Daiji Raamen 1

DAIJI RAAMEN Bogor punya tagline ‘First raamen in Bogor‘. Dibuka pada 2009, dikunjungi perdana oleh saya pada 2011, dan baru sempat diulas pada 2013. Better late than never, eh? 😉

Daiji Raamen sendiri artinya kira-kira ‘raamen yang bercita rasa besar’. Raamen adalah sejenis mie kuah asal Jepang yang dibuat dari tepung gandum dan bentuknya serupa dengan mie yang biasa kita kenal. Umumnya raamen disajikan dengan kaldu/daging oink oink, tapi jangan kuatir karena Daiji Raamen Bogor ini cuma menyajikan raamen berkaldu daging mooo mooo atau bwok bwok.

Tapi teman saya yang sempat kuliah di Jepang bilang: “Raamen kuah babi itu tetap paling juara!”

-____________-‘

The cook preparing customer's order.
The cook preparing customer’s order.
This is the process customers can see in yatai.
This is the process customers can see in the yatai.

Abaikan food bomb teman saya tadi. Mari fokus pada Daiji Raamen Bogor (yang kini sudah punya cabang di Bandung). Lokasinya ada di jalan Pajajaran Indah yang kebetulan kini jadi salah satu area kuliner Bogor.

Terbagi atas bangunan utama yang cukup besar bernuansa Jepang dengan furniture serba kayu serta sebuah pohon sakura imitasi di tengan ruangan yang menambah aksen tersendiri. Ada juga kedai kecil memanjang di samping tempat parkir yang mengadopsi yatai alias warung kaki lima ala Jepang. Saya paling suka duduk di yatai ini karena suasananya lebih akrab, dan kita bisa melihat kegiatan juru masak yang tengah menyiapkan hidangan. Dekor ruangan ini bernuansa merah dengan banyak pernak-pernik dan figurin yang cukup menyita perhatian.

Terdapat setidaknya empat jenis kuah raamen yang bisa dipilih pengunjung:
Daiji, menu andalan sekaligus jadi favorit saya, berkuah putih layaknya sup miso namun lebih creamy.
Shoyu, berkuah bening dengan kecap asin.
Sapporo, kuahnya menggunakan fermentasi kedelai (semacam tauco putih), ini juga saya doyan.
Curry, alias kari ala Jepang, saya belum coba.

Topping-nya bisa dipilih mulai dari tempura, tori katsu, smoked beef, dll. Biasanya semua disajikan dalam mangkuk dengan irisan wortel, bawang daun, telur rebus, nori (rumput laut kering), kamaboko (semacam olahan seafood), dan katsuobushi (serpihan cakalang/tuna kering). Saya masih ingat betapa takjub kali pertama melihat katsuobushi yang bergerak-gerak sendiri terkena uap panas. Bentuknya memang pipih tipis mirip serutan kayu, dan awalnya saya menyangka itu semacam makhluk hidup! Maklum, hidangan Jepang kan suka ekstrim. Tapi ternyata katsuobushi itu cuma serpihan ikan kering, untung rasanya lezat dan jadi salah satu unsur pendukung raamen yang paling saya suka.

Edamame is still our favorite snack/appetizer.
Edamame is still our favorite snack/appetizer.

Sakura & green tea matcha. Perfection. [original photos courtesy of Daiji Raamen]
Sakura & green tea matcha. Perfection. [original photos courtesy of Daiji Raamen]
Bagi saya, kelebihan Daiji Raamen Bogor ini terletak pada tekstur mie ramen-nya yang lembut dan kuah daiji-nya yang gurih creamy. Minuman andalannya adalah green tea matcha, paduan susu dan es krim yang gurih pekat, manis tapi tak berlebih, dan terdapat sensasi kesat teh hijau yang menyegarkan.

Tapi terakhir saya makan di sini terdapat perubahan pada mie raamen yang digunakan, teksturnya sudah tak selembut dulu (atau mungkin lidah saya yang salah, entahlah). Tapi kuah daiji dan green tea matcha-nya belum mengalami perubahan, jadi masih bisa dikunjungi jika ingin makan mie kuah ala Jepang di Bogor.

Itadakimasu! [tori katsu & tempura raamen photos courtesy of Daiji Raamen]
Itadakimasu! [tori katsu & tempura raamen photos courtesy of Daiji Raamen]

Daiji Raamen

Jl. Pajajaran Indah No. 7, Bogor

+62 251 429 5236
+62 251 832 0532

cabang Bogor Junction foodcourt
Jl. Jendral Sudirman No. 11, Bogor

Daiji Raamen Bogor | The First In The City
Tagged on:     

2 thoughts on “Daiji Raamen Bogor | The First In The City

  • July 14 at 17:50
    Permalink

    aku jg udah yg di ciwalk, makan yg smoked beef daiji raamen.. mungkin kakak gio mau mengundangku mencicip varian lainnya di bogor? *kedip2

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *