Panorama-2015-Mar-Apr

Disgiovery.com

KUNTILANAK menjadi kata kunci mengapa saya menulis artikel tentang Pontianak untuk majalah Panorama edisi Maret/April 2015. Bukan, ini bukan artikel horor, tapi lebih mengedepankan aspek sejarah dan budaya.

Betapa kuntilanak dipercaya sebagai penyebab Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie melepaskan tembakan meriam dan mendirikan kota Pontianak pada tarikh 1185 Hijriah (1771 Masehi).  Tapi seorang peneliti Belanda pernah membuat artikel yang membantah kisah turun temurun ini dan menyatakan kota Pontianak murni lahir dari pelabuhan dagang.

Orang Belanda itu tidak tahu jika orang Indonesia gemar dongeng dan legenda.

Legenda bukan cuma legenda. Di Museum Kalimantan Barat yang terletak di Jl. Ahmad Yani, Pontianak, terpampang salah satu rancangan panji kesultanan Pontianak yang menggambarkan sang sultan tengah mengusir sesosok perempuan berambut panjang yang diyakini sebagai kuntilanak.

Setelah terusir, kuntilanak bagai raib selamanya dari tanah Kalimantan.

Sialnya, ia kemudian memilih eksis di tanah Jawa.

Kuntilanak seperti digambarkan dalam panji kesultanan Pontianak | Photo by Ghana
Kuntilanak seperti digambarkan dalam rancangan panji kesultanan Pontianak | Photo by Ghana

Ada pula kaitan historis antara kuntilanak di tanah Melayu dan Filipina.  Tapi daripada jadi spoiler di sini, you better go grab the magazine, guys!  Ingat, artikel berjudul ‘Di Tepi Ayun Riak Kapuas’ ini bukan cuma bahas tentang kuntilanak Pontianak, tapi juga tentang tempat wisata (budaya) menarik yang bukan dari perspektif turis tapi berdasarkan rekomendasi penduduk asli.  Tak lupa ada bahasan kuliner khas Pontianak.

 

Disgiovery yours!

 

Panorama-spread

Notes:
Special thanks to Brian & Ghana, my Pontianak friends, who have patiently answered my curious questions about kuntilanak and Pontianak. Also credit to Barry Kusuma for his wonderful pictures in this article, and my editor mbak Chika who trusted me this special assignment. I owe you guys a lot!

 

Panorama | Antara Kuntilanak & Pontianak
Tagged on:     

3 thoughts on “Panorama | Antara Kuntilanak & Pontianak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *