cukup menarik minat bagi mereka yang mengedepankan selera.

    Reply
    • August 25 at 17:17
      Permalink

      oya, dia yg punya Q Smoke House juga ya? wah kapan2 kalo dia buka resto lagi boleh minta undangannya dong kak buat review, hehe πŸ˜‰

      Reply
  • August 26 at 08:35
    Permalink

    Wah jadi pengen nyoba kesini, biasanya cuma lewat trus langsung melipir ke Hotpot Garden di sebelahnya πŸ˜€

    Reply
    • August 26 at 14:52
      Permalink

      wah aku malah baru tau ada Hotpot Garden, haha.. masakan apa disana, rekomenkah?

      Reply
      • August 26 at 15:09
        Permalink

        di sebelah eatology percisss, makanannya kayak Suki-Suki gitu. Tiap meja ada kompor sama pancinya, nanti kita pilih sendiri mau masukin apa aja. Kuahnya enak bangeeet, rekomen kalo lagi masuk angin atau flu makan dsitu πŸ˜€

        Reply
    • August 27 at 20:17
      Permalink

      kog sama ya, sering ke hotpot garden dan blom melirik ke eatology walupun namanya bikin penasaran.. ada tuh ku foto restonya..

      Reply
    • August 26 at 14:52
      Permalink

      haha ini lebih ke photo essay sih drpd food review ;))

      Reply
  • August 26 at 22:51
    Permalink

    Tanpa “Wow”-factor aja salmonnya salmonnya tandas. Itu gimana kalau “Wow”, piringnya tandas? hehehehe

    Reply
    • August 26 at 22:54
      Permalink

      hehehe, kemungkinan (1) karena lagi lapar (2) emang doyan salmon

      πŸ˜€

      Reply
  • August 27 at 20:18
    Permalink

    pernah bahas sesama pemakan enak, kalu foto makanan ada baiknya ga di-BW-in gitu, ga kelihatan makannya.. dan kalu review satu restopun kebanyak yang mo direview itu makanan toh ya..
    dimanapun ada green tea pasti ku kesana.. cuma ini lewat dowang deh.. abis lebih tertarik sama sebelahnya.. *kaya dita tuh..

    Reply
    • August 27 at 22:00
      Permalink

      haha makanya ga ada foto makanan di sini mbak πŸ˜‰

      Reply
  • September 11 at 14:34
    Permalink

    lg penasaran sama scienTeast..yg jualan buble2 tea gitu …salam kenal πŸ™‚

    Reply
    • September 12 at 19:04
      Permalink

      halo salam kenal juga πŸ™‚ aku malah baru denger scienTeast *langsung googling*

      Reply
  • September 13 at 19:36
    Permalink

    kmaren2 cuma sempet liat dari luar aja karena desainnya lucu…kapan2 mampir deh minum Thai iced green tea πŸ˜€

    Reply
    • September 13 at 19:42
      Permalink

      haha mari silakan mampir kak *berasa yang punya cafe*

      Reply
    • October 4 at 12:12
      Permalink

      Hi, Firsta, and what’s your opinion about their food?
      Actually each chair indoor is big enough to fit a polar bear (well, a tiny one, hehe)

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *