KBE Jkt-Trv

Disgiovery.com

Antara Jakarta-Trivandrum kita jatuh cinta
…pada es krim durian.

Es krim durian yang satu ini diapit wafer renyah. Kuning semu di mata, harum di hidung, lembut di mulut. Terik di Merlion Park hingga Orchard Road pun meleleh di lidah.

We were in Singapore, having a 7-hour layover before our connecting flight to India. Maka dengan ditemani dua teman saya, melejitlah kami dari Changi menuju pusat kota, memandang pucuk-pucuk pohon yang meranggas dari balik jendela MRT, membiarkan pendingin udara menyemprot ganas ke pucuk-pucuk kepala.

Cuaca sedang panas terik tatkala kami berjalan kaki menyusuri jalanan. Melintasi ‘gedung durian’ alias Esplanade, yang langsung menggelitik kami untuk mencicipi es krim potong rasa durian dari seorang penjaja paruh baya. Awalnya satu es krim untuk beramai-ramai. Dan kami langsung jatuh suka.

As simple as that.

KBE Jkt-Trv1

***

Beberapa jam sebelumnya di Jakarta, saya dan Dina tengah mencari sarapan di bandara Soekarno Hatta. Mengetahui bahwa dalam beberapa minggu ke depan akan menghadapi perang kari di India, maka kami bertekad untuk pagi ini menikmati hidangan khas negeri sendiri.

Saya merindu masakan berkuah gurih asam pedas, sedangkan Dina mendamba nasi pulen dengan rendang daging. Masuklah kami ke kedai terakhir sebelum boarding lounge, dan menelusuri daftar menu.

Menurut kalian apakah menu yang kami pesan?

Tom yum dan nasi lemak!

Betapa kami berdua adalah anak yang toleran. Ya, ternyata kedai ini khusus menyajikan masakan negeri jiran. Dan sudah tiada masa untuk mencari tempat lain. Jadilah kami memesan tom yum dan nasi lemak ini.  Tak apa, lagipula cita rasanya masih serumpun.  So much for Indonesian traditional food.

KBE Jkt-Trv4

***

Meet Gael & Edgar, dua teman baru dari Filipina. Kami berempat akan terbang bersama ke Trivandrum nanti malam, jadi bertatap mukalah kami di Singapura. Luckily they both are fun to be with.

Obrolan perdana kami sungguh di luar dugaan.

“Do you bring dil.. dol..?” Gael seperti ragu-ragu di akhir kalimat. Ia bilang sesuatu yang dimaksud itu bentuknya panjang, hitam, dan ia suka. Rasanya manis.

Pikiran saya masih berkutat di alat bantu seks (how could you ask me that, Gael?) ketika Dina kemudian bisa menangkap apa yang dimaksud.

“Dodol!”

Gael berbinar, dan meledaklah tawa kami. Rupanya ia sempat mencicipi dodol dalam kunjungannya ke Indonesia, dan masih penasaran hendak mengudapnya lagi.

Tak ada dodol (apalagi dil dol), es krim durian pun jadi. Kami berempat doyan setengah mati. Dari Merlion hingga Orchard, cuma es krim durian yang menambal perut. Satu hal sederhana yang menyatukan.  Atau mungkin bukan es krimnya, tapi kebersamaan.

KBE Jkt-Trv2***

Sungguh mati aku jadi penasaran.

Makan siang yang terlambat. Tulisan ‘Satay Padang’ tampak menggoda iman. Kami baru tiba di Makansutra, semacam outdoor foodcourt di dekat Esplanade. Ada banyak pilihan menu dari beragam kedai, namun tulisan ‘Satay Padang’ sungguh menyita perhatian. Kebetulan Gael sudah memesan seporsi.  Saya sendiri belum menentukan pilihan.

Ternyata sate Padang yang datang sama sekali jauh dari bayangan saya. Terdiri atas dua pilihan daging (ayam & domba), semangkuk kecil bumbu (apakah itu sambal belacan?), disertai potongan ketupat, ketimun, dan bawang merah.  Sate Padang macam apa ini? This is definitely not satay Padang I used to eat.

Ah, tapi coba dulu setusuk.

Dagingnya empuk, manis, gurih. Bumbunya bukan sambal kacang, bukan pula sambal terasi meski penampakannya mirip. Tapi yang jelas kunyahan daging sate di dalam mulut semakin kaya rasa.

Hmmm, ternyata enak! Love it!

Akhirnya saya ikut pesan satu porsi. Inginnya bilang ‘Tambah dua ratus tusuk!’ tapi manalah mungkin. Walaupun bukan sate Padang asli, tapi setidaknya masih mendekati unsur selera Nusantara, dan ini memenuhi keinginan saya sejak dari Jakarta.

Mission accomplished. Indian curry, here we come!

KBE Jkt-Trv3***

Sudah hampir tengah malam dan saya yakin pesawat kami sudah melayangi langit India. Satu jam terakhir saya manfaatkan untuk memejamkan mata. Dina di sebelah saya sudah menghabiskan paket makan malam ala happy meal-nya, dan terakhir tadi ia tengah sibuk mengocok-ngocok kotak kemasan susu cair. Gael dan Edgar sendiri duduk di kursi terpisah.

Hari yang melelahkan membuat saya lekas terlelap.

Namun tak lama, karena Dina tiba-tiba berdesis setengah menjerit:

“Susuku muncrat!”

Terbangunlah saya dan mendapati Dina dengan kotak susu cokelatnya yang sedikit tumpah. Spontan tawa kami pun lepas membahana.

Saya tahu perjalanan kami ke India akan penuh kejutan menyenangkan.

***

Antara Jakarta-Trivandrum kita jatuh cinta
…pada hal-hal yang sederhana.

 

Disgiovery yours!

 

PS:
Apa dan bagaimana perjalanan hari pertama kami di India? Siapa perempuan misterius yang kami temui?  Simak terus kisahnya di sini!

Credit:
Original cover photo by Dina, taken with love 😉

Antara Jakarta-Trivandrum Kita Jatuh Cinta
Tagged on:                                                 

15 thoughts on “Antara Jakarta-Trivandrum Kita Jatuh Cinta

  • April 27 at 09:48
    Permalink

    Foto-fotonya kueren, aku sukak 🙂

    Tumben ke Singapura makan es krim durian, bukannya di situ terkenalnya Uncle ice cream ya? Es potong yg jual opa2 itu wkwkwk *lap iler lihat foto ice creamnya* :'(

    Reply
    • April 27 at 11:43
      Permalink

      Trims, kak Adie! Oh sebutannya uncle ice cream ya? Haha ya itu dia, es krim potong rasa duren yang kita suka 😉

      Reply
  • April 27 at 17:54
    Permalink

    Gak sabar pengen baca pengalamannya di India. Btw I think I know which restaurant where you had dinner sebelum ke Singapura deh. But I could be wrong anyway. Daaaan, lagi-lagi. Baca blog ini jadi tau pilihan es krim yang beda, es krim durian. Pasti harus coba nih kalo ke Singapura lagi. I have to admit I laughed pas baca “susuku muncrat!”. Gak kebayang lagi ngantuk-ngatuknya terus ada yang nyeletuk gitu di samping. 😀

    Reply
    • April 27 at 21:25
      Permalink

      Bama, I believe you know where 😉 Btw, glad you laughed over ‘susu muncrat’, since I thought that would be a bit cheesy (or milky? oh well…) although it was a true event. Anyways, yes you definitely must try es krim potong rasa durian (or mangga), yg jual kebanyakan sudah sepuh, makanya konon disebut uncle ice cream 🙂

      Kisah India-nya coming right away, stay tuned!

      Reply
  • Pingback: Empat Sekawan Blusukan Di Chowara | DISGiOVERY

  • Pingback: 14 Hal Seru Jalan-Jalan Bareng Traveler Dunia - DISGiOVERY

  • November 30 at 11:42
    Permalink

    ngiler sama es krimnya. Jadi Philips nggak ada dodol ya?#catet

    Reply
    • November 30 at 17:07
      Permalink

      Mungkin ada tapi beda tekstur, atau mungkin juga memang tak ada. Yg jelas mereka suka kudapan manis 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *