casa del rio melaka

Disgiovery.com

MELAKA dan aroma mint segar pada sehelai handuk dingin. Sebuah sambutan hangat nan ‘sejuk’ dari Casa del Rio sesaat setelah kami tiba di lobi hotel. Sajian ginger sorbet terasa istimewa, asam segar limau dan jahe meninggalkan jejak manis di lidah. Rasanya segala penat saya setelah penerbangan Jogja-KL disambung perjalanan darat menuju jantung kota Melaka purna sudah.

Dengan antusias saya menatap sekeliling. Casa del Rio dalam bahasa Spanyol berarti juga ‘rumah sungai’, karena kebetulan letaknya persis di sisi sungai Melaka. Sungai ini sendiri punya sejarah panjang sejak zaman kolonial, dimana lokasi hotel ini pada masanya adalah dermaga tempat bersandar kapal-kapal komoditi dari Nusantara. Casa del Rio punya posisi strategis karena terletak di jantung UNESCO heritage site.

Jejak Mediterania terekam pada gaya Casa del Rio, bangunan megah bertingkat 3 ini dihiasi pilar-pilar melengkung dengan interior art deco dan pulasan warna terracotta. Dilihat dari atas keseluruhan bangunan berbentuk huruf U persegi dengan sebuah kolam biru jernih diapit di tengahnya. Angin petang menggugurkan kembang-kembang kertas berwarna nila dan putih ke permukaan kolam. Nuansa estetika yang berbeda. Saya tahu babak Melaka ini bakal spesial.

casa del rio building casa del rio pillars

Deluxe Room Experience

Saya menempati kamar deluxe yang menghadap sungai Melaka. Saya kira ini salah satu kamar terbaik. Luas kamar 50m persegi, terbagi atas kamar ganti, kamar mandi, kamar tidur, dan balkon pribadi. Interior art deco dengan furnitur kayu berwarna gelap menampilkan kesan kokoh. Nuansa warna cokelat muda menampakkan kesan hangat.

Kamar Tidur

Ranjangtwin bed yang disulap menjadi satu ranjang besar, saya tak pernah mempermasalahkan ranjang di hotel manapun, sepanjang saya bisa merebahkan badan dan tidur nyenyak maka habis perkara
Meja kerja – gabungan kayu dan marmer dilengkapi dengan laci geser dan beberapa soket listrik tersembunyi, satu set perangkat tulis menulis, dan sebuah buku tebal bertajuk ‘Greetings From Melaka’, yang berisi segala hal penting tentang kota ini (must read for all travelers!)
WiFifast & free, penting!
Soket listrik – ada banyak di dalam kamar, sayangnya saya hanya membawa satu travel adapter kaki tiga jadi tetap harus bergantian jika ingin mengisi daya gawai
In-room entertainment – terdapat satu set perangkat audio visual yang nyaris tak pernah disentuh, kecuali TV yang hanya saya pasang pada saluran NatGeo People
Coffee set – lengkap termasuk pot elektrik, kopi-teh-gula hingga cokelat Cadbury

casa del rio deluxe bedroomcasa del rio deluxe bedroom view

Kamar Ganti

Lemari besar dengan cermin besar, safety box, hanger, hingga satu set setrika lengkap dengan mejanya (bisa buka jasa setrika nih, hahaha!)

Kamar Mandi

Bathtub (dilengkapi garam mandi dan satu bebek karet mungil), toilet duduk, shower kaca dengan air panas & dingin yang mengalir deras, washtafel marmer dengan banyak laci kayu di bawahnya, sebuah cermin besar, dan toiletries harum beraroma rempah (saya suka!)

Balkon Pribadi

Bisa duduk-duduk santai sambil melihat hilir mudik perahu pesiar atau aktivitas wisatawan di seberang sungai

casa del rio deluxe bathroom

Dining Experience with The River Grill

Resto ini memang terlihat luxury, padahal ada satu hal yang perlu disiarkan ke khalayak. Yakni harga menu yang terjangkau dibandingkan resto hotel berbintang setara. Sebagai contoh paket steamboat di River Grill hanya ditebus dengan RM 38 (atau Rp 120 ribu) per orang, ini setengah harga lebih murah daripada steamboat sejenis di kota-kota besar di Indonesia. Paket makan siang ala Peranakan racikan chef Baba William juga dibanderol dengan harga yang sama dengan paket steamboat. It’s all worth it!

Saturday BBQ Night

Malam pertama kami di Casa del Rio dimanjakan dengan suguhan Saturday BBQ Night. Semenjak pertama masuk resto saya sudah lupa diri dengan sajian raw food berlimpah. Sashimi segar, udang, kerang, aneka salad sayuran dengan beragam saus dressing. Aneka hidangan matang seperti tandoori chicken, ikan asam pedas, hingga nasi biryani malah tak sempat saya lirik. Sementara di teras resto terletak kemeriahan pesta yang sebenarnya. Kambing guling!

casa del rio raw food casa del rio bbq kambing guling

Breakfast

Selain ala buffet, terdapat pula pilihan ala carte. Dan saya memilih keduanya, hahaha! Portuguese baked egg adalah menu favorit ala carte, semacam telur dan keju yang dipanggang dengan saus spesial. Lupakan sudah juklak food combining untuk sarapan. Buah segar dan air lemon memang jadi pembuka, tapi setelah itu pesta pora dengan daging & keju, ditutup aneka pastry. Rasa bersalah? Apa itu?

casa del rio bfast set casa del rio salad bar

Special Experience with Casa del Rio

Infinity Rooftop Pool

Kolam renang infiniti di atap hotel jadi nilai plus tersendiri. Sambil berenang-renang tamu bisa melihat-lihat aktivitas di sungai Melaka, pucuk-pucuk tiang Museum Maritim yang mengingatkan saya pada sosok kapal bajak laut, gardu pandang Menara Taming Sari yang bergerak naik turun, hingga menyaksikan matahari terbenam di laut Melaka. Tahukah kamu jika mengikuti sunset dari sini maka kau akan tiba kota Dumai di Riau hanya dalam 2 jam sahaja dengan kapal cepat? Lain kali harus coba.

Sementara itu mari nikmati kesejukan air di rooftop pool Casa del Rio. Haus? Ada bar pool yang siap menyajikan minuman segar.

casa del rio infinity rooftop pool

Melaka River Cruise

Menyusuri sungai Melaka dengan perahu pesiar adalah salah satu atraksi utama di kota ini. Kami diajak Casa del Rio menyusuri sungai menjelang senja, melihat aktivitas di sepanjang sisi sungai, melewati jembatan-jembatan, dan geliat kehidupan menjelang malam. Resto dan kafe mungil di sisi sungai mulai disinari lampu-lampu memikat. Ada satu deret di sisi sungai yang hanya menyajikan makanan dan minuman non alkohol, sementara di sisi seberang adalah sebaliknya. Susur sungai kami berakhir di dermaga dekat hotel, menyaksikan matahari terbenam yang buat langit merona.

casa del rio sunset cruise

Melaka Heritage Walk

Casa del Rio mempertemukan kami dengan paman Eddie, seorang pemandu wisata kawakan yang bangga akan kota kelahirannya. Sebagai salah satu UNESCO heritage site, Melaka memang layak kunjung wisata. Kemegahan benteng A’Famosa hingga kemeriahan pasar malam Jonker Street. Museum Baba Nyonya hingga keseharian masyarakat pecinan yang lekat dengan budaya peranakan. Kebanyakan orang Indonesia mengenal Melaka sebagai tempat berobat, padahal ada banyak atraksi wisata memikat di sini. Kunjungan kami selama 3 hari 2 malam saja rasanya masih kurang. [klik untuk photo story Melaka Heritage Walk]

casa del rio heritage walk

Cooking Class

Chef Ghazali dan asistennya mempersembahkan Nyonya chicken curry. Bahan-bahan yang disiapkan umumnya sudah tak asing bagi masyarakat Indonesia, mulai dari bawang putih, cabai merah, hingga belacan (terasi). Yang bikin saya takjub adalah daging ayam potong di Malaysia ini berukuran jumbo. Wah gede banget, kalau mengutip salah satu judul film Warkop. Chef sendiri sempat menjelaskan perbedaan santan kemasan yang dipakai antara merk ini dengan merk itu. Sayangnya saya lupa mencatat (jangan ditiru!). Intinya pada akhir sesi, semua turut mencicipi kari ayam peranakan ini. Daging ayamnya lembut, bumbunya kaya rasa. Nasi mana nasi?

casa del rio cooking class casa del rio chicken curry

What I Like Most Staying in Casa del Rio

Personal Touch

Secarik kertas di atas meja di sisi ranjang. Ramalan cuaca esok hari tertera. Bagi saya, ini pun istimewa. Tanpa harus memantau kondisi cuaca via online (yang kerap terlupa), saya bisa langsung memperkirakan kegiatan apa yang ideal dilakukan esok hari. Sentuhan kecil yang membantu.

The invisibles must have done that. Memo kecil tadi diletakkan oleh mereka. Terkadang kita lupa pada jasa petugas housekeeping yang bak pesulap mampu mengubah kamar berantakan menjadi rapi sediakala. Mereka ada tapi tiada, tak terlihat. Pernahkah kau berpapasan dengan mereka lalu tersenyum sambil menatap mata?

Memanusiakan manusia.

casa del rio personal touch

Bicara tentang itu, Casa del Rio pun memanusiakan saya. Rasanya sudah lama, lama sekali saya tak menulis tangan pada sebuah buku. Sebuah buku hard cover di atas meja kerja menarik perhatian saya. Awalnya saya kira alkitab, tapi ternyata bertuliskan ‘My Personal Melaka’ pada sampulnya. Isinya istimewa. Berupa testimonial dari para penghuni kamar sebelumnya mengenai kesan & pesan mereka tentang Casa del Rio. Semuanya adalah tulisan tangan. Bayangkan Casa del Rio mempunyai 66 kamar, berarti total ada 66 buku testimonial berbeda. How much I want to have access to all these books!

Rasanya seperti membaca buku kenangan semasa sekolah. Tanpa ragu saya turut menuangkan testimonial saya di lembarannya. Tulisan tangan saya sepertinya berubah, kini ia terkesan lebih kaku karena sudah lama saya tak menulis dengan pena hingga 2 lembar penuh tanpa jeda. Hey, it felt great! Melakukan sesuatu yang menyenangkan yang sudah lama tak dilakukan. Rasanya… berbeza.

 

Disgiovery yours!

 

** Also thanks to Fahmi Anhar & Casa del Rio for contributing some great pics 🙂

casa del rio blue hour

CASA DEL RIO, MELAKA

88, Jalan Kota Laksamana 75200
Melaka Malaysia

Tel: +60 6 289 6888
Fax: +60 6 289 6999
Email: reservation@casadelrio-melaka.com
http://www.casadelrio-melaka.com/

Casa del Rio | Persembahan Istimewa Melaka
Tagged on:             

20 thoughts on “Casa del Rio | Persembahan Istimewa Melaka

  • March 13 at 07:53
    Permalink

    Keren banget hotelnya.
    Asyik ya kalau ada semacam buku tamu. Setiap pengunjung bisa membaca bagaimana kesan ketika menginap di sini.

    Reply
    • March 13 at 20:56
      Permalink

      Yup, gagasan menyediakan buku kenangan di tiap kamar sungguh terasa personal. Seru melihat2 tulisan tangan beragam orang, ada yang pakai huruf kanji, ada yang pakai gambar2 kartun lucu, dll 🙂

      Reply
    • March 13 at 20:57
      Permalink

      Hahaha tahan perut kalau mau lihat foto2 makanan di postingan ini! Pssst, kambing gulingnya sedap nian!

      Reply
  • March 13 at 13:37
    Permalink

    Hatiku tinggal di Balkon Casa dan di teras River Grill. Bagaimana ini? Kak Zima, I want you to know what I feel right now. Please take me back, please! 🙂

    Reply
  • March 13 at 13:41
    Permalink

    Yawla, foto kancutan itu majang dimana2 deh jadinya. Pengen balik, ga cukup rasanya 3 hari disana

    Reply
    • March 13 at 21:05
      Permalink

      Hahaha gak masalah kan? Soalnya kalo aku yg kancutan nanti dipecat jadi guru honorer kak :/
      Pengen staycation di Casa seminggu! #ngelunjak

      Reply
  • March 14 at 14:27
    Permalink

    Yawla ini kok ada manusia mengambang di infinity pool? jadi males mau ikut nyebur hahaha. Terima kasih untuk kebersamaannya teman-teman, unforgettable melaka! And don’t forget to prepare for the next project, kita datang ramai-ramai ke majlis kahwin kak zima nanti ya.

    Reply
  • March 14 at 15:19
    Permalink

    Pengalaman tak terlupakan ya nginep di Casa del Rio? Mewah, anggun dan hangat sekaligus.

    Btw kmaren aku udah komen di sini kok gak ada? 😭

    Reply
    • March 14 at 20:23
      Permalink

      Apalagi dirimu begitu anggun bersahaja bikin siapapun terpesonah.. ((TERPESONAH))

      Komen yg mana kak, mungkin masuk spam 😉

      Reply
  • March 17 at 04:07
    Permalink

    Serius di kamar mandinya ada bebek karet? Ya ampun, buat apaaaaaaaa? 😀
    Dan tampaknya dirimu girang sekali berpose di depan kambing guling itu kak.

    Bikin mupeng aja nih postingannya. Mau balik lagi ke Malaka ah, hmm tapi harus agak nabung nih supaya bisa nyobain nginep di sini juga.

    Reply
    • March 17 at 11:41
      Permalink

      Ahaha bebeknya buat dekorasi, atau mungkin buat mainan bagi tamu anak-anak 😀
      Ya iyalah girang bisa icip-icip kambing guling langsung dari panggangannya #barbar
      Cobain dulu makan di River Grill, Insya Allah murah dan enak untuk kelas hotel berbintang 🙂

      Reply
  • March 17 at 18:49
    Permalink

    Keren banget diary nya… pasti langsung tulis dont forget to follow bla bla ya kak…
    btw bebek di bathtubnya boleh bawa pulang ga?

    Reply
    • March 17 at 19:34
      Permalink

      Hahaha aduh kak Lenny cenayang ternyata 😀

      Bebek bathtub gak boleh dibawa pulang, tapi kalo dipanggang boleh #eh #lagilapar

      Reply
  • March 20 at 01:19
    Permalink

    woooow..seru banget, apalagi kambing gulingnyaaa 😀

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *