concorde hotel KL

Disgiovery.com

TATKALA kaki menjejak bumi Kuala Lumpur (tepatnya sambil menggeret koper dari stasiun monorel Bukit Nanas) saya langsung tersadar jika selama ini cap imigrasi Malaysia di paspor saya hanyalah untuk keperluan transit dan transit saja di bandara. Bahkan setelah diingat-ingat lagi kunjungan terakhir saya ke downtown KL ternyata adalah… 1 dekade lalu! [baca: Plesiran Jiran]  Astaga, seperti apa wujud KL sekarang?

Beruntung pada trip Melaka-Penang kali ini saya dan teman-teman menyempatkan diri singgah di kota KL walau hanya untuk semalam. Jadi ingat lagu ‘Semalam di Malaysia’ meski judulnya kali ini lebih cocok jadi ‘Semalam di Concorde’. Pada kesempatan ini kami memang bermalam di Concorde Hotel Kuala Lumpur, dengan pertimbangan lokasi strategis di pusat kota (bisa jalan kaki ke Petronas Twin Tower ataupun KL Tower) serta akses transportasi mudah (dekat stasiun monorel Bukit Nanas).

concorde hotel KL

My First Impression

Bagaimana akses menuju hotel?
Mudah! Tinggal 3 menit berjalan kaki dari stasiun monorel Bukit Nanas. Atau 10 menit berjalan kaki dari stasiun LRT Kelana Jaya, Petronas Twin Tower, dan Suria KLCC (Kuala Lumpur Convention Center). Hotel ini dapat pula dijangkau dengan berjalan kaki dari Malaysia Tourism Centre. Atau 10 menit berkendara dari Putra World Trade Centre, dan 1 jam berkendara dari KLIA/KLIA2.

Apa kesan pertama begitu tiba di hotel?
Lobi hotel bintang 4 ini letaknya bersebelahan dengan Jl. Sultan Ismail. Tapi tak terdengar kebisingan jalan raya yang mengganggu (tak ada keramaian klakson & knalpot ataupun keriuhan sepeda motor). Kualitas udara KL yang relatif lebih bersih dari Jakarta menjadikan pandangan mata tampak jernih ke depan dan bikin saya bergumam, “Seperti di luar negeri!” Lalu saya tersadar bahwa ini memang di luar negeri.

Kami masuk ke lobi Concorde Hotel tanpa pengamanan ketat seperti memasuki hotel-hotel berbintang di Jakarta. Suasana di dalam lobi tampak mewah oleh kilau marmer di lantai dan tata cahaya benderang. Tiang-tiang sebesar pelukan kekasih khayalan tampak menandai batas ruang mezzanine. Setelah menyebut kode reservasi, resepsionis hotel langsung mengarahkan kami ke sebuah ruang kaca tertutup. Lho, apakah kami akan digeledah?

Bagaimana proses check-in?
Ternyata kami diarahkan untuk check-in di private lounge (fasilitas ini khusus disediakan bagi tamu premier room). Sebuah ruangan spesial dengan perlakuan istimewa. Tamu tinggal duduk di sofa empuk sementara resepsionis membereskan urusan reservasi. In-room entertainment tersedia. Harum kopi dan kue-kue kering sebagai komplimen selamat datang. Seorang butler tampak siap sedia melayani kami, bahkan menawari saya apakah ingin dibuatkan kopi. Saya menolak dengan halus.

Kenapa menolak kopi?
Saya bilang, “I’m good. Nanti saya buat sendiri.” Jadi sebenarnya saya agak sungkan dilayani oleh butler ini karena ia tampil perlente dengan muka licin, rambut pomade, setelan jas, dan sepatu hitam mengilap. Sementara saya hanya memakai kaus kemarin, celana selutut kemarin, dan sepatu kets yang jarang saya cuci. Rambut acak-acakan dan muka berminyak. Beruntung tas ransel Hypershield dan kopor Kalibre Cruiser saya tak bikin malu. Harga diri juga. 😉

concorde hotel KL bedroom

Premier Room Experience

Apa kesan pertama begitu masuk kamar?
“Ini sih bisa main bola!” Sorak saya norak-norak bergembira. OK, mungkin berlebihan untuk bermain bola di dalam kamar, tapi Premier Room yang kami tempati berukuran sekitar 40 m2, termasuk salah satu kamar hotel terluas yang pernah saya tempati. Desain dalam kamar tampak modern minimalis. Kamar kami terletak di gedung Premier Wing dengan jendela besar menghadap ke kolam renang dan pemandangan kota.

Ada komplimen dalam kamar?
Sepucuk surat selamat datang dari manajemen hotel. Dan dua buah nampan cantik berisi buah-buahan segar dan aneka keju & kue. Awesome! Buah-buahan langsung ludes, sementara keju & kue disayang-sayang, hahaha! Saya cuma tahu keju cheddar dan keju feta, selebihnya no idea. Tapi setelah saya unggah fotonya di Instagram @disgiovery, ternyata ada yang memberitahu jenis keju lain yang tersaji: gorgonzola & goat cheese. See? The benefit of social media 🙂

Seberapa nyaman ranjangnya?
Concorde Hotel sungguh murah hati memberi kami Premier Room dengan dua buah king size bed. IYA ADA DUA! Sekamar berempat pun rasanya masih cukup luas. Ranjangnya tentulah empuk dan cocok untuk meluruskan punggung dan pinggang. Belum sempat guling-guling, teman sekamar saya (nama dirahasiakan, sebut saja Fahmi) tiba-tiba sudah muncul dari kamar mandi memakai bathrobe. “Ayo lekas!” ujarnya sambil naik ke ranjang, lalu memberi kode.

Sesi foto pun dimulai.

concorde hotel KL bedroomconcorde hotel KL bedroom

Seperti apa penunjang kehidupannya?
WiFi, lancar maksimal. Sedihnya ponsel saya masih crashed gegara terkena air pada saat famtrip Jateng, sehari sebelum perjalanan ke Malaysia. Akhirnya saya memanfaatkan WiFi di Concorde Hotel ini dengan menggunakan laptop. Lumayan bisa mulai mencicil pekerjaan dalam jaringan.

Power outlet alias colokan listrik ada banyak. Terutama di meja kerja. Saya malah lupa menghitung ada berapa unit colokan di dalam kamar ini. Kalau tak salah di masing-masing sisi ranjang pun terdapat power outlet. Jangan lupa bawa travel adapter karena colokan listrik di Malaysia bermata 3.

Room service available 24 hours. Berhubung waktu terbatas, kami tak sempat merasakan room service experience.

Apa saja kelengkapan lainnya?
Lemari merangkap partisi pemisah ruang tidur dengan ruang ganti. Di lemari ruang ganti terdapat hanger, brankas, dan beberapa rak. Satu buah bathrobe masih menggantung, sementara satunya lagi sudah dipakai teman saya. Dan seingat saya tak ada slipper sepasangpun yang tersedia :/

Coffee/tea maker dengan amunisi seperti Cadbury choco drink, Suntips tea bags, dan Kopi-O. Ada pula mini bar dan sebuah laci penyimpanan sebotol wine dengan dua gelasnya.

Meja kerja dan sekitarnya termasuk area favorit saya. Sebuah standing lamp turut membantu pencahayaan. Kamar kami terdapat di sudut gedung Premier Wing sehingga punya dua buah jendela yang menghadap view berbeda.

In-room entertainment berupa LCD TV dengan video dan ASTRO channel.

Bagaimana dengan ruang mandi?
Wash basin, toilet, shower cabin, dan bathtub semua terletak dalam satu ruang dengan pemisah kaca bagi ruang bilas. Handuk & toiletries standar.

concorde hotel KL bedroom

Dining Experience

Makan malam di Melting Pot Cafe yang menyediakan sajian Asia & Continental. Interiornya bernuansa modern dengan sentuhan warna merah. Melihat hidangan ala buffet yang tersedia, saya sudah tak mempedulikan mana appetizer, main course, atau dessert. Yang penting perbanyak raw food! Sushi set jadi pembuka. Disusul salmon sashimi, udang, jamur, dan salad sayuran. Lalu mengikuti Fahmi yang mondar-mandir ke meja dessert. Dia memang lemah sama keju-keju dan manis-manis. Akhirnya saya turut serta. Tambah es krim. Balik lagi ke sushi. Repeat.

dinner raw food fresh sushi sashimi

Sarapan untuk tamu Premier Room dikhususkan di Spices Restaurant & Wine Bar yang terletak di lantai 1 Tower Wing, tepat di sisi kolam renang. Resto ini punya interior serba klasik bernuansa kayu. Rasanya bagai berada di jamuan makan kaum bangsawan. Tinggal ganti kostum kebesaran. Sama kereta kuda buat antar jemput dari kamar ke restoran dan sebaliknya. Anyway, menu sarapan saya tak jauh beda dengan makan malam sebelumnya. Lebih banyak sushi & sayuran segar. Tapi kali ini ditambah mie kuah dengan bakso ikan. Sedap! Tambah dua kali. Repeat.

Concorde Hotel Kuala Lumpur sendiri masih punya beberap resto lain yang tak sempat kami coba. Ada Xin Cuisine Chinese Restaurant (spesialis masakan Kanton dan dim sum Hong Kong), ada Xroads Xpress Deli & Lounge (spesialis roti yang dibuat harian, salad, kopi/teh, cocktails/mocktails), ada pula The Pool Terrace (menyediakan aneka makanan ringan & minuman segar).

concorde hotel KL resto

[photo by @fahmianhar]
[photo by @fahmianhar]

Special Experience

MJ Suite
Ini adalah momen berharga yang mungkin tak semua orang bisa alami. Concorde Hotel Kuala Lumpur ternyata punya ‘harta warisan’ yang hanya diperlihatkan pada orang-orang tertentu. Kami sungguh mati beruntung mendapat kesempatan langka itu. Ialah MJ Suite, sebuah suite room di Concorde Hotel yang pernah ditempati oleh superstar legendaris, Michael Jackson.

Mendiang MJ pernah menempati kamar ini tatkala ia menggelar konser di Kuala Lumpur tahun 1996. Hingga kini kondisi kamar masih terawat baik, dan penuh dilengkapi memorabilia sang bintang. Walau sudah 20 tahun lebih MJ meninggalkan kamar ini, namun suasana ‘sakral’ masih terasa. Seakan-akan sosoknya masih ada di ruangan ini. No horror at all. Lebih kepada haru dan rindu.

mj suite concorde hotel mj suite concorde hotel

What’s Nearby
Masih satu gedung dengan Concorde Hotel Kuala Lumpur adalah Hard Rock Cafe KL, yang tetap tampil mentereng dengan parkiran motor besarnya. Tapi kami tak berminat masuk ke dalamnya, karena masih ada misi lain yang harus dijalani. Apalagi kalau bukan setor muka ke hadapan Petronas Twin Tower. Seakan napak tilas perjalanan saya 10 tahun lalu. 10 tahun, man! Kunjungan kali ini lebih komplet karena selain foto, kami juga mengambil video time lapse. Nantikan di YouTube!

petronas twin tower

Who to Experience

Pelaku urusan bisnis, komersil, hingga pelancongan di pusat kota Kuala Lumpur pantaslah stay di Concorde Hotel. Kamar-kamarnya luas, modern namun tidak meninggalkan unsur klasik yang homey. Makanannya sehat & segar (tergantung apa & bagaimana memakannya, sih ;)). Selain itu saya suka lokasinya karena banyak atraksi yang bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki.

Concorde Hotel Kuala Lumpur

Jalan Sultan Ismail #2
50250 Kuala Lumpur – Malaysia

Telepon: +60 603 2144 2200
Email: kl@concorde.net
kualalumpur.concordehotelsresorts.com

 

Disgiovery yours!

Disgiovery at Concorde Hotel Kuala Lumpur
Tagged on:                     

10 thoughts on “Disgiovery at Concorde Hotel Kuala Lumpur

  • April 28 at 10:14
    Permalink

    Wah, enak nya jadi tamu agung. Special gitu.. kek nya dari hotel ke twin tower Deket juga ya.. budget berapaan nih semalam?

    Reply
    • April 28 at 11:42
      Permalink

      Seru kok jalan kaki sehat dari hotel ke twin tower karena banyak yang dilihat, kalau gak mau panas jalan kakinya malam hari saja, aman dan terang benderang. Budget per kamar sekitar Rp 700 ribuan (via Booking.com) 🙂

      Reply
  • April 30 at 11:33
    Permalink

    tempat hotelnya strategis ni, abis di hotel klo mau keluar tinggal jalan kaki udah sampek Hard Rock Cafe KL, background fotonya bagus

    Reply
  • April 30 at 13:27
    Permalink

    Pengin selfi deket twin tower ey… Bagus fotonya yang deket twin tower bang…

    Reply
  • April 30 at 16:40
    Permalink

    aduh jadi pengen kesana lagi nabung nih
    makasih bang atas infonya. foto nya bagus-bagus banget

    Reply
  • June 13 at 11:45
    Permalink

    masih bisa kali staycation disini lagi, kemarin kan cuma 1 malam. Ya 2 malam lagilah *ngelunjak

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *