disgiovery 2016

Disgiovery.com

2017 berjalan sudah namun 2016 masih lekat terkenang. Tahun Tuhan dimana Ia baik banget sama saya. Hamdallah, beberapa perjalanan impian ke timur akhirnya terwujud. Pecah telor ke Solo. Dua kali kunjungan ke Komodo. Menyambangi Derawan, Lembeh, Ternate (kalau yang ini cuma transit, tapi rasanya sungguh senang), hingga Raja Ampat sebagai pamungkas. Kesempatan traveling bersama Riyanni Djangkaru hingga Ramon Tungka juga membuat saya lebih mengenal karakter mereka sebagai human being, bukan lagi sosok pesohor semata.

Ikut terlibat dalam Trip of Wonders 2016 membuat saya kembali berkenalan dengan banyak pejalan asing. Karakter yang paling klik sama saya adalah para pejalan Hindustan. Mereka kadang menyebalkan, bawel, tapi juga periang dan hangat. Bersama para pejalan Oriental saya juga belajar kembali tentang nilai-nilai ketimuran. Pejalan dari OZ & NZ tampil nyaris serupa, setengah dari mereka malaikat setengahnya lagi ujian keimanan (detail nanti saja di blogpost tersendiri kalau tak malas, hahaha!). Oya, saya juga dipercaya Kerala Tourism mendampingi mereka di PATA Travel Mart 2016. Ada banyak souvenir khas Kerala yang akan saya bagikan melalui giveaway contest, mau?

Berikut adalah highlight perjalanan saya selama 2016.

INDEX

Semua kategori di bawah ini murni terpilih berdasarkan faktor interest & sentimental pribadi. Kriteria pemenang kategori sebagian besar bukan karena obyek ybs, tetapi lebih kepada pengalaman/experience yang didapat. Klik pada tiap pemenang kategori untuk detail, selanjutnya klik pada judul untuk melihat postingan ybs (meskipun beberapa post belum ditayangkan ;)).

Category: POSTS
Best Blogpost: Pink Beach Rhapsody
Best Photo Album: Mesa Island Once Upon A Day
Best Video: Trip of Wonders – Dance

Category: EXPERIENCE
Best Adventure: Perut Naga Jahanam Tham Le Khao Kob
Best Stay: LOB Komodo with Raja Ampat Explorer
Best Village: Kotagede, Jogja
Worst Experience: Dekompresi Pesawat

Category: ARCHIPELAGO
Best Beach: Pasir Timbul, Raja Ampat
Best Island: Pulau Padar, TN Komodo
Best Island Hopping: Raja Ampat
Best Underwater Scenery: Pulau Kakaban, Derawan

Category: CULINARY
Best Food: Tengkleng & sate buntel, Solo
Best Drink: Cappuccino ala Everjoy, Bandung

Category: DISCOVERY
Best Animal: Tangkasi & Yaki, Bitung
Worst Souvenir: Sampah Botol Minuman

*****

BEST BLOGPOST

best blogpost

Pink Beach Rhapsody

Sebuah kisah imajinasi yang terispirasi dari perjalanan ke Pink Beach, TN Komodo, NTT. Kisah yang tertulis pendek saja, namun sepertinya bisa mewakili semua perasaan saya selama berada di sana. Behind the scene-nya tidak semanis yang tertulis: saat sekoci hendak kembali ke kapal, tiba-tiba datanglah gelombang BESAR menghantam. Padahal laut sedang tenang. Sebagian kami sampai terjatuh di sekoci, sembari sebisa mungkin melindungi kamera masing-masing. Belum pulih dari kejut, tiba-tiba gelombang BESAR menghantam lagi! This isn’t safe, let’s get back to the beach! Kami pun lekas mendarat, lalu mengumpulkan semua kamera dan barang elektronik lainnya ke dalam dry bag. Mendadak laut kembali jinak, ia akhirnya mengizinkan kami kembali ke kapal.

Menurutmu apa yang telah terjadi?

Back to Index

BEST PHOTO ALBUM

best photo album

Mesa Island Once Upon A Day

Pulau Mesa di perairan Komodo langsung menarik perhatian karena penduduk di sana bisa bertahan hidup tanpa sumber air tawar. Legenda bilang leluhur mereka menghindari nyamuk. Tekad saya untuk mencari tahu lebih jauh tentang kisah ini langsung punah begitu nahkoda kapal bilang kami hanya bisa eksplorasi selama satu jam. Satu jam saja. Izinkan aku merasa. Rasa itu pernah ada. #nyanyik

Di antara keterbatasan waktu, saya dapati pulau Mesa punya penduduk yang fotogenik dengan setting eksotis berupa rumah-rumah panggung dari kayu yang dicat warna-warni. Penggemar fotografi human interest pastilah ingin berlama-lama di Mesa.

Back to Index

BEST VIDEO

best video

Trip of Wonders 2016 – Dance

Idenya sederhana: show your happiness. Tanpa kata. Maka jogetlah solusinya. Video footage diambil selama Trip of Wonders di Jogja, Bali, dan Raja Ampat. Beberapa orang ada yang dapat langsung menari spontan, sementara ada pula yang perlu ‘latihan koreo’ terlebih dulu. Serunya adalah ‘you never know what you’re gonna get’, tiap orang menampilkan gerakan yang berbeda. Bisa ditebak kalau pejalan dari India adalah yang paling luwes bergoyang, sementara pejalan dari Hong Kong adalah yang paling kaku (atau mungkin malu). Dan tentu saja setelah video selesai betapa senang melihat reaksi senang dari mereka yang menyaksikan. Maka kalian pun patut menontonnya, teman. Bersenanglah.

Back to Index

BEST ADVENTURE

best adventure
[photo source: Google]

Perut Naga Jahanam Tham Le Khao Kob, Trang, Thailand

Awalnya esek-esek ecek-ecek bak masuk Istana Boneka di Dufan. Pengunjung naik perahu kecil mengikuti aliran sungai masuk ke dalam gua. Ceritanya masuk ke dalam perut naga. Tata cahaya lampu fluorescent dalam gua malah bikin suasana mirip panggung hiburan rakyat. Ada beberapa spot dimana pengunjung turun dari perahu dan berjalan kaki menyusuri gua.

Perjalanan pulang dalam perahu adalah petualangan yang sesungguhnya! Tiba-tiba seluruh penumpang diharuskan berbaring telentang, sebisa mungkin bagian tubuh tidak melebihi bodi perahu. Dengan ngeri kami menyaksikan langit-langit gua semakin turun mendekat dan mendekat, bak batu penggilingan siap menggerus perahu dan seisinya. Lalu gelap total seiring saya menyerukan takbir!

Honorable Mention

best adventure 2

Cagar Alam Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara

Yang utama ada gonone, serangga miskroskopis yang dapat mengakibatkan gatal-gatal hebat terutama di lipatan tubuh seperti selangkangan. Kami mendapati fakta itu dari petugas jagawana sesaat sebelum masuk hutan. Lotion anti serangga pun diaplikasikan tebal-tebal bak pupur calon pengantin. Perjalanan menembus hutan jadi petualangan mendebarkan.

Di hari berikutnya kami dikejar sore yang mulai beranjak malam. Pemandu memimpin arah pulang melalui jalan pintas yang mulai ditumbuhi semak belukar. Saya paling suka sensasi petualangan seperti ini. INGAT, jangan lakukan ini tanpa pemandu! Di tengah ketergesaan, tiba-tiba terdengar teriakan minta tolong! Kami berhenti sejenak untuk memastikan, lalu terdengar lagi seruan itu. Singkat cerita akhirnya dua orang yang minta tolong itu (sepertinya sepasang kekasih) berhasil ditemukan, mereka tersesat karena keasyikan pacaran foto-foto hingga hari keburu gelap lalu terperangkap dalam hutan. Bayangkan!

Back to Index

BEST STAY

best stay

LOB Komodo with Raja Ampat Explorer, NTT

Cita-cita sejak lama ingin merasakan live aboard (atau di Indonesia lebih dikenal dengan istilah LOB) akhirnya kesampaian. Langsung dapat kapal bernama Raja Ampat Explorer yang megah, bagai kode semesta bahwa ‘Raja Ampat’ pun kelak akan saya kunjungi. Aamiin!

Walau cuma LOB semalam di perairan Komodo, namun perjalanan kami padat bergizi, termasuk kunjungan ke pulau-pulau favorit: Kanawa, Mesa, dan Padar. Awak kapal selalu siap sedia melayani kebutuhan tamu. Makanan berlimpah ruah. Kamar tidur nyaman berpendingin udara, dan kursi-kursi malas nan empuk tersedia di sun deck. Kebersamaan sehari semalam sedikit banyak mengungkapkan karakter teman-teman seperjalanan. Anak-anak Asia Timur yang pada mulanya kelihatan eksklusif ternyata sungguh menyenangkan. Anak-anak Aussie malah.. ya begitulah..

Honorable Mention

best stay 2

RADL, Raja Ampat, Papua Barat

Kun fayakun, kurang dari 3 bulan sejak LOB Komodo, tiba-tiba saya diutus berangkat ke Raja Ampat. Menginap di resort Raja Ampat Dive Lodge (RADL) yang brosurnya sudah saya lihat dengan rasa kepingin pada saat LOB Komodo di kapal Raja Ampat Explorer. Tuhan Maha Besar, semesta bagai berkonspirasi buat saya.

RADL ini resort terpencil di pulau Mansuar. Pondok-pondok kayu terselip di antara rimbun pepohonan, tepat menghadap pantai. Tak ada sinyal selular di sini, kecuali di dermaga kecil yang menjorok ke lautan. Seusai makan malam kami biasa berkumpul di dermaga untuk sama-sama mengerjakan tugas: bersiar di dunia maya. Akhirnya tercetuslah istilah internet pier. Pada malam terakhir stay di RADL kami berkumpul di internet pier hingga lewat tengah malam, bercengkerama dan bernyanyi. Lupakan kendala bahasa, kebersamaan menyatukan. Saya yakin banyak mata yang basah mengingat momen istimewa tsb.

Back to Index

BEST VILLAGE

best village

Kotagede, Jogja

Sebuah area pemukiman di kota Jogja yang terkenal dengan kerajinan perak. Padahal ada banyak yang bisa dijelajahi mulai dari pasar tradisional, warung kopi, bahkan hingga makam Raja-Raja Mataram. Saya malah paling suka menyesatkan diri di lorong-lorong perkampungan, melihat dari dekat kehidupan warga Kotagede yang bersahaja. Tiap gang, tiap bangunan, punya karakter masing-masing. Beberapa kediaman masih mencirikan bangunan khas Jawa berupa rumah joglo. Penduduk yang kami temui sungguh ramah dan murah senyum, tak sungkan mempersilakan kami bertamu.

Honorable Mention

best island 2

Desa Arborek, Raja Ampat, Papua Barat

Pulau wisata dengan penduduk asli yang sudah terbiasa menyambut kunjungan wisatawan dengan atraksi tari & musik tradisional. Lansekap pulau ini tentulah memesona dengan pantai pasir putih dan kaya akan biota laut. Di pulau ini pula saya mencicipi hidangan lokal Papua: papeda kuah ikan kuning. Papeda ini semacam sagu yang disiram air panas hingga teksturnya mirip slime bening, disantap dengan cara diseruput langsung bulat-bulat.

Back to Index

WORST EXPERIENCE

worst experience

Dekompresi Pesawat

Dalam penerbangan Jakarta-Semarang tanpa diduga pesawat kami mengalami dekompresi. Hilangnya tekanan udara di dalam kabin menyebabkan bunyi BRAK dari kompartemen di atas penumpang (yang mengeluarkan masker-masker oksigen). Beberapa hal yang saya tangkap dari peristiwa ini: bahwa awak kabin yang panik malah bisa bikin penumpang tambah panik; bahwa masker oksigen tidak semudah itu bisa dipakai, kamu harus menarik lepas dulu kawatnya sekuat tenaga; bahwa doa dan kepasrahan (dua hal ini yang paling penting!) adalah koetji supaya dirimu tetap tenang. Semoga kejadian ini takkan pernah saya alami lagi seumur hidup.

Back to Index

BEST BEACH

best beach

Pasir Timbul, Raja Ampat, Papua Barat

Pasir Timbul ini adalah sandbank yang hanya muncul pada saat laut surut. Keseluruhan permukaan berpasir putih, dikelilingi laut berair jernih dengan refleksi warna toska hingga biru gelap. Keindahan pantai ini bikin pejalan yang paling sulit bergaul pun menyapa saya sambil tersenyum: “Can we live here forever?” Saya tersenyum balik: “Sure!” walaupun dalam hati menambahkan ‘Memang mau tidur dimana, kalau malam kan laut pasang, kecuali kalian punya kota rumah apung’.

Honorable Mention

best beach 2

Pink Beach, TN Komodo, NTT

Dua kali ke Pink Beach (alias pantai Merah bagi orang lokal) saya malah kelewatan untuk berenang di pantainya, karena selalu tertarik naik ke puncak bukit yang mengapit pantai ini. Pemandangan dari atas memang memesona. Bahkan dari atas bukit pun, Pink Beach ini terlihat menawan dengan air biru jernih dan pasir merona merah jambu.

Pantai tak bernama, Pulau Derawan, Kalimantan Timur

Sepanjang tepian pulau Derawan terdapat pantai-pantai tak bernama, dan kami menemukan satu pantai yang akses masuknya lewat pemakaman umum, terletak di tepi resort yang sudah terbengkalai dengan bangunan-bangunan kosong, salah satunya pantai dengan tribun penonton dari kayu. Ada pula satu pondok kosong yang teronggok miring begitu saja di pasir, menjadikan pantai ini unik dan fotogenik.

Back to Index

BEST ISLAND

best island

Pulau Padar, TN Komodo, NTT

Pulau kekinian yang tampaknya paling banyak beredar fotonya di Instagram. Pemandangan dari setengah atas pulau Padar memang tiada dua, dimana untuk mencapainya dibutuhkan pendakian yang bikin ngos-ngosan. Apalagi dilakukan di tengah hari bolong. Jangan tanya turunnya, lebih sulit lagi karena licin berpasir. Kunjungan kedua dilakukan sore hari, dan walaupun matahari terbenam sedikit terhalang awan namun pemandangannya tetap mahal punya. Jangan tanya turunnya, sudah licin berpasir, gelap pula. Namun kini sudah ada tangga kayu di awal pendakian, meski banyak yang menyayangkan karena membuatnya tidak alami sebagai pulau liar.

Back to Index

BEST ISLAND HOPPING

best island hopping

Raja Ampat, Papua Barat

Raja Ampat memang rajanya. Rasanya semua spot di kepulauan ini tampak fotogenik, mulai dari lansekap, penduduk asli, flora fauna, sunrise & sunset view, hingga pemandangan bawah laut. Raja Ampat yang saya kunjungi memang hanya di bagian tengah saja (distrik Waigeo Selatan) namun rasanya begitu banyak spot yang belum tereksplorasi. Pulau Mansuar, Arborek, Kabui, Sawandarek, hingga Sawinggrai jadi highlight utama. Melihat langsung burung cendrawasih di hutan aslinya sungguhlah pengalaman berharga. Tiap sore bahkan kawanan kalabia (walking shark) bakal muncul di pesisir Mansuar untuk mencari makan. Such a rich life living here!

Honorable Mention

best island hopping 2

Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur

Pulau Kakaban, Maratua, Sangalaki, hingga Derawan masing-masing punya pesona tersendiri. Mulai laguna, palung laut, danau ubur-ubur, gua karst, pantai pasir putih, makam kuno, hingga hidupan laut berlimpah. Kunjungan perdana saya ke Kepulauan Derawan dibilang cuma setengah beruntung karena hanya mendapati penyu di pesisir. Teman saya yang menyusul island hopping di lain kesempatan beruntung sekali bisa bersua penyu, pari manta, dan hiu paus. Sungguh paket lengkap!

TN Komodo, NTT

Hanya di perairan TN Komodo saya bisa merasakan lansekap dunia purba, dengan pulau-pulau karang bergerigi dan permukaan air yang menampakkan arus laut yang ganas. Jangan lupakan pertemuan dengan fauna asli pulau Komodo itu sendiri. Selain itu masih ada pink beach dan pantai-pantai rahasia, serta pulau-pulau menawan seperti Padar, Kanawa, hingga Mesa. Sunset view di pulau Kalong bahkan dihiasi oleh ribuan kelelawar yang berterbangan menyerbu timur.

Back to Index

BEST UNDERWATER SCENERY

best underwater

Pulau Kakaban, Derawan, Kalimantan Timur

Danau di tengah pulau Kakaban menyimpan populasi ubur-ubur tak bersengat yang cukup jinak. Berenang di antara mereka bagai melayang di antara makhluk alien. Sementara laut di sekeliling pulau Kakaban pun punya pemandangan bawah air yang memukau, khususnya di sekitar palung. Karang-karang meja tumbuh subur di sini.

Back to Index

BEST FOOD

best food

Tengkleng dan sate buntel, Solo, Jawa Tengah

Tengkleng adalah hidangan khas Solo yang menyerupai gulai encer berbahan utama tulang kambing berdaging, dan disajikan di atas pincuk (wadah daun pisang). Kita juga bisa memesan bagian daging kambing sesuai selera seperti lidah, sumsum, kaki, mata, pipi, dan jeroan. Tengkleng Bu Edi di Pasar Klewer jadi saksi betapa saya menyedot-nyedot sumsum kambing sampai merem melek, hahaha!

Sate buntel awalnya saya kira sate ikan buntal. Ternyata ia berupa daging kambing cincang yang dibungkus dalam lemak kambing kemudian dibakar. Saya diajak mencicipi sate buntel yang memang khas Solo ini di kedai Bu Bejo. Berhubung pada saat itu sudah kenyang kambing seharian akhirnya seporsi dibagi berdua, tanpa nasi. Dan begitu mencicipinya, saya langsung MENYESAL! Kenapa hidangan seenak ini musti seporsi berdua sih, nasi mana nasi! 😀

Honorable Mention

best food 2

Rujak kuah pindang, Bali

Sebenarnya sudah sejak lama mengincar rujak kuah pindang ini, namun baru kesampaian di 2016. Terdiri atas irisan buah-buahan mengkal (biasanya yang jadi favorit adalah mangga muda yang diserut) lalu disiram kuah cuka bercampur kuah pindang ikan. Rasa masam, pedas, gurih bercampur jadi satu. Cocok disantap siang hari ketika Bali sedang panas-panasnya.

Donat kentang, HVL Seminyak, Bali

Salahkan chef Raka yang punya resep donat kentang yang lembut dan empuk, hanya di Hotel Villa Lumbung (HVL) Seminyak. Percayalah bukan cuma saya yang kepincut sama donat kentang ini, tapi teman-teman lain pun demikian halnya. Donat ini biasanya disajikan hangat-hangat berteman teh panas pekat. Nikmatnya jahanam!

Back to Index

BEST DRINK

best drink

Cappuccino ala Everjoy Coffee & Cafe

Sebagai bukan peminum kopi (kalau ada acara ngopi-ngopi saya biasanya order teh atau jus buah), cappuccino di Everjoy Coffee & Cafe ini bikin saya ketagihan dan selalu order secangkir yang sama tiap sarapan di Ivory by Ayola Hotel, Bandung. Cappuccino ini sungguh lembut dan harum, dan bahkan saya selalu menikmatinya tanpa gula.

Back to Index

BEST ANIMAL

best animal

Tangkasi & Yaki di Cagar Alam Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara

Tangkasi (Tarsius tarsier) dan Yaki (Macaca nigra), kebetulan keduanya adalah penghuni cagar alam Tangkoko. Tangkasi atau lebih dikenal sebagai Tarsius ini lebih gemesin dibanding koala, sayangnya ia gemar mengurung diri dalam lubang pohon. Sebaliknya Yaki demikian lincah ceria, pamer burit merah jambu kemana-mana. Wawancara imajiner dengan kedua hewan ini semestinya sudah di-posting, namun transkripnya keburu dicuri oleh kawanan Yaki yang tak suka dengan hasil wawancara yang menurut mereka ‘diduga menyesatkan’ 😉

Honorable Mention

best animal 2

Komodo di pulau Komodo, TN Komodo, NTT

Akhirnya bisa menyambangi pulau Komodo (NTT) dan menemui si kadal raksasa bernama asli Varanus komodoensis ini. Mereka begitu diam, begitu berbahaya. Jangan coba-coba mengusik. Apalagi komodo yang lagi PMS! #ehgimana
Di sisi lain timbul kesadaran betapa minim pengetahuan saya tentang komodo. Informasi dari petugas jagawana selama kunjungan kami di sana ditambah referensi tambahan dari pustaka maya akhirnya terangkum dalam sebuah wawancara imajiner dengan komodo.

Back to Index

WORST SOUVENIR

worst souvenir

Sampah botol minuman di Pulau Padar

Kedua botol kosong yang masih tampak baru ini tergeletak bersisian tak jauh dari plang Dilarang Membuang Sampah! 🙁
tersangka: kemungkinan sejoli yang dimabuk cinta dan kebodohan

Back to Index

Disgiovery’s Best & Worst 2016

14 thoughts on “Disgiovery’s Best & Worst 2016

  • January 30 at 17:52
    Permalink

    Ckckckck… Geleng-geleng kepala membaca perjalanan Kak Gio selama tahun 2016. Penuh gizi. Keren. Bikin mupeng. Insya Allah 2017 perjalanannya tambah bergizi ya. Amin…

    Reply
  • January 30 at 20:08
    Permalink

    Ketik AMIN dan SHARE.

    Kece berat. Bookmark dululah nanti dibaca satu-satu.

    Reply
  • January 30 at 20:18
    Permalink

    Tahun 2016 yang seru kak, alhamdulillah banyak rejeki dan jalan-jalan. Semoga makin jaya dan sukses. Aamiin …

    Reply
  • February 1 at 16:31
    Permalink

    hiks.. raja ampat… mupeng :((
    tapi dari aceh harga PP nya bikin sesak nafas

    Reply
    • February 1 at 23:01
      Permalink

      Ya iyalah bang Yud, dari ujung barat ke ujung timur, hahaha! Tapi tetap berdoalah, siapa tahu ada rejekinya suatu saat kesana. Aamiin!

      Reply
  • February 1 at 17:03
    Permalink

    Wow, pengalaman jalan-jalannya maknyuss banget. Benar-benar traveler yang mendunia dirimu, Mas. Seluruh tempat wisata asyik dan punya pemandangan kelas satu tampaknya sudah didatangi nih, hehe. Semoga 2017 bisa jadi tahun yang lebih cetar dari tahun-tahun sebelumnya, bisa menjelajah lebih luas dan menyerap pemandangan lebih lengkap. Semangat traveling dan discovering ya Mas, cerita-cerita serunya selalu ditunggu, hoho.

    Reply
    • February 1 at 23:02
      Permalink

      Gara, kau muncul lagi di sini! *jingkrak senang*
      Suksma! Semoga dirimu pun punya pengalaman cetar membahana di tahun 2017 ini ya 🙂

      Reply
  • February 3 at 19:21
    Permalink

    Terimakasih loh udah memasukkan secuil bagian raga ini. Merasa terhormat walau agak diblur, dan dari belakang pula. An honor <3

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *