WARNING: EXPLICIT CONTENT

Call me irresponsible, tapi (mungkin) inilah catper terjorok yang pernah saya tulis. Ada banyak penggunaan kata ‘toilet’ dan teman-temannya di sini. Jika anda termasuk orang yang tak tegaan, lebih baik SKIP saja tulisan ini. Seriously!

Adalah jamak jika suatu jurnal perjalanan isinya melulu senang-senang, namun tiada salahnya pula jika saya menulis catper ini dari sisi berbeza. Sebagian besar waktu plesiran kami di Yogya akhir tahun kemarin, saya habiskan dengan menatap dinding toilet. Saya kena diare, saudara-saudara!

H A R I – H-1

Kami harus berangkat ke bandara esok dini hari, oleh karenanya saya numpang bermalam di tempat kost teman yang terletak di pusat ibukota. Perjalanan menuju kesana sore itu demikian macet tak berujung dan demikian gerah. Stress. Dahaga. Saat buka puasa saya langsung hajar teh botol dingin dan bakso urat asam pedas, berlanjut nasi soto gurih nian. Enak! Malamnya langsung pening kepala, curiga jika makanan yang dikonsumsi tadi sore terlalu banyak mengandung MSG.

H A R I – H

Pukul 2:30 dini hari saya terbangun dengan sedikit pening, tapi langsung beranjak mandi dan mengalami mulas palsu 2 kali. Bagai ada yang bergerak-gerak dalam perut, kukuru kukuru bunyinya. Namun tak ada yang keluar menampakkan diri. Lihatlah saya disana, duduk meringis karena perut melilit namun tiada yang keluar bagai sembelit.
Toilet rate: **
lumayan nyaman, ada cermin besar sehingga bisa mandi sambil ngaca *siul siul*, ada wewangian Body Shop & L’Occitane, selain itu kamar mandinya tak berpintu kecuali sehelai tirai tipis memisahkan *halah*

Pukul 5 lewat kami sudah berada di bandara Soetta terminal 3. Sambil menunggu kedatangan Yud & Yin, kami sibuk sendiri-sendiri. Man asyik BB-an, Cit & Pit asyik berdandan (karena muka mereka masih rata). Saya jenguk toilet sebentar, lumayan bersih dan tak berbau, namun tak jadi mampir karena perut sudah mendingan.

Pukul 6:00 masuk pesawat, hanya dengan modal tiket 12 ribu rupiah Jakarta-Yogya PP (hohoho, thanx to AirAsia!). Penerbangan lancar jaya, bahkan sejam kemudian kami sudah siap mendarat di bandara Adisutjipto. Namun karena landasan sedang padat oleh latihan militer, kami terpaksa berputar-putar dulu di angkasa selama lebih dari 15 menit. Lumayan bikin puyeng.

Jogja AA

Pada akhirnya menjejaklah kami di tanah Yogya. Plesiran siap dieksekusi sesuai itinerary yang disusun oleh Yin dengan susah payah (tentu saja karena kami banyak maunya :)). Cit sudah mengurus semua bookingan sejak di Jakarta termasuk mobil sewaan. Tadinya mau sewa Alphard (atau kereta kencana sekalian), namun supaya lebih merakyat kami pilih sewa Avanza saja ;p Transmisi manual. Oleh karenanya saya yang kebagian tugas menyetir hingga liburan usai.
Man sendiri kebagian tugas jadi navigator, di pangkuannya selalu terhampar peta Yogya, GPS receiver, buku ‘Jogja For Dummies’, kamus bahasa Jawa, dan sebotol tuak *mulai lebay*

Agenda pertama adalah mengisi bensin hingga full tank. Pit sebagai bendahara bertugas mengumpulkan iuran peserta, dan memastikan dananya cukup tuk bensin, parkir, makan, penginapan, dll. Yud bertanggung jawab atas ketersediaan logistik di mobil, seperti aneka tisu basah & kering, air minum, dan kudapan ringan bergizi (seperti jeruk longan :)).

Kami sempat histeris lihat angkutan umum Elf yang rutenya: Yogya-Paris (hahaha, padahal Paris yang ini kan singkatan dari Parangtritis, kawasan pesisir selatan Yogya).

Tujuan berikutnya ialah singgah di Prawirotaman tuk menaruh barang-barang di penginapan. Saya mulai mulas lagi, dan perlu hiatus sampai 2 kali di toilet wisma. Feses yang keluar murni cairan. Saluran pembuangan saya terasa panas. Belum sempat minum obat karena belum sempat sarapan, kecuali minum ramuan tolak angin. Saya cuma sedikit mengisi perut dengan jeruk longan favorit kita semua.
Toilet rate: **
kondisi toilet standar saja, oya tapi kalo ga salah pintunya kaca agak transparan ;p

Pukul 10 lewat kami singgah tuk brunch break di sebuah rumah makan aneka soto & sop dalam perjalanan ke Kaliurang. Sop ayam yang kami pesan termasuk enak, tapi saya sudah tak nyaman menikmatinya karena perut mulai terasa bergolak. Usai makan yang terburu-buru, saya kembali jongkok manis di toilet.
Toilet rate: *
it’s wet all over the place, agak gelap, selain itu karena toilet satu-satunya di restoran tsb, jadi kita musti antisipasi misal ada pengunjung lain yang gedor-gedor minta gantian

 

Jogja Ulen Sentalu

Pukul 11 lewat kami sudah memasuki pelataran parkir museum Ullen Sentalu yang letaknya sedikit tersembunyi di balik rimbun pinus di kawasan sejuk Kaliurang. Museum ini menampilkan khazanah seni & budaya Jawa, mulai dari gamelan, batik, arca, hingga 1001 kisah tentang raja-raja Jawa dan keluarganya, lengkap dengan dokumentasi foto-foto kuno hingga koleksi surat-surat cinta dan pelipur lara. Sungguh orang-orang pada masa itu sangatlah puitis bagai pujangga. Sayangnya kami tak diijinkan memotret selama berada di sana.

Oya, di dalam museum pun terdapat toilet yang cukup apik dan resik. Saya cuma menengok sekilas, memastikan lokasi & kondisinya nyaman misal dibutuhkan nanti.

AC dan lampu di sepanjang selasar dan tiap ruangan museum menyala otomatis jika dimasuki manusia, dan padam sendiri jika ditinggal. Tak heran setiap memasuki ruangan kami ber-oooh-dan-aaaah. Di salah satu ruangan kami malah sempat buka-tutup pintu demi memastikan hal tsb. Mbak Tiwi, tour guide kami, cuma bisa tersenyum pasrah.
–> Mbak Tiwi pasti langsung berkeluh kesah di diary-nya malam itu sepulang bertugas.

Usai berkeliling museum, kami pun disuguhi jamu awet muda ramuan putri Kusmayana. Rasanya manis hangat (terdiri dari campuran jahe, kayu manis, gula jawa, sedikit garam, daun pandan,
dan racikan rahasia lainnya). Sayangnya gak boleh nambah. Sayangnya gak ada jamu enteng jodoh. Sayangnya kami tetap berisik biarpun sedang meminum jamu bertuah ala keraton ini.
–> Mbak Tiwi, tour guide kami, pasti bakal menulis diary-nya sambil berlinang airmata.

 

Jogja Borobudur

Sekitar pukul 14, kami sudah berpindah ke candi Borobudur. Walaupun kekawan yang lain sudah pernah kesana, tapi inilah kunjungan perdana bagi saya *sujud syukur*. Dari pintu masuk, kami pilih naik mobil kereta tuk mendekati candi. Tiketnya cuma 5 ribu rupiah per orang, dan dapat sebotol kecil air mineral. Kami kasak-kusuk, bisa gak ya air mineralnya dikembalikan, supaya harga tiketnya jadi 2.500 per orang. Hahaha, pedit!

Borobudur memang besar meski tak SEBESAR yang saya bayangkan sebelumnya. Keuntungannya adalah tak perlu waktu lama tuk mengelilinginya, apalagi saat itu matahari tengah terik bersinar. Kami juga masih punya cukup tenaga tuk foto-foto suka-suka di sekeliling candi.

Turun dari kawasan candi, saya menyepi sejenak di toilet umumnya. Perut mulai kembali berontak. Hohoho, siapa sangka jika saya tiba di salah satu toilet umum terbagus yang pernah disinggahi di bumi Indonesia Raya ini.
Toilet rate: *****
toilet di sini jauh lebih bagus daripada toilet di bandara internasional Soekarno-Hatta; begitu modern, begitu bersih, begitu wangi, lantainya licin berkilau, bikin betah!

Tak disangka hujan turun sederas-derasnya begitu kami meninggalkan Borobudur. Mobil meluncur turun kembali ke arah kota. Tanpa sengaja kami menemukan restoran Jejamuran, maka singgahlah kami di sana tuk makan siang menjelang sore. Semua menu di restoran ini berbahan baku utama jamur, dan rasanya tidak mengecewakan! Ada rendang, sate, sop, dan aneka olahan jamur lainnya. ENAK!

Teh sedap yang saya teguk terasa mengalir hangat di tenggorokan. Namun baru saja menyuap beberapa sendok makanan, kali ini giliran lambung yang berontak. Saya mual. Tak tahan lagi saya langsung lari ke salah satu pintu toilet, dan menumpahkan isi lambung di sana. Deras. Panas. Saya yakin suara hoeeek hoeeek dari mulut saya terdengar hingga ke toilet sebelah. Maafkan, siapapun anda yang berada di sana… T_T

Ah, andaikan kejadiannya di toilet umum Borobudur, pasti saya tak keberatan jatuh terduduk di lantainya. Tapi kini karena lantai toilet di resto ini serba basah, saya pilih berdiri saja sambil bersandar ke pintu. Saya muntah-muntah hingga keluar airmata. Rasanya lemas bukan buatan.
Toilet rate: **
toilet lumayan terang benderang (namun saya saya tak sempat memperhatikan hal-hal lainnya dengan seksama)

 

Jogja Borobudur statue

Hari sudah gelap ketika kami tiba kembali di kota Yogya. Singgah sejenak di Sosrowijayan buat cari penginapan (rencana pindah besok). Singgah sejenak di parkiran hotel dan saya merebahkan diri di jok mobil. Badan masih lemas bagai ayam tanpa bulu (perumpamaan yang aneh >_<). Lalu kami segera mencari makan malam terutama karena perut saya masih kosong (karena saya sudah tak kuasa makan apa-apa lagi sejak tragedi di Jejamuran tadi).

Kami sempat berputar beberapa kali mengelilingi Malioboro. Cukup repot karena perut saya sedang tak bisa kompromi dengan makanan berbumbu. Saya cuma sanggup memakan bubur nasi polos malam itu. Akhirnya, untungnya, kami menemukan bubur nasi di gerai McDonald’s. Lumayanlah semangkuk kecil saya habiskan, kecuali kriuk-kriuknya yang saya hibahkan buat Man.

Kami tiba kembali di penginapan di Prawirotaman jelang tengah malam. Usai bebersih dan minum obat, saya langsung ‘tewas’ di ranjang. Satu tangan masih menggenggam burger fillet-o-fish (hasil pampasan perang dari Yin) sebagai persediaan jikalau saya terbangun kelaparan. Zzzzzzzzzz!

 
Balada Djokdja
Tagged on:         

71 thoughts on “Balada Djokdja

  • June 23 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: Namun karena landasan sedang padat oleh latihan militer, kami terpaksa berputar-putar dulu di angkasa selama lebih dari 15 menit.  Lumayan bikin puyeng.

    HAH?masa sih? kok aku ngga tauuuuu?*bingung*

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    perjalanan setengah tahun yang lalu,catper dirilis sekarang, di saat yang tepat.MAKIN KANGEEEEEN!hey guys, let’s make this an annual event. tiap tahun kita mesti traveling bareng, destination terserah, tapi harus berenam! what do u think? 😀

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    dan inilah catper yang dibuat oleh seseorang yang banyakan lari ke toilet atau kleyengan karena diare daripada menikmati pemandangan ..

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: inilah kunjungan perdana bagi saya *sujud syukur*

    weheheheheeeeeee !! kereeeeeeeeeeennnnnnnnnn ;))

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: hanya dengan modal tiket 12 ribu rupiah Jakarta-Yogya PP (hohoho, thanx to Air Asia!)

    eh beb, yg besok kita dapet PP 42 ribu.. it means terjadi kenaikan 350% dari yg harga 12 ribu ;-p** teteub merki pa dahal, kan bu dahal**

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: oleh karenanya saya numpang bermalam di tempat kost teman yang terletak di pusat ibukota

    ce i leh… sebut saja inisial-nya NHS, biasa saya memanggilnya ITO !!! wkwwkwkkk ;-p

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: Man asyik BB-an

    aku tau aku tau aku tau 😀

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: Oleh karenanya saya yang kebagian tugas menyetir hingga liburan usai

    hi hi hi, kesiaaaannnn *cup cup cups ajinomoto

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: Semua menu di restoran ini berbahan baku utama jamur, dan rasanya tidak mengecewakan! Ada rendang, sate, sop, dan aneka olahan jamur lainnya. ENAK!

    ah mawwuuuuuu !!! **hap hap hap

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    Aldi, ku selalu suka dengan catper2 kamuh naaaaaaaa… Good work & good share.. ** kasih jempol untuk Aldi **

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    Wisata toilet yah Di… Tfs anyway gw tipe picky ama toilet soalnya

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    ditungu cerita kelanjutannya yo Di… ** dadah2 dari pantai Siung & pulau Timang, Wonosari **

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    tapi tapi tapi.. mukamu di foto2 terlihat bahagia loh..dengan kondisi perut kmu yg lagi bermasalah, akting kamu bagus juga!*kesannya liburannya gak membahagiakan

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    wah, aku ngga dikabarin, padahal aku di magelang……

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    wuihhh wardrobenya sengaja ya senada? lucunyaaaa…eh gak minum norit ya di?

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    citra said: masa sih? kok aku ngga tauuuuu?

    kamu pasti tidurtidur sambil mangap*nyesel ga motret*

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    citra said: hey guys, let’s make this an annual event.

    akurrrrrr! 🙂

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    yenceu said: weheheheheeeeeee !! kereeeeeeeeeeennnnnnnnnn ;))

    kalo kata imoy, mustinya kedatangan gw ke borobudur disambut sama spanduk selamat datang, karpet merah, kalungan bunga, sama tari-tarian kolosal 😀

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    yenceu said: hi hi hi, kesiaaaannnn

    next time si ito kita ajarin nyetir manual!*siapin cambuk*

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    close2mrtj said: ah, aku ga ikut!

    ada masanya kau akan ikut, kisanak!*tepuk2 pundak*

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    ianpokian2 said: Wisata toilet yah Di… Tfs anyway gw tipe picky ama toilet soalnya

    hahaha iya, bisa dijadikan pedoman alternatif deh kalo mau ke Yogya 😀

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    yenceu said: * dadah2 dari pantai Siung & pulau Timang, Wonosari *

    ugh, next time musti kesampean ke sana

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    perempuandititiknol said: tapi tapi tapi.. mukamu di foto2 terlihat bahagia loh..dengan kondisi perut kmu yg lagi bermasalah, akting kamu bagus juga!

    gimana ya vin, tanggung jawab sbg model dunia maya profesional ;p*jumawa*

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    arifsibijak said: aku ngga dikabarin, padahal aku di magelang……

    hwarakadah, ada di magelang toh, next time yo mas 🙂

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    srisariningdiyah said: wuihhh wardrobenya sengaja ya senada? lucunyaaaa…eh gak minum norit ya di?

    kita emang sengaja pake dresscode, secara banci foto semua ;pgw biasanya selalu sedia norit, entah kenapa trip kali ini kelupaan bawa. tapi gantinya gw minum diatab 🙂

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    Eh eh eh.. btw duit iuran itu masih ada sisa 25ribu…

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: ada masanya kau akan ikut, kisanak!*tepuk2 pundak*

    baiklah kisanak, kalau begitu aku permisi dulu…*naek kuda*

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    perempuandititiknol said: tapi tapi tapi.. mukamu di foto2 terlihat bahagia loh..dengan kondisi perut kmu yg lagi bermasalah, akting kamu bagus juga!

    akupun berpikir demikian, mengamati foto dengan keadaan yg diceritain heheheaku tunggu ya lanjutannya, serruuuww

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    foto terakhir gw sukak deh…berasa para pemain sex in the city

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    tetep gaya yah meski sedang diare :)dan seperti biasa, foto-fotonya bikin mupeng

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    eh ehhhhhhhhhhhhhh*biar komennya rame*

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: ugh, next time musti kesampean ke sana

    kata Nomih, destinasi ini KUDU !! KUDU !! ** kan kita udah punya tiket ;-p hehe

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: next time si ito kita ajarin nyetir manual!*siapin cambuk*

    ayo kita ajarkeun dia, tar kita sewa alphard manual 😉 trus latian di UI, siang nya kita lunch di Mang Engking !! hahaaaa asoy taaahh

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    kok bersambung?*padahal blom baca* ;))

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    skipppppppp dolo *lagi makan euiiii*

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    ilustrasi futu terakhir : kayak pelem prends… 😀 keren idenya…

    Reply
  • June 23 at 00:00
    Permalink

    catpernya menarik… jadi nggak sabar pengen mbaca lanjutannya… lanjuuutt gaaaan!!!

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    pipitcutie said: btw duit iuran itu masih ada sisa 25ribu…

    masukin deposito udah berapa tuh bunganya..sisanya buat tiket next trip aja!*semena-mena*

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    close2mrtj said: baiklah kisanak, kalau begitu aku permisi dulu…*naek kuda*

    jangan lupa singgah di padepokan nyi ronggeng, kisanak!*pecut kuda tijeh*

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    didinana said: aku tunggu ya lanjutannya, serruuuww

    *sodorin snack biar ga bete nunggu*

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    duniapeng said: berasa para pemain sex in the city

    SATC versi remaja!*ngaku2 remaja*

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    fickleboon said: tetep gaya yah meski sedang diare 🙂

    itu namanya tuntutan profesi, chan :)*kalem*

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    sazhar said: eh ehhhhhhhhhhhhhh

    dikeluarin dimana?*biar makin rame*

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    yenceu said: hahaaaa asoy taaahh

    asoy geboy!

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    ariesca said: *padahal blom baca* ;))

    hayo buruan baca! ctarrrr!

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    arsitaarsita said: skipppppppp dolo *lagi makan euiiii*

    eh bagi dong makanannya!*ga modal*

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    ariesnawaty said: lanjuuutt gaaaan!!!

    UP! UP! UP!

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    Aldi, duh kasian bangetkebayang deh ga enaknya jalan2 saat saluran cerna bermasalahtapi hebat juga ya….masih bisa pose senyum ciamikbtw disana ga sempet minum oralit ya ?

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    busyet dah…lo mampir ke kota gw gak ngabarin….??????maksudnya apa….belum pernah ditimpuk bakiak yak…?hehehehe….

    Reply
  • June 24 at 00:00
    Permalink

    ya ya yaaaaa..ga jauh jauh dari toileeeeeeeeeeettt….kunjungan pantai wonosari jd impian krn aldi kena sindorm mencret mencreetttt….huhuuhuu:-p

    Reply
  • June 25 at 00:00
    Permalink

    pelajaran.. kalo ke yogya jangan ngajak aldi …. *lho?*taun depan yooooo, pas ultahku yoooo…. asiiiiiikkkkkkk :)) kudoakan sehat walafiat, perut bersahabat … Amiiiinnnn ..

    Reply
  • June 25 at 00:00
    Permalink

    theophile said: kunjungan pantai wonosari jd impian

    asik, kan tiketnya udah di itoooo nomih semuaaaaa.. hehee..nebeng pamer potoooo aaaaahhhh….. **semuanya dipoto’in ama abang gw Ebbie

    Reply
  • June 25 at 00:00
    Permalink

    drachmi said: taun depan yooooo, pas ultahku yoooo…. asiiiiiikkkkkkk :))

    iya si Nomih sengaja buat tanggal pas di HUT kamu !! ehey

    Reply
  • June 25 at 00:00
    Permalink

    astridchocolate said: btw disana ga sempet minum oralit ya ?

    ga sempet bu dokterrrr, aku cuma dicekokin sama jeruk longan ;p

    Reply
  • June 25 at 00:00
    Permalink

    rahman510 said: lo mampir ke kota gw gak ngabarin….??????

    maaf khilaf! wkkkkk, next time yo! 🙂

    Reply
  • June 25 at 00:00
    Permalink

    theophile said: kunjungan pantai wonosari jd impian krn aldi kena sindorm mencret mencreetttt….huhuuhuu

    deritaku derita kita semuaaaa ;p

    Reply
  • June 25 at 00:00
    Permalink

    drachmi said: pelajaran.. kalo ke yogya jangan ngajak aldi …. *lho?*

    *pundung gundah gulana*

    Reply
  • June 25 at 00:00
    Permalink

    yenceu said: iya si Nomih sengaja buat tanggal pas di HUT kamu !! ehey

    asikkkk berarti traktiran berlimpah ruah!

    Reply
  • June 25 at 00:00
    Permalink

    duabadai said: asikkkk berarti traktiran berlimpah ruah!

    horeeeeeeehhh !!!** suka cita **

    Reply
  • June 25 at 00:01
    Permalink

    duabadai said: asikkkk berarti traktiran berlimpah ruah!

    *melengos sambil tebar lembaran 2000-an*

    Reply
  • June 25 at 00:01
    Permalink

    restoran jejamuran tea namanya apa dan di mana ciiiiii kakak?

    Reply
  • June 25 at 00:01
    Permalink

    btw, bales pertanyaannya di twitter ajah kaaaa. buka mp cuman setaon skali niiiiii skr 😛

    Reply
  • June 27 at 00:01
    Permalink

    Jejamuran ada di Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta, 55512 telpon 0274 868170dari arah kota Yogya kearah Magelang sampai dengan perempatan Beran Lor, kemudian belok kanan/ utara kira-kira 800 meter 🙂

    Reply
  • July 21 at 00:01
    Permalink

    makasih kakaaa^^ ih ingatannya bagus bangettt, hehehe

    Reply
  • July 30 at 00:01
    Permalink

    Baik ya si AA (Air Asia)…Djogja is one of my dream land to go!

    Reply
  • July 30 at 00:01
    Permalink

    ivan0narsis said: Djogja is one of my dream land to go!

    semoga tergapai impiannya!

    Reply
  • July 30 at 00:01
    Permalink

    duabadai said: semoga tergapai impiannya!

    Hear Me God,Help me Air Asia…See you bang badai…Amin..

    Reply
  • Pingback: Ullen Sentalu & Nyonya Mulut Besar | d.u.a.Badai

  • Pingback: AirAsia & Semesta Saya - DISGiOVERY

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *