UKM-Gallery-cover

Disgiovery.com

“INI sisik ikan kakap.”

Serentak kami berdecak kagum. Tapi jangan bayangkan sisik ikan mentah berbau amis, melainkan yang kami lihat adalah produk aksesori. Awalnya kami kira anting warna-warni ini terbuat dari cangkang kerang.  Siapa sangka jika sisik ikan bisa dibikin nyeni begini.

Cukup lama perhatian saya terpusat di paviliun Maluku. Selain produk aksesori, aneka wastra dan batik etnik, ada pula hiasan ayat suci/kaligrafi dari cangkang kerang mutiara. Inginnya meneliti satu persatu item dengan detail, namun keterbatasan waktu membuat kami harus melihat secara acak.  Dan ini baru satu provinsi dari 33 paviliun yang sudah ada (Kaltara segera menyusul menjadi yang ke-34).

Paviliun-Maluku-kerajinan-tangan
Produk UKM dari Paviliun Maluku yang memanfaatkan cangkang kerang dan sisik ikan

 

Perkenalkan SMESCO

Warga ibukota dan sekitarnya pasti tak asing dengan penampakan gedung SMESCO yang megah mentereng di sisi Jl. Jend. Gatot Soebroto – Jakarta, tapi jujur seberapa banyak dari kalian yang tahu apakah SMESCO itu?

SMESCO (Small & Medium Enterprises and Cooperatives) adalah istilah lain dari KUKM (Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah). SMESCO Indonesia Company adalah lembaga layanan pemasaran semua produk KUKM se-Nusantara, dan menampilkan produk-produk unggulan mereka di gerai ritel UKM Gallery & Paviliun Provinsi.

Saya yakin di antara kalian pasti pernah mengalami hal seperti ini:
– hendak bepergian tapi bingung mencari cinderamata khas untuk teman/rekan yang akan didatangi
– usai bepergian tapi tak sempat beli oleh-oleh untuk keluarga/orang terdekat
– kedatangan tamu daerah/asing ke Jakarta tapi bingung mesti dibawa kemana untuk mencari souvenir
– hobi berburu barang-barang etnik & unik, tapi belum tentu berkesempatan mengunjungi seluruh pelosok Nusantara
– memiliki/mengetahui salah satu produk UKM lokal berkualitas yang punya daya jual tinggi tapi tak tahu bagaimana memasarkannya

Nah, jawaban dari semua permasalahan di atas cuma satu: ke SMESCO aja!

UKM-Gallery-Paviliun-maskot
Entah mana yang menarik perhatianmu terlebih dahulu: koteka unik atau batik cantik
Paviliun-SPG-SPB
Kak Fiki (Maluku) dan kak Arum (Jambi) siap menyambut tamu yang berkunjung

 

UKM Gallery

Menempati lantai dasar dan lantai 2 gedung SME Tower, galeri yang diresmikan pada 2009 ini tak ubahnya butik yang luas dan nyaman yang menampilkan ragam produk KUKM mulai dari batik tulis, kain songket, kain tenun, perhiasan & aksesori, makanan ringan, keramik, furnitur antik, hingga wayang.

Setiap produk KUKM yang ditampilkan adalah yang bernilai seni tinggi dan bukan produk massal/pabrikan.  Salah satu contoh adalah tidak adanya batik printing di sini karena ia sebenarnya hanya kain yang di-cap motif batik. Batik yang sebenarnya adalah batik yang diproses menggunakan canting dan malam dan tentunya ketekunan sang artis pembatik.  Tak heran produk batik tulis menjadi primadona di galeri ini.

UKM-Gallery-display (1)
Salah satu meja display di UKM Gallery yang dipenuhi tumpukan kain batik
UKM-Gallery-display (2)
Naksir sama radio antik yang dipoles lagi jadi etnik menarik

 

Paviliun Provinsi

Galeri istimewa ini merupakan kerjasama SMESCO dengan Pemerintah Provinsi sejak tahun 2010. Tak heran di tiap paviliun terdapat prasasti peresmian yang ditandatangani menteri dan juga gubernur masing-masing daerah.

Tiap paviliun provinsi tentu menampilkan ciri khas tersendiri, so intricate & colorful. Ke-33 paviliun ini tersebar di 4 lantai SME Tower, membuat saya tak bisa mengunjungi satu persatu provinsi yang ada karena keterbatasan waktu.  Tapi yang jelas saya suka paviliun Kepri karena mengusung nuansa warna hijau limau yang segar. Saya suka paviliun NTB, NTT, dan Papua karena banyak cinderamata unik seperti tenun ikat dan koteka segala ukuran 😉

Dan di paviliun Maluku saya terdampar agak lama karena takjub akan souvenir dari sisik ikan kakap, kaligrafi dari cangkang kerang mutiara, serta memandang peta Maluku sambil bergumam pada semesta: “Ora, I’m coming! Ora, I’m coming! Ora, I’m coming!”

Paviliun-Kepri
Paviliun Kepri jadi favorit saya karena desain menarik dan nuansa warna yang segar
Paviliun-Sulsel
Paviliun Sulawesi Selatan cukup nyentrik karena tabrak warna yang berani

 

Mahal atau Murah?

Bicara soal belanja tentu tak jauh dari budget. Tapi bicara soal karya seni, sepertinya soal anggaran jadi tak mutlak. Walau (saat ini) saya tak punya anggaran belanja oleh-oleh hingga jutaan rupiah, tapi bisa dibilang semua produk UKM yang dipamerkan di sini relatif murah.

Sebuah ukiran Jepara berukuran sekitar 2×1 meter yang menampakkan relief hutan tampak menyita perhatian begitu keluar dari elevator di lantai 3. Ukiran ini sungguh rumit dan detail bahkan hingga menampilkan lekuk-lekuk batang & daun pepohonan dalam hutan.  Saya yang bukan pengamat seni ukir saja merasa takjub, dan beranggapan harga 300-500 juta sungguh layak untuk karya seni ini.

Tapi ternyata harganya cuma 170 juta saja!

Tuhan, baru kali ini saya bilang harga 170 juta itu murah! Walau jauh di luar anggaran pribadi, tapi saya tahu pasti ukiran tsb adalah karya seni.

Tapi jangan kuatir, ada banyak produk yang memang murah meriah dalam arti sebenarnya. Jika kau jeli tentu saja. Selendang batik dan dasi tenun ikat cuma seharga 100 ribuan. Kudapan ringan dari sotong panggang yang selalu saya beli jika ke negeri jiran ternyata cuma seharga 30 ribuan.  Syal tenun ikat ala Kep. Sunda Kecil (alias Nusa Tenggara) harganya sekitar 20 ribuan saja, pilihan warnanya beragam pula. Saya bukan peminum kopi, tapi saya lihat ada banyak produk kopi dari beberapa provinsi, salah satunya kopi AAA dari Jambi seharga 10 ribu. Aksesori dari batang anggrek Papua seharga 5 ribuan.  Bayangkan seberapa kalap dirimu belanja oleh-oleh di sana 😉

Paviliun-Jambi-batik
Taplak meja batik dari Paviliun Jambi ini cuma senilai 110 ribu sahaja
Paviliun-Jambi-busana-adat
Boneka bule yang mengenakan pakaian adat dari tiap kabupaten di Sulawesi Tengah

 

Dukung Perekonomian Lokal

Dengan membeli produk-produk UKM berarti kita juga turut membantu perekonomian lokal. Pihak SMESCO Indonesia sama sekali tidak mengambil keuntungan dari perdagangan ini. Berarti harga yang kau bayar kan langsung sampai kepada perajin dan seniman lokal di daerah-daerah tanpa potongan komisi.

Tertarik untuk menjalin kerjasama? Silakan hubungi perwakilan UKM yang ada di tiap paviliun, langsung tanpa perantara. Tertarik untuk mendaftarkan/menampilkan produk UKM di sini?  Silakan hubungi SMESCO Indonesia, semua diterima dengan tangan terbuka (dengan catatan ada kualitas tentu saja).

Smesco-bloggers-shopping
Paviliun NTT termasuk yang paling menyita perhatian

Nah, sekarang sudah tahu kan kemana harus belanja oleh-oleh? 🙂

 

Disgiovery yours!

 

UKM Gallery dan Paviliun Provinsi (buka setiap hari pukul 10-21 WIB)

SME Tower
Jl. Jend Gatot Subroto kav 94, Jakarta Selatan, 12780
phone: +62 21 2753 5454
email: info@smescoindonesia.com
web: smescoindonesia.com

[mappress mapid=”24″]

Belanja Oleh-Oleh | Satu Galeri Satu Indonesia
Tagged on:

36 thoughts on “Belanja Oleh-Oleh | Satu Galeri Satu Indonesia

  • August 20 at 12:17
    Permalink

    Ikutan seneng melihat songket Palembang ikutan dipajang dan dijual di sana.

    Reply
    • August 20 at 12:41
      Permalink

      Turut senang! 🙂

      Ada banyak Yan, banyak jenis kain Nusantara yang dipajang di sini. Sepertinya perlu waktu khusus untuk berkunjung ke tiap paviliun 😉

      Reply
  • August 20 at 12:54
    Permalink

    Saya kayaknya melewatkan pengalaman yang seru banget nih di SMESCO itu :hehe. Iya, gedungnya memang eye-catching begitu, soalnya bentuknya unik, hampir tak percaya kalau gedung sebesar itu dikelola salah satu kementerian negara (eh benar kan ya?). Ah siapa pun yang mengelola gedung itu, intinya semoga kerajinan rakyat dan budaya kita yang beragam bisa tetap lestari dengan bentuk pemeliharaan seperti ini :)). UKM memang potensi ekonomi yang besar banget di Indonesia dan kalau kita bisa mandiri dengan ini, tak ada lagi yang namanya tantangan ekonomi yang tak bisa kita hadapi :hoho.

    Mana paviliun NTB, Mas? Manaaaaa *nuntut* *kemudian dibekep :haha*.

    Reply
    • August 20 at 14:16
      Permalink

      Betul Gara, sayang dirimu tak sempat ikut tempo hari. Tapi kan masih bisa didatangi kapan aja kalau mau tau lebih jauh. Kebetulan SMESCO ini di bawah naungan Kementrian Koperasi & UKM, dan didukung penuh oleh semua kementerian. Gedungnya memang eye catchy meski awalnya saya kira cuma dipake buat wedding ballroom aja, hahaha!

      Paviliun NTB gak sempat difoto, keburu kalap liat tenun ikat bagus2 banget. Mustinya kamu bisa ikut jaga di paviliun NTB tuh bro, hehehe… 😉

      Reply
  • August 20 at 13:30
    Permalink

    kak gioo, makasih udah dikasih tahu keberadaan smesco ini 😀 sekarang jadi nggak bingung lagi kalau disuruh rekomendasiin beli oleh – oleh yang beneran khas indonesia di Jakarta 😀

    Reply
    • August 20 at 14:18
      Permalink

      Sama-sama kak Fahmi! Yakin deh kemarin itu pengalaman pertama main ke gedung SMESCO bagi semuanya, hahaha 😀
      Yes, sekarang kita udah tau kemana rekomendasi belanja oleh-oleh khas Nusantara!

      Reply
    • August 20 at 14:26
      Permalink

      Saking banyaknya jadi bingung mau lihat yang mana dulu, Mas! Hehehe.. tapi seru kok melihat2 hasil karya anak bangsa yang membanggakan 🙂

      Reply
  • August 20 at 14:41
    Permalink

    tapi beneran ya, kayak ukiran, meja, kursi dll yg dari kayu itu itungannya murah bgt. yg almari kabinet itu “cuma” 8 juta. demmm…..

    Reply
    • August 20 at 16:44
      Permalink

      Betul! Padahal taksiran kita belasan juta ya, ternyata cuma 8. Andai jadi jutawan udah pasti borong furnitur di SMESCO nih 😉

      Reply
  • August 20 at 17:03
    Permalink

    terima kasih sudah diajak main ke smesco. sudah lama banget penasaran dengan gedung ini. kirain dome apa gitu, ternyata isinya harta karun indonesia. harga-harga yang dipatok pun reasonable. kalau kata orang jawa, ono rego ono rupo. kabari ya kalau stock tenun ikat NTT-NTB udah ada lagi hahaha

    Reply
    • August 20 at 17:27
      Permalink

      Tampak semua penasaran dibuatnya, dan akhirnya terkuak sudah! Sebut saja namanya dome harta karun… 😉

      Sip, sama-sama! Kayaknya aku bakal sering singgah nih buat update stock, hahaha 😀

      Reply
  • August 20 at 17:17
    Permalink

    Kayaknya kalau datang lagi mesti siapin kartu credit hehehe..Tempat yang kayaknya aku banget…

    Reply
    • August 20 at 17:29
      Permalink

      Cocok banget pastinya! Bikin lagi kartu kreditnya mbak khusus buat belanja di sini, hahaha 😉

      Reply
  • August 20 at 22:39
    Permalink

    Foto-foto kamu Instagrammable banget deh kak. Apalagi yang ada tangan akunya. *Eh* hahahaha.. yang aku paling suka foto kamu di paviliun SulSel. Sempet mikir itu 2 foto dijadiin 1 ternyata tabrak warna ya. Kapan2 ke situ lagi ajak aku kakaaaaaakk.. 😀

    Reply
    • August 20 at 23:17
      Permalink

      Trims kak Tiw, jadi salting nih #halah Yuk, next time kita balik lagi eksplor lebih lama!
      Btw tanganmu yang mana kak, yang lagi pegang tombak? 😉

      Reply
  • August 21 at 16:31
    Permalink

    Jadi kapanpun datang kesini, bisa menemukan keriaan pameran macam ini ya? Ini yang gedungnya berbentuk kubah dengan desain mencolok di Gatsu itu khan ya?

    Reply
    • August 21 at 18:53
      Permalink

      Bukan pameran, tapi memang galeri seperti di mall. Buka tiap hari jam 10-21. Betul, gedungnya yang megah mentereng itu. Yuk, yuk, yuk! 🙂

      Reply
  • Pingback: Kami Sudah Menghirup Dunia | Kamu? - DISGiOVERY

  • August 22 at 13:06
    Permalink

    Saya pasti kalap kalo ke sini Mas. Barangnya bagus-bagus kelihatannya. Pernah ke smesco pas ada pameran financial planning. Langkah yang tepat buat memperkenalkan kekayaan Indonesia.

    Reply
    • August 22 at 21:18
      Permalink

      Dijamin bagus, kak Dani, karena ada standar kualitas untuk bisa dipajang di sini.
      Ayo kak, next time musti berani menghabiskan waktu di sini! Ayo kamu bisa! 😉

      Reply
  • Pingback: Kami Sudah Menghirup Dunia | Kamu? - DISGiOVERY

    • September 1 at 10:38
      Permalink

      Banyak pisan, kakak! Bikin bingung pilih yang mana, seperti cari pasangan gitu.. #laah

      Reply
  • September 15 at 15:10
    Permalink

    Wah aku pernah ke sini pas nikahan mantan, tapi gak ngeh itu jualan barang oleh-oleh nusantara hahaha 😀

    Reply
    • September 15 at 15:14
      Permalink

      ((NIKAHAN MANTAN))

      Kamu sungguh berjiwa besar, mz! #terharu

      Iya selama ini masyarakat taunya gedung itu cuma untuk resepsi, padahal mah ada galeri UKMnya yang keren gilak! 🙂

      Reply
  • Pingback: Ada Apa di Smesco Netizen Vaganza 2015 - DISGiOVERY

  • October 6 at 15:33
    Permalink

    wah! begini toh tampilan SMESCO-nya. seru dan lengkap banget kayaknya! mau ke sana, ah~ ajak siapa, ya? hmm…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *