dekompresi pesawat

Disgiovery.com

BUMI begitu dekat.

Demikian tercetus dalam benak ketika saya membuka mata dari ‘tidur ayam’ dan memandang keluar jendela pesawat. Hamparan tambak di tepi lautan tampak jelas. Padahal belum saatnya pesawat mendarat. Apalagi pilot mengumumkan supaya awak kabin kembali ke seat masing-masing. Perasaan saya sedikit tidak enak.

Kemudian pengeras suaraΒ dalam kabin pesawat memperdengarkan recording voice seperti ini: “Masker oksigen sudah bisa dilepas!” (saya lupa kalimat persisnya, tapi kira-kira seperti tadi).

Belum lagi mencerna apa yang terjadi, kemudian:

BRAKKK!!!

Secara mengejutkan kompartemen di atas kepala penumpang terbuka, mengeluarkan masker-masker oksigen yang terjulur.

Para penumpang masih belum tersadar benar apa yang terjadi ketika kemudian terdengar suara (panik) pramugari melalui pengeras suara: “Put on your mask! Put on your mask!”

Saya dan Bobby yang duduk di sisi saling bertukar pandang. Antara bingung dan cemas.

dekompresi-pesawat-dalam-kabin

1. Berdoa

Sebelum mengambil masker yang terjulur, saya menoleh sejenak ke jendela pesawat. Tampak lautan. Sambil berdoa saya memasrahkan diri. If this should be the end, be it. Walau impact benturan daratan dan lautan sama-sama mematikan, saya ‘lebih memilih’ pesawat jatuh ke laut.

Entah karena laju pesawat yang mulus-mulus saja tanpa guncangan ditambah cuaca cerah di luar sana membuat perasaan saya lebih ringan. Ada terselip takut namun tak sampai kalut. Tidak panik seperti suara para awak kabin yang bergantian berseru-seru di speaker hingga serak.

2. Tarik masker dengan hentakan kuat

Demo keselamatan penerbangan sebelum pesawat lepas landas tidak pernah menyebutkan jika masker oksigen yang terjulur ini bakal terikat pada semacam tali kawat. Benar-benar terikat. Kuat. YOU NEED HULK TO RELEASE IT.

Setelah beberapa kali percobaan gagal, akhirnya dengan sekali hentakan kuat, terlepas juga masker oksigen dari ikatannya. Segera kami kenakan masker di wajah.

dekompresi-pesawat-masker-oksigen

3. Pakai maskermu lebih dulu

Tiap baris kursi dengan 3 seat, terdapat 4 masker yang terjulur. Mungkin jumlah berlebih ini dimaksudkan untuk masker cadangan, atau untuk dikenakan kepada anak-anak atau lansia yang kurang cekatan. Seorang ibu berumur yang duduk di samping Bobby malah tak segera mengenakan maskernya melainkan tengok kepala kanan kiri. Ia kira sedang demo keselamatan. Tapi setelah diberitahu Bobby ia segera meraih… ponselnya. Update status mungkin?

Tapi tak lama kemudian ia turut memakai maskernya.

Tapi tak lama dilepas lagi, tak mempedulikan peringatan pramugari untuk terus mengenakannya.

Bobby di samping saya malah sibuk ganti-ganti masker. Sampai pada satu kesempatan ia bingung sendiri, yang mana maskernya, yang mana masker bekas si ibu. Modus ya Bob, biar kenalan? πŸ˜‰

4. Jangan panik saat tercium bau gas

Bukan, bukan gas dari perut.

Oksigen yang terdapat pada masker dipasok dari reaksi beberapa bahan kimia. Ketika masker ditarik lepas dari ikatannya, akan mengeluarkan semacam reaksi kimia yang berubah menjadi oksigen. Bahan-bahan kimia tersebut biasanya tersimpan di generator oksigen di atas kepala penumpang.

dekompresi-pesawat-demo-masker

5. Antisipasi kuping sakit

Perubahan tekanan udara dalam kabin hampir pasti menyebabkan gendang telinga nyeri dan pendengaran terasa pengang. Saya jadi yakin jika kejadian ini disebabkan dekompresi, dan bukan turbulensi karena sama sekali tak terasa guncangan. Dekompresi pesawat terjadi ketika tekanan udara dalam kabin berkurang secara pelahan ataupun tiba-tiba. Penyebabnya bisa jadi dari kerusakan pengatur tekanan udara yang ada di kokpit. Atau dalam kasus ekstrim telah terjadi kebocoran di bodi pesawat. Untuk mengatasi hal ini biasanya pilot menurunkan ketinggian pesawat untuk menyesuaikan tekanan udara dalam kabin dengan di luar pesawat.

Sayangnya kami sama sekali tak mendapatΒ keterangan resmi dari pilot/awak kabin mengenai hal ini.Β Untuk meredakan nyeri, saya harus meneguk ludah berkali-kali (andai ada permen atau air minum mungkin bisa membantu) sambil berusaha menguap lebar-lebar.

6. Pastikan lokasi pintu darurat

Hitung berapa baris kursi yang harus dilewati sebelum mencapai pintu darurat. Semoga sih tak ada kejadian apapun, tapi tanpa sadar saya meraba bagian bawah kursi, berusaha mencari tahu keberadaan pelampung.

7. Tetap duduk tenang (dan berpikir tenang)

Masker oksigen biasanya menyediakan udara yang cukup untuk bertahan selama 10 sampai 20 menit. Cukup waktu bagi pilot untuk mencapai ketinggian ideal supaya tekanan udara dalam kabin kembali stabil. Tapi saya malah merasakan pesawat menukik naik (update: menurut teman saya itu tandanya tekanan udara dalam kabin pesawat sudah teratasi).

Lebih dari 10 menit kemudian saya sudah pada titik terbiasa. Pramugari & pramudara malah mulai berkeliling sambil membawa tabung oksigen, menanyakan kondisi penumpang apakah baik-baik saja dan membutuhkan oksigen tambahan. Pikiran tenang membuat saya teringat sesuatu. Wahai gerangan apa yang membuatmu tidak mendokumentasikan kejadian luar biasa ini?

Segera saya nyalakan action cam yang sudah terlapis casing anti air. Saya hanya merekam beberapa detik. Jika hal buruk terjadi, action cam ini akan mengambang di permukaan air, dan mungkin dapat sedikit memperlihatkan kepada pada penyidik apa yang telah terjadi di dalam pesawat.

masker-oksigen-gif
Mau lagi? No way! God, please don’t! πŸ™

Apapun ending-nya, kita patut berterima kasih. Pada Tuhan. Pada orang tua. Pada saudara. Pada pasangan. Pada sahabat. Pada kerabat. Pada hidup itu sendiri. Mereka yang menjadikan kita sekarang ini, hingga pada detik menentukan dimana malaikat pencabut nyawa tinggal lewat (atau mampir).

Jika umurmu masih berlanjut (seperti kami yang akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di tujuan) jangan lupa berterima kasih pula kepada pilot dan awak kabin. Keselamatan seluruh penumpang adalah tanggung jawab mereka. Kepada pramugari yang kemudian kesulitan membuka pintu pesawat akibat perbedaan tekanan. Kepanikan tadi membuatnya kuyu. Muka berminyak. Bibir tersenyum, matanya tidak. Tapi saya tetap tulus memberinya senyum sebelum meninggalkan pesawat.

Oya, saya juga berterima kasih pada masker oksigen yang telah menyambung nafas kami. Setelah pesawat mendarat, saya kira masker-masker ini akan terjulur kembali ke tempat asalnya, tapi ternyata tidak*. Sambil menunggu giliran turun, saya dan Bobby akhirnya mengambil beberapa foto rekonstruksi adegan bersama masker masing-masing.

Terima kasih masker, sudah menyelamatkan hidup kami. Tapi saya harap kita takkanΒ pernah bertemu lagi.

 

Disgiovery yours!

dekompresi-pesawat-rekonstruksi

Update

*Jadi menurut teman saya yang kebetulan seorang awak kabin, masker-masker oksigen yang sudah terjulur keluar akan dipasang kembali ke tempatnya semula secara manual oleh teknisi pesawat

Apa Yang Harus Dilakukan Pada Saat Dekompresi Pesawat
Tagged on:         

50 thoughts on “Apa Yang Harus Dilakukan Pada Saat Dekompresi Pesawat

  • May 16 at 23:37
    Permalink

    Ini artikel yang membantu banget Kak Badai. Perlu di screenshot trus disimpen dan dibuka2 lagi pas mau naek pesawat

    Reply
    • May 16 at 23:41
      Permalink

      Ada FAEDAH-NYA ya kak Astin! Hahaha! πŸ˜€
      Tengkyu, moga dapat informasi berguna, dan semoga sih jangan sampai kejadian. Tapi cukup tau lah! πŸ˜‰

      Reply
  • May 16 at 23:54
    Permalink

    ngeriiii…. penerbangan dr mana ke mana Gio ?
    btw, foto di bawah kayak lagi ajojing #eh

    Reply
    • May 16 at 23:58
      Permalink

      Penerbangan ke bandara favoritmu, bang Isna πŸ˜‰
      Hahaha ya anggap aja lagi ajojing, melepas ketegangan πŸ˜€

      Reply
  • May 17 at 07:15
    Permalink

    Kayaknya mas tenang banget hehehehehe, entah kebetulan atau memang bawaannya tenang. Yakin deh kaalu orang lain bakalan sibuk dengan dirinya sendiri. Salut mas πŸ˜€

    Reply
    • May 17 at 08:14
      Permalink

      Thanks, mas Rullah πŸ™‚
      Tapi kalau aku lihat sebagian besar penumpang lain juga tenang, yang terdengar panik malah awak kabin :/

      Reply
  • May 17 at 08:54
    Permalink

    Untung kalian selamat sentosa, klo gak aku harus mengadu ke siapa coba? Yang bawa aku makan soto siapa? haha

    Ka Badai hebat ih, postingan ini kece banget.

    Itu foto yang sama Ulama kok gak ada panik2 nya yak!

    Reply
    • May 17 at 11:03
      Permalink

      Untung ada kamu Cho, akhirnya kami bisa melepaskan gundah di soto bangkong dengan berisik sentosa, hahaha!

      Ya semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi banyak umat πŸ˜‰ #benerinpeci

      Reply
  • May 17 at 09:11
    Permalink

    Waw… aku bbrp kali dr jkt mau ke solo/smg emang sering ada goncangan dan “lag” ngeri…
    jadi, kalo narik kantong udara harus sekencang mungkin yah….

    Reply
    • May 17 at 11:07
      Permalink

      Iya musti ditarik dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati, seperti mencintai kekasih dengan segenap jiwa… #ehgimana

      Reply
  • May 17 at 10:54
    Permalink

    Duh jangan sampe kejadian kayak gini. Ngebayanginnya aja udah ngeri, tapi agak terhibur dengan foto-fotonya yang saat diambil mungkin pikirnya, “bakalan oke nih ditulis di blog.” #BloggerSihGituYa hahaha. TOSS!

    Reply
    • May 17 at 11:11
      Permalink

      Hahaha pada saat kejadian mah gak kepikiran gitu kali Yan, justru kepikiran meninggalkan pesan visual buat team SAR πŸ˜€
      Tapi setelah mendarat baru terlintas soal dokumentasi buat blog dan buat khalayak ramai tentunya! πŸ˜‰

      Reply
    • May 17 at 11:18
      Permalink

      Moga post ini bermanfaat menambah pengetahuan kita ttg dekompresi pesawat & how to handle it πŸ™‚

      Moga ke depannya semua lancar2 jaya penerbangannya. Aamin!

      Reply
  • May 17 at 11:35
    Permalink

    Uuu mengerikan kak, btw nice share, iya ya ga pernah dijelaskan ada kawatnya ya setiap peragaan keselamatan..

    Reply
    • May 17 at 11:42
      Permalink

      Thanks, kak Rey! Atau bisa jadi tiap maskapai/pesawat beda cara pengikatan maskernya ya.. *ikut bertanya2

      Reply
  • May 17 at 11:47
    Permalink

    Syukurlah gapapa ya, Mas. Semoga gak mengalami kejadian yang lebih fatal lagi. Terima kasih informasinya. Mudah-mudahan gak perlu sampe ngalamin juga sih hehehe

    Reply
  • May 17 at 12:13
    Permalink

    jadi kak bobby pake masker bekas ibu itu?
    Dulu juga pernah turbulensi dari langsung mikirnya “okehh bhay dunia”

    Reply
    • May 17 at 12:16
      Permalink

      Iya sepertinya, hahaha! πŸ˜€

      Ngebayangin kak Leo ngomong β€œokehh bhay dunia” sambil wajahnya tetap cool itu rasanya…

      Reply
  • May 17 at 13:34
    Permalink

    Jangan lupa kak …. Kalo sampai terjadi apa2, kita akan meninggalkan warisan 1.2 milliar #Laludigampar #Kabur

    Reply
    • May 17 at 16:09
      Permalink

      Hahaha emang asuransi penerbangan nilainya sebesar itu ya?
      Duh makasih banyak, nyawa lebih berharga πŸ™‚

      Reply
  • May 17 at 14:06
    Permalink

    Kalau saya liat2 dulu,
    kalau sudah banyak yang doa, saya pilih teriak aja sekenceng2nya πŸ˜€

    Reply
  • May 17 at 20:47
    Permalink

    Wah Alhamdulillah selamat ya kaka.
    Kenapa tuh sampe bisa dekompresi?

    Reply
    • May 17 at 21:47
      Permalink

      Nah itu yang para penumpang tak dikasih tau.. tapi analisaku kemungkinan alat pengukur tekanan udara rusak, soalnya pesawat sudah agak lama terbang rendah namun kuping baru terasa sakit beberapa saat kemudian

      Reply
  • May 17 at 23:25
    Permalink

    Nearly death experience. Hihihi…
    syereemm…
    gw pernah berpikiran seperti lo di atas; “if this is the end, so be it”, adalah saat busway yg gw sedang tumpangi meleduk. Udah kaya kompor. BUMM!!
    Hahaha… kenapa “meleduk’? Karena emang ga meledak. Hanya tiba2 meleduk dan berasap. Dan para penumpang kocar-kaciiir kaya gerombolan semut diguyur. Termasuk gw.
    syereeemm…

    Reply
    • May 17 at 23:45
      Permalink

      Wah moral of the story, kemanapun naik busway musti sedia karung basah πŸ˜€ Tapi itu pasti di busway yang lama kan, yang udah pada karatan, untung sekarang udah pada kinclong πŸ™‚

      Tapi almost near death experience memang menegangkan. Dan melelahkan. Ya ga sih?

      Reply
  • May 18 at 16:31
    Permalink

    Gilaaa kak badai, lagi kondisi gini sempat-sempatnya foto. Kalau aku mungkin udah panik duluan. Postingan keren jadi bisa belajar dari pengalaman om πŸ™‚

    Reply
    • May 18 at 18:29
      Permalink

      Hehehe, sedikit menegangkan memang, tapi sepertinya tidak bikin panik, kecuali awak kabin yang terdengar stress.
      Semoga tulisan ini bisa jadi pengetahuan baru bagi pembaca, meski kalau bisa jangan sampai mengalami πŸ˜‰

      Reply
  • May 19 at 05:26
    Permalink

    Gw pikir dulu malah dr masker oksigennya dihembusin gas penenang smacam bikin penumpang teler gt. Jd kalo just in case ada apa apa, penumpang ngga sadarkan diri dan kecelakaan berlangsung dengan meminimalisir rasa sakit yg diderita.

    Reply
    • May 19 at 11:30
      Permalink

      Wah pemikiran yang menarik. Bisa mengurangi histeria. Masalahnya kalau pesawat bisa mendarat darurat dengan selamat di hutan atau laut misalnya, kasian pramugarinya nanti musti bopong2 penumpang teler keluar pesawat, hahaha πŸ˜‰

      Reply
  • May 26 at 03:54
    Permalink

    ini beneran kejadian Kang?? atau memang undangan untuk bikin rusuh di pesawat?
    btw itu masker kok mirip Madelyn Monroe ya? keren ya? :))

    Reply
    • May 26 at 13:21
      Permalink

      Hahaha ini kisah nyata sebenar2nya Yud! πŸ™‚

      Madelyn Monroe ini siapanya Marilyn Monroe? πŸ˜‰

      Reply
  • May 27 at 07:32
    Permalink

    Madelyn monroe itu typo nya marelyn monroe kang hahaha
    Idih kirain ini settingan ternyata beneran ya? Ah semoga yudi jangan nyamoe kejadian gitu deh

    Reply
    • May 31 at 10:55
      Permalink

      Jangan sampai Yud. Tapi semoga yang tertulis dari kisah nyata ini bisa menambah wawasan tentang dekompresi pesawat πŸ™‚

      Reply
  • June 2 at 16:24
    Permalink

    Pengalaman mengerikan. Alhamdulillah bisa mendarat dengan selamat. πŸ˜€
    Poin kedua itu sangat membantu, Mas. Memang tak pernah disampaikan pramugari pesawat manapun. Thanks πŸ˜€

    Reply
    • June 3 at 19:29
      Permalink

      Alhamdulillah.. dan semoga tidak kejadian lagi πŸ™‚
      Soal masker yang diikat tali saya belum tahu pasti apakah berlaku sama untuk semua pesawat/maskapai…

      Reply
  • June 7 at 15:18
    Permalink

    astaga… gw kira lage panik2 gitu malah sempet2nya ngeksis ngambil foto πŸ˜›
    info berguna nih, tapi moga2 jangan sampe butuh sih…

    Reply
  • June 9 at 14:00
    Permalink

    hahaha… amit2x kalo kejadian… tp bagus jg jadi ada persiapan diri kalau sewaktu2x terjadi…. tp hebat kepikiran mengangkat topik ini jarang2x ada……

    Reply
    • June 10 at 11:15
      Permalink

      Gak kepikiran utk posting blog sih saat itu, lebih untuk merekam dokumentasi in case we didn’t survive :/

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *